My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 160



Abian meminta semua keluarganya, berkumpul di kamar inap Clara di rumah sakit HK.


ZaZi dan juga Mattew telah sampai dirumah sakit,terlihat Zara yang duduk di sofa bersama dengan Zico,mengobrol dengan cukup akrab,sudah lama Zara tidak bertemu dengan kakak nya hari ini bisa menghabiskan waktu berdua,Mattew kembali di abaikan,Kali ini Pria Matang ini duduk dengan menyilang kan kaki nya melihat kearah istrinya yang sedang tertawa di depannya.


"Kakak tau,Aku cukup bahagia hari itu,dapat melihat ikan tangkapan Kakak,tapi begitu di Masak kakak yang alergi ikan,tetap memakan nya demi menyenangkan hati Mama " ucap Zara tidak berhenti nya berbicara.


"Sudah cukup bahas itu,gimana kabar Mu? kakak lihat Kamu semakin kurus,apakah suamiMu tidak menyediakan makanan yang baik untukMu" cibir Zico yang dilirik oleh Mattew dengan tatapan datarnya.


"Setiap hari Aku makan banyak,Kakak tau,Dia Pria yang cukup baik,tidak akan membiarkan Ku kelaparan "Jawab Zara,masih duduk bersebelahan dengan Zico.


Ceklek...!Setelah menunggu sekian lama,Akhirnya seorang perawat mendorong Clara masuk kedalam ruangan inap nya, setelah menunggu 10 hari diruang operasi.


Abian membantu mengangkat tubuh Clara keatas ranjang.Dokter Mishan juga ikut masuk kedalam ruangan.


"Dok,kapan bisa di buka perbannya ?" tanya Abian lagi


"Tunggu sebentar lagi,Aku akan membuka nya"


Dokter Mishan segera menyediakan alat untuk membuka perban yang ada di wajah Clara,dan juga seorang perawat membantu Dokter Mishan dalam melakukan tindakan medis nya.


Perban demi perban mulai di lepaskan dari wajah Clara,dan terakhir sisa di bagian mata,setelah semua siap,Clara yang masih memejamkan mata nya menunggu perintah dari Dokter Mishan baru membuka nya.


Abian melihat nya penuh dengan kekaguman,tidak ada celah usai di operasi plastik,semua kembali ke semula,bahkan kali ini wajahnya lebih tirus dari sebelumnya,menambahkan kecantikan Clara diusia yang tidak muda lagi.


"Nyonya Clara silahkan buka matanya "


Perlahan - lahan Clara membuka matanya,Orang yang pertama dilihat Clara tepat di depannya adalah Abian sang suami,yang selalu siap siaga membantu dan menjaga nya di rumah sakit,setelah itu Dia tersenyum kearah Zico dan Zara,barulah Dia menoleh kearah menantu laki - laki nya Mattew.


"Tunggu Tuan..!"Disaat Abian hendak memeluk Clara,Dokter Mishan melarangnya .


"Nyonya Clara belum semua,dalam kesembuhan bagi orang yang operasi plastik butuh beberapa bulan,baru bisa sembuh total,Nyonya Clara baru berjalan tahap kedua,tahap ketiga butuh waktu 6 bulan sampai 12 bulan,agar benar - benar sembuh dan tidak mengalami peradangan bagi kulit wajahnya " jelas Dokter Mishan yang membuat Abian tidak senang.


"Ini semua demi kesembuhan Nyonya Clara,sambil menjalani perawatan kaki nya yang lumpuh,ini juga bisa untuk penyembuhan pada kulit wajah" Sambung nya lagi


"Apakah ada larangan yang lain Dok?" Abian memegang tangan istrinya,ingin sekali mencium dan membelai wajah sang istri.


"Ada,ini juga harus di perhatikan,proses penyembuhan luka sangat dipengaruhi oleh status gizi,protein, vitamin C, K, E, zat besi, dan zink memainkan peran krusial dalam proses penyembuhan luka,kekurangan zat gizi yang telah disebutkan dapat menyebabkan proses penyembuhan luka menjadi tidak optimal,oleh sebab itu harap di perhatikan dengan baik,kebutuhan Nyonya Clara,jika ada yang bisa merawat nya dengan baik,Saya yakin tidak butuh waktu setahun untuk sembuh" Penjelasan Dokter Mishan membuat Abian lebih tenang dan bersemangat,karena Abian tahu Young pasti akan bisa merawat Clara di Mansion.


"Kapan Dia bisa pulang ?"


"Dua atau tiga hari sudah bisa pulang,asal sering - sering kontrol kesini " jawab Dokter Mishan dengan ramah.


"Terimakasih banyak Dok,Karena Dokter sekarang wajah istri Saya kembali seperti semula"


Dokter Mishan hanya tersenyum mendengar ucapan Abian .


Setelah Dokter Mishan keluar,Mattew berpamitan kepada Abian untuk segera ke kantor karena ada rapat,dan Zara juga ikut bersama dengan Mattew.


