My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 211



Dor..Dor..Dor..


Suara tembakan terdengar dimana - mana,Pasukan pulau telah kembali mengepung toko dessert milik Richo.


Kali ini Abian tidak akan membiarkan Mereka lolos,apalagi Mattew yang merasa kehilangan Asisten terbaik nya.


"Aku akan menyerang dari belakang,Kamu akan masuk pintu depan!" Titah Abian kepada Mattew.


Mereka sudah mengepung malam hari,rencana ini telah di susun oleh Kasio dan Berson dua hari sebelum nya.Disaat punya kesempatan,Abian tidak akan menundanya untuk menyerang Mereka.


Braak !


Abian menendang pintu belakang,tidak ada satupun disana,Richo dan yang lain telah meninggalkan toko dessert,karena Mereka tahu sewaktu- waktu Abian pasti akan datang lagi.


"Kenapa tidak ada orang disini?" Tanya Mattew lagi,yang melihat toko itu kosong .


kriing..


kriing ..


"Hallo..!"


"Tuan,Aku telah menangkap Richo dan juga Emily anak dari Tuan Arnots,Aku menangkap Mereka disekitaran rumah sakit!" Kasio menelpon Abian.


"Bawa Mereka ke markas Utara!Kita bertemu disana !"


"Baik Tuan"


Abian menyimpan kembali handpone nya,dan mengajak Mattew untuk pergi ke markas Utara.


"Mereka telah di tangkap!" Ucap Abian


"Bagaimana bisa?"


"Sebelum Kita pergi kesini,Aku menyuruh Kasio untuk berjaga di rumah sakit,sesuai dengan rencana Ku,Mereka masuk dalam perangkap yang Ku buat,padahal Zico sudah membawa Mereka pulang ke mansion,Richo berpikir Mereka masih dirumah sakit,makanya Mereka datang kesana!"


Abian bejalan kearah pintu keluar,Mattew mengikuti nya dari belakang.


Abian meminta pasukan pulau untuk kembali ke pulau,karena Mereka telah menemukan orang yang Mereka cari.


Sa-tu jam kemudian !


Brak !


Abian menendang pintu gudang,di dalam terlihat Emily dan Richo yang sedang di ikat oleh Kasio.


"Tuan,ini semua data yang Mereka curi di Mexio "Berson memberikan map biru kepada Abian,Pria ini segera menyimpannya didalam jas miliknya.


"Kalian keluar dulu,biar Aku dan Mattew yang disini!"


"Baik!" Kasio dan Berson segera keluar,Mattew mendekat kearah Abian .


"Kau ingin bagaimana menyelesaikan orang ini?"Tanya Abian kepada Mattew.


"Tidak perlu mengotori tangan Kita,bukan nya kita sudah kedatangan tamu istimewa di mansion,lempar saja dua orang ini ke kandang Mokey,Aku yakin,ini lebih pedih dari pada langsung membunuh!" Ucap Mattew,menatap kejam kearah Keduanya.


"Aku tidak akan menyesal telah melakukan ini,setidaknya Aku sudah membalaskan dendam papa Ku!"Teriak Emily kepada Abian,namun diabaikan nya.


"Kami juga sudah siap mati,jika hari ini Kalian melihat kematian Kami,di masa depan akan ada musuh kalian yang akan terlibat dalam keluarga Kalian,ini sumpah Ku!" Teriak Richo .


Jeddderr.....!


Suara petir di tengah - tengah hujan,Mattew mengajak Abian untuk kembali ke mansion.


"Tuan apa yang ingin Anda perintahkan ?"Tanya Berson kepada Abian .


"Lempar Mereka ke kandang Mokey,ini kunci nya !" Jawab Mattew menyerahkan kunci kepada Berson.


"Bereskan tempat ini,Kami akan kembali ke mansion!"


"Baik Tuan !"


***


Di depan pintu utama sudah ada li-ma orang pengawal yang berjaga- jaga.


"Tuan Besar!" Sapa Mereka berlima.


"Baik !Kami permisi dulu Tuan Besar!"Sembari memberi hormat,lalu Mereka memasuki mobil box dan meninggalkan mansion


"Kita masuk!" Abian dan Mattew segera masuk kedalam mansion.


Mendengar suara pintu utama terbuka,Zico segera melihat nya.


"Dimana Orang ini ?" Tanya Abian kepada Zico yang menghampiri nya di pintu utama.


"Mereka ada di kamar belakang "


Abian segera mengikuti Zico,untuk melihat cucu - cucu kesayangannya .


