My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 81



Hari ini hari Minggu,Semua berkumpul menjadi satu,dalam indahnya akhir pekan yang haru,menjadi satu dengan senyuman yang baru


Menjadi bahagia tanpa berlalu jangan pergi dengan hati yang galau,apalagi marah tanpa alasan yang menipu,berkumpul menjadi satu,untuk menghilangkan rasa rindu.


Diruangan tamu,Zara dan Clara sudah bersiap-siap untuk ke pulau melihat Zico,hari ini juga Abian berencana untuk mengirimkan Zara ke swedia,namun gadis kecil yang baru berusia 8 tahun itu belum tau mengenai keputusan Abian.


"Sayang ...apakah barang-barang mu sudah siap semua..?" Clara memakai baju kaos dengan celana jeans,berpenampilan santai adalah keinginan Clara,melihat Zara yang sedang memainkan iPad nya .


"Sudah ma....tapi kan kita cuma mau ketempat kak Zico kenapa harus banyak bawa barang " Zara melihat kearah Clara,menjadi jawaban nya disana,namun wanita ini hanya diam melihat kearah anaknya.


"Papa....akan kirim kan kamu ke asrama ...." Sambung Abian yang baru saja sampai ke lantai dasar


"What....???No...no...no....pah.....aku tidak mau tinggal di luar mansion....!!"


Raut wajah Zara memperlihatkan kekesalan kepada kedua orang tuanya .


"Sayang ....ini kan demi kebaikan mu juga ..." sambung Clara membujuk anaknya


"Mah....mama kan ..sayang aku kan...please bujuk papa,aku enggak mau tinggal jauh dari mama ...." Dengan wajah sedih nya Zara mencoba merayu mama nya dia yakin clara akan luluh melihat wajah sedih anaknya


"Tidak...!! papa udah putuskan,hari ini kamu akan kita kirim ke asrama...!" Ucap Abian membuat Zara tidak bisa membantah selain menuju kan wajah cemberut


"Ayoo.. kita berangkat ...!"Abian mengambil koper milik Zara dan membawa nya masuk ke mobil,diluar Berson sudah menunggu untuk mengantar Abian dan keluarganya.


Braaakk.......!! Zara membanting pintu mobilnya,Dia belum bisa menerima keputusan Abian yang mengirim nya jauh dari rumahnya,Gadis seperti Zara akan menolak seribu kali saat di putusan di titip di asrama,selain manja Zara juga tidak terbiasa tinggal jauh dari orang tuanya .


Masih dengan wajah kesal nya,Zara duduk disamping mama nya,menatap kedepan ,tidak memperdulikan Clara yang berada di samping nya.


"ini....ambil....untuk keperluan disana ...!"


Dua kartu berwarna hitam yang tanpa limit,diberikan kepada wanita itu.Dengan senyuman di wajah nya Zara mengambil Black card di tangan papa nya.


Abian tau kebiasaan anak nya,jadi dia sudah menyiapkan segala kebutuhan anaknya.


***


Mattew bersama dengan Asisten Jo pergi kesebuah pesta yang di undang oleh Tuan Baba,Mereka baru saja bertanda tangan di kontrak yang telah mereka sepakati Minggu lalu.


"Tuan kita sudah sampai...!!"


Mattew berjalan memasuki gedung mewah itu,semua mata tertuju kepada Mattew,Penampilan dengan jas maroon nya di padukan dengan celana warna hitam,membuat ketampanan Mattew terpancar di seluruh ruangan itu.


"Selamat untuk pesta ...." Mattew bersalaman dengan Tuan Baba,seorang pria tua dengan tubuh besar nya dan kepala nya yang botak,Tuan Baba memiliki seorang anak gadis bernama Naima,Gadis itu berusia 24tahun tidak jauh beda dari Mattew.


"Tuan Mattew saya tinggal dulu,Anda bisa mengobrol dengan anak saya...!" Tuan Baba menarik anaknya kesamping Tuan Mattew,pria itu menatap dengan ujung mata nya kearah Naima gadis berusia 24 tahun itu.


Setelah Tuan Baba pergi,Naima melihat kearah Mattew dengan penuh rasa kagum,bahkan wanita itu melihat dengan tatapan penuh rasa penasaran kearah Mattew .


"Haii....Naima..." Wanita itu mengulurkan tangan nya ingin bersalaman dengan Mattew,


tapi pria itu malah melewati Naima begitu saja tanpa bersalaman dengan Naima.


"Eh...menyebalkan " gumam Naima melihat Mattew yang meninggalkan dia


Mattew memilih meja paling pojok untuk duduk dan menikmati menu di pesta malam ini .


Dari jauh Naima memperhatikan Mattew,Pria dingin yang tampan itu,jangan kan bersalaman, berbicara saja dengan perempuan cukup di batasi nya .


