My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 125



"Siapa wanita itu,sehingga membuat Tuan Muda melawan Tuan Besar " Batin Berson melihat Zico keluar dari mansion .


"Kita kembali ke rumah "Titah Zico


"Baik Tuan " Kasio segera menghidupkan mobil nya,untuk kembali ke rumah keluarga Beauty.


"Sayang kamu tidak apa - apa...? " Abian mengangkat tubuh Clara keatas sofa


"Aku tidak apa - apa hanya kurang tidur saja...!" Terlihat wajah Clara yang pucat basi,Abian malah khawatir dengan kondisi Clara .


Kriiing ....


kriing....


"Hallo...."


"Tuan Abian,saya sudah berada di Negara E,kapan kita bisa bertemu" Tuan Hatakachi menelpon Abian


"Bagaimana jika sore ini kita bertemu di Mall Reeot ...?"


"Baik lah..! sampai bertemu nanti sore ..!"


Abian segera mematikan panggilan itu,dan menghampiri kembali istrinya yang berbaring di sofa


"Sayang ....nanti sore ada pertemuan dengan Tuan Hatakachi,apa kamu mau ikut,sekalian bisa berbelanja " Abian berharap istri nya bisa ikut dengan nya


"Aku juga ingin memanjakan diri di salon,sudah lama tidak ke salon ...!"


"sayang ......." Abian mendekatkan wajah nya kearah Clara,Tapi wanita ini malah menghindar.


"Sayang ....kenapa kamu begitu kejam sama Zico,jika kamu terus begini itu akan membuat Zico membencimu ...!"


"Dia anak laki - laki dari keluarga ini,dan akan mewarisi semua kekayaan ku,dan aku menginginkan pendamping untuk Dia yang setara dengan kita setidak nya yang levelnya sedikit bisa menandingi kita ..!" Ucap Abian bangkit dari duduk nya .


"Bersiap - siap lah nanti sore kita akan ke Mall Reeot " sambung nya lagi meninggalkan Clara di sofa.


Clara hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat sikap Abian yang keras.


***


Tok....tok...tok...


"Tuan mahasiswa magang sudah ada disini...!" Ucap Asisten Jo memberitahukan kepada Mattew


"Baik aku kan kesana...!"


Mattew segera pergi keruangan dimana para mahasiswa itu berkumpul.


Cekrek....! pintu ruangan terbuka semua orang melihat kearah Mattew tidak terkecuali hanya Zara yang tidak memerhatikan Mattew,Gadis ini sedang mengobrol dengan Kevin dengan begitu asik .


Brak...! Mattew mengebrak meja membuat Zara dan kevin kaget segera menoleh kearah suara itu.


"Mulai hari ini kalian bisa bekerja disini,dan ambil masing - masing bagian kalian,Zara Carlose kamu di tempat kan di bagian asisten CEO,Kevin kamu bagian OB,dan yang lain bagian asisten resepsionis" Ucap Mattew menjelaskannya kepada semua mahasiswa.


"pak kenapa saya bagian OB,jurusan saya sama dengan yang lain,tapi kenapa saya bagian OB " Kevin memprotes atas sikap tidak adil nya Mattew


"Jika kamu mau kamu bisa ambil bagian ku " sambung Zara melirik kearah Kevin,pria itu tersenyum namun Dia juga tidak mau kalau Zara menjadi OB


"Tidak ada yang boleh membantah,apalagi menukarkan tugas kalian ...! kalian bisa bubar dan memulai bekerja,kamu Zara bisa ikut saya keruangan "


Mattew segera pergi meninggalkan Zara dan temannya.


Cekreek ....!


"paman ...! kamu menyuruh aku kesini ada apa..?" tanya Zara yang melihat Mattew sedang melihat berkas


"panggil aku Tuan,ini di kantor bukan di rumah " Ucap Mattew dengan dingin


"Baik Tuan,Ada yang bisa saya bantu ..?" Tanya Zara dengan ramah


"Kamu ambil beberapa berkas ini dan letakan di ruangan pemasaran "


"Baik Tuan ...!"


Zara segera pergi meninggalkan ruangan Mattew,dan mencari ruangan pemasaran yang di perintahkan oleh pria dingin tersebut.


***


Tap....tap...tap...Zico berjalan menuju kamar Anushka.


Cekkreekk.....! pintu kamar terbuka di dalam nya sudah ada Anushka yang sedang bersantai di balkon,mendengar suara pintu terbuka,Anushka segera berlari untuk melihat siapa yang datang .


