My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 156



Anushka masih larut dalam pelukan sang kakak,tapi Markus segera mendorong tubuh Anushka .


"Anushka,dengar,"Raut wajah Markus yang penuh ke khawatiran "eeem...Kakak baik - baik saja,ada seseorang yang menolong kakak,tapi Kamu belum bisa kakak bawa sekarang,Karena Aku masih membutuhkan bantuan Mu..!" Ucap Markus memegang bahu Adiknya


"Kak,kalau Kakak,melibatkan Aku lagi dalam urusan Kakak,Aku tidak mau ..!" air mata Anushka terus mengalir dari pipi nya,"Aku...Aku tidak mau lagi berurusan dengan keluarga Carlose,Mereka itu kejam dan berbahaya Kak,hari ini Aku bisa lolos itu karena beruntung,tapi jika Aku bertindak bodoh sekali lagi mungkin Aku tidak akan selamat..!" ucap Anushka dengan gemetar,Markus tau apa yang dialami adik nya


"Katakan..!Apa Kau jatuh cinta sama Tuan Muda Carlose?" pertanyaan Markus membuat Anushka terdiam, "Jika Kau jatuh cinta lebih baik urungkan niat Mu,karena Kita berbeda dengan Mereka,orang seperti Kita tidak bisa menjalin hubungan dengan Mereka" ucap Markus sungguh - sungguh menyakinkan AdikNya.


Anushka tidak menjawabnya,Dia hanya diam saja,tapi ada sesuatu yang Anushka sembunyikan,yang berhasil ditebak oleh Markus.


"Kau hamil..?" Raut wajah Markus yang memerah membuat Anushka takut dan tubuh Nya gemetar,Dia belum pernah melihat Markus begitu menakutkan,selama ini kakaknya cukup bersikap lembut,tapi setelah bertemu lagi lama berpisah,Markus menjadi orang yang berbeda.


"Aku..."


"Nona Anushka ,Nona..!dimana Anda?" para pelayan dan pengawal berteriak mencari Anushka karena sudah lama menghilang.


"Aku harus pergi Kak"ucap Anushka membalikan tubuh nya


"Tunggu,Aku akan membawaMu bersama Kakak,Aku tidak akan membiarkan Mu pergi dengan Mereka lagi" Ucap Markus menarik lengan Anushka untuk bersembunyi.


"Kak,maaf tapi Aku tidak bisa ikut dengan Mu,Aku harus pergi,Aku punya alasan melakukan ini,biarkan Aku pergi" ucap Anushka dengan gemetar.


Bugh..!Disaat Anushka lengah dan membalikan badan,Markus segera memukul Anushka hingga pingsan, "Maaf Anushka Kakak terpaksa melakukan ini " gumam Markus lagi membawakan Anushka pergi .


Tanpa sepengetahuan Mereka paperbag bawaan Anushka tertinggal di depan lorong toko yang ada toilet.


"Ini punya Nona Anushka "Ucap salah satu pelayan yang ikut dengan Mereka tadi.


"Benar,ini punya Nona Anushka Kita harus segera pulang,dan memberitahukan kepada Tuan Muda,kalau Nona Anushka diculik" ucap Mereka lalu pergi meninggalkan Mall tersebut.


***


Zara baru selesai mandi,dan duduk di depan cermin untuk merias wajahnya.


"Aduuhhh....!"Gumam Zara memegang kepalanya, "kenapa berasa kamar ini berputar -putar pusing sekali kepala Ku..!" sambungnya lagi masih memegang kepala nya.


Zara segera keluar kamar untuk mencari sarapan,Dia yakin kalau Mattew telah menyediakan sarapan untukNya.


Benar saja diatas meja sudah ada sarapan yang di tinggal kan Mattew untuk Zara.


Dengan sangat lahap Zara menghabiskan sarapan itu,bahkan tanpa tersisa.


"Oeek....oeek..Oeeek..." Perut Zara terasa melilit dan apa yang dimakan semua dikeluarkan kembali,karena muntah .


"Aku lupa minum obat lambung semalam,perut Ku sakit sekali,dan terasa mau mati kalau melilit begini "Gumam nya lagi,berjalan menuju ruang tamu,Zara mencoba membaringkan tubuh nya disana.


Setelah berbaring cukup lama,perutnya tidak juga merasa baikan,setelah berpikir lama,Zara ingin menelpon Mattew.Namun,diurungkan lagi niat nya, karena Mattew baru masuk kantor hari ini setelah cuti,pasti Dia sangat sibuk.Untuk meredakan sakitnya,Dia hanya bisa tertidur sementara agar rasa melilit di perut segera menghilang.


