
Hujan membasahi kota besar itu,didalam kepanikan nya Abian membayangkan wajah sang istri,tawa nya ,senyum nya dan sikap manja sang istri.
"Sayang ...kamu dimana ...!maaf kan aku telah ceroboh meninggal kan mu " Batin Abian menangis kesedihannya di depan teman-temannya .
Telah banyak tempat yang di telusuri oleh Abian,tapi belum bisa juga dia menemui keberadaan Clara,dia terus memikirkan wanita itu.
Kriiing...
kriiing.. "hallo..." Abian mengangkat telepon nya .
"Tuan ada saksi mata melihat dengan plat mobil xxx melintas ke Utara,kita harus segera kesana ....!" jelas berson
"Aku akan kesana ..!kerah kan semua anak buah kita kesana,kepung tempat itu,jangan biar kan tua Bangka itu lolos" titah Abian
"Baik tuan...!"
"Gimana tanya Mattew "
"Zhang pergi ke Utara..!seperti nya dia pergi ke Bar di ujung kota,dan bukan pergi ke hotel kita di kelabui oleh dia"jelas Abian
Meski dalam keadaan panik,tetap Clara yang dia bayangkan,Bayangan Clara menari-nari di ingatan nya ,jika dia gagal dia menyelamatkan Clara dia pasti akan menyesal seumur hidup nya.
Padahal Abian malam ini berniat mau mengumumkan kepada semua orang kalau wanita yang datang bersama nya adalah istrinya,Namun niat itu malah gagal gara-gara insiden seperti ini.
Sebuah mobil berhenti di depan Bar yang di info kan oleh Berson,disana sudah ada berson yang sedang mencari ruang mana yang di gunakan oleh Tuan Zhang .
"Gimana ?" tanya Abian saat melihat berson sudah berada di dalam
"Cuma ini satu lagi belum yang belum di periksa..." jelas Berson
"Dobrak pintu nya sekarang ....!!!" Titah Abian
"Aaaaaa.........."Bug....Abian menangkap vas bunga yang di pegang oleh Clara,sebelum pintu terbuka Clara berniat untuk menyerang orang yang mau membuka pintu ruangan itu,dia pikir itu adalah orang - orang Tuan Zhang .
"Sayang ....." Abian langsung memeluk Clara
Berson membawa Tuan Zhang yang tengah pingsan .
"bawa orang itu ke mansion sekap dia dilantai bawah tanah" bisik Abian menghindari dari pendengaran Clara .
"Baik tuan..."
Berson langsung pergi meninggal ruangan itu,Abian terus memeriksa keadaan Clara,sepanjang jalan dia panik,Baju yang di kenakan Clara sebagian telah rusak.
Bug....Mattew mendorong tubuh Clara ke dinding,karena dia kesal gara-gara wanita ini membuat semua orang panik.
"Dari awal aku telah memperingati mu untuk menjauh dari Abian,kamu liat sekarang kamu telah melibatkan dia dalam kenakalan kamu ...!!!!"pekik Mattew
Bug....Abian memukul Mattew yang berani menyentuh istrinya,mereka berdua baku hantam di dalam ruangan VVIP.
Mike yang baru saja sampai keruangan itu dengan Roshita,segera melerai perkelahian itu.
"Kamu tidak apa-apa " tanya Roshita menghampiri Clara
Clara menggeleng nya pelan .
"Stop....!!!!" pekik Mike
Kedua sahabat nya berhenti,namun tatapan Mike tidak seperti biasanya,Clara dan Roshita belum pernah melihat Mike semarah ini sebelum nya.
"Apa yang kalian lakukan...!!!kalian itu sama-sama sudah dewasa kenapa harus sperti ini...!!" teriak Mike
"Semua itu gara-gara perempuan itu..!!!!" Mattew menunjukkan kearah Clara
"Dari dulu aku sudah memperingati menjauh dari kehidupan Abian tapi dia tidak perduli....!!" Mattew terus saja maki-maki kearah Clara
"Siapa yang kamu maksud,aku.....?" tanya Clara
Roshita menarik tangan Clara agar tidak melawan orang seperti Mattew,dia mencoba menenangkan Clara.
"iya kamu ...!! kamu lebih rendah dari seorang Pela*ur yang rela menjual tubuh mu demi uang...!!" pekik Mattew
Bug...bug....Dua pukulan mendarat di wajah Mattew,Abian sudah habis kesabaran,semakin dia diam semakin pula Mattew menginjak-injak harga diri istri nya.
