
Prakk..!Markus melemparkan sebuah majalah di depan Anushka yang sedang sarapan di kamarnya.Anushka mendongakkan kepala nya melihat kearah Markus.
"Apa ?" Tanya Anushka menaikan kedua bahunya.
"Orang yang Kau anggap mencintaiMu,dalam satu malam dapat menggandeng gadis lain datang ke acara penting ..!" Cibir Markus berdiri tepat di depan meja makan Anushka .
Anushka melirik ke arah sampul majalah,benar disana ada foto Emily dan Zico,benar saja hari ini berita utamanya adalah hubungan Emily dan Zico.
"Apa yang Kau harapkan dari hubungan ini ?" Tanya Markus lagi.
Tatapan Anushka kosong melihat kearah majalah,menahan air mata yang akan jatuh,sebelum buliran bening itu berhasil lolos dari tempatnya,Dia sudah duluan menyekanya.
"Aku tidak pernah berharap apapun kepada Pria ini,Aku hanya tidak ingin orang lain memaksa Ku untuk menikah ..!" pernyataan Anushka membuat Markus kaget.
"Apa Kau sudah melupakan Pria ini..!"
"Kak,berhenti mempertanyakan hal - hal bodoh seperti ini !apa Kau tidak capek menghakimi Aku turus !" Teriak Anushka yang berdiri dari tempat duduknya.
"Kau adik Ku satu - satunya,bagaimana Aku tidak memikirkan Mu,Aku hanya ingin Kau hidup layaknya orang yang normal,tidak ada masalah yang menghampiri Mu,Aku ingin Kau hidup berkecukupan !" Markus memegang bahu Anushka,sekali lagi untuk menyakinkan AdikNya untuk melupakan Zico.
"Terimalah Pangeran Derrin ..!" Sambung Markus lagi,Anushka menggempalkan kedua tangannya,gadis ini tidak menjawab,Dia hanya diam saja.
"Anushka ...!" Panggil Markus lagi, menggoyangkan tubuh Adik perempuannya itu.
"Kak,tinggalkan Aku sendiri,Aku ingin menyendiri,akan Aku pertimbangkan apa yang Kau katakan tadi "Jawab Anushka lirih.
Markus segera keluar dari kamar Anushka,dan meninggalkan gadis ini sendiri di kamarnya.
"Markus..!" Panggil Pangeran Derrin,saat Markus keluar dari kamar Anushka.
"Pangeran ..!" Markus memberi hormat kepada Pangeran Derrin.
"Bagaimana..?apa Adik Mu sudah setuju ..!" Tanya nya saat Mereka sudah begitu dekat
"Dia akan segera memberi jawabannya,tenang saja Anushka masih bisa berpikir,Dia tau apa yang terbaik untuk dirinya " pernyataan Markus membuat Pangeran Derrin senang,dan menyimpulkan senyuman disudut bibirnya.
Anushka duduk di tepi ranjang nya,melirik kearah majalah yang di tinggalkan Markus di kamar.
"Tuan Muda ..!" Sebuah senyuman mengembang di bibir Anushka,senyuman yang sangat sulit ditebak orang,bahagia atau sedih.
"Aku berpikir,kemarin Kau datang kesini untuk membawa Aku pergi,Aku tidak tau,itu hanya mimpi Ku saja,hayal Ku saja" Gumam Anushka meremas majalah yang ada di samping nya.
"Tuan Muda,Anda begitu senang mempermainkan perasaan orang lain ya..!Kita akan lihat siapa yang akan menderita diantara Kita berdua,jika Kau bisa begitu kejam mencampakkan Aku,maka Aku juga bisa begitu kejam menjatuhkan Mu" Anushka berbaring di atas ranjang,masih melihat foto Zico yang begitu tampan tertempel di cover majalah .
***
Prang ...!
Zico melempar botol minuman yang ada ditangan nya kedinding,seluruh kota hari ini menyiarkan berita utama Dia dan Emily.Sebelumnya Zico sudah mengetahui kalau hal ini akan terjadi.Namun,begitu melihat berita yang melebih- lebihkan hubungan nya dengan Emily,membuat Pria ini begitu marah.
"Hallo..!Kasio,hapus semua berita hari ini,dalam dua menit semua nya sudah kembali seperti semula "
tut...Tut...Zico langsung mematikan penggilan nya,tanpa menunggu jawaban dari Zico .
