
Mereka berdua telah sampai ketempat tujuan yang seharusnya Mereka pergi.Jika dilihat dari luar tempat ini memang lah tempat untuk para prajurit bersenang - senang.
"Aku sudah berada di pulau hampir 12 tahun,tapi Aku tidak pernah datang ketempat ini" Ucap Zico berjalan masuk kedalam bar.
"Tuan Besar tidak menginginkan Anda menginjak kaki disini,Karena tempat ini banyak pengaruhnya,lagian waktu itu Tuan Muda terlalu kecil untuk masuk wilayah ini,tapi setelah melihat kemampuan Tuan Muda,Tuan Besar baru mempercayakan tempat ini kepada Tuan Muda"
Kasio membuka pintu utama,didalam terlihat beberapa pasukan prajurit tingkat 4 dan 5,Mereka semua sedang bersenang - senang,sebagian dari Mereka juga ada yang bermain mengalahkan satu sama lain.
"apakah tempat ini setiap hari nya selalu ramai " Tanya Zico setelah berada didepan Mereka semua,pasukan pulau setelah mengetahui Kasio datang segera datang memberi hormat.
"Komandan ..!" Sapa Mereka serentak.
"Kalian sebelum nya pasti pernah mendengar Ketua prajurit tingkat,dan ini lah orang nya Tuan Muda Carlose anak dari Tetua Abian " Jelas Kasio memperkenalkan Zico kepada pasukan prajurit tingkat .
"Salam Ketua Prajurit,akhirnya Kita bisa langsung melihat ketua secara langsung "
Setelan memperkenalkan Zico kepada Mereka,Kasio juga menjelaskan tujuan Zico datang ke bar prajurit.
"Tujuan Aku datang kemari,Aku ingin membentuk kelompok terkuat di pulau ini,setelah tingkat 1 dan 2,Aku akan memilih tingkat 3 dan 4,yang khusus akan di latih oleh Komandan sendiri,dan kelompok 3 dan 4 akan siap sedia kapan pun Aku butuh,jika ada yang keberatan boleh mengundurkan diri dari sekarang ..!" Tegas Zico kepada Prajurit tingkat,tidak ada satupun dari Mereka yang berani membantah perkataan Zico,lebih - lebih lagi kekuasaan yang di milikinya di pulau tidak lah biasa.
"KAMI SIAP..!" Teriak Mereka serentak.
Setelah selesai memilih kelompok prajurit dibawah pimpinan Zico,Kasio membawa Zico kelantai bawah tanah.
Tangga yang di penuhi dengan lukisan prajurit, tingkat 1 dan 2 yang telah gugur di peperangan, akan di pasangkan di bar prajurit untuk mengenang jasa Mereka.
Kriiiieettt..!Suara pintu besi yang di dorong oleh Kasio,terbuka sangat lebar,didalamnya terdapat layar yang cukup besar,banyak peralatan disana yang tidak sulit di pahami oleh Zico,sebum nya Dia telah belajar berbagai macam electronik canggih.Didepan Zico ada layar besar yang menyimpan banyak dat,baik dari prajurit atau pun dari kalangan lain,bahkan monitor ini juga berfungsi bisa melacak keberadaan seseorang dengan gampang.
"Jika ada tempat sehebat ini,kenapa Tuan Besar masih menyuruh Kita untuk mencari informasi luar dengan cara yang sulit ?" Zico mempertanyakan nya kepada Kasio yang berdiri disebelah Zico.
"Tuan Besar,tidak akan mengandalkan benda elektronik ini,Dia lebih senang mengandalkan otak dan pikiran manusia,dari itu Tuan Besar dapat menilai siapa yang pantas menjadi prajurit tingkat " Jelaskan Kasio
"Pantes Young,kadang satu langkah lebih maju dari Aku,Young menggunakan otak dan pikiran dalam bertindak,bukan emosi atau amarah" Batin Zico memperhatikan layar monitor yang besar itu.
Kasio segera mengetik nama Markus di layar monitor,dan segera keluar data nya yang Terperinci.
Nama:Markus Sharma
Status :Mantan Narapidana
Umur : 30 tahun
Negara asal : India
Saudara Kandung :Anushka Sharma
Orang Tua : Mati
Tempat tinggal sekarang :Istana Hoorbert terletak di sisi timur Negara E.
"Sialan..!Dia tinggal di Negara E tapi Aku tidak tau?" Zico melirik kearah Kasio yang berdiri di sebelah nya
"Sejak kapan Kau mengetahui Dia disini,dan apakah Tuan Besar tau?" sambung Zico lagi
"Jika Tuan Besar mementingkan Markus,mungkin dari dulu sudah ketangkap ,Tuan Besar tidak pernah membahas Pria ini,karena musuh utama Tuan Besar bukan Dia" Jelas Kasio kepada Zico dan mematikan layar monitornya .