"Siapa yang kamu bilang pela*ur dia....!!" Abian menunjukan kearah Clara
"DIA ISTRI KU ......!!!!!" teriak Abian melepaskan cengkraman kerah baju Mattew
Dhar....!!!Dhar...!! petir menyambar Negara E,suasana di dalam tegang lebih - lebih Mattew yang kaget dengan pernyataan Abian .
Mike yang menyadari kemarahan Abian segera melirik kearah Clara.Mattew terperangah mendengar perkataan Abian,kalau dia bukan sahabat Abian mungkin dia akan dibunuh oleh Abian saat itu juga.
"Sayang ...cukup...ayoo...kita pulang ..!!" Clara berusaha menenangkan Abian agar dia tidak bertindak gegabah
Abian masih melihat kearah Mattew yang terjatuh di depan nya .
Mike membantu Mattew untuk bangun,namun tatapan Abian membuat Mike mundur.
"Ayoo kita pulang ....!!" Clara takut melihat Abian tidak bisa mengontrol emosi nya sekarang
"Kenapa....!!!kamu takut aku membunuh dia...!!" Abian menunjuk kearah Mattew yang masih terjatuh di lantai
"Tidak..!! aku hanya tidak ingin kamu gegabah...!" Clara berusaha menstabilkan emosi Abian,namun pria itu sulit sekali untuk diajak kompromi kalau sedang marah,Abian melepaskan tangan Clara dan ingin menghajar Mattew lagi .
"AAaaaaaaaaggrrrhhhhhh......" Clara berteriak merasa perutnya sakit,Abian segera berbalik kearah Clara
"Sayang ....kamu tidak apa-apa...?" Abian mulai panik lagi
"Kita pulang....!!sekarang..!" titah Clara Abian tidak bisa menolak lagi permintaan istri nya,Dia segera menggendong Clara .
Mike berusaha membantu Mattew namun pria itu menolak nya dan menatap kearah Mike.
"Kau sudah tau...!!" tanya Mattew
Mike hanya menganggukkan kepala nya saja
Bug....sebuah pukulan mendarat di wajah Mike,Mattew lalu bergegas pergi meninggalkan ruangan itu setelah memukul Mike..
"Tuan mike anda tidak apa-apa ..?" tanya Roshita membantu Mike yang jatuh
"Tidak...aku tidak apa-apa"
Mike menyadari mungkin ini bukan sepenuhnya kesalahan Mattew,tapi Abian juga ikut bersalah karena telah merahasiakan identitas istrinya .
Sesampai nya di mansion,Abian membawa Clara keatas,Clara hanya diam melihat suaminya yang begitu emosi saat ini,dia takut memprovokasi Abian .
Cekkreekk....pintu kamar terbuka,Abian meletakan tubuh Clara di atas ranjang king size milik mereka.
"Apakah perut mu masih sakit..?" Tanya Abian sambil elus-elus perut Clara
"Sudah sedikit membaik " jawab Clara masih melihat kearah wajah Abian yang masih menahan emosi nya
"Sayang .....apakah begitu emosi dengan perkataan Mattew...." tanya Clara
"jika aku bisa...!saat ini juga aku akan membu......."
Clara menutup mulut Abian untuk tidak melanjutkan kata -kata nya lagi
"Jangan di terus kan...kamu sudah cukup membuat semua orang takut hari ini" ucap Clara lirih
"Maaf sayang....." Abian langsung memeluk istrinya
Abian hanya bisa tenang kalau ada Clara didekatnya,dia sendiri tidak tau sampai kapan akan emosi yang berlebihan begitu,dan dia tidak bisa mengontrol dirinya.
"Apakah perut nya masih sakit...kalau enggak tunggu disini aku akan mengambil obat" Seru Abian ingin beranjak pergi namun Clara melarang nya
"Tidak perlu...!di elus oleh kamu perut ku sudah sembuh ..." goda Clara yang membuat Abian tersenyum
Abian menyentuh perut Clara lagi,dan mengelus-elus nya,dia baru tersadar bukan Clara saja yang terlihat gemuk tapi bagian perut nya juga membengkak .
"Sayang ...aku berhasil membuat mu gemuk...!selama ini kamu makan cukup banyak ..." ledek Abian
"iish....apaan sih..." Clara cemberut di katain gendut
Cup....Abian mencium Clara yang tengah cemberut.
"Istirahat lah dulu....aku akan turun kebawah ...!"
"Mau kemana ??" Menarik tangan Abian
"Bertemu berson ..."
Cup... "selamat tidur ya sayang ..."
Abian segera turun kebawah untuk bertemu dengan bawahannya,dia tau masih ada satu pekerjaan yang belum selesai,dia segera turun untuk bertemu Berson .