"Tuan Mattew boleh aku duduk disini ...." Naima menarik kursi yang ada di depan Mattew


"Tidak...!!!" Jawab Mattew melanjutkan makan nya


Naima juga tetap memaksa duduk di depan Mattew alhasil pria itu pergi meninggalkan Naima.


Tap...tap...tap...Mattew berjalan meninggalkan meja tempat dia makan tadi .


"Sungguh menarik ...!! " Gumam Naima melihat Mattew yang pergi .


Braaakkk...!! Mattew kembali menutup pintu mobil,Asisten Jo mengetahui kalau Mattew tidak akan menunggu lama kalau di tempat pesta ada yang menganggu nya .


"Kita pulang ....!!"


"Baik Tuan ....!!"


Mobil nya segera melaju kearah Utara untuk pulang ke kediaman Tuan Mattew Groups.


DI PULAU ....!!!!


Abian dan istrinya serta Zara,baru saja sampai di pulau ,dimana Zico tinggal .


"Tuan muda....!! Tuan Abian ada disini ..!!"


Kasio memberitahukan kedatangan Abian kepada putra nya,terlihat Zico yang begitu cuek dengan kedatangan mereka.


Zico keluar dari kamar asrama nya dan berjalan mengikuti Kasio dari belakang,dengan kedua tangan di masukan kedalam saku nya,Bocah tampan milik Tuan Abian sangat berpengaruh di pulau itu,tidak ada satu pun yang berani mengusik nya,sikap nya yang tempramen dan juga begitu dingin,dia paling tidak suka mengulang kan ucapan nya saat berbicara.


"Sayang ....." Clara berlari menghampiri Zico,ingin memeluk bocah itu,namun Zico malah menghindar dan terus berjalan ketempat papa nya berdiri ,Clara yang kesal membalikkan tubuh nya menatap kearah Zico ,dengan kedua tangan yang masih merentang siap-siap mau memeluk Zico.


"Heh...Dasar Bocah ...!! Berani mengabaikan ku...!!" Maki Clara dalam hati,kesal melihat Zico bersikap seperti orang dewasa


Zico berdiri disamping papa nya,dengan melipatkan tangan di dadanya .


"Bagaimana pelatihan hari ini ...!" Abian bersikap cukup datar kepada Zico


"cukup baik ...!! hari ini aku memerlukan dua buah senjata baru ...!!"


ucapan Zico membuat Abian kaget dan melihat kearah anaknya


"Senjata...?bukannya tingkat mu baru sampai tahap 3 ...!!"


Abian melirik kearah Kasio yang tidak jauh berdiri dari Abian .


"Tuan Abian ...!!! semua senjata yang anda sediakan di pulau sudah berhasil di hafal dan di latih oleh Tuan muda,bahkan tembakan pelatihan tidak ada yang meleset...!"


Tatapan mata Abian yang menatap tajam kearah Zico,bocah ini hanya menundukkan pandangan nya dengan begitu sombong berdiri di samping Abian .


"Berdiri di samping ku masih bisa begitu sombong " Batin Abian melirik kearah Zico


Dengan penuh kekesalan Clara menghampiri Zico,dan menjewer telinga Zico ,spontan bocah itu memegang tangan Clara dan menggelitir kan pergelangan clara,membuat mama nya berteriak kesakitan .


"ZICO...!!!" Panggil Abian dengan murka melihat sikap Zico yang membuat Clara ke sakittan .


Abian menarik Clara kesamping nya,wanita itu memegang tangan sambil mengeluh sakit.


"Astaga....anak ku kenapa begitu kejam ...!!Didikan apa yang kau ajarkan untuk dia....!!" Clara memarahi Kasio yang berdiri di depannya,Clara menyalahkan Kasio atas sikap Zico yang begitu kejam


"Nyonya....ini diluar pelatihan ,Tuan muda dari pertama datang kesini sudah begitu kejam,Dia sangat mirip dengan papa nya yang baru pertama kali menerima kami sebagai prajurit..." jelas Kasio melirik kearah Abian .


"kak Zico...." panggil Zara yang tidak berani mendekat


"Eemmm..." Zico tidak melirik kearah Zara


"Besok papa akan mengantarkan Zara ke asrama Swedia,kamu juga ikut biar bisa sekalian jalan-jalan...!!" Titah Abian,tapi Zico tidak menanggapi nya dengan serius


Tap...tap...tap...Zico meninggalkan Abian dan Clara di depan mobil.


"Sudah waktu nya istirahat ...!!" Ucap Zico setelah 5 langkah lebih jauh dari mereka


"Nyonya mari aku antar ke kamar Tuan yang ada di lantai 2 ..." Kasio mengajak Clara dan Zara beristirahat sementara Abian akan mengelilingi pulau untuk memeriksa keadaan sekitar .


Clara segera mengikuti Kasio dari belakang karena Zara juga sudah mengeluh ngantuk sejak dari tadi di dalam mobil,Namun pikiran Clara masih memikirkan Zico dengan sikap dingin dan kejam nya itu,Membuat Clara tidak tenang dan sedikit khawatir.