My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
Perjuangan Zico,membesarkan Ezra



"Baik!Aku sudah mengerti,serahkan pulau kepada Kasio,dan Kamu dengan Young akan tinggal di pulau,jadikan Young sebagai penasehat di pulau"Ucap Zico


"Aku akan mengirim Ezra ke pulau saat usianya 10 tahun!" Sambung Zico lagi,Berson hanya mengangguk kepalanya saja.


Zico lalu berbalik menatap putri semata wayang nya,ia tahu meskipun ia berjanji keluar dari dunia mafia,namun ia tetap akan mengirim Ezra ke pulau.Karena ia tidak ingin Ezra tubuh seperti Anak yang lemah,Zico berharap Ezra tumbuh seperti Anak yang kuat,seperti dirinya saat kecil,ia tidak ingin setiap masalah menimpa anaknya.


"Papa,temani Aku kerumah Mama Zara !" Pinta Ezra kepada Zico,Ezra terus saja merengek,meminta Papa nya untuk mengantar Dia ke rumah Zara.


"Ganti baju dulu!" Zico segera membawa Ezra ke kamar untuk menggantikan bajunya,lalu ia bersiap- siap untuk mengantar Ezra ke rumah Zara.


Berson menunggu Zico dan Ezra keluar,ia berdiri di depan mobil,melihat Zico yang menggendong Ezra.


"Papa turun kan Aku,Kenapa Aku selalu di perlakukan seperti anak kecil ?"Kesal Ezra mengerutkan bibirnya.


"Kamu memang baby papa yang masih kecil,selama Kamu masih papa yang jagain kamu,anterin sekolah,siapkan sarapan dan keperluan Mu,selama nya kamu akan jadi anak kecil!"Jawab Zico tersenyum,menurunkan Ezra,lalu Ezra segera masuk mobil.


"Tuan Saya hantar?"Tawar Berson


"Tidak,Kami akan pergi berdua!tolong kirimkan cek ini ke pulau,besok Kasio akan menikah,cek ini sebagai hadiah dari Saya !" Zico memberikan selembar cek kepada Berson,Pria ini segera mengambil nya,lalu menyimpan di saku jas yang ia pakai.


***


Di rumah kediaman Mattew Groups,terlihat begitu ramai,apalagi dengan si kembar sudah pulang sekolah,setiap hari Zara sibuk mengurus anak,ia melupakan profesinya sebagai pengacara.


Mattew lebih memilih Zara untuk tinggal di rumah mengurus anak dari pada harus pergi keluar untuk bekerja,penghasilan Mattew lebih dari cukup,jadi Zara tidak perlu banting tulang mencari uang tambahan.


"Azlan !"Panggil Zara yang sedang menyiapkan makan siang untuk mereka semua.


Azlan adalah anak tertua Zara,ia lebih dingin dan juga pendiam,ia sama persis seperti papa nya,tidak akan berbicara banyak,apalagi dengan perempuan,hanya Ezra satu- satu nya wanita yang bisa dekat dengan nya.


"Ada apa ?" Tanya nya dengan buku masih di tangan.


"Panggil kan adik mu,makan siang akan segera siap!"


"Biak Ma!"


Azlan lebih bijak dari altar,ia cenderung pikiran nya lebih dewasa dari Altar.Mereka tumbuh bersama - sama di dalam rumah yang sama,memiliki wajah yang sama,namun siapa sangka,kepribadian mereka berbeda.


Altar Carlose,ia cenderung lebih mirip seperti Zara waktu kecil,karena hobby nya hanya main dan main,ia lebih banyak menghabiskan waktunya di depan komputer untuk bermain game.


Tit..Tit...Tit..


Suara klakson mobil,Altar yang mendengar Ezra datang ia segera berlari keluar untuk melihat nya.


"Kakak !" Panggil Ezra berlari kearah Altar,Pria ini juga berlari kearah Ezra dan memeluk nya dengan erat.


"Kenapa datang begitu lama,Aku memiliki game baru,ayoo kita lihat sama - sama !" Altar segera menarik tangan Ezra untuk masuk.


Zico mengikuti nya dari belakang,Zico masuk ke dalam melihat Aslan yang sedang belajar di ruang tamu.


"Azlan !" Panggil Zico berjalan kearah nya.


"Papa Zico!" Azlan segera berpelukan dengan Zico.


"Kak,Kau sudah datang ?" Tanya Zara yang sedang melepaskan celemek di dadanya,ia sudah menyiapkan semua menu makan siang.


"Iya,Ezra meminta main kesini,Aku akan merepotkan Kamu kali ini !" Ucap Zico berdiri mendekati Zara.


