
"Asisten Jo,apa kau mendengar semuanya ...?" Zara melihat kearah pria yang berdiri di depan nya
"Iya Nyonya,aku mendengar semua nya,bagaimana bisa anda diam begini saja,saat pria lain mencoba mendekati Anda,Jika Tuan tau Dia akan marah,Anda berani berduaan dengan pria lain" Asisten Jo menatap kearah Zara,melihat mata Zara yang bengkak akibat menangis
"Apa yang aku lakukan,aku sudah berusaha melindungi diriku,aku tidak melakukan hal yang lebih hina yang dilakukan oleh Tuan mu...!Dia membawa wanita lain ke ruangan nya bahkan memegang tangan wanita itu,Dia tidak lebih dari pria brengs*k....!" ucap Zara membela dirinya
Zara pergi meninggalkan Asisten Jo di depan toilet,dan memilih untuk pulang kerumah keluarga Mattew.
***
Zico masih sibuk di kamar nya,menyelesaikan pekerjaan nya,sementara Clara dan Abian sedang menunggu Dia di ruang makan .
"Tuan Abian terimakasih atas undangan ini..!" Ucap Tuan Arnots
"Kita sudah menjalani kerjasama ini dengan baik,tidak salah nya kan mengundang untuk makan malam " Abian melirik kearah Clara yang duduk bersebelahan dengan mereka
"Sayang panggil Zico kesini,Dia juga perlu bergabung dengan kita " ucap Abian memberikan perintah kepada Clara.Disaat Clara mau memanggil Zico,pria itu sudah datang keruangan makan,melihat diruangan makan sudah ada Tuan Arnots dan juga Emily.
"Tuan Arnots selamat malam " Sapa Zico dengan ramah.
Mereka langsung melanjutkan makan malam.Setelah selesai Abian mengajak Tuan Arnots untuk mengobrol di ruangan tamu,sementara Abian menyuruh Zico untuk mengajak Emily jalan - jalan di sekitaran mansion .
"Tuan Abian ,Anda memiliki putra yang cukup tampan,dan punya tanggung jawab " puji Tuan Arnots
"Tuan Arnots terlalu memuji...!"
Clara datang dengan membawakan minuman dan cemilan .
"Aku ingin mempererat kan hubungan kita ini,itu juga kalau Tuan Abian tidak keberatan ...!"
"Maksud Tuan ingin menjodohkan Emily dengan Zico ...?" Clara langsung menjawab perkataan Tuan Arnots
"Benar...! itu juga kalau Tuan Abian setuju ...!"
Tuan Arnots melirik kearah Abian yang duduk di depanNya.
"Jika aku menerima lamaran ini,itu akan menguntungkan kedua pihak,dan Zico bisa melupakan Anushka ..!" batin Abian melirik kearah Clara
"Saya tentu saja setuju,apalagi putri anda yang cukup pintar dan berkelas...! saya tidak akan rugi mempunyai menantu seperti Emily...!" Ucap Abian dengan minuman masih di tangan nya.
"Ini mereka sudah datang ...!" Ucap Clara melirik kearah Emily
"Sayang apa kamu setuju jika kalian kita jodohkan ...!"Ucap Tuan Arnots,pernyataan itu membuat netra biru Zico memerah,Clara menyadari itu.
"Tentu mereka akan setuju" sambung Abian ,Emily terlihat bahagia dan tersenyum melirik kearah Zico,berbeda dengan Zico yang menahan amarahnya .
Setelah Abian mengantar Tuan Arnots dan Emily kedepan,lalu Dia kembali keruangan tamu,disana masih ada Zico dan Clara.
"Pah...! kenapa tidak bertanya dulu kepada ku..! dengan siapa aku akan menikah ...!" Ucap Zico bangkit dari duduk nya .
"Emily wanita yang baik dan berkelas Dia akan cocok menjadi pendamping hidup mu...!"
"Tapi aku tidak setuju,aku sudah punya pilihan sendiri "
Zico mencoba membantah perkataan Abian,namun Clara mencoba melerai kan pertikaian itu.
"Setuju atau tidak,mau atau tidak,suka atau tidak,kalian akan menikah bulan depan ..!" ucap Abian Meninggalkan Zico di ruangan tamu
"Tuan Besar...!!kenapa Anda selalu bersikap egois,kapan Anda sekali memikirkan perasaan orang lain,Apa tujuan Anda memiliki Anak untuk menjual mereka kepada rekan bisnis anda ...!Dulu Zara sekarang aku..!!" ucap Zico dengan netra yang memerah
Plak.......! Clara menampar pipi Zico yang berani melawan perkataan Abian .
"kau ...! aku tidak pernah menjual kalian,ini hanya perjodohan dan papa mu tau pendamping yang baik untuk hidup mu...!" Jelas Clara dengan nada kesal
" kalian egois...!!" ucap Zico
"sayang ...." panggil Clara melihat kearah Zico
"Aku tidak akan menikah dengan wanita itu...!" sambung Zico lagi
"Jika kau tidak menikah dengan Emily,aku akan mencabut jabatan mu di pulau...!" Ancaman itu cukup membuat Zico bergeming .
