My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 25



Pagi hari ini terasa sedikit hangat,dengan mentari yang menyelusuri Nagara E,Sinaran matahari masuk ke celah jendela kaca yang ada di kamar tidur Clara membuat wanita itu segera menarik selimut untuk menutupi wajah nya kembali,melanjutkan tidur adalah hobby nya.


Clara menyentuh alarm clock yang ada di nakas di dekat ranjang tidur nya.


"jam 10 pagi.....!!" Gumam Clara,bergegas turun dari ranjang,meski sedikit malas namun dia punya kewajiban untuk ke kantor pagi ini.


Setelah selesai mempersiapkan diri Clara turun ke bawah dia melihat di ruang dapur sudah ada Nadia yang sedang sarapan dan di temani oleh seorang pria.


"Nadia ...!! kamu sudah pulang ,kenapa enggak ngabarin kan bisa aku jemput" sapa Clara dengan manis


"Sudah ada seseorang yang menjemput ku kak.."


"Revan ..." Batin Clara melirik ke arah Revan


"Kita bertemu lagi disini...selamat pagi Nona Clara " sapa Revan,tapi clara hanya tersenyum saja


"Aku sudah siap....aku pergi duluan ya" ucap Clara meninggalkan mereka berdua di meja makan.


Clara nampak sedikit tenang dari sebelumnya,tapi dia tidak bisa menghindari kegelisahan yang ada di wajahnya.


"Apa mau Revan sebenarnya mendekati Nadya ..." gumam Clara memarkirkan mobilnya di area parkiran kantor.


Seperti biasa suasana tetap ramai,dan tidak sedikit orang yang datang ke kantor untuk bekerja sama dengan perusahaan Mexio.


Hari ini Clara punya rencana untuk menyelidiki kecurangan di perusahaan Mexio,Clara telah menyusun semua berita yang iya dapat.


"Pagi Non Clara ..." Sapa roshita


"Pagi..." Clara hanya tersenyum kearah roshita yang ada di resepsionis lalu bergegas pergi menuju ruang kerjanya.


Belum ada banyak yang tau posisi Clara di kantor ini,orang hanya tau bahwa dia karyawan Mexio bukan yang lain,Selain Mike tidak ada orang lain yang tau Clara adalah istri Abian.


Clara mengambil berkas yang ada diatas mejanya,berkas itu di berikan oleh Mike tempo hari.


"Semoga Mike baik-baik saja,untung kemarin ada Tuan Mattew kalau enggak mungkin aku tidak berada disini" Gumam Clara


Bip.." Roshita perintahkan kepada semua staf menajemen di kantor untuk berkumpul diruangan rapat"


Setelah menerima pesan dari Clara,Roshita mengumumkan nya kepada semua karyawan.


Suasana di ruang rapat sangat tegang,ada juga yang begitu santai,mungkin pikir mereka tidak ada Direktur di sini yang harus mereka hormati.


Clara masuk kedalam ruang rapat dan segera memulai rapat dengan para staf yang ada di kantor itu.


"Baik...!!kita mulai rapat,sebelum membahas proyek yang baru saja kita kerjakan,terlebih dahulu saya ingin menunjukan kepemimpinan atas proyek itu,Proyek itu akan di pegang alih oleh Tuan Maroko ...! ini adalah keputusan saya dengan wakil direktur yang sekarang sedang di rumah sakit " jelas Clara


"Maaf Nona Clara saya membantah nya,sudah 15 tahun bekerja disini,selalu saya yang menghandle proyek besar tapi kenapa kali ini di alih kan kepada orang lain ??" tanya Tuan Martin yang tidak terima pekerjaan nya di alih kan kepada orang lain


Semua orang di dalam ruangan rapat mulai membicarakan Clara.


"Apa jabatan mu,bisa memilih orang sembarangan untuk mengambil proyek ini.." tanya seorang perempuan yang sedari tadi memperhatikan Clara berbicara


"Nona alin...!seharusnya Nona tau jabatan saya disini apa? saya staf pemasaran disini,mungkin jabatan saya lebih tinggi dari Nona alin,bekerjasama lah dengan baik jika tidak ingin di pecat..!!"


Braakkk....Alin memukul meja rapat semua orang melihatnya.


"kamu hanya orang baru di perusahaan ini,di banding dengan mu,aku lebih lama disini..!jangan karena kamu bisa naik ke ranjang Tuan Abian kamu bisa seenaknya memecat orang ..!" Teriakan Alin mengalihkan pandangan semua orang kepada Clara.Semua orang diruang rapat membicarakan posisi Clara.


"Kamu pasti sengaja melakukan ini kan.." sambung pak Martin


Meskipun suasana mulai tegang namun Clara tetap bersikap lebih tenang .


