My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 164



Abian menyuruh Bi Sumi untuk membawa Clara ke kamar nya,berhubung Clara belum bisa jalan,terpaksa Abian menempatkan Clara di kamar lantai dasar.


"Aku harap Kamu telah melihat berita pagi ini !"Abian mengambil secangkir kopi diatas meja tamu.


"iya,Aku juga telah melihat nya ke Istana Hoorbert"Jawab Zico tanpa melihat kearah Abian.


Brak..!Abian mengebrak meja tamu saat mendengar jawaban Zico.


"Aku sudah memperingati Kasio,tapi kenapa Kamu juga bersikeras untuk melihat Istana itu?"


"Tuan Besar,Kamu mungkin salah menilai Ku,sifat keras yang Ku miliki juga tidak sepenuh nya salah Ku,karena Aku mewarisinya dari diriMu"


Jawaban Zico sekali lagi membuat Abian menyempitkan matanya.


"Tuan Besar,Nona Emily sudah datang " Ucap Berson mengantar Emily kedalam mansion.


"Selamat siang Tuan Besar,Tuan Muda " Emily memberi hormat kepada Mereka berdua.


"Silahkan duduk "


Emily segera duduk disebelah Zico,membuat Pria ini mengerutkan dahi nya melirik kearah Emily.


"Aku sudah memberitahukan kepada Kalian,kalau Aku akan memilih salah satu diantara dua gadis yang akan menjadi menantu keluarga Carlose " Ucap Abian terputus,melirik kearah Zico .


"Maaf Tuan Besar,tapi dimana satu gadis lagi?apakah Dia belum datang ?" Tanya Emily yang melihat kearah Abian .


"Dia tidak akan datang !" Sambung Abian lagi.


"Apa itu artinya,Aku pemenang nya ?" sahut Emily dengan sangat yakin.


"Apa Kamu pantas ?" pertanyaan Zico membuat Emily kaget,dan memalingkan wajah saat melihat tatapan Zico yang sangat mengerikan .


"Ehem..!Pantas tidak nya Aku yang memutuskan !" sambung Abian,saat melihat tatapan Zico yang menyeramkan melirik kearah Emily.


"Kapan bisa di mulai tes nya Tuan Besar ?" Tanya Emily lagi.


"Apakah Nona Emily begitu tidak sabar ingin segera menjadi menantu dari keluarga Carlose?" Tatapan Zico,sekali membuat Emily menelan ludahnya.


"Sudah,sudah..!Nyonya Clara ada dikamar,Kamu bisa menemui nya,dan Kamu bisa membantu merawat nya selama dua hari selama Young belum datang kesini !" Titah Abian kepada Emily,Gadis ini segera di antar oleh Bi Sumi untuk menemui Clara dikamar nya .


"Berhenti berharap,karena Anushka tidak akan pernah kembali !" Ucap Abian lagi


"Apa Tuan Besar begitu yakin?" Tatapan bapak dan anak ini begitu cukup mengerikan,masing - masing dari nya memiliki aura yang tidak biasa,bahkan siapapun yang melihat nya, langsung mengurung kan niat nya udah mengenal keluarga ini.


"Apa yang ingin Kau lakukan ?" Abian menaikan alisnya melihat kearah Zico.


"Apa peduli Mu,Aku harus bagaimana Kamu juga tidak akan peduli !" jawab Zico ketus


"Anak sial*n,Kau berani berbicara begitu kepada Ku..!" Abian mengepalkan tangannya,melihat tajam kearah Zico.


"Aku peringati Kamu sekali lagi,jangan coba - coba datang masuk kedalam Istana Hoorbert,karena pemerintah akan menganggap Kamu penyusup jika Kamu masuk kesana,Kamu tau resiko yang didapatkan penyusup kan?" Abian menyimpulkan senyuman sindiran kepada Zico.


"Kematian..?" Zico melihat kearah Abian,Pria ini tahu jika Anak nya sedang menantang nya.


"Jika Kamu sudah tau,urung kan niat Mu..!" Abian bangkit dari duduk nya,berjalan kearah pintu utama,disana sudah ada Berson yang menunggu Abian.


"Tuan Besar,Tuan Mattew mengirim pesan,katanya ada proyek baru yang ingin Dia bicarakan dengan Tuan Besar !" Berson membuka pintu mobil,Abian segera masuk kedalam mobil.


Zico masih duduk di sofa ruang tamu,saat Emily datang melihat nya,Dia masih duduk disana.


"Tuan Muda,kenapa wajah Mu terlihat begitu melelahkan ,apa perlu Aku memijitnya ?" Emily mencoba mendekati Zico yang masih murung di ruang tamu.


plak ..!"Jangan sentuh Aku !" Zico menepis tangan Emily yang ingin memijitnya.


Zico segera bangkit dari duduknya,dan berjalan kearah kamar Clara.


"Tuan Muda ..!" panggil Emily,namun Zico tidak memperdulikan gadis ini.


Ceklek..!Pintu kamar terbuka,Clara terbaring lemah diatas ranjang,menoleh kearah pintu ,ada Zico yang masih berdiri di ambang pintu.


"Mah...!" panggil Zico yang segera mendekat kearah Clara .


"Bagaimana kabar Mama?" Zico memegang tangan Clara,dan Wanita ini tersenyum kearah Anaknya.


"Eeh..! Emily ya,masih disini ?"Clara melirik kearah pintu,ada Emily yang masih berdiri disana.


"Tan ...Tante"Emily segera masuk kedalam kamar Clara,Zico melirik kearah Emily dengan tatapan kebencian.


