My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 87



12 TAHUN KEMUDIAN ....!!!


Semilir angin menghembuskan kain gorden yang bergantungan di jendela besar kamar Clara,wanita itu membukakan mata nya melihat kearah jam dinding di kamar nya menunjukkan pukul 8 pagi,Clara segera mengambil handpone yang ada di nakas,ada sebuah pesan dari anak perempuan nya yang akan pulang ini hari ke Negera E.


Sudah seminggu Abian pergi ke Jepang untuk melakukan pekerjaan nya yang tidak bisa ditunda,Abian dan Mattew serta Mike,mereka bisa reunian di Jepang karena sudah lama tidak bertemu .


Hari ini Clara harus menjemput anaknya di bandara,Berson sudah menunggu Clara di lantai bawah,wanita ini baru selesai mandi akan membutuhkan waktu cukup lama untuk menghias wajah nya.


Tap...


tap ..


tap ...


Clara menuruni satu persatu anak tangga yang ada di lantai 2 menuju lantai dasar.


Clara membuka pintu utama melihat Berson sedang menunggu nya di depan mobil yang menyala.


"Kita ke bandara ya Jemput Zara ...!! Apakah kamu sudah menelpon Zico menyuruh nya untuk pulang ?" Abian berjalan masuk kedalam mobil


"Sudah Nya...! Tuan muda baru bisa pulang besok Nya....!!"


"Yasudah kita langsung pergi saja...!! Tidak perlu membawa banyak pengawal cukup kita berdua saja ...!!"


"Tapi ...Nya....Tuan Besar bilang harus membawa pengawal setiap Nyonya keluar ...!!"


Berson terlihat bingung,dan khawatir jika membantah perintah Tuan nya .


"enggak apa-apa kali ini aku yang bertanggung jawab...!! berangkat sekarang ...!!"


Braaakk...!! Berson menutup pintu mobilnya,dan dia segera masuk kedalam mobil untuk membawa istri Tuan nya ke bandara,Untuk menjemput Nona Muda.


***


JEPANG ...!!!


Sebagai ibukota negara sekaligus wilayah terpadat di Jepang, Tokyo memang selalu penuh hiruk pikuk orang. Namun, ada kalanya kota ini terasa begitu damai dan tenang ketika saat pagi hari.


Abian dan kedua sahabatnya Mike dan juga Mattew sedang menikmati secangkir kopi di restoran yang ada di Tokyo .


"Bos kapan kamu akan kembali ke Negara E....?" Mike melihat kearah Abian yang sedang melihat ke handpone nya menunggu panggilan dari Clara .


"Belum tau....!!" Abian meletakan handpone diatas meja dan segera menghirup kopi hangat nya yang sudah lama di biarkan semenjak diantar oleh pelayan .


"Bro....selamat ya atas pernikahan mu...!!" Mattew memberi selamat kepada Mike sahabat nya yang sekarang berstatus suami dari Roshita.


"Kamu sendiri kapan nyusul ....!!!" pertanyaan Mike membuat Mattew kaget dan menumpahkan kopi ke atas celananya .


"Uhuk....uhuk.....!!!" Mattew mengelap mulut nya sekalian membersihkan celananya,Mike dan Abian saling pandang satu sama lain menunggu jawaban dari Mattew


"Aku...aku sudah punya pendamping hidup ...!!" Memperlihatkan keangkuhan nya didepan Mike sambil tetap melanjut meminum kopinya,Mike kaget,melotot kearah Mattew seakan tidak percaya dengan jawaban Mattew berbeda dengan Abian yang menanggapi nya dengan santai .


"Ha ...Ha...Ha....kau bercanda .....!!!" Brakkk...brakk...saking kaget nya mendengar pernyataan Mattew ,Mike mengebrak meja dua kali,Abian menatap tajam kearah Mike yang bertingkah seperti anak -anak.


"Ooops...maaf ...maaf..." Mike melihat tatapan Abian yang mengerikan langsung duduk ketempat nya semula, "Mana bukti nya perlihatkan bukti nya " Mike masih tidak percaya,tapi Mattew segera mengambil handpone nya dan memperlihatkan sebuah foto yang ada di layar wallpaper itu membuat Mike makin kaget dan segera diam tidak melanjutkan bicaranya lagi.


"Apa kau percaya sekarang....!!" Tatapan Mattew yang dingin melihat kearah Mike yang masih menahan ketawanya .


"Ya ..ya...suka hati mu....!!" Mike mengacuhkan bukti yang di perlihatkan oleh Mattew, "Apa kau percaya bos ....?" Mike melemparkan pertanyaan nya kepada Abian ,namun lirikan mata Abian membuat Mike mengurungkan niat nya ingin mengetahui lebih dalam rahasia Mattew.


"Lupakan...!! anggap saja aku tidak bertanya apa-apa " Mike Menggerakkan tangan nya


Kriingg....


kriing.....


kriing....


"Hallo..." Abian mengangkat handphone, mengetahui Berson menelpon nya .


