
Wanita itu memberontak,meminta untuk di lepaskan ikatannya yang mengikat di kursi.
"Lolita,junior di kampus Negara S ,Anak perempuan satu -satu nya dari perusahan nomer dua di Negara S,saingan cabang Mexio di Negara S,berani sekali Kamu mengusik kehidupan putri Ku ..!" Tatapan Abian melihat kearah Lolita,Abian tidak sekalipun mengedipkan matanya saat berbicara dengan Lolita menatap nya dengan penuh benci.
"Aku tidak pernah mengusik Anak senior..!Pasti ada salah paham antara Aku dan Anak senior,Tapi Aku benar tidak pernah mengusik nya !"Lolita mencoba mencari pembelaan atas apa yang di katakan Abian kepada nya.
"Jika Kau tidak mengusik nya bagaimana bisa Kau mencibirnya setiap kali kalian bertemu !" Sambung Abian lagi memperlihat rekaman vidio,didalam Vidio terdapat Lolita sedang berbicara dengan Zara,beberapa kali,bahkan berani mencibir Zara.
"Kamu harus tau! disini Aku yang punya peraturan !. Jika Kau berani macam - macam akan ku pastikan Kau tidak bisa melihat kedua orang tua Mu lagi !" Abian masih melihat perempuan itu dengan tatapan kejam nya .
Ruangan yang begitu besar,tapi hanya ada dua kursi dan satu meja,lebih tepat nya ruangan untuk interogasi para pelaku yang terlibat dengan masalah keluarga Carlose.
Cuma ada celah yang kecil berada lebih dekat dengan atap ruangan,tidak memiliki jendela sama sekali,bahkan ruangan itu di kelilingi dengan beton.
Brak..!Abian memukul meja,mengejutkan Lolita,wanita ini bergetar melihat kearah Abian .
"Katakan padaKu !siapa yang menyuruh Mu memalsukan laporan tentang Mattew !" Lolita masih nampak menutupi belum membuka suaranya,"Aku tidak suka cara lembut dalam bertanya,jika Kau akan tetap diam akan ku pastikan Kau tidak dapat berbicara selamanya!" Sambung Abian lagi.
"Aku...Aku di ancam oleh seseorang !Aku tidak bermaksud menyakiti Zara,namun Aku di paksakan untuk menjatuhkan mental Zara !" Jelas Lolita masih dalam keadaan takut.
Prak..!Abian menginjak kursi kayu hingga patah,membuat Lolita menelan ludah nya lagi,menyaksikan orang yang memiliki tempramen buruk ini baru pertama kali di hadapinya.
"Tuan Arnots atau Carolin yang mengancam Mu?" Tanya Abian berdiri di depan meja Lolita.
"Tu..Tuan Arnots !" Ucap nya terbata,menundukkan kepala nya.
"Aku punya dua pilihan!Kamu jujur ke publik,atau Mereka akan mempermalukan Kamu di depan publik,Kamu seharusnya tau maksud Ku,Kamu bisa melihat kearah Mereka yang sudah tidak sabar itu!" Ancam Abian .
"Kalau Aku jujur ke publik,sebagai Dokter magang akan sulit untuk Aku membuka praktek kedepannya! dan Aku juga tidak akan dapat surat ijin untuk membuka Klinik sendiri !" Lolita melihat ke Abian penuh dengan iba dan berharap Abian dapat berbelas kasihan kepada nya.
"Sebelum Kau membantu kejahatan,seharusnya Kau sudah tau konsekuensinya,sepertinya Kau tidak akan jujur ke publik,biarkan Mereka menjalankan tugasnya !" Abian meninggalkan ruangan tersebut,meninggalkan lima pengawal nya dengan Lolita,Abian tidak akan bertoleransi dengan orang yang berani menyentuh keluarga nya.
"Hallo..! jemput seseorang di markas Utara,Aku punya barang baru untuk Kau jadikan pe lacur,barang nya bagus,tapi tidak pera wan !" Ucap Abian berbicara dengan seseorang di balik ponsel nya .
"Bagaimana cara nya Aku menebus nya dari Mu..!Seharusnya Kau akan meminta hak Mu kan!" Tanya orang itu kepada Abian terdengar cukup serius.
"Kau cukup menjemputnya,kali ini Aku memberi nya secara cuma-cuma!dan ingat tetap harus menjaga rahasia nya !jangan sampai orang lain tau !kalau tidak Kau akan tau selamanya Kau tidak akan bisa keluar dari penjara jika polisi menangkap Mu!" Ancam Abian kepada orang itu.
"Baik ..!"
Abian memutuskan panggilan nya.Memasukan kembali handpone nya kedalam saku jas nya.
