
Mereka pun saling memandang satu sama lain,Clara masih sama di posisi sebelum nya yang mata melotot kearah pria yang mencoba menghentikan Revan .
"Kenapa berani nya sama perempuan,apakah kau waria,kau tidak malu memukul seorang wanita di depan umum seperti ini" seru abian yang masih memegang tangan Revan
"Jangan ikut campur ini urusan aku dengan wanita ****** ini" jawab Revan melepaskan tangannya dari abian
"Dia karyawan ku,dan kau ribut di depan kantor ku itu adalah hak ku untuk ikut campur "
Mata Abian tertuju kepada revan wajah nya berubah menjadi merah padam,Beberapa menit kemudiam Revan pergi dan masuk dalam mobil nya meninggal kan Clara dengan Abian yang masih berdiri di depan kantor Abian.
"tu......." Clara hendak berterimakasih kepada Abian tapi pria itu langsung pergi meninggalkan Clara
"Dasar aneh " lanjut Clara
Clara pun ikut masuk kedalam kantor karena sudah jam kerja,dia tidak jadi membeli kan sarapan nya.
"Mike ....perintahkan kepada cleaning servis untuk mengantarkan sarapan keruangan ku,sekarang juga !!" titah Abian lewat telepon nya
"Baik bos" Mike pun segera melaksanan perintah bos nya .
Terlihat Clara masih sibuk dengan pekerjaan nya,tapi tanpa di sangka tiba-tiba perut nya berbunyi .
"Aduuhhh....cancing ku mulai miskol " gumam nya
Clara tetap melanjutkan pekerjaan nya dia berencana akan mencari makan setelah pekerjaan nya selesai,tapi tanpa iya sadar sakit magh nya kambuh,perutnya melilit perih Clara mulai kesakitan.
Bip....."Clara kamu di perintahkan bos keruangan nya " ucap Mike di telepon
Clara segera bergegas keruangan Abian,tapi iya masih menahan rasa sakit perut nya yang terus melilit .
tok..tok..tok..
"Masuk!!"
"Tuan memanggil saya" tanya Clara saat berdiri di depan abian
"itu makan dulu sarapan mu,disini wajib sarapan pagi sebelum kerja,karena aku tidak mau ada karyawan ku yang mati kelaparan di kantor ku" ucap abian yang tidak memindahkan pandangan nya ke laptop nya
"Tapi tuan....saya..." clara hendak menolak nya tapi tiba-tiba Abian menatap nya dengan sangat sinis dari tatapan mata nya terlihat Abian tidak senang perkataannya di bantah
"akan segera saya makan" Clara segera ke sofa dan memakan roti yang telah di pesan kan oleh Abian,iya makan dengan sangat terburu-buru dan ingin segera keluar dari ruangan bos nya
"pelan-pelan makan nya,enggak ada yang mau merebut makanan mu" seru Abian yang sedang mengetik,tapi Clara malah tersedak mendengar ucapan abian.
uuhhuuk...uuhhuuk...Abian segera menghampiri Clara dan memberi nya segelas minuman.
"ini minum dulu"
Clara langsung meminum nya
"Terimakasih ...!!" ucap Clara
"Boleh saya pergi"lanjutnya lagi
"Tunggu..!!!"
Clara pun membalikkan badannya dan menghentikan langkah kaki nya .
"Duduk lah" seru Abian
Clara kembali ketempat duduk asalnya,iya memperhatikan bosnya
"Ini orang bisa juga ya berkata lembut" batin Clara
"Menikah lah dengan ku"
Abian bukan lah pria yang suka mengumbar kata-kata romantis,dia bukan lah pria yang suka dengan kata- kata cinta dia tidak akan mengucapkan banyak hal untuk mengajak seorang wanita untuk menikah,dan dia juga dengan sangat percaya diri kalau semua wanita akan menerima lamarannya termasuk Clara,Tapi dia salah Clara bukan lah wanita yang mudah di takluk kan,Abian langsung berbicara langsung pada intinya
Clara tidak menjawab,dia malah menatap kearah abian
"aku serius menikah lah dengan ku,dan aku menjamin hidup mu akan baik-baik saja,aku akan memenuhi semua kebutuhan mu" ucap abian dengan menatap kearah Clara,jelas membuat Clara salting.
"Maaf...Ak....."