"Zico......" gumam Anushka berlari melihat sosok yang baru saja datang mencari nya,Namun langkah kaki gadis itu terhenti,saat melihat wajah dan tubuh Pria didepannya begitu berantakan .


"apa yang terjadi ....?" Anushka cukup terperangah melihat keadaan Zico yang begitu berantakan


"tidak apa - apa hanya kecelakaan kecil...!Bantu aku bersihkan luka ku...!"


"Baik ...!"


Zico duduk di lantai di dekat ranjang, menompang tangan di atas lutut nya,memijit kepala nya yang tidak sakit.


Anushka datang dengan membawa kotak P.3.K ke kamar nya .Anushka segera membatu Zico untuk membersihkan luka nya yang tersiram kopi panas,dan luka membersihkan luka di sudut bibirnya.


Anushka penasaran dengan apa yang dialami Zico namun gadis ini memilih untuk diam saja,jika Zico mau,Zico bisa saja langsung bercerita kepada Nya.


Setelah selesai mengobati luka bakar di tangan Zico,Anushka membantu pria itu mandi,Dia melepaskan kemeja Zico dengan perlahan,dari tadi di saat Anushka mengobati luka Nya,pria ini tidak mengeluarkan sepatah katapun .


Cup....Zico menarik rambut Anushka dan memaksa gadis itu untuk bercumbu dengan nya ,Zico mencium Anushka dengan kasar tanpa memberi celah untuk gadis itu bernafas,tidak Ada rasa yang lembut yang dirasakan oleh Anushka melainkan sikap Zico yang kasar bahkan menyakiti bibir nya berulang kali,Zico meluapkan emosi nya dengan memaksa Anushka bercumbu dengan nya .


Zico kembali mendorong tubuh Anushka ke lantai,Gadis itu ingin menolak nya namun tidak berani karena Zico saat ini telah di penuhi dengan hawa nafs* dan juga emosinya sudah sampai di ubun - ubun.


"Aaakh....Akh...Tuan kau menyakiti ku....!" Ucap Anushka saat pria itu menghujamkan benda tumpul itu dengan sangat kuat,beberapa kali membuat Anushka menjerit karena merasakan sakit yang luar biasa.


plak...


plak....


Zico memukul ****** putih milik Anushka lagi- lagi gadis ini menahan rasa perih karena telapak tangan Zico tergambar di sana .


Plup....Zico melahap gunung kembar itu dengan rakus, ",Aaah....Aaaah...", bahkan Dia beberapa kali menggigit pu*ing sus* milik Anushka membuat gadis ini kembali menjerit.


Anushka tidak mengerti iblis apa yang telah merasuki jiwa kejam seorang pria seperti Zico,Pria ini terus menggilai memainkan tubuh molek gadis kecil tersebut seakan -akan tidak ingin melepaskan nya.


Zico kembali menjambak rambut Anushka " aah.." Anushka menahan rasa sakit di kulit kepala nya,Zico menuntun wajah Anushka di depan benda tumpul miliknya ,mendorong wajah Anushka dengan perlahan,Zico memaju mundur kan kepala Anushka di benda tumpul nya membuat nya menggigit bibir bawah nya,mendongakkan kepalanya saat dirinya mencapai kenikmatan yang Tiara tara.


"Aaaaaaaaahhhh.... " Zico mendongakkan kepala keatas,Anushka masih berlutut di depan benda tumpul tersebut,gadis ini menyentuhnya dengan tangan nya,melihat Zico menikmati nya Anushka pun kembali menj*lat centong sayur itu dan memainkan li*ah nya disana,membuat Zico mende*ah "Aah...Aahh.." Cair kent*l berwarna p*tih itu menyemprot ke wajah Anushka,Tubuh Zico ambruk di lantai Anushka membantu Zico untuk berbaring di ranjang,dan menutupi tubuh pria tersebut dengan selimut,sebelum meninggalkan Zico ke kamar mandi terlebih dulu Dia memastikan kalau Zico sudah terlelap .


Anushka berdiri di bawah shower yang menurunkan air seperti air hujan,dirinya menangis begitu mengingat kejadian antara dirinya dengan Zico,berulang kali Dia menuruti pria itu,melakukan nya setiap kali Zico meminta tanpa ada ikatan apapun di antara mereka.


Menggosok dengan kasar tubuh nya,seakan wanita itu begitu jijik dengan tubuh tersebut jika harus berulang kali jatuh kepelukan Pria kejam yang tanpa status itu.