My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 158



Zara bangun dari tidur nya,duduk diatas ranjang menatap sofa tempat dimana Mattew tidur semalam,tapi sofa itu kosong,dan selimut sudah terlipat dengan rapi.


"Kemana Bee,apa pergi ke kantor pagi - pagi ini ?" gumam Zara turun dari ranjang.


Zara segera pergi ke dapur,berharap ada makanan yang di tinggalkan Mattew,tapi meja itu terlihat bersih tidak ada apapun diatas meja.


"Aneh..!" Gumam nya lagi,melihat meja kosong,Zara segera kembali ke kamar nya,untuk mandi,dan setelah itu mencari sarapan di luar.


Di tempat lain,Mattew sedang ada meeting dengan beberapa klien nya,disana juga ada beberapa investor yang datang untuk bekerja sama dengan Mattew,kebanyakan dari tempat duduk adalah para wanita yang datang menghadiri rapat.


Setelah rapat selesai,ada beberapa investor yang masih menunggu jawaban dari Mattew, untuk bisa berinvestasi di Mattew Groups tidak lah mudah,apalagi investor nya wanita,Selama ini Mattew tidak pernah menerima investor wanita.


"Untuk sementara,investor dari luar akan kita batasi,Karena Mattew Groups belum mendapatkan proyek baru,jadi untuk sementara tidak akan merekrut investor baru"


Mattew segera berjalan keluar dari ruangan meeting,meski banyak yang kecewa itu adalah hal biasa bagi sebuah perusahaan.


"Asisten Jo,demi mengikuti rapat,Aku lupa menyiapkan sarapan untuk Zara, antar kan Aku ke restoran dekat dari sini" Titah Mattew yang berjalan melewati ruangan nya .Asisten Jo juga mengikuti nya dari belakang.


Sesampainya di restoran,Mattew segera memesan makanan untuk Zara tidak lupa Dia juga membeli jus jeruk kesukaan Zara.


Mattew segera pergi meninggalkan restoran tersebut,supaya bisa lebih cepat sampai ke rumah sebelum Zara bangun.


Begitu Mattew sampai di depan rumah,Zara baru saja keluar rumah untuk mencari sarapan .


Melihat mobil Mattew sudah kembali dari kantor,Zara mengirimkan niat nya untuk pergi.


"Sayang ..." Panggil Mattew,yang melihat Zara yang sudah rapi dengan pakaian nya.


"Bee..!"jawab nya singkat tidak raut wajah yang datar


"Aku bawakan sarapan untuk Mu" memberikan bungkusan makanan kepada Zara


"Ingat juga bawa pulang makanan ? Aku berencana cari sendiri" Jawab nya ketus,Mattew mengerutkan dahinya melihat kearah Zara.


"Aku juga membawakan obat lambung Mu,diminum yang teratur pagi,siang ,malam,supaya tidak cepat kambuh,jika terus berlanjut,Kita bisa periksa ke Dokter" Mattew mengikuti Zara dari belakang .


Brak..!


"Aww...!"Pekik Mattew saat Zara menutup pintu utama,sehingga Mattew menabraknya membuat jidatnya sakit .


"Sia"Gumam Mattew mengusap jidatnya yang sakit,menoleh kebelakang, Asisten Jo sudah memindahkan pandangannya .


Ceklek..! Mattew segera masuk kedalam,dan melihat Zara yang membuka makanan dari bungkusannya,melirik kearah Mattew yang duduk didepannya .


"jidatnya..?"


"eem ..tidak sengaja menabrak pintu" jawab Mattew dengan wajah datar menahan emosinya.


"Ooh...!" Jawab Zara cuek


"Hanya Ooh ?Dia tidak berniat melihatnya kah?"Batin Mattew,Pria ini segera bangkit dari duduknya.


"Aku akan kembali ke kantor,habiskan sarapannya,jangan lupa obat di minum" Tanpa menunggu jawaban dari Zara,Dia segera pergi meninggalkan Zara diruang tamu.


Asisten Jo mengintip dari pantulan kaca,melihat raut wajah Mattew yang merah padam menahan amarah,dan jidatnya membiru.


"Tuan pasti tidak dapat perlakukan baik dari Nyonya makanya wajahnya berubah kesal"batin Asisten Jo


"Apa yang kau lihat ?" Suara Mattew mengagetkan Asisten Jo,pria itu segera mengalihkan pandangan nya.


"Ada apa dengan Zara,semalam juga bersikap cukup aneh,tidak mau Aku sentuh,bahkan menyuruh Ku tidur di sofa" Batin Mattew,menggempalkan tangan nya menahan amarah.


"Tuan Kita sudah sampai dari tadi,Tuan tidak berencana untuk turun ?" Tanya Asisten Jo mengagetkan Mattew yang sedang melamun.


"hah..!" Mattew melirik kearah Asisten Jo," Kita ke bar seriosa Aku sudah lama tidak kesana !" Sambung Mattew lagi


"Baik Tuan !"


Asisten Jo segera memutar balikkan mobil nya,menuju Bar seriosa.


"Tuan ..!" Sapa para pelayan,yang melihat Mattew datang


"Kenapa ribut sekali,apa ada acara diatas?" tanya Mattew kepada Bartender yang sedang menyiapkan minuman.


"Iya Tuan,Teman Manager yang baru datang dari Negara S membuat acara diatas"


"eem" Mattew hanya menganggukkan kepala nya saja " Siapkan minuman biasa..!" Sambung nya lagi,menarik kursi


***


Zara yang tengah sibuk di ruang tamu,melihat majalah yang terletak di atas meja tamu,sesekali melirik kearah jendela tidak ada tanda - tanda Mattew akan pulang.


