My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 74



Jam menunjukkan pukul 5 sore,sudah waktu nya semua karyawan kantor pulang .


tok...tok..tok.. Suara ketukan pintu dari luar ruangan Mattew ,Asisten Jo datang menemui Mattew.


"Masuk...!!"


Ceekreeekkk......pintu ruangan terbuka,terlihat Mattew yang sedang menyimpan berkasnya,Asisten Jo menghampiri Mattew di meja CEO.


"Bos...ini berkas yang anda minta,semua itu telah di jelaskan dengan detail,tapi didalam berkas ini ada kejanggalan"


Asisten Jo nampak memperlihatkan kejanggalan yang dimaksud nya


"Periksa dengan detail kejanggalan ini,serahkan infonya dalam 2 menit ke saya" titah Mattew mengambil jas mantel yang iya letakkan di kursi nya


Asisten Jo nampak terkejut mendengar ucapan bos nya,dalam 2 menit dia harus menyelesaikan tugas yang di berikan Mattew,


"Tuan..aku permisi" Asisten Jo segera keluar dari ruangan Mattew .


Tap...tap...tap....Mattew berjalan menuju lobby kantor,Karena kejadian semalam banyak karyawan yang bertanya - tanya mengenai kedekatannya dengan istri pebisnis nomer 1 di negara E yaitu Abian .


"Apakah kalian cuma tau bergosip dari pada kerja ....!!!!" Teriak Mattew yang baru saja lewat di tempat karyawan nya


"Jika masih aku dengar kalian bergosip,segera keruang HRD ambil surat pemecatan kalian ....!!"


Semua karyawan segera tutup mulut dan segera membereskan pekerjaan mereka agar bisa pulang


Setelah memberi peringatan kepada semua karyawan Mattew segera keluar dari perusahaan nya .


Saat di dalam mobil,asisten Jo menghampiri Mattew.


Mattew menurunkan kaca pintu mobil " Gimana ..?" langsung bertanya saat mengetahui Asisten Jo datang


"Sudah beres Tuan ....ini berkas nya "


Memberikan berkas kepada Mattew,dan dia segera menyalakan mobilnya untuk mengantarkan tuan Mattew pulang .


***


Mike sedang memeriksa pembangunan yang ada di Jepang ,proyek itu sudah siap 60% waktu nya lebih cepat dari yang di perkiraan oleh mike .


"Tuan saya mengundang anda untuk minum kopi di kafe sebelah,mari....." Ucap mandor yang menangani proyek itu


"Terimakasih pak endang anda cukup baik"


Mike mengikuti pak endang pergi ke kafe untuk bersantai sambil minum kopi.


Duugg.....tiba-tiba seorang anak kecil perempuan menabrak Mike yang sedang berjalan .


"aduuhhh...." anak itu jatuh ke dekat kaki Mike,pria itu langsung membantu anak itu


"Adik kecil...kamu tidak apa-apa..." tanya Mike memegang bahu anak kecil yang barusan menabrak nya


"Dia.....kenapa wajah nya ...sangat mirip dengan dia..." Batin Mike memperhatikan anak itu


"Aku tidak apa-apa om....Arigato.." Jawab anak itu setengah menunduk kan kepala nya


"Tunggu...sayang ...siapa nama mu....?" tanya Mike kembali saat anak itu mau pergi


"nama saya Roshmi om...."


ucap anak perempuan itu sambil tersenyum


"om ...saya pergi dulu ya mama sedang menunggu saya di mobil " Roshmi segera berlari kearah mobil yang terparkir tidak jauh dari kafe itu


"Mama......" panggil Roshmi saat melihat mama nya turun dari mobil


Mike melirik kearah Roshmi berlari ,dia ingin melihat sosok wanita yang di panggil mama oleh Roshmi.


"Tuan Mike....." panggil pak endang


"eh...iya pak .."