"Zico ..!" Panggil Abian yang melihat Zico berdiri didepan ranjang Clara.


Pria ini segera menoleh kebelakang,dan menghampiri Abian yang duduk di sofa.


Clara hanya bisa melihat saja Ayah dan Anak akan berdebat lagi soal wanita,karena saran Dokter Mishan selama tiga hari Clara tidak boleh berbicara.


"Aku baru kembali dari pulau,belum juga kembali kerumah,setelah Aku pulang Aku akan membicarakannya kepada Anushka " Jawab Zico dengan tenang .


"Ingat,janji Kita sebelumnya,tidak ada yang boleh curang,yang kalah siap terima hukuman !"


"Aku sudah mengingatnya,Aku akan kembali kerumah"Zico bangkit dari duduk nya dan menghampiri Clara di ranjang .


"Ma,Aku pulang dulu !" Tidak ada jawaban dari Clara,hanya ada kedipan matanya saja.


Zico segera keluar meninggalkan ruangan inap Clara.


***


Sebuah mobil sport terparkir di halaman rumah,Zico segera melangkah masuk kedalam rumah,tepat di depan tangga,semua orang telah berbaris menunggu Zico dari kemarin,mengetahui Tuan Muda pulang,mereka segera membuatkan barisannya lagi dan semua menundukkan kepala nya .


"Tuan Muda ..!" Sapa semua para pelayan dan pengawal.


Zico tidak menjawab segera naik keatas untuk memberikan,paperbag kepada Anushka.Dengan perasaan yang cukup gembira,bahkan Zico sama dengan Pria lain pada umum nya,yang baru pulang kerja,dan mencari istrinya untuk memberikan hadiah yang Mereka bawa.


"Anushka ...." panggil Zico tanpa ada jawaban nya,"Sayang ......!"Untuk pertama kali nya Zico memanggil Anushka dengan sebutan Sayang,karena Zico yakin,jika Tuan Besar bisa memberikan kesempatan kepada Anushka ,Dia juga yakin Gadis ini akan bisa melewati tes yang diberikan oleh Abian .


Ceklek...! Dengan senyuman yang masih terpancar dari raut wajahnya,Zico membuka pintu kamar Anushka.Namun,sekali lagi Dia kecewa,Dia tidak menemukan Anushka ada dikamar Nya.Zico masuk kedalam kamar dan duduk di tepi ranjang,melihat suana kamar yang sepi,bahkan paperbag yang berisi baju Anushka yang di belinya juga di bawa masuk,dan Dia meletakkan nya diatas ranjang .


"Apa mungkin di kamar mandi ?" Gumam nya berjalan kearah kamar mandi


Sreett...!Zico menggeser pintu kaca kamar mandi,namun tidak menemukan adanya sosok Anushka di dalam kamar mandi.


Zico kembali turun kelantai dasar,dan melihat para pelayan dan pengawal masih berbaris didepan tangga menunggu Zico.


"Dimana Anushka ..?"Begitu sampai di lantai dasar,ucapan itu yang pertama keluar dari bibir Zico.


Tidak satupun orang yang berani menjawab,semua menundukkan kepalannya .


Setelah tiba kesabaran Zico habis,dan Pria ini mengeluarkan senjata dari balik jas nya, membuat para pelayan dan pengawal gemetar segera semua nya bersujud dilantai.


"Tuan Muda,Maaf kan Kami semua,Nona Anushka di culik tempo hari waktu kita berbelanja di Mall !" Ucap salah satu pelayan yang ikut belanja hari hilang nya Anushka


"Kenapa Kalian begitu yakin,kalau Dia di culik bukan Kabur ?" Zico berusaha menahan emosi nya,Dia takut kalau Anushka kabur dari hidup nya karena Dia memperlakukan Gadis itu dengan buruk sebelumnya.Tapi,Zico juga sangat mencintai gadis kecil itu,hanya saja tempramen nya cukup buruk,sehingga tidak bisa bersikap lembut kepada wanita.


"Karena barang bawaan Nona Anushka terjatuh didekat toilet Tuan " Sambung mereka lagi


"Berikan barang nya kepada Saya..!"Salah satu pelayan memberikan paperbag milik Anushka kepada Zico,tanpa memeriksanya Zico segera membawa paperbag itu naik keatas setelah memerintahkan para pelayan itu pergi.


BRAK...!Zico membanting pintu kamar dengan cukup keras,sehingga suaranya dapat terdengar sampai ke lantai bawah,semua para pelayan takut dan gemetar,karena sebelum nya Mereka mengenal sosok Zico yang tempramen .


"Dia,Pergi atau diculik ?" Gumam Zico lagi menatap kearah foto yang terpajang di dinding kamar nya,entah sejak kapan foto itu sudah ada di dalam kamar nya.


"Aku harus menyelidikinya,dan membawanya kembali kesini sebelum tes dari Tuan Besar di mulai " Gumam Zico lagi,mengambil Vodka yang ada di lemari kaca yang terletak disudut kamarnya .