My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 147



Masih dengan tatapan bingung nya,Zico melihat kearah Young,Wanita itu juga melirik kearah Zico.


"Tuan Besar yang memberitahukan kepada Ku,Katanya ada penyusup yang masuk ke pulau,sebagian file penting hilang,dan itu pasti rencana nya...!" Young memindahkan pandangan nya kepada Robert yang tercengang mendengar penuturan Young.


"Kamu..!Aku dari kemarin berada disini..!Aku tidak melakukan tindakan yang membahayakan tubuh Ku..! Meskipun Aku ini licik.Namun,keselamatan ku lebih penting,dan file yang kamu maksud bukan Aku yang mengambilnya" Jelaskan Tuan Robert,dan Zico juga melihat begitu,kalau Tuan Robert sedang tidak berbohong.


"Seperti nya apa yang di katakan Tuan Robert dapat kita percaya...! Tapi jika bukan Dia yang melakukan nya siapa lagi...?Kamu harus segera menyelidiki nya "


Disaat Young dan Zico lengah Tuan Robert mengambil senjata milik Zico yang dibuang tadi, dan berencana menembak kearah Zico.


Dor ...!


Suara tembakan itu,mengagetkan Young dan juga Zico.Mereka berdua saling menatap satu sama lain,melirik kearah Robert yang terkapar di lantai dengan sekali tembak yang di lepaskan oleh Kasio.


"Kasio...!" Zico melirik kearah Kasio yang baru saja sampai ke gedung.


"Tuan Muda...! Maaf Kita terlambat ..!" Kasio menundukkan kepala nya


"Kita harus segera kembali ke pulau,Taun Besar pasti sudah disana ...!" Young mengajak yang lain untuk kembali ke pulau,karena ada hal penting yang harus mereka selidiki.


***


Abian berjalan melewati ruangan yang disekap Rose,perempuan itu terlihat baik - baik saja,karena mereka belum melakukan apapun kepada Mereka.


Cekrek..!


Pintu ruangan itu terbuka,dan ada satu pintu lagi didalam nya yang menggunakan sandi card,Abian segera membuka pintu itu,dan terlihat Rose yang tidur dengan santai di ranjang besi yang disediakan untuk tahanan sebelum di eksekusi.


"Sepertinya Kamu sangat menikmati suasana disini...!" Suara Abian membuat Rose terbangun dan melirik kearah Pria itu.


"Heh...Ternyata Tuan Besar sedang menjenguk Saya...! "Rose juga melirik kearah Mike yang berdiri di samping Abian


"Berhenti berpura - pura,katakan kenapa Kau melakukan ini semua,Kenapa Kau menyerang Clara...?"Abian masih berusaha menstabilkan emosinya


"Karena Aku melihat kelemahan Mu ada pada Wanita itu,Apakah perempuan itu sudah mati..?sehingga Kau datang kesini mencari Ku...!" Ucap Rose berjalan mendekati Abian


Plak....!


"Uuhkk..!"


Satu tamparan saja bisa membuat Rose terhempas kelantai dengan begitu menyedihkan, bagaimana jika pria ini melakukan nya lebih mungkin akan berakhir dengan tragis di tangan pria kejam ini.


Tap..Tap ..Abian melangkah kearah Rose yang terjatuh di lantai,Pria ini mencengkram kuat dagu Rose dan membuat Wanita ini kesakitan,sorotan matanya penuh kebencian melihat kearah Abian .


"Ka..mu masih be...gitu Kuat dari dulu,meskipun sekarang umur Mu su..dah tidak muda lagi...!" Ucap Rose dengan merasakan sakit akibat cengkraman Rose.


"Jangan pernah sekalipun Kau menyakitinya...! "Ucap Abian menatap kejam kearah Rose "Ha..ha..Aku lupa..!Bagaimana Kau bisa menyakiti Dia...?Kau sendiri belum tau cara melarikan diri dari sini...!" Sambung Abian lagi,netra kuning kecemasan berubah menjadi merah maroon kehitaman,Sebegitu bencinya Pria ini melihat Wanita yang di depan matanya .


Bugh...! "Akh....!"Rose memuntahkan darah dari mulutnya.


Sekali lagi tubuh itu dilempar jauh oleh Abian mengenai dinding beton didalam ruangan.


"Jika sekarang Aku membunuh Mu bukan kah itu lebih mudah untuk Mu...?"Ucap Abian,membalikkan tubuh nya dari hadapan Rose.


"Apa yang mau Kau lakukan ...?" Tanya Rose dengan suara bergetar menatap kearah Abian .


"Aku hanya mencintai Mu,Apa itu salah..?Meskipun Aku didekat Mu,Kau tidak pernah menganggap Ku..! Kenapa Aku hanya bisa menjadi teman sepi Mu,Apa hebat nya Wanita itu dari Aku ?" teriak Rose kepada Abian,membuat Pria itu berbalik menatap kearah Rose,dengan rahang yang mengeras.