Disaat Clara akan menjawab namun Abian menghentikan nya
"Kamu tidak perlu menjawab nya sekarang,kamu boleh memikirkan nya dulu aku akan memberi waktu untuk mu"
sambung Abian,dia sengaja berkata seperti itu agar dia tidak langsung mendengar kata penolakkan dari bibir Clara saat itu juga.
"Baik akan aku pertimbangkan,aku permisi dulu "
Clara langsung bergegas untuk keluar dari ruangan Abian
Sesampai nya diruangan clara malah kepikiran dengan ucapan abian,iya tidak ingin masa lalu nya terulang lagi dia sudah pernah gagal membina rumah tangga nya,Clara tidak ingin itu terulang lagi,apalagi dia tidak punya rasa untuk Abian,dia hanya menganggap pria itu sebatas bos nya .
"Jika sekarang aku masih punya rumah dan punya segala nya,saat ini juga aku akan mengundurkan diri dari perusahaan ini,aku tidak mau jatuh dalam pelukan pria yang tidak aku cintai,trauma masa lalu masih terbayang-bayang,dan Abian laki-laki yang baru saja ku kenal dan dia bukan tipe ku"
gumam Clara sambil mengotak atikkan komputer yang ada di depan nya .
Cekkreekk....seseorang membuka pintu,iya itu Mike yang baru saja masuk kedalam ruangan nya dengan sejumlah berkas yang ada di tangan nya.
"Clara tolong kamu periksakan file ini ya,setelah selesai antar kan ke tuan abian" Ucap Mike lalu pergi
"Baik...."
Clara menatap kearah Mike yang tiba-tiba cuek dengan nya,padahal iya ingin meminta tolong untuk Carikan kontrakan baru untuk dirinya,namun niat itu di urung nya kembali.
"Ini semua gara-gara bos "Gumam Mike
Flashback 10 menit yang lalu ...
"Mike antar kan semua berkas ini ke ruangan Clara,suruh dia dengan secepatnya menyelesaikan nya,dan ingat setelah meletakkan file ini langsung pergi,jangan sampai aku melihat mu berlama-lama disana "
Titah Abian sambil menunjukan kearah layar cctv yang terletak di ruangan abian,ada satu cctv yang tepat kearah ruangan clara dan sangat jelas Abian akan mengetahui semua gerak gerik Clara.
"Siap bos" Mike pun bergegas ke ruangan Clara
Flashback selesai..!
"apa-apaan ini aku harus menjaga jarak,emang aku kenapa, dan Clara bukan siapa-siapa bos,semua bisa mendekati dan mengobrol dengan nya" sambung Mike lagi yang sedang berdiri di depan ruangan clara
tiba-tiba suara itu mengejutkan mike.
"Bos..." Mike nyengir kearah Abian
"Ikut aku,ada meeting di luar kantor " Titah Abian
Mike hanya mengangguk saja tanda mengiyakan,dia mengikuti Abian dari belakang,mereka mulai tidak terlihat lagi dari halaman kantor.
"Pak bawakan kita ke restoran Bintang " seru Mike ke sopir
"Baik tuan"
Mike melihat kearah Abian yang duduk begitu tenang,ingin sekali Mike mengajukan pertanyaan tentang Clara namun Mike takut Abian marah dan emosional nya bangkit lagi.
"Sereeemm..." ucap Mike dengan tiba-tiba sambil menaikan kedua bahu nya,dan itu membuat Abian menatap nya
Mike baru sadar kalau iya keceplosan sesuatu dari mulut nya,iya segera menatap ke abian.
"Apa yang serem ...!!!" tanya Abian
"Film...iya film horor bos" jawab Mike dengan berbohong
Tatapan mata Abian kearah mike,membuat pria itu berpaling kearah lain,benar saja tidak ada Yang sanggup menatap mata abian,ada aura mematikan disana.
***
Suasana kantor seperti biasa jika sudah memasuki waktu petang semua pada sibuk membereskan pekerjaan masing-masing.
Bip... "Nona Clara mohon ke lobi ada hadiah dari seseorang yang di titip kan untuk mu" seru roshita di balik telepon
Setelah menerima pesan clara bergegas ke resepsionis untuk melihat hadiah apa yang di berikan oleh seseorang.
"ini dikirim kan untuk mu,sepertinya dari pacar mu ya,dia sangat romantis" seru roshita yang melihat Clara mengambil sebuah bingkisan bunga
"Tidak...!!! bahkan aku tidak tau siapa yang ngirim,bahkan aku tidak memiliki kekasih" jawab Clara sambil tersenyum
"Itu ada pesan di buka saja kamu bakal tau"
Clara membuka pesan yang di sematkan ke dalam bunga itu.