"Tuan ....Nona muda dan Nyonya Besar di culik...!!! " Dengan suara gemetar Berson melaporkan kepada Abian


"APA...?? "Abian langsung berdiri saat mendengar pernyataan Berson "Carikan mereka sampai ketemu...!! kalau tidak kamu tau akibatnya ...!!! hubungi Zico di pulau ...!!! " Titah Abian terlihat kemarahan yang tidak bisa lagi di tahan nya


"Baik Tuan ....!!"


Berson mematikan handpone nya,Mattew dan Mike menunggu informasi dari Abian,"Ada apa..?" pertanyaan pertama di lontarkan oleh Mattew yang ikut berdiri melihat Abian sedang menahan emosi nya


"Clara dan Zara di culik....!!!Aku harus segera kembali ....!!" Abian segera pergi meninggal restoran itu Mike dan Mattew mengejar Abian dari belakang


"Bos ..!! Tunggu ...Bos aku bisa memesan tiket pesawat sekarang juga tidak perlu ke bandara"


"pesan untuk aku juga ....!!"


Mike segera memesan dua tiket kepada seseorang yang dia telepon lewat handpone nya,Mattew dan Abian Kembali ke tempat penginapan,untuk membereskan semua barang nya.


"Aku akan menelpon Kasio ..." gumam Abian mengambil handpone nya


"Kasio....!! Tolong cari semua informasi...Zara dan Clara di culik..."


"Baik...lakukan yang terbaik...! Temukan mereka segera....!!"


Tut...Tut ..Tut ...panggilan terputus,Mattew dan Abian segera di antar ke bandara oleh Mike,Karena setengah jam lagi pesawat mereka akan lepas landas.


"Bos...!! semoga Clara dan Zara segera di temukan .." Mike memeluk Abian tanda perpisahan dengan pria itu,Mike juga memeluk Mattew dan memberikan semangat kepada pria dingin itu.


Mattew dan Abian pergi menuju Apron agar tidak ketinggalan pesawat .Perasaan Abian tidak karuan,ada aura yang menegang kan dari wajah Nya,berbanding terbalik dari Mattew dan tetap tenang dan tidak khawatir dengan apa yang sedang terjadi,Abian melirik kearah Mattew yang begitu tenang tidak seperti dirinya yang masih khawatir dengan kondisi istri dan anaknya .


FLASH BACK ...!!


Setelah sampai di bandara,Clara mendapat panggilan telepon dari kantor nya,kalau dia ada meeting,tapi Clara menunda nya karena dia harus menjemput anknya di bandara .


Sebelum Clara sampai di Bandara,Terlebih dulu Zara sudah turun dari pesawat dan menunggu Clara di Boarding Area.


Wanita muda dengan sepatu boots,menggunakan sweater panjang selutut dan celana panjang,tidak lupa memakai syal di leher nya,rambut nya yang panjang lurus terurai begitu indah,kaca mata hitam melekat di mata nya membuat wanita itu terlihat semakin cantik.Disaat dia pulang,Swedia sedang di Landa musim dingin,dengan segala kelengkapan dari pakaian dan perlengkapan lain tidak pula juga Zara mempersiapkannya .


Zara berjalan menuju Boarding Area sambil menunggu Clara,setelah beristirahat setengah jam akhirnya Clara sampai dan segera menemui anaknya .


"Mama......Mama....." Dengan handpone di tangannya dan Beberapa koper disebelah kiri nya wanita itu memanggil Clara beberapa kali,Setelah melirik ke kanan dan ke kiri akhirnya Clara menemui posisi anaknya .


Zara berlari meninggalkan koper nya,berlari memeluk mama nya ,semua orang memandangi kearah mereka berdua,Tetapi wanita cantik itu cuek saja dengan pemandangan di sekeliling Bandara.


Mereka tidak terlihat seperti ibu dan anak lebih tepatnya seperti Adik dan kakak ,usia Clara saat ini 40 tahun sedang Zara 20tahun,tapi wajah Clara masih sangat muda dan masih sangat cocok dengan umur 20tahun.


"Mana kakak ...!!!" Zara melihat kebelakang dan mencari sosok Zico "Papa juga mana..?" Wajah yang semula nya ceria seketika berubah menjadi kecewa.


"Zico akan datang besok ...!! papa masih di Jepang ada tugas belum selesai ....!! kita harus bisa menerima kenyataan....." Melihat kearah anak nya dan memegang bahu Zara


"kenyataan bahwa kita tidak memiliki lelaki ....!!" Ucap ibu dan anak itu serentak lalu mereka tertawa bersama Ha...Ha...Ha...


"Nyonya....disebelah sini...!!" Berson membawa dua koper milik Zara ke mobil.


"Tolong berhenti di restoran Italia ya aku ingin makan Pizza Al Taglio bersama dengan Zara "


"Baik Nya...."


"Ayooo...sayang...." Clara merangkul putri kesayangan nya untuk masuk dalam mobil,Berson segera melaju mobil kearah Utara untuk mencari restoran yang di maksud oleh Clara.