DI MEXIO. . .!


"Semuanya sudah selesai,bahkan proyek yang rusak sudah dibereskan,memang Tuan Abian layak menobatkan pebisnis nomer satu di Negara E,bahkan dimana pun tempat nya Tuan Abian banyak di kenal orang" Puji Tuan Arnots dengan segelas Vodka di tangan nya .


"Anda terlalu memuji Saya,Tuan Arnots sendiri orang hebat nomer tiga di Negara E,tidak kalah hebat dari Saya,satu gelas untuk Tuan Arnots semoga proyeknya berjalan dengan lancar"


"Satu gelas untuk Tuan Arnots " sambung Mattew,mereka bertiga bersulang di dalam ruangan Abian.


Mattew segera bangkit dari tempat duduk nya dan berpamitan dengan Abian .


"Saya pamit duluan,Karena masih ada meeting di kantor " Ucap Mattew,setelah bersalaman dengan kedua nya,Dia segera keluar dari ruangan Abian.


Selang beberapa menit kepergian Mattew,Zico kembali dengan Emily,dan masuk kedalam ruangan Abian .


Cekrek...! Terdengar suara ruangan CEO terbuka,Zico dan Emily sudah berada di ambang pintu.


"Ini Mereka sudah kembali " seru Tuan Arnots melirik kearah Zico dan Emily,berbeda dengan Abian yang bisa membaca raut wajah anaknya yang kesal.


"Kalau begitu Tuan Abian terimakasih atas waktu nya,Saya dan Emily pamit untuk kembali dulu,Jika ada kesempatan Kita bertemu di lain waktu "ucap Tuan Arnots bersalaman dengan Abian,dan melewati tempat Zico berdiri,Pria ini hanya tersenyum kecut kearah Tuan Arnots yang berlalu di depannya.


"Pah..!Aku akan kembali ke pulau sore ini,karena hari ini ada acara di Bar Prajurit" ucap nya ,berbicara lebih sopan dari sebelumnya.


"Apa kau menyukai gadis itu ?"


"Papa tau jawabannya,Aku tidak perlu menjelaskannya ..!" Zico segera pergi dari hadapan Abian,Pria berstatus seorang suami dan juga orang Tua bagi Anak - Anak nya,bisa merasakan ketidaksukaan nya kepada Gadis yang dijodohkan papa nya .


"Dia persis seperti Ku waktu muda,kalau sudah cinta dengan satu gadis yang lain dianggap patung " Gumam Abian kembali ke mejanya.


Diluar Mexio,Kasio sudah menunggu Zico,dengan mobil yang menyala,begitu sampai di depan pintu keluar kantor,Zico segera masuk kedalam mobil untuk pergi ke pulau.


"Apakah hari ini ada pemilihan pasukan tingkat baru ?" Zico melihat paperbag yang di bawanya.


"Hari ini tidak ada pemilihan pasukan tingkat baru.Tapi hari ini ada banyak acara yang di jadwalkan di Bar pulau,termasuk untuk mengenali para musuh dari luar pulau" Jelas kan Kasio masih fokus dengan setirnya.


"Apa Kau sudah menemukan Markus ?


Kau tau Aku memerintahkan Mu mencari Markus,sebelum Tuan Besar menangkap nya,Aku ingin melakukan pertemuan perdamaian dengannya,Karena Dia termasuk korban dalam kasus sebelumnya"


Zico memainkan iPad yang di tangan nya,dari kecil Zico sudah gemar bermain game,kalau ada waktu luang Dia masih sering memainkan game.


"Belum..!Keberadaannya tidak bisa di lacak,tapi Tuan Muda,jika Tuan Muda ingin benar menjumpainya,Aku bisa menyuruh orang di bar pulau untuk mencari informasi mengenai Markus"


"Kita bisa membahas itu saat sampai disana "


Kasio melirik Zico dari kaca mobil,Zico masih fokus dengan iPad nya .


"Jika Zico tau dalang dibalik hilang nya file pulau,entah apa Dia masih mau berdamai atau tidak dengan Markus" Batin Kasio,yang bimbang,satu sisi Dia berpihak kepada Tuan Besar,satu sisi Dia juga bekerja kepada Tuan Muda,Kasio benar- benar di buat stres dengan konflik Bapak dan Anak yang sama - sama keras kepala.