My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 183



Anushka baru kembali dari dapur,membawakan segelas espreso kepada Zico,mengenakan piyama milik Clara.


"Belum selesai ?" Tanya Anushka kepada Zico,saat melihat Pria ini sedang memeriksa file nya .


Anushka memberikan espreso kepada Zico,dan Pria ini segera meminumnya sampai habis.


dan membuatkan kumis diatas bibir nya,membuat Anushka tersenyum .


"itu ..!" Anushka menjilat bibir nya memperlihatkan kepada Zico.Pria ini masih belum paham,sampai Anushka mendekat kearah Zico membantu nya mengelapkan bibir Zico.


Anushka kembali tersenyum kepada


Zico,setelah mengelap bibir Pria ini.


"Aku boleh mencium nya ?" Tanya Zico kepada Anushka.


"He..He..He.."Anushka tersenyum kepada Zico.


"Kenapa tersenyum ?" Tanya Zico ikut tersenyum kepada Anushka.


Zico mendekat kan wajahnya kepada ke wajah Anushka yang berdiri didepannya.


Cup..! Zico mencium bibir Anushka,Gadis ini terus saja tersenyum melihat Zico yang mecium nya berulang kali .


Cup..! Cup...!


"Aku akan mandi dulu..!" Ucap Anushka membalikan tubuhnya,tapi Zico belum melepaskan tangan Anushka.Gadis ini menoleh kearah Zico dan tersenyum .


"Da..dah...!" Anushka melambaikan tangannya masih tersenyum,disaat ingin pergi meninggalkan Zico,Pria ini kembali menarik tangan nya.


"He..he..he..."Anushka dan Zico tersenyum bersamaan,melihat kedua nya sama - sama malu.


"Ini bukan yang pertama kali nya Kamu melihat Aku,kenapa begitu malu " bisik Zico kepada Anushka.


"Tuan Muda Aku akan mandi dulu,kalau tidak Kita akan terlambat mengurus surat nikah Kita..!"Ucap Anushka berjalan ke kamar mandi.


"Tunggu..! panggil Aku Mas !" Zico tersenyum kepada Anushka .Gadis ini hanya tersenyum mendengar ucapan Zico lalu menaikan alisnya bersamaan dengan kepala nya yang bergerak ke kiri dan ke kanan.


"Mas...he..he..he.." Gadis ini tersenyum tertawa sambil berjalan ke kamar mandi .Zico hanya tersenyum melihat Anushka berlalu ke kamar mandi .


Diruangan tamu,Abian dan Clara sedang memilih tiket untuk berangkat ke Australia,sesuai janji Abian kepada istri nya.Dia akan membawa Clara jalan - jalan ke Australia sekalian untuk penyembuhan kaki Clara.


"Kita akan tinggal berapa lama?" Tanya Clara kepada Abian .


"Kalau selama nya bagaimana ?" Abian berbalik bertanya kepada Clara.


"eemm,boleh juga ! "Jawab Clara singkat,juga memilih apartemen yang ada di laptop Abian.


"Bagaimana dengan Young ?" Sambung Clara


"Dia akan tinggal disini bersama dengan Kasio,mengurus pulau !" Abian memperlihatkan apartemen yang cocok untuk di tinggalkan Clara dan dirinya.


Terlihat Zico yang merangkul Anushka,berjalan menemui Abian diruang tamu.


"Kami akan pergi sekarang !" Ucap Zico masih merangkul Anushka.


"Langsung resmikan pernikahan Kalian,dan bawa Anushka kerumah sakit untuk diperiksa"Titah Abian kepada Zico .


"Iya Aku akan membawanya sekarang juga ..!" Jawab Zico,berpamitan kepada Abian dan Clara .


***


Terlihat Zara sudah siap dengan segala keperluan Nya.Mattew membawakan tas slempang yang biasa di gunakan Zara.


"Kamu fokus jalan saja,ini biar Aku yang bawa,entar Kamu capek membawa tas ini " Mendengar perkataan Mattew membuat Zara menoleh.


"Sayang,itu isi nya hanya ada ponsel sama identitas saja,tidak ada yang lain ! Coba kalau ada uang disana ! lumanyan kan berat nya !tapi sayang nya Aku kan cuma pengangguran !" Sindir Zara yang berjalan masuk kedalam mobil nya,disana sudah ada Asisten Jo yang menunggu Mereka.


"Kamu sedang menyindir Ku ya ?" Tanya Mattew ikut menyusul kedalam mobil duduk bersebelahan dengan istrinya.