Berhenti tepat di depan restoran memarkir sembarangan mobilnya Dia mengira hanya sebentar .


Zara berjalan menuju toilet,untuk mencuci tangan nya,Namun Clara juga mengikuti nya ke toilet .


"mau kemana ..?" Clara menarik lengan Anaknya yang hendak pergi


"Aku akan ke toilet ....apa mama mau ikut ...?"


"Yasudah ayoo...sama- sama"


Dua wanita cantik yang menjadi pusat perhatian restoran itu,berjalan menuju ke toilet dan mencuci tangan nya .


"Kamu tunggu mama disini,mama mau pipis "memelankan suaranya , Clara meninggalkan Zara di luar toilet sementara dia masuk kedalam .


Beberapa menit setelah Clara selesai,Dia segera keluar dan melihat anaknya sedang dibius oleh seseorang dengan sigap Clara melawan orang itu,sampai penjahat itu terkapar di lantai,Clara menyelamatkan Zara dalam kondisi terpengaruhi obat bius,penjahat yang jatuh tadi memanggil teman nya,alhasil Clara dan penjahat itu tarik menarik sehingga syal dan kalung yang di pakai Zara terlepas di toilet,tanpa sepengetahuan Clara seseorang memukul nya dari belakang dan segera membius wanita itu,kalau Clara sadar itu akan membuat mereka gagal membawa kedua wanita cantik itu.


"Bagaimana ...?" Tanya seseorang yang baru saja menghampiri mereka


" semua sudah beres bos..."


"Dudukkan dua wanita itu atas troli barang ,tutup dengan rapat,jangan biarkan orang lain curiga" beberapa orang penjahat menyamar sebagai pengantar barang,jadi mereka akan aman keluar dari restoran itu.


Beberapa penjahat itu berhasil membawa Zara dan Clara dari restoran,Berson yang merasa sudah lama menuggu di mobil akhirnya masuk kedalam restoran untuk mengecek majikannya.


Berson berjalan menuju lorong toilet,disana terdapat syal yang di pakai oleh Zara tadi dan juga kalung nya jatuh,Berson mengambil nya dan segera melapor kepada manajer restoran itu untuk meminta cek kan cctv karena Berson yakin terjadi sesuatu kepada dua wanita itu.Setelah melihat Cctv Berson memutuskan menelpon Abian,Dimana Abian sedang berkumpul dengan Kedua sahabat nya di Jepang .


Sebelum menelpon Abian,terlebih dulu Berson menghubungi Tuan muda Zico untuk meminta bantuan .


Kalung yang terdapat GPS malah terjatuh di toilet membuat Zico susah melacak posisi Zara .


"hallo Tuan muda....Nyonya besar dan Nona Zara di culik di sekitaran restoran Italia,penculik nya naik mobil dengan plat mobil xxx..."


Dalam keadaan panik Berson mencoba untuk meminta bantuan,dia yakin Zico adalah orang yang tepat untuk di mintai tolong


"Aku akan segera kesana...!! terus mencari informasi,dan sebarkan nomer plat mobil itu,agar polisi juga bertindak ...." Memperlihatkan bibir sexy laki-laki itu yang sedang di telepon oleh Berson untuk meminta bantuan,Pria itu mematikan panggilan nya dan segera memerintahkan kepada seluruh pasukan pulau agar segera mencari Zara dan Clara .


FLASH BACK SELESAI...!!!


Namanya Zico Carlose,banyak yang tidak pernah mendengar nama ini di luar pulau, melafalkan huruf demi huruf yang merangkum namanya, alam seperti mendentingkan komposisi nada dalam alunan simfoni yang menggetarkan,begitu sepadan dengan penampilan fisiknya yang mengundang decak.


Membuat mata tak rela berkedip sekejap pun, mengagumi mahakarya yang tiada tandingan. jantan,gagah,memukau,menggoda. Ketika ia berkata, otot-otot yang menyembul di balik kausnya tampak ikut mengejang.Zico duduk seenaknya,dengan kedua kaki berselonjor dan mengangkang. Celana jeans-nya yang ketat memperlihatkan semua lekuk kejantanannya.


Siapa yang sanggup menolak pemuda setampan ini. Tubuhnya tinggi atletis. Dadanya bidang. Setiap perempuan pasti berdesir melihatnya. Ingin berlabuh dalam dekapannya. Tak mau melepaskan lagi. Wajahnya demikian rupawan.


Sang pemahat tak meninggalkan cela sedikit pun dalam karyanya. Matanya yang gemerlap seperti telaga berkilauan tertimpa sinar matahari,membuat semua perempuan ingin berenang menyelami, meski basah dan tenggelam, tak mau naik ke daratan lagi tetap akan ingin tenggelam dalam pelukan pria ini.


Sorotan mata nya tajam memandangi handpone nya,para pasukan pulau telah menyiapkan kapal untuk berlayar,tiga kapal telah berlayar keluar dari pulau sesuai dengan perintah Tuan Muda Zico.