Tok..tok..
"Aku segera ke sana !"
Zico segera keluar dari kamar nya menuju ruang makan,disana sudah ada Young,Clara dan juga Abian kepala keluarga.
krriiett..! Zico menarik kursinya dan segera duduk berhadapan dengan Young .
"Aku sengaja menyuruh Mu kesini !karena mulai sekarang Young akan tinggal bersama Kita merawat mama Mu" Abian melirik kearah Zico yang masih fokus dengan makanan nya.
"Apa lagi yang mau di lakukan Pria tua ini,apa Dia tidak akan melepaskan Aku lagi !" batin Zico melirik kearah Abian .
"seperti nya,Kamu sudah menerima Emily sebagai calon istri Mu,kapan Kamu dan Dia akan bertunangan ?" tanya Abian lagi,menghentikan Zico mengunyah makanan.
Prang ..!Zico menepis gelas di sampingnya,dan membuat Clara dan Young kaget.
"Zico..."Panggil Clara lirih,saat Zico ingin pergi.Begitu mendengar suara Clara,Zico menghentikan langkah nya.
"Kita sudah lama tidak makan bersama,apa begini perlakuan Mu terhadap Ku"Ucapan Clara membuat Zico menggempalkan tanganNya,lalu berbalik ke kursinya.
"Tidak mau menikah tidak masalah,Aku akan mendukung semua pilihan Mu,siapa yang bisa menentangnya akan berhadapan dengan Ku..!"Ucap Clara lagi,melirik kearah Abian,Pria itu menyadari nya,dan juga melirik kearah istrinya yang melihat Dia dengan tatapan tidak senang .
"Ada apa ini ?lama - lama Aku akan terbiasa " Batin Young lebih fokus dengan makanan nya .
"Young,habiskan makanan Mu,kita akan pergi berkeliling mansion" Ucap Clara,tersenyum kearah Young.
Zico melirik kearah Abian yang tidak membantah kata- kata istrinya.
"Pria Tua itu,begitu mendengar ucapan istri nya langsung diam " Batin Zico masih menatap kearah Abian,tapi begitu Abian melihat nya Dia segera memalingkan wajahnya.
"Siapa gadis yang Kau cintai ?"Tiba - tiba pertanyaan Clara membuat yang lain berhenti mengunyah makanan,dan melirik kearahnya,tapi Clara cuek saja dengan suasana seperti ini.
"Zico ..?" Clara menyadarkan anaknya lagi,yang tidak menjawab pertanyaannya.
"Eemm,Bukan gadis yang spesial,Dia cukup sederhana,mama juga sudah melihat nya !" Jawab Zico ragu - ragu.
"Sudah Aku tebak,Kamu pasti mencintaiNya,kapan Kamu berencana untuk mempertemukan Aku dengan Dia sekali lagi,Aku ingin berbicara dengan nya empat mata !" sambung Clara lagi,meletakkan sendok dan garpu diatas piring.
Zico tidak menjawab,Abian melirik kearah anaknya yang diam,saat ini Young hanya lah penonton yang baik,melihat semua didepan matanya tanpa mengeluarkan pendapat apapun.
"Bagaimana Dia mau membawa gadis itu kesini,Dia sendiri saja tidak bisa bertemu dengan gadis itu !" Suara Abian mengangetkan Zico dan Clara, juga Young ikut melirik .
krriiett...!Abian bangkit dari duduk nya,mendorong kursi Roda Clara ingin membawa nya ke depan.
"Apa yang Kamu lakukan,Aku sedang berbicara dengan Zico "
"Enggak ada guna nya berbicara dengan Anak itu,karena Dia tidak akan bisa membawa Anushka kesini !"
"Apa Kamu mau ikut dengan Ku pergi ke Pulau ?" Zico melihat kearah Young diam saja
"Hah,Aku harus menjaga Nyonya Clara,karena Tuan akan pergi meeting sebentar lagi " Jawab Young,Zico pun segera pergi meninggalkan meja makan .
Tidak ada yang bisa di lakukan saat ini,meskipun kemarahan sudah terselubung dalam hati,bertindak gegabah bukan lah hal yang akan membawa keberuntungan,melainkan hanya akan mempersulit keadaan saja.