"Dan semua kartu kredit mu akan di blokir,dan mulai sekarang tinggalkan rumah Beauty...!" Titah Abian dengan raut wajah yang memerah menahan emosi nya
"Aku tidak akan menikah ...!!"
Zico langsung pergi dari Mansion,dan meninggalkan Abian dan Clara di depan tangga.
***
"Tidak ada yang perlu kita bicarakan ...!"
"Tapi aku ada...! aku tunggu 10 menit kamu di kolam renang ...!"
Zara datang menemui Mattew di kolam renang,pria itu duduk di pinggir kolam .
"Paman apa yang mau kau bicarakan ...!" Zara berdiri di belakang Mattew
"Duduk disini...!"
Zara segera duduk di samping Mattew,menurunkan kedua kakinya kedalam kolam renang.
"Katakan,aku akan mendengarkan nya " Zara melirik kearah Mattew
"Asisten Jo telah menceritakan semua nya ..!"
"Terus ...?" Zara kembali melirik kearah pria dingin itu
"Akan ku pastikan aku akan membunuh Kevin,kau akan melihatnya" Tatapan Mattew cukup tajam melihat kearah Zara
"ini bukan masalah paman.."
"Ini masalah ku...!" Mattew masih menatap kearah gadis itu dengan tangan lipatan di dadanya.
"Tidak...! tidak ini bukan masalah paman...!" Zara melirik kearah Mattew dengan menggerakkan kedua tangannya
"Tidak ada satu orang pun yang boleh menyentuh kamu,tanpa persetujuan dari kamu..! kamu mengerti Zara Carlose ...?"Tatapan Mattew kembali dingin melihat kearah Zara
"Dan satu lagi tidak ada yang bisa menyentuh mu meskipun mendapat persetujuan dari mu..!" sambung nya lagi,Zara masih melihat heran kearah Mattew
"maksud paman...?" Zara membutuhkan penjelasan yang lebih jelas dari Mattew
"Karena aku tidak membiarkan siapapun boleh sembarangan menyentuh kamu...!" Netra nya cukup menunjukan rasa khawatir yang dalam kepada Zara
"Paman kamu tidak bisa melarang dengan siapa aku berteman dan dengan siapa aku bisa bergaul ...!" Zara membantahnya membuat Mattew kesal
"Aku punya hak,dan aku bisa ..!" Mattew menekankan perkataannya dan menatap lebih dekat kearah Zara membuat gadis itu memundurkan wajahnya.
"Paman kamu tidak bisa,dan kamu tidak punya hak mengatur urusan pribadi ku " Zara menantang Mattew dan membulatkan kedua matanya
"Yah...!! pergilah ..dekat kesemua pria,bermain lah dengan mereka,dan kamu akan lihat bagaimana aku bisa mengatasi mereka ..!" Raut wajah Mattew kembali memerah.
"Apakah aku harus memberitahu Paman dengan siapa aku akan jalan,dan dengan siapa aku akan pergi..?" Zara kembali membulatkan matanya menatap kearah Mattew
"Aku tidak akan bisa melihat kamu dengan pria lain ...!"
"Hah..! kamu tidak akan membiarkan aku dekat dengan pria lain,lalu kenapa kamu bisa memegang tangan perempuan lain,dan membawa nya keruangan mu ?"
Mattew menyempitkan mata nya mendengar perkataan Zara.
"Kamu cemburu ...?" Mattew kembali mendekatkan wajahnya lebih dekat dengan Zara,Mattew menaikan alis nya saat melihat Zara yang kebingungan
"Itu..itu tidak seperti yang kamu bayangkan ...!" ucap Zara memalingkan wajahnya
"perkataan dan hati mu menunjukan hal yang berbeda..!" Mattew mengerutkan dahi nya
"it...itu hanya tidak sopan saja,bersikap begitu di kantor ...!" ucap Zara lagi mencari alasan
"Kenapa tidak jujur saja,kalau kamu juga merasakan hal yang sama " Mattew kembali menaikan alisnya
"eeemm...Paman mengatakan,Merasakan hal yang sama maksudnya " Zara kembali melihat kearah Mattew yang tidak jauh dari nya
Mattew memegang kepala Zara dan mendekatkan wajah Zara ke wajahnya menyatukan dahi nya dengan dahi Zara.
Tatapan Zara tertuju kearah kedua bola mata Mattew yang kuning kecoklatan,Zara hanya bisa membaca isi hati Mattew melalui pandangan matanya.
"bayangan mu telah bersarang didalam pikirkan dan hati ku,jika sehari aku tidak melihat kamu tersenyum itu akan membuat aku kacau " Ucap Mattew dengan lirih masih dengan posisi yang sama
Zara memejamkan matanya,mencerna ucapakan Mattew barusan.
Bruummmm.......tubuh nya terjatuh kedalam kolam renang,dan Mattew yang melihatnya malah menertawakan Zara.
"Ha..ha...ha..."