"Kalian pergi lah jalan - jalan keluar,disini terlalu membosankan !" ucap Clara kepada Zico dan Emily.


Emily melirik kearah Zico,namun Pria ini hanya menunjukkan wajah masam nya saja dari tadi.


"Mam,istirahatlah Aku akan menemani Nona Emily untuk pergi jalan- jalan,bukan begitu Nona Emily?" Zico melirik kearah Emily dengan tatapan tajam.


"i..iya..!" Gluk Emily menelan ludahnya,saat netra biru milik Zico berubah menjadi merah .


Zico segera menarik Emily keluar dari kamar Clara.


Bugh..!Zico mendorong perempuan ini ke dinding diluar kamar,melihat Emily dengan tatapan kebencian.


"Apa yang Kau harap dari semua ini ?" Suara bariton milik Zico yang bergema di telinga Emily,membuat gadis ini gemetar.


"Apa Kau sangat ingin menjadi Nyonya Carlose ?"Sambung Zico lagi menyentuh dagu Emily,memainkan jarinya disana.


Gadis ini benar - benar takut dengan tatapan Zico,bisa saja saat ini kematiannya telah tiba,jika satu kata saja yang salah keluar dari mulut Emily,bisa membuat Pria kejam di depan nya membunuh tanpa mengedipkan mata.


Ugh....!Zico mencengkram leher Emily,membuat gadis ini kaget,tangan kekar Pria ini mencengkram begitu kuat,Emily tidak memberontak atau berusaha untuk melepaskan tangan Zico.Namun,Dia hanya mengepalkan kedua tangannya,masih berdiri dengan tenang meskipun terasa sakit yang luar biasa di leher nya.


Emily memejamkan matanya merasakan kalau hari ini benar kematian nya telah tiba.


Bugh...!


"Uhuuk...uhuuk...."


Zico kembali melepaskan tangannya,membuat tubuh Emily terjatuh ke lantai,gadis ini memegang leher yang sakit,air mata mengalir di pipi.


Zico mengarahkan tangannya kearah dinding,


Dugh...!


Satu pukulan melayang kearah dinding membuat tangan Zico mengeluarkan darah.


"Kenapa Kau tidak melawan ?apa Kau terlalu bosan untuk hidup ?sehingga mengakhiri hidup Mu di tangan Ku..!"Zico berjongkok di depan Emily yang masih duduk dilantai,gadis ini terlalu takut untuk melihat ke arah Zico.


Zico bangkit dan membalikan badannya berjalan meninggalkan Emily.


"Jika Aku tidak bisa mendapatkan hatiMu,maka tidak masalah jika Aku menerima perlakuan buruk Mu,itu bisa membuat Mu bahagia Aku juga akan senang " Emily melihat kearah Zico dan tersenyum,Pria ini menoleh kearah Emily yang masih menatap nya .


"Pulang lah..!" Ucap Zico dengan datar, "Aku akan menjemputMu nanti malam,Kita akan pergi ke perjamuan penting keluarga Carlose" Sambung Zico lagi berjalan meninggalkan Emily di dekat kamar Clara.


"Aku akan membuat Mu melupakan gadis itu,tidak masalah Kau tidak mencintaiKu.Namun Aku punya banyak cara untuk meluluh hatiMu"Tatapan yang mula nya takut,kini berubah menjadi lebih baik,bahkan tersenyum kearah Zico yang sudah berlalu pergi.


***


"Nona Emily,silahkan masuk ..!" Kasio membukakan pintu mobil kepada Emily,didalam mobil sudah ada Zico dengan pakaian rapi nya untuk menghadiri perjamuan perusahaan.


Zico dan Emily,sama - sama mewakili perusahaan Mereka.Karena didalam acara ini yang di undang hanyalah perwakilan perusahaan saja,yang berhak datang hanya penerus saja,tamu yang hadir semua kalangan termuda dan terkaya.


Kedatangan Zico dan Emily disambut begitu hangat oleh beberapa reporter yang mengambil gambar Mereka,karena Mereka yakin ini akan menjadi trending topik besok pagi.


Emily menggandengkan tangan Zico untuk masuk kedalam gedung,mengenakan gaun yang serasi dengan jas Zico,membuat gadis ini melayang tinggi,dirinya merasa kalau Dia sedang bermimpi bisa menggandengkan tangan Zico.


"Apa Kau tau apa yang sedang Kau lakukan ?"Bisik Zico,saat Emily mencoba menyenderkan kepalanya di bahu Zico.


Emily cepat - cepat memindahkan bahunya,dan segera melepas tangan Zico.


"Maaf Tuan Muda !"Dengan suara setengah berbisik.


Zico segera berjalan kearah meja hidangan,ada banyak penerus dari perusahaan lain yang ingin berbicara kepada Zico,bahkan mereka meminta kesempatan pada Zico agar bisa bekerjasama dengan Mexio.


"Kalian bisa memberikan berkasnya kepada Ku semua,Aku akan melihatnya dirumah,jika ada yang cocok Aku akan menghubungi Kalian ..!" jawab Zico saat ingin meninggalkan meja hidangan.


Menjadi pasangan Zico satu malam sudah membuat Emily begitu senang,bahkan mereka berdansa cukup baik di acara perjamuan,semua orang mengagumi pertunjukan dansa romantis Mereka.


Didepan semua orang Pria ini bisa menyembunyikan wajah nya yang kejam,namun di setiap gerakan kaki yang di mainkan Zico mengartikan kalau Dia tidak senang berdansa dengan Emily.