Karena berasa sudah sangat mengantuk,ia pun tidur di ruang tamu.Baru saja memejamkan matanya selang beberapa menit,tiba - tiba ada suara ketukan pintu yang mengagetkan Zara.


Tok...Tok...Tok...


"Eeemmmmhooaamm....!Siapa sih malam - malam ?" Gumam nya berjalan kearah pintu


tok... tok...tok..


"tunggu..! "Teriak Zara dengan keras dari dalam


Ceklek ..!"Siapa sih malam - malam,bikin kesal aja" Seru Zara lagi disaat membuka pintu utama.


"Bee..."Ucap Zara lirih saat melihat sang suami berdiri,di ambang pintu dengan keadaan yang berantakan .


"Senior ini jas mantel nya ketinggalan " Sambung Lolita dari belakang Mattew yang baru saja datang menghampiri nya.


Zara mengintip dari celah tempat Mattew berdiri,Zara melihat ada Lolita berdiri di belakang Mattew.


"Haii,Zara..! ini jasnya Mattew ketinggalan di dalam mobil Ku,Aku permisi dulu " ucap Lolita meninggalkan suami istri itu di ambang pintu.


Zara menatap tajam kearah Mattew,netranya yang biru kini menjadi merah maroon,menahan emosi nya.


"Sayang ......" Panggil Mattew memegang kedua bahu istrinya.


"Lepas..!" Teriak Zara membuat Mattew yang setengah sadar menaikan alisnya.


"Aku ingin masuk,biar kan Aku masuk " sambung Mattew lagi,yang masih melihat Zara tidak membiarkan nya masuk.


"Kenapa bisa bersama dengan Wanita itu ?" Zara menatap Mattew penuh dengan intimidasi,seakan - akan asap berasa keluar dari telinga Zara.


"Tadi,ban mobil Ku kempes,jadi Lolita menawari Aku tumpangan,Karena Aku khawatir dengan Kamu dirumah sendirian,jadi Aku memilih untuk menerima tumpangannya"Jelas Mattew dengan kondisi nya yang sedang mabuk.


Zara segera pergi meninggalkan Mattew diambang pintu,melihat Zara yang kesal Mattew segera menyusul istrinya yang ingin naik tangga .


"Sayang,tunggu..!" Mattew berusaha menahan istrinya,Zara menoleh kearah Mattew.


"Sayang,itu tidak seperti yang Kamu bayangkan,kalau Aku tidak khawatir dengan Kamu,Aku tidak akan menerima tumpangan Dia" Mattew berusaha membujuk Istrinya yang sedang merajuk.


"Apa buktinya kalau Kamu khawatir dengan Aku " Ucap Zara sembari berkacak pinggang menatap kearah Mattew dengan membusungkan dadanya.


Cup..! Mattew mencium paksa Zara,membuat gadis ini membulatkan matanya melihat kearah Mattew,Zara segera membalas ciuman Suaminya yang sudah mengebu-ngebu itu.


Bugh..! Mattew mendorong tubuh Zara Kedinding,dengan keadaan masih berciuman,tangannya menyelinap masuk kedalam baju Zara membuat gadis ini menggeliat kenikmatan .


Ciuman yang mula nya lembut,kini berubah menjadi ganas,Pria ini melu mat semua kismis yang menonjol di buah kenyal itu.


Tangan satu nya menjelajah masuk kedalam hotpant Zara,dan menyentuh bi bir Goa yang membuat Zara mend esah.


"Aaahhh....Eeemmm...!" Kaki nya bergetar menahan sentuhan jari jemari Mattew,Zara tidak bisa menolak perlakuan Mattew,bahkan tubuh nya merespon cukup baik.


"Haaah..."Mattew menggendong tubuh Zara kearah sofa,membuat gadis ini kaget.


Mattew membaringkan ya perlahan- lahan,lalu kembali men jamah tubuh sexy nya Zara,menyentuh kembali bi bir Goa milik Zara.


Menarik hotpant kebawah dan membuang semua penghalang yang menutupi Goa telah di singkirkan oleh Mattew.


Pria ini segera membuka kemeja nya dan membuangnya dilantai,menurunkan ce lana nya serta membuka sangkar pelindung Kris sakti dan kuat yang sudah menegang didepan mata Zara.Gadis ini membulatkan matanya menelan ludah setelah melihat pedang pendekar yang begitu mengagumkan berdiri begitu tegak.


Jleb..Jleb..jleb..Diruangan yang sunyi,terdengar irama dari permainan pedang pendekar yang perkasa,Suaranya menyeruak diruangan besar itu,membuat mata Zara merem melek,menikmati permainan Mattew.Selain suara dari pedang pendekar,juga terdengar suara de sahan dari seorang gadis yang sedang menerima serangan demi serangan.


"Ooohh....Bee...!Sayang..!"Racau Zara meminta untuk mempercepat kan gera kan pinggul Mattew.


"Aaggrhhh...!" Zara kembali menarik rambut Mattew,saat Pria ini meng hi sap kismis yang berada di buah kenyal.


"Aaaaahhh....!" Kedua nya berteriak bersamaan saat pelepasan terakhir yang membuat kedua nya lemah.


Cup..!"Sayang ..!berhenti curiga sama Aku,Aku sudah sekian tahun tidak mendekati Wanita,Apalagi sekarang ada Kamu,Aku cukup dengan satu Goa saja,tidak perlu yang lain" Goda Mattew yang membuat wajah Zara merah merona.


Mattew segera membenarkan cela nanya,dan mengangkat tubuh Zara untuk membawanya ke kamar.