Ceklek !


Pintu kamar terbuka,terdapat dua Wanita yang berbaring di ranjang yang berbeda dengan kondisi yang berbeda juga,satu Cesar,satu lagi normal,dua - duanya Wanita kuat dan hebat di dalam keluarga Carlose.


"Sayang ..!Cup" Mattew mencium kening istrinya,semenjak Zara siuman,Mattew belum melihat nya,baru sempat lihat sekarang setelah membereskan hama di luar .


"Bagaimana keadaan Mu ?apakah perut nya masih sakit ?" Tanya Mattew yang melirik kearah baby twin yang tidur disebelah Zara.


"Rasa sakit yang Ku rasakan telah terbayar dengan hadir nya Mereka !" Zara tersenyum kearah suami nya,lalu melirik anak- anak nya yang masih tidur.


"Akhirnya Aku sudah menjadi kakek benaran,Kalian sudah menyediakan nama untuk Mereka ?"Tanya Abian kepada menantu dan Anaknya.


"Siapa nama Mereka ?" Tanya Clara cukup penasaran.


"Sudah !" Jawab Zara,semua orang melirik kearah Zara.


"Nama nya Aslan dan Altar!" Sambung Zara lagi


"Pakek nama Kakek nya juga,biar Mereka ingat dengan kakek nya !" Sambung Abian .


"Boleh juga Aku tidak keberatan !"Sambung Mattew


"Jadi Aslan Carlose dan Altar Carlose"Clara tersenyum melihat Kearah cucu - cucu nya yang tampan .


"Siapa Nama baby yang cantik ini"Tanya Abian melirik kearah Anak nya Anushka


"Namanya Esra Qaziya Carlose !Aku sudah menyimpannya sejak lama !" Jawab Anushka semua orang tercengang, "Artinya pemberani,kuat dan hebat" Sambung Anushka lagi.


"Bagus! namanya bagus sekali!" Ucap Abian mencoba menggendong cucu nya.


Semua Orang terlihat bahagia,dengan kehadiran tamu- tamu istimewa dalam keluarga Carlose.


"Sayang,biarkan Aku mengendong cucu ku!" Seru Clara meminta Zara untuk memberikan Anaknya,Mattew Langsung membantu mengambil Aslan yang sebagai kakak,dan Altar sebagi Adik.


"Aahhh..!"Zara terlihat memegang dadanya,Mattew menyempitkan mata nya seakan-akan mengerti,kalau Dia harus segera menyusui.


"Eemm..!Itu,Bapak Mertua boleh keluar dulu,Zara mau menyusui!" Ucap Mattew,bukannya keluar Abian malah menatap tajam kearah Mattew.


"Sejak kapan nama Ku menjadi Bapak Mertua?" Tanya Abian kesal,Clara tersenyum geli melihat suaminya .


"Jadi Aku harus memanggil Apa?masak Aku panggil Kakek juga!"Sambung Mattew lagi.


"Tunggu saja besar anak Mu nanti Aku yakin yang di panggil Kakek duluan adalah Kamu,Ha...ha.."Cibir Abian lalu mendorong kursi roda Clara untuk keluar dari kamar tersebut.


"Sayang,Kamu jahat,bisa-bisa nya menggoda Mantu Mu begitu!" Ucap Clara saat sudah di luar kamar.


Mattew memberikan Aslan kepada Zara untuk menyusui,sementara Zico langsung membalikkan badannya,agar tidak melihat yang tidak seharusnya Dia lihat.


Setelah Aslan selesai nyusui,sekarang giliran Altar yang di susui oleh Zara.


"Aahhh...!"Zara Mende sah saat Altar menyusui lebih kuat dari Aslan,Zara merasakan perih di pu ting su su nya.


Mattew menatapnya dengan penuh gairah,berkeinginan juga ikut di susui oleh Zara.


"Sayang ..!" Panggil Mattew dengan menggoda


"Apa?" Jawab Zara yang langsung memelototi kearah Mattew,Pria ini langsung mengurung kan niat nya saat melihat tatapan Zara.


"He..he..!"Anushka tersenyum yang melihat tingkah kedua nya,Anak Anushka terlihat lebih tenang di bandingkan baby twin cowok.


Zico mengendong Anaknya dengan penuh haru,sesekali ia mencium nya,Zico tidak dapat menyimpan air mata nya terlalu lama di tempatnya.Disaat Dia melihat wajah imut sang Anak,perasaan nya menjadi tidak karuan.