"Anda kenal wanita itu Tuan ??..Dia CEO dari perusahaan yang sedang bekerjasama dengan Tuan Mike dia pemilik nya Tuan,Dia cucu dari Tuan Hiroshima,jadi perusahaan nya di wariskan kepada Dia " Jelas pak endang


"Owh...aku belum bertemu dengan nya,berarti dia sudah kembali ya akan segera bertemu dengan nya untuk membahas proyek ini " jelas Mike


Mereka melanjutkan perjalanan nya ke kafe,Mike memikirkan anak perempuan yang iya temui barusan ,wajahnya sangat mirip dengan seseorang yang ia kenal .


***


Sampai di tempat penginapan nya,Mike mengambil kembali berkas kontrak yang di berikan oleh Abian .


"Disini masih tertulis pemiliknya Hiroshima,belum menulis nama pewarisnya "Gumam Mike


Kriing....


kriiing ...


Handpone Mike berdering pertanda ada panggilan masuk.


"hallo ...."


"Tuan Mike....ini saya asisten ibu Shita,besok pagi ada pertemuan di N331 cafe "


"Baik besok jam 8 saya akan kesana "


Mike segera mematikan panggilan,CEO yang selama ini iya tunggu akhirnya bisa ketemu juga,kalau tugas nya sudah selesai dia bisa segera kembali ke negara E.


MANSION .....!!!


Abian sedang membereskan semua barang milik Zico,dua buah koper baru sudah siap di bereskan,sekarang tinggal dengan barang - barang elektronik lain nya .


"Zico ...sayang kamu baik-baik disana ya " Clara mengelus rambut anaknya karena malam ini Zico akan dikirim ke pulau oleh Abian .


"Ma aku ini bukan anak kecil yang harus di ingatin begitu,mama juga ngapain nangis ...." ucap Zico dengan kesal,yang melihat Clara menangis


"Enggak ....!mama enggak Nangis ..." Clara kembali memeluk anaknya


"Kak...hati-hati ya ...." seru Zara memeluk Zico


"Bocah kamu jangan nyusahin mama dan papa disini ya " mencubit pipi Zara,terlihat Zico sangat sayang kepada adik perempuan nya .


Clara tidak kuasa menahan air mata kepergian Zico,anaknya masih kecil tapi harus di kirim ke pulau, itu semua demi keselamatan Zico sendiri,karena sebelum dewasa dia harus siap jadi pewaris Abian .


"Sayang aku pergi dulu ya .....mungkin sedikit lama disana ,sampai menunggu Zico terbiasa disana ..." ucap Abian


"Hati - hati sayang....telepon aku kalau sudah sampai ke pulau sayang "


"Sudah tidak perlu menangis,nanti kan kita bisa kesana kalau rindu dengan Zico "


Zico memang anak yang begitu cuek,Dia langsung masuk kedalam mobil dengan Abian ,tidak melambaikan tangan perpisahan,malah Clara yang menangis di pisahkan dengan anaknya .


"Ma....kenapa Kakak pergi ke pulau ...?" Tiba-tiba Zara bersuara yang dari tadi cuma diam saja


"Untuk sekolah sayang,biar menjadi anak sukses ....Nanti Zara juga dikirim ke Negara S sama papa biar jadi orang sukses " jelas Clara kepada anaknya


Gadis yang berusia 8 tahun ini tersenyum mendengar penjelasan mama nya,Mereka segera masuk kedalam mansion,setelah mobil Abian keluar dari halaman mansion .


Saat malam menjelang menjadi rembulan yang begitu terang ,Suluh lah mimpi indah Biar indah seindah kejora yang berkelipan .Malam janganlah kau berubah rupa,Menjadi taufan yang membawa petaka hingga semua kasih dan setia terhempas bagai badai yang menggila.


Clara merebahkan tubuh nya disamping Zara diatas ranjang milik anaknya,Dia menemani anaknya tidur karena malam ini Dia mulai tidur sendiri,Terlihat Clara yang sangat peduli dan sayang kepada anaknya tidak membiarkan anaknya merasa takut dan menjadi trauma setelah kejadian kemarin malam.