"Cinta itu tidak pernah salah..!yang salah itu Orang yang mencintai tapi tidak dicinta...!"Jawab Abian,berdiri tepat di depan Rose, "Apa Kau sangat ingin disentuh ..?Jika iya Aku bisa membantu Mu,mengobati rasa rindu Mu" Puk puk,Abian menepuk tangan nya,lima orang pasukan pulau masuk kedalam ruangan itu,membuat Rose membulatkan mata nya menatap Abian penuh keheranan.


"Kalian bantu Dia untuk melepaskan hasrat nya..!" Ucap Abian berdiri meninggalkan Rose


"Abian....! Kau,tidak bisa meninggalkan Ku..!"Teriak Rose tapi tidak di hiraukan oleh Abian dan Mike,dua Pria ini segera keluar dari ruangan itu,dan menunggu di depan ruangan .


"Tuan Besar...!" Kasio dan yang lain menghampiri Abian yang sedang berdiri di depan ruangan kematian .


"Bagaimana ..? Apakah Robert sudah menyerahkan file yang Dia curi ..?" Abian melirik kearah Zico tanpa berkedip.Zico cukup paham dengan situasi yang sedang ia alami,tidak lah semudah yang dibayangkan Nya,Jika ada yang akan disalahkan orang pertama yang jadi tersangka adalah dirinya.


"Tuan,bukan Robert dalang dibalik hilangnya file di pulau,karena semua akses menuju ke ruangan markas data adalah menggunakan sandi card,dan sandi card ada pada Tuan Muda,dan saya yakin musuh Kita tidak akan bisa mendapatkan sandi card itu Jika Tuan Muda yang menyimpan nya " jelas Kasio,melirik kearah Zico,tentu saja pernyataan Kasio membuat Zico terperangah,karena Zico telah menyimpan sandi card itu dengan aman.


"Akhir ini banyak sekali masalah yang datang,itu karena Kita akhir - akhir ini terlalu meremehkan musuh ..!" ucap Abian matanya tidak berpaling dari Zico.


"Akan ku pastikan jika sandi card itu masih aman di tempat nya,apa ada orang dalam yang membantu para musuh untuk menyelinap masuk,sehingga Mereka dapat menghindari jebakan yang ada di pintu masuk..!" Zico menatap kearah Abian yang dari tadi melihat nya tanpa mengedipkan matanya .


Cekrekk...! Tiba -tiba ruangan itu terbuka,beberapa binatang buas keluar dari ruangan tersebut,penuh dengan kemenangan setelah mencicipi makanan siang mereka.


"Tuan Besar Kita permisi..!" Abian hanya menganggukkan kepala nya saja,tanpa melihat kearah mereka yang penuh dengan rasa jijik.


Tidak ada satupun diantara mereka yang berani bertanya apa yang telah terjadi,Mereka memilih untuk diam,karena siapapun Wanita yang berani menggoda Abian akan berakhir seperti Sonia dan Rose,menjadi makanan para lelaki di pulau,oleh sebab itu Young tidak pernah mengusik Abian.


Abian dan yang lain kembali masuk kedalam ruangan itu,melihat Rose dengan rasa yang begitu menjijikan.


"Tuan ini perlengkapan yang Anda minta ..!"


"Letakan disini..!"


Buk..!Kotak berisi perlengkapan yang diminta Abian telah disiapkan,Rose dalam keadaan lemah penuh luka lembab di seluruh tubuh nya melihat kearah Abian .


"Bagaimana ? Apakah mereka bermain cukup memuaskan mu ?" Abian menatap isi kotak yang dibawakan oleh prajurit nya barusan.


Abian mengambil pisau,yang memiliki ketajaman yang cukup luar biasa,sekali gores saja bisa langsung terputus dua.


"ikat tangan nya..!" Kasio dan Young segera mengikat tangan Rose,Wanita ini terus saja memberontak.


"lepas..!apa yang Kau lakukan ..!" Teriak Rose,tanpa di balas senyuman sinis oleh Abian.


Setelah mereka siap mengikat Rose dengan keadaan yang cukup mengerikan.


Skreeet...! "Aaakh....."


Abian menggores wajah Rose, bersamaan dengan suara teriakan Wanita ini merasakan kesakitan yang luar biasa.


"Clara merasakan wajahnya yang hancur sebelah,akibat perbuatan Mu..!Aku ingin kau merasakan nya lebih sakit...!" Ucap Abian tanpa bergeming,masih dengan raut wajah yang mengerikan,rahang nya mengeras.


Skreeet....! "Aaakkhh....."


Goresan demi goresan telah menghancurkan wajah Rose,Wanita itu berteriak tapi suaranya tidak terdengar lagi,darah segar mengalir dari raut wajahnya.


"Pria ini masih kejam seperti dulu..!"batin Mike melihat Abian yang begitu kejam,


Abian mengambil bebepa buah jeruk nipis ukuran besar,dan membelah memasukan kedalam mangkok serta menaburkan garam diatas nya,membuat yang lain menatap satu sama lain,atas sikap Abian mampu membuat yang lain menundukkan kepala nya.


Setelah selesai mengaduk jeruk nipis dan garam,Abian segera mengoles nya di wajah Rose dengan begitu kasar membuat Wanita ini berteriak setengah mati,tapi tidak membuat Abian bergeming,untuk berhenti.