"Tidak masalah kak!" Zara menuangkan minuman ke dalam gelas yang sudah di susun oleh Dia sedari tadi.




Ceklek !


Mattew membuka pintu utama,Dia baru saja pulang dari kantor,semenjak kehilangan Asisten Jo,sampai saat ini Dia belum mencari pengganti nya.


"Sayang!Aku pulang!" Teriak Mattew di depan pintu utama,Zara segera berlari untuk menyambut suami nya.


"Bee,sini Aku bawakan tas nya!"Zara juga membantu melepaskan jas yang di kenakan Mattew,mengambil tas di tangan Mattew,ia segera pergi ke kamar,untuk menyiapkan air hangat untuk Mattew mandi.


"Zico !" Mattew berjalan kearah Zico.


"Bagaimana kabar Mu?" Tanya Mattew,semenjak kepergian Anushka Zico jarang keluar rumah,kecuali menemani Ezra pergi ke tempat yang ia inginkan.


"Baik,Kak ipar !Bagaimana perusahaan aman ?" Tanya Zico sekedar basa basi.


"Aman,Aku naik keatas dulu ya untuk mandi,setelah mandi,Kita makan bersama !"


Zico hanya menganggukkan kepala nya,menemani Azlan belajar,Mattew segera naik ke atas untuk mandi.


Ceklek !


Pintu kamar terbuka,namun ia tidak menemui adanya Zara di kamar,Mattew segera melepaskan semua pakaian nya,Kini hanya tertinggal CD nya saja,ia berjalan kearah kamar mandi,untuk mandi.


"Aaahhh!" Zara kaget saat melihat Mattew menerobos masuk tanpa mengetuk pintu.


"Kenapa begitu terkejut,biasanya juga sudah sering begini!" Cibir Mattew mendekat kearah Zara.


"Berhenti menggoda Ku,Kita harus cepat- cepat turun ke bawah,anak-anak sudah lapar !"


Zara menghidupkan keran,ia sendiri belum siap mandi,tapi sudah menyuruh Mattew untuk cepat selesaikan ritual mandinya.


"Main sebentar !" Bisik Mattew memeluk Zara dari belakang yang hanya mengenakan CD saja,sama seperti Mattew.


"Tidak !" Jawab Zara singkat.


"Aahh..Aahh..!" De sah Zara,entah sejak kapan tangan Mattew sudah menyelinap masuk ke sela-sela rawa-rawa milik Zara.


"Kamu bilang tidak namun tubuh Mu,sangat ingin Aku sentuh!" Bisik Mattew lagi,menggigit kuping Zara,lalu mencium dengan lembut leher Zara,jujur saja Wanita ini tidak dapat menahan nya,apalagi sentuhan di bawah sana yang sudah begitu basah,di tambah lagi dengan guyuran air dari shower.


Mattew menurunkan beda yang menghalang rawa - rawa milik Zara,setelah itu Mattew membalikkan tubuh istrinya menghadap kearah nya,setelah menurunkan cela na milik nya,ia mengendong Zara,mengarahkan kepala ular piton masuk kedalam rawa-rawa milik nya.


"Oooh...Aaahh..."Zara mengalungkan kedua tangannya di leher Mattew,mencengkram dengan kuat di kedua bahu Mattew,saat ular piton menghentakkan tubuh nya di dalam sana.


"Aahhh..Aaaggrrhh..Oohhh..Eeemm..Aaahh !" Zara dan Mattew mende sah bersamaan saat ular piton bergo yang di dalam rawa- rawa,sampai menumpahkan bisa nya kedalam sana.


Mattew menurunkan Zara kebawah,lalu melanjut mencumbu le her dan buah da da Zara.Mattew melahap nya dengan rakus.


Cup !


Mattew kembali mencium Zara,lalu menyuruh Zara segera bersiap - siap untuk turun,menemui yang lain,Mattew juga akan menyusul di belakang.


Zara berjalan ke arah ruangan makan,disana sudah ada Azlan,Altar,Ezra dan juga Zico,Mereka semua menunggu Zara dan Mattew.


"Papa !" Panggil Altar yang baru melihat Mattew pulang,Pria ini hanya tersenyum melihat anaknya,lalu duduk di kursi kepala keluarga.


Zara meletakan nasi dan juga lauk di atas piring anak-anaknya,termasuk Ezra juga.


Setelah mempersiapkan mereka ia baru duduk di dekat Mattew.


Karena Mattew dan Zara akan makan sa-tu piring berdua mereka akan saling menyuap dan menyuapi sa-tu sama lain.Zico yang melihatnya ikut bahagia,seketika terbayang dengan istrinya.