"Aku telah sabar kepada kalian berdua,tidak membuka aib kalian disini..!tapi kalian sendiri memaksa ku..!!" Tatapan Clara membuat alin menciut.


"Tuan Maroko tunjukan berkas yang tadi saya bawa kesini berikan kesemua orang di dalam ruangan ini..!" titah Clara


Semua nya menerima berkas yang telah di siap kan oleh Clara,satu orang mendapatkan satu kertas.


Clara segera berdiri dari duduk nya untuk menjelaskan semua puncak masalah dalam rapat ini.


"kita semua tau proyek yang baru selesai di bangun itu anggaran nya habis 100 M tapi didata itu anggaran di ajukan kekantor 200 M kemana lebih nya,aku telah lama menyelidiki nya dan akhirnya baru tau ada orang yang berbuat seperti ini di sini..!!" Brakk....Clara memukul meja semua orang melotot kearah nya.


Ada banyak orang yang tau Clara hanya gadis kecil baru berumur 20 tahun,tanpa ada yang tau dia wanita yang keras kepala,dan bertekad untuk menghancurkan semua orang yang bermain-main dengan nya.


"Security....!!!" panggil Clara


"Iya Non...! " Dua orang security berdiri di samping clara


"Bawa dua orang sampah itu keluar...!! Bawa Tuan Martin dan Nona alin keluar dari sini...mereka di pecat..!!" Titah Clara dengan tatapan tajam nya


"tidak...Kamu tidak bisa berbuat begini,aku akan membunuh mu...!!" Teriak alin ingin menyerang Clara namun di hadang oleh Mattew


"Tuan Mattew..." Clara melihat kearah pria itu yang baru saja datang


"Bawa mereka.!" titah Mattew


"Semua nya sudah bisa bubar..!! rapat cukup disini dulu.."


Semua orang keluar dari ruangan rapat,tidak ada yang berani buka suara mengenai hal yang telah terjadi.


Mattew menarik kursi untuk dirinya duduk begitu juga dengan Clara.


"Bagaimana keadaan mu...?" tanya Mattew


"sudah membaik,lukanya juga sudah mendingan " jawab Clara


Clara melihat kearah Mattew yang duduk di depannya,Clara belum mengerti apa tujuan nya kekantor Mexio.


"Kenapa kamu belum pergi dari kehidupan Abian ....!!" tiba -tiba Mattew membuka kan suara nya dengan tatapan yang menakutkan


"Mungkin kemarin aku salah menilai pria ini yang tiba tiba lembut,tapi dia tetap orang yang dingin sebelum nya" batin Clara melirik kearah Mattew


"Eemmm...huuff...maaf aku tidak mau membahas itu,aku akan ke kantin kantor,aku merasa perut ku lapar" ucap Clara bangkit dari duduk nya


"Tunggu....!!" Mattew mendekati Clara yang hendak keluar


"Apa yang membuat mu betah tinggal bersama Abian,kau pasti menginginkan harta nya,aku bisa memberi mu 500M tapi tinggalkan dia..!!" Titah Mattew


"Tuan Mattew bisa bicarakan itu dengan Tuan Abian "


Clara segera meninggalkan ruangan rapat,Terlihat Mattew yang kesal di perlakukan begitu oleh seorang wanita seperti Clara.


***


Clara berjalan menuju kantin kantor disana sudah ada roshita yang sedang menikmati makan nya.


"Nona Clara...kesini untuk makan juga...!" tanya roshita


"Iya apa lagi yang bisa kita lakukan disini..!selain makan kita bisa bergosip juga" jawab Clara tersenyum dan mengedipkan mata nya kearah roshita


Roshita melihat makanan yang diambil oleh Clara begitu banyak,dia tidak menyangka wanita imut dan semanis Clara nafsu makan nya sangat banyak.


"Apa kamu yakin akan makan sebanyak itu..?" tanya roshita melihat Clara


"Yakin...! kenapa enggak,aku sangat lapar,padahal tadi pagi sudah sarapan,akhir akhir ini nafsu makan ku cukup baik " jawab Clara


"Awas kamu bisa berubah jadi gendut ...! kamu akan menyesal jika itu terjadi" roshita meledek Clara dan mereka berdua tertawa.


Perubahan hati seseorang memang tidak ada yang bisa menebak mereka akan senang makan banyak jika mereka bahagia.


Ting....Sebuah pesan dari Mike masuk ke handpone clara. Dia membaca nya hari ini ada meeting di perusahaan Clara Beauty,Clara kaget namun dia sangat senang punya kesempatan untuk mengalahkan buaya buntung itu.


"Revan sekarang giliran mu..! tunggu aku disana..!" batin Clara menyimpulkan senyum di bibir nya