
1 MINGGU KEMUDIAN . . .!
Kondisi Abian sudah mulai membaik, setelah apa yang di lalui nya.Kini Clara dapat merawat Abian di mansion,meskipun dengan kondisi nya yang bum sembuh,tapi tidak mengurangi rasa pedulinya terhadap Abian.
"Apa sudah merasa baikan setelah pulang ?" Tanya Clara duduk di depan ranjang di atas kursi roda nya.
"Aku sudah membaik,Aku buka Pria lemah,hanya satu peluru saja !" Abian mengedipkan mata nya kearah Clara.
"Bukan Pria lemah..!Tapi Kau hampir mati malam itu" ketus Clara dengan kesal,memasang wajah cemberut nya .
"Dimana Anak - anak ?" Tanya Abian kepada Clara
"Zara ada di bawah,Zico sepertinya pulang kerumah Beauty!" Jawab Clara membantu Abian menggantikan pakaian nya.
"Kenapa wajah Mu sedih ?" Abian bangkit dari tidur nya dan duduk di tepi ranjang "Ceritakan pada Ku,apa yang Kau pikirkan ?" Abian memegang tangan istrinya.
"Aku sudah pernah bilang padaMu,Aku ingin hidup normal layaknya seperti orang biasa,Aku tidak ingin hidup seperti ini lagi,setiap hari penuh pengancaman.Apapun yang terjadi kepada Zara,itu semua di sebabkan oleh Mu,Kamu yang bertanggung jawab akan hal itu"Tatapan Clara mengartikan ke khawatiran yang begitu dalam.
"Jika Mattew tidak datang tepat waktu,Aku tidak tau harus melihat anak Ku seperti apa?" Sambung Clara lagi.
"Sayang,dengan memilih Mattew menjadi menantu Kita saja,Kita sudah tau kemampuan nya untuk melindungi Zara,selama Dia ada Kita tidak perlu takut akan hal itu,Semua musuh - musuh Kita sudah musnah,Pangeran Derrin ada mendekam di penjara !"
Abian kembali memeluk istrinya yang tengah takut.
"Aku punya rencana untuk kesembuhan Mu,Aku akan membawa Mu ke Australia untuk penyembuhan Kaki Kamu !Kita akan tinggal disana untuk selamanya,Aku akan memberikan Mu hidup yang normal seperti yang Kamu inginkan !" Sambung Abian lagi.
"Bagaimana dengan Anak - anak ?" Clara menatap sendu kearah suaminya
"Zara sudah punya Suami,dan Zico juga pasti akan menikah..! Emily Gadis yang baik kan?"Tanya Abian kepada Clara,Wanita ini tidak menjawab nya.
"Papa...!" panggil Zara yang berdiri di ambang pintu dengan Mattew.
"Sayang !"Clara menoleh kebelakang .
"Bagaimana kondisi papa sudah membaik ?" Zara memegang tangan Abian
"Papa baik - baik saja,gimana calon cucu papa sehat ?"Tanya Abian,Zara hanya menganggukkan kepala nya saja
"Menantu duduk lah!" Abian melirik kearah Mattew,membuat wajah Pria ini merah merona mendengar panggilan yang baru pertama kali di dengar nya.
Mattew duduk di tepi ranjang di sebelah Zara,melihat kebahagian di wajah istrinya,membuat Mattew menyimpulkan senyuman di sudut bibirnya .
***
Terlihat dari jauh Anushka tidur di dekat makam Kakak nya,masih mengenakan baju yang sebelum ya,sudah satu Minggu gadis ini berada disini,tidak makan tidak minum,kondisi nya sungguh memprihatinkan.
Zico tidak kunjung datang setelah kejadian malam itu,mengutuskan Kasio untuk membantu Anushka mengurus semua nya.Namun, tidak pernah terlihat Anushka kembali ke rumah Beauty,gadis ini menolak nya .Saat Zico kembali pagi ini,Zico tidak menemukan adanya Anushka,Dia menerima pesan singkat dari Kasio kalau Anushka ada di makam Markus.
Zico memegang bahu Anushka,gadis ini menoleh kearah Zico,dengan penampilan yang berantakan membuat Zico kaget.
Bugh ..! Anushka memeluk Zico begitu melihat Pria itu datang untuk menemui nya,namun Zico tidak membalas pelukan Anushka,Pria ini membiarkan Anushka memeluknya.
Zico membawa Anushka masuk kedalam mobil,tidak banyak bicara namun tatapan Zico dan Anushka dapat mengartikan semuanya.
"Kasio jalan..!Kerumah Beauty!"Titah Zico kepada Kasio yang berada didalam mobil,Zico memberikan sekotak makanan dan sebotol minuman kepada Anushka.Gadis ini menerimanya,menatapnya penuh sendu.
"Makan lah..!"Ucapan singkat Zico,membuat Anushka terdiam,tidak juga menyentuh makanan itu.