"Dari pujaan hatimu"
♥️ A
Di dalam kertas itu tidak tertulis nama pengirim nya namun ada inisial nya.Clara membawa nya keruangan nya dia segera meletakkan nya di sofa yang ada di ruangannya,karena Clara tidak menyukai jenis bunga mawar warna apapun.
"Siapa yang mengirim bunga jelek itu" Gumam Clara
Tanpa clara sadari semua perilaku nya di perhatikan oleh Abian yang melihatnya dari ruangannya,bunga itu sengaja Abian kirimkan saat iya pulang dari meeting tadi.
"Dia tidak menyukai bunga ku" Ucap abian yang kecewa
Tok...tok...tok...
"Masuk .."
"Pak ini file nya sudah siap saya kerjakan" ucap clara meletakkan berkas itu diatas meja Abian
"Siapa yang menyuruh mu letakkan itu,ambil dan pegang sendiri" titah Abian
Clara dengan nurut mengikuti perintah Abian,dan iya segera mengambil kembali berkas yang sudah dia kerjakan.
Abian sengaja mengerjai Clara karena telah membuang bunga pemberian nya.
"Pak....apakah masih lama,saya harus segera kembali bekerja" seru Clara karena sudah merasakan pegal di tangan nya
"Bereskan berkas ini baru kamu bisa keluar" titah Abian
Clara meletakkan berkas yang dia pegang tadi diatas meja,dan mengambil berkas yang diberikan oleh abian,setelah sekian lama dia melihat nya namun dia sedikit bingung,itu belum iya pelajari sebelum nya.
tokk...tok..tok..
"Masuk"
"Bos ini file yang perlu anda tanda tangan " ucap Mike yang tiba-tiba datang
Tanpa rasa ragu atau takut Clara menghampiri Mike dia ingin bertanya mengenai berkas yang barusan diberikan oleh abian kepada dirinya.
"Tuan mike..." panggil Clara
"Apakah anda bisa membantu saya menjelaskan berkas ini,saya kebingungan " seru Clara
Mike tidak menjawab iya malah melirik kearah Abian,benar saja tatapan Abian kearah Mike tidak seperti biasanya.
"Kenapa gadis ini tidak bertanya kepadaku kalau dia kebingungan,apakah dia tidak menganggap ku disini" batin Abian yang terus memperhatikan Mike
"Maaf Nona Clara saya ada urusan lain,bos saya permisi"
"Eeem.." jawab Abian
Mike langsung bergegas keluar dari ruangan Abian
Namun Clara masih berdiri di depan meja Abian,dia benar-benar bingung namun dia memilih untuk diam dari pada harus bergantung kepada Abian,apalgi laki-laki itu baru saja mengajak nya nikah .
"masih tidak mau bertanya juga..." batin Abian melihat kearah Clara yang melanjutkan mengerjakan tugas nya
" dasar wanita keras kepala,kita liat saja,hanya aku yang bisa menyelesaikan tugas itu" gumam Abian kembali melihat kelayar laptopnya
Nampak dari wajah Clara yang semakin bingung,semakin iya tahan untuk tidak bertanya semakin otak nya ngeblang tidak bisa mengerjakan apa-apa.
"Aduuhhh....kenapa otak ku tiba-tiba tidak bisa berpikir apa-apa" gumam nya sambil memukul kepala nya dengan pulpen
Dari jauh Abian hanya memandang nya dengan puas,akhirnya dia menang, wanita itu pasti akan segera bertekuk lutut di hadapan nya dan memohon untuk membantu nya mengerjakan berkas itu,senyum licik di wajah abian.
"tuan .....mau kah kau membantu ku mengerjakan tugas ini" pinta Clara dengan sangat manja dan memegang bahu Abian yang duduk di kursi terlihat jelas dua gundukkan milik Clara terpampang nyata di depan mata Abian,yang membuat Abian menelan ludah
Abian masih pada posisi sebelumnya masih duduk tanpa mengedipkan mata nya kearah clara.
Abian merangkul tubuh Clara keatas pangkuan nya,iya menatap wajah Clara,dan membelai rambut wanita itu,Clara hanya terdiam menerima perlakuan bos nya,semakin lama wajah abian dan Clara semakin dekat iya sudah bersiap-siap untuk mencium bibir sexy milik Clara.