Abian keluar dari dalam gedung Markas Utara miliknya,didepan mobil sudah ada Berson yang menunggu nya.
"Kita kembali ke mansion!"
"Baik Tuan " Berson membuka kan pintu mobil kepada Abian .
Blam..!Pintu mobil kembali tertutup,Berson segera melajukan mobil nya kearah jalan pulang Mansion.
***
Zico mendatangi kantor Tuan Arnots dengan penuh emosi,Pria ini berjalan begitu tergesa - gesa,dengan di ikuti oleh Kasio,dan dua orang bawahannya .
Brak..!
Zico menendang pintu ruangan Tuan Arnots,terlihat Pria Tua itu yang terkejut,dan bangkit dari duduknya.
"Security ...!"Teriak Tuan Arnots,tapi tidak satupun yang datang keruangan nya.
"Berhenti berteriak!Mereka tidak akan datang !" Ucap Zico berjalan masuk kedalam ruangan .
Terlihat Tuan Arnots, yang berusaha menekan tombol telepon,tapi panggilan tidak tersambung,Kasio,telah memutuskan semua kabel telepon di perusahaan Tuan Arnots.
"Apa yang membuat Tuan Muda kemari ?" Tanya Tuan Arnots gemetar .
"Kenapa Kau begitu gemetar? Kau tidak sedang melakukan kesalahan kan?" Tanya Zico menyindir.
Zico membuka kaca mata nya,melempar kearah Kasio,dengan sigap Pria ini menangkapnya.
"Tu..Tuan Muda!Aku tau Anda telah membatalkan pertunangan Anda dengan Emily,Saya tidak menyalakan Tuan seharusnya itu semua salah Saya !"Tuan Arnots masih berusaha untuk menutupi kesalahannya.
"Apakah ada masalah lain yang berusaha Kau tutupi!" Tanya Zico lagi menatap nya dengan sangar,ingin sekali membunuh nya dalam waktu itu juga.
"A..Aku tidak melakukan hal lain yang menyinggung Anda kan ?"Tanya Tuan Arnots berpura - pura tidak tau.
"Harusnya sih begitu !" Ucap Zico bangkit dari duduknya,bejalan kearah Tuan Arnots.
Dugh..! Zico menendang Tuan Arnots dengan kuat hingga Pria Tua itu terjatuh ke lantai.
"Tuan Muda ..!Aku tidak melakukan kesalahan kenapa Anda memukul Saya !"Ucap Tuan Arnots gemetar .
"Yakin ?" Netra mata biru seketika berubah menjadi merah padam .
"I..iya..!" Jawab Tuan Arnots gemetar.
"Kasio !" Panggil Zico,Kasio segera menghadap kearah Zico .
"Tuan Muda !" Kasio menundukkan kepala nya.
"Perlihatkan semua bukti yang mengarah kepada Nya...!"Ucap Zico berjalan untuk duduk kembali ke sofa.
Kasio memperlihatkan semua rekaman Tuan Arnots yang menyusun rencana untuk Mattew,dan menyudutkan Zara setiap kali Mereka bertemu.Tuan Arnots kaget,bahkan tangan dan Kaki nya gemetar,melirik kearah Zico yang masih melihat nya dengan tatapan mematikan.
Dugh..! Dugh..!
Kasio memukul Tuan Arnots dengan kedua tangannya.Dan sesekali menendangnya hingga jatuh.
Wajah Tuan Arnots yang babak-belur di hajar Kasio,Zico masih merasa belum puas jika belum dirinya sendiri yang menghajar Pria Tua itu.
Kedua bawahan Zico sudah bersiap - siap untuk menghajar Tuan Arnots,Mereka memegang Pria Tua itu dengan kuat.
"Patah kan kedua kaki dan tangan,lempar ke pinggir kota,biar tidak ada yang akan menemukannya !" Titah
Zico kepada bawahannya .
Ceklek...!
"Tuan Aku butuh dana untuk ke lokasi syuting,Aku harap anda segera mentransfer nya " Ucap perempuan itu berdiri di ambang pintu menatap layar handpone nya.
"Tuan kenapa Kau tidak...."Carolin menatap kearah Zico dan Kasio,sedang kan Tuan Arnots berada di genggaman bawahan Zico.
Krak...! Kra..!
"Akh.....!" Teriak Tuan Arnots saat kedua tangannya di patah kan.
Krak..! Krak..!
"Aaahhh...!"Teriak nya yang kedua kali kini kaki nya ikut patah,Tuan Arnots hanya bisa merintis kesakitan.
Carolin yang melihat langsung kekejaman para pengawal itu,mundur satu langkah untuk menghindar.
Namun,secepat kilat Kasio sudah memegang wanita itu,yang tengah ketakutan,melihat kearah Zico .