"Habiskan makanannya,bayi Mu perlu nutrisi yang cukup !" Anushka menatap Zico lagi dengan tatapan sayu nya, air mata nya berlinang di pipi nya yang kusam.
Anushka makan dengan begitu lahap,dan tidak memperdulikan Zico yang disamping nya.
Zico membuka minuman,lalu memberikannya kepada Anushka ,tangan nya bergerak untuk membelai rambut Anushka.Namun,tangan nya di tarik kembali oleh Zico,Pria ini memalingkan wajahnya ke samping.
Kasio membuka pintu mobil untuk Zico,Pria ini menunggu Anushka keluar,lalu mengajak nya masuk.
Anushka dengan linglung nya mengikuti langkah Kaki Zico dari belakang,semua para pelayan melihat kearah Anushka,namun tidak satu pun dari Mereka yang bisa mempertanyakan apa pun kepada Anushka.
Sampai di lantai atas,tepatnya di kamar Anushka,Gadis ini mendapati kamar yang begitu bersih meskipun tidak ada penghuni nya,Anushka masuk kedalam kamar,Zico berdiri diambang pintu.
"Tuan Muda tidak ikut masuk ?" Tanya Anushka menoleh kearah Zico yang masih berdiri di ambang pintu.
"Aku ada urusan lain di kantor,Kamu istirahat lah dulu !"
Blam ..! Zico menutup pintu kamar Anushka dengan kasar,dan kembali turun kelantai dasar.
"Siapkan makan malam ! jika Dia tidak turun untuk makan,Kalian bisa mengantar nya ke kamar !" Titah Zico lalu pergi meninggalkan rumah Beauty.
"Kasio,antar Aku ketempat di mana Pangeran Derrin berada !" Titah Zico dengan tatapan kesal nya.
"Tuan Muda,Anda tau,sebanyak apapun kejahatan yang di lakukan Pangeran Derrin.Namun,Dia punya banyak uang untuk mengatasinya,Kita harus melakukan sesuatu,agar Dia bisa di hukum,namun tujuan utama Kita adalah menekan pemerintah untuk ikut turun tangan,karena selama ini Pangeran Derrin bersembunyi di belakang pemerintah !"
Zico mengerti maksud dari perkataan Kasio,namun sebelum itu di putuskan Dia lebih dulu harus bisa bertemu dengan Pria itu.
Kasio memarkirkan mobilnya di depan gedung mewah,bukan Police Station,melain kan penjara mewah bagi kalangan orang kaya,Mereka akan tinggal di tempat seperti ini,dengan membayarkan semua fasilitas nya .
Setelah melaporkan kepada petugas,Zico dan Kasio di antar ke sebuah kamar,di lantai dua.Zico meminta Kasio untuk menunggu di luar,Dia sendiri yang akan menemui Pangeran Derrin.
Ceklek..!Mendengar suara pintu terbuka Pria itu melihat kearah pintu,ada Zico yang berdiri disana.
"Kau mencari Ku ?" Tanya nya saat melihat Zico masuk,petugas menutup pintunya kembali.
"Aku datang kesini bukan bertujuan untuk melihat keadaan Mu,tapi Aku punya tujuan lain..!" Zico berdiri tepat di depan Pangeran Derrin.
"Ha..Ha..Ha.."Pria itu bisa menebak nya langsung tertawa melihat kearah Zico
"Masalah Anushka ?"
"Katakan padaKu..!Siapa ayah dari anak itu?" Zico menatap tajam kearah Pangeran Derrin.
"Seperti yang ku katakan sebelumnya,Dia Anak Ku!"
Dugh..! Zico memukul Pangeran Derrin,dan petugas membuka pintu melihat Zico yang sedang menghajar Pangeran Derrin,Mereka segera memisahkan kedua nya.
"Sebanyak apa pun Kamu bertanya,Dia tetap Anak Ku!" Teriak Pangeran Derrin membuat Zico semakin marah,namun Kasio segera membantu Zico untuk tenang.
"Tuan,berhenti bertanya kepada Pria itu,Kita bisa melakukan tes DNA jika tuan mau" Bisik Kasio kepada Zico,Pria ini langsung mengerti dan meninggalkan Kamar Pangeran Derrin.
Sampai di mobil,Zico menghubungi Dokter Sinta,untuk bertanya tentang tes DNA
"Hallo,Tuan Muda..!"
"Dok,apakah bisa melakukan tes DNA terhadap bayi yang belum lahir?" Tanya Zico
"Maaf Tuan Muda,tes DNA itu hanya bisa di lakukan setelah bayi lahir,sebelum lahir kita tidak bisa melakukannya!" Jawab Dokter Sinta,Zico mengepalkan tangannya,lalu memutuskan panggilan nya dengan Dokter Sinta.
"Sial ..!" Gumam Zico,Kasio hanya mampu melihat dari kaca saja,tidak berani menoleh kebelakang dengan kondisi Zico yang saat ini.