"Siapa yang nyindir,Suami ku coba Kamu hitung - hitung dalam seminggu berapa kali Kamu memberi Ku uang ?" Zara menatap kearah Mattew,"Dan dalam seminggu berapa Kali Kamu mengajak Aku liburan ?" Sambung Zara lagi .


Mattew menaikan satu alisnya,menatap Zara yang sedang tersenyum kearah nya.


"Aku memang tidak memberikan Kamu uang dalam Minggu - Minggu ini.Tapi sayang coba Kamu bayangan,Mobil baru yang dipesan Asisten Jo itu atas namaMu,Apartemen baru itu atas namaMu,dan juga beberapa aset yang Aku beli dalam Minggu semua juga atas namaMu? Sayang seberapa pun uang yang Kamu pegang di tangan Mu,jika tidak akan bisa mencukupi kebutuhan Mu,nilainya tetap akan kecil,yang terpenting semua kebutuhan Mu tercukupi,dan juga Kamu tidak merasa kekurangan uang sedikit pun !"


Zara memeluk suami nya yang begitu memanjakan dirinya.


Mattew mengelus - elus perut Zara yang mulai terlihat bunyi,terasa sesuatu menendang dari dalam sana.


"Dia menendang ?" Gumam Mattew melirik kearah Zara.


"Benar,Kapan Kamu punya waktu membawa Ku kerumah sakit ?" Tanya Zara kepada Mattew


"Kita bisa pergi besok,untuk hari ini Aku harus menghadiri rapat dulu ya,Cup...!"


Mattew mencium kening istrinya,sekali lagi mengusap lembut perut sang suami,membuat Zara cukup bahagia dapat di manjakan oleh sang suami .


Mattew menghadiri rapat yang akan memberikan keuntungan banyak kepada Dia.


"Tuan Mattew selamat datang,Saya berharap kerjasama Kita dapat berjalan dengan lancar !"


"Tuan Arnots,Anda terlalu sungkan !"


"Silahkan masuk!" Tuan Arnots mempersilahkan Mattew masuk kedalam rapat,sementara yang mengikuti rapat sudah hadir semua, hanya menyisakan satu kursi saja di ruang rapat.Sementara Zara tidak kebagian tempat duduk.


"Mohon maaf,bisa Kah Nyonya Zara menunggu diluar saja,Kami tidak menyediakan kursi yang lebih !" Seru Tuan Arnots mendekat kearah Mattew.


Mattew berkeinginan untuk membatalkan untuk mengikuti rapat,namun semua orang hadir di pertemuan kali ini,jika Mattew membatalkan rapat begitu saja,semua Orang akan menganggap diriNya tidak konsisten dalam bekerja.


"Aku akan mengantar IstriKu dulu keruangan tunggu!" Ucap Mattew ingin membawa Zara keluar dari ruangan rapat .


"Tunggu..!Biarkan Sektretaris Saya yang mengantarnya,karena rapat akan dimulai..!" Sekretaris Tuan Arnots segera membawa Zara keruangan tunggu,sementara Mattew merasa khawatir berada jauh dari istrinya,membuat Dia tidak akan bisa fokus kepada rapat yang akan berlangsung saat ini.


Beberapa jam kemudian,Mattew dan yang lain berdiri setelah rapatnya selesai.


"Tuan Mattew senang bekerjasama dengan Anda,semoga kedepannya lebih menguntungkan lagi" Ucap Tuan Arnots menjabat tangan Mattew.Pria ini sedang memikirkan istrinya yang sedang menunggu diruang tunggu.


"Saya juga berharap seperti itu,Tuan Arnots saya permisi dulu" Ucap Mattew berjalan meninggalkan ruangan meeting.


Tuan Arnots melihat kearah Mattew yang meninggalkan ruangan meeting,sebuah senyuman penuh kebencian menyimpulkan disudut bibir Tuan Arnots.


Entah apa yang telah di lakukan Mattew, sehingga menyinggung Tuan Arnots,membuat Pria Tua ini sedikit menyimpan dendam kepada nya .


Ceklek..!


Pintu ruangan tunggu terbuka,Mattew melihat Zara yang tengah sibuk dengan handpone nya.


"Sayang Kamu sudah selesai rapat ?" Tanya Zara kepada Mattew,yang melihat suami nya berdiri diambang pintu.


"Sudah,mari Kita pulang!" Ajak Mattew merangkul istrinya.


Zara menyimpan kembali ponsel didalam tas nya.