"Apa rencana Tuan Muda selanjutnya..?" Mereka berdua berjalan menuju pintu utama.
"Belum Aku putuskan ! sebelum pernikahan antara Aku dan Emily terjadi,Aku harus bertindak" Sambung Zico.
"Tuan Muda,Mari Aku antar ke kamar Anda..!"
"Tidak perlu Kita langsung kembali saja kerumah "
***
Ceklek ..! Pintu utama terbuka,Mattew baru sampai kerumah,setelah melakukan beberapa meeting di kantor nya,sungguh melelahkan,Dia meletakan jas mantel miliknya diatas sofa,setelah itu melihat Zara pun terbaring di sofa dari tadi pagi,karena menahan sakit perut nya .
"Sayang...!" panggil Mattew dengan lembut membangunkan Zara.
Perlahan - perlahan Zara membuka mata nya,sakit kepala nya masih terasa bahkan bayangan Mattew,seperti bergerak berputar di matanya .
"Kenapa bayangan Mu ada dua?" Tanya Zara sembari mencoba bangun
"Hah..! Kamu kenapa ?sini Aku bantu duduk "Setelah Zara duduk dan melirik kearah Mattew lagi.
"Kepala Ku pusing,perut Ku dari pagi tadi melilit" ucap Zara memegang kepala nya
"Kamu sakit? atau Kita kerumah sakit sekarang ?"
Mattew segera bangkit dari duduk nya,dan berusaha membantu Zara untuk bangkit,namun gadis ini menolaknya.
"Aku akan kembali ke kamar saja untuk istirahat"Zara berjalan melewati Mattew dan menuju kamar nya,Mattew hanya melihat istrinya yang pergi begitu saja.
Beberapa menit kemudian,Mattew menyusul Zara dengan membawakan obat lambung dan segelas minuman di tangan nya.
Ceklek..!"Aku sudah membawakan obat untuk Mu,diminum dulu setelah itu baru tidur "
Tanpa menjawab,Zara segera mengambil obat di tangan Mattew dan meminum nya,setelah itu Dia kembali berbaring di ranjang nya .
Mattew menarik selimut,menutupi tubuh Zara.
"Oek..Oek..!" Zara kembali mual saat Mattew mendekati untuk mencium kening Zara,membuat Pria ini membulatkan mata nya melotot kearah Zara.
"Ada apa ?" Tanya Mattew masih dengan posisi wajahnya dekat dengan wajah Zara.
"Bau..!Bee Mandi dulu ! Aku tidak sanggup mencium nya " jawab Zara dengan menutupkan hidungnya,membuat Mattew kaget dan segera bangkit.
"Iya,Aku mandi dulu..!" Mattew segera masuk kedalam kamar mandi,Zara hanya melihat nya dengan heran,lalu membaringkan kembali tubuhnya,memejamkan kedua matanya berasa sakit nya sedikit ringan setelah meminum obat yang di berikan Mattew.
Mattew melihat Zara sudah terlelap dalam tidurnya,Pria ini segera naik keatas ranjang dan berbaring di samping istrinya.Tangan nya yang kekar melilit di pinggang Zara membuat gadis ini kembali terbangun,merasakan perut nya kembali mual .
"Oek..Oek..!" Zara segera berlari ke kamar mandi,dan berdiri di depan wastafel mencuci wajah dan mulut nya.
Merasa di sebelah nya tidak ada orang, Mattew segera turun dari ranjang nya dan mencari Zara di kamar mandi.
Mattew bertanya kepada Zara saat melihat gadis ini di depan wastafel "Apa yang terjadi?"
Zara menatap Mattew dari pantulan kaca tanpa menoleh "Aku tidak tau,perasaan Aku setiap dekat dengan Bee selalu berada mual "
Mattew mendekat,melihat Zara masih berdiri di depan wastafel.
"Oek...!" Zara kembali mual,"Aku sudah bilang jangan mendekat ..! Aku merasa mual" Teriak Zara dengan keras membuat Mattew mematung seketika.
"Oke !Aku tidak mendekat,kalau sudah selesai cepat kembali tidur,Aku akan tidur di sofa " Jawab Mattew meninggalkan kamar mandi,membuat Zara merasa salah karena telah berbicara keras kepada Mattew.
"Sayang ...! Maaf " ucap Zara duduk di tepi ranjang,Mattew menoleh kearah Zara.
"Eem...Kenapa?Apa mau Aku buatkan minuman jahe ? bisa meredakan mual " Mattew segera bangkit dari tidur nya dan duduk di sofa.
"Tidak perlu,Aku akan kembali tidur,seperti nya Aku masuk angin,dan Aku hanya ingin istirahat saja,Bee tidur di sofa tidak apa -apa kan ?" Tanya nya merasa tidak tegaan .
"Tidak apa- apa Kamu tidur lah,Aku akan tidur disini "Mattew segera membaringkan tubuhnya dan menghadap kearah yang berlawanan dari posisi ranjang.