
"Bagaimana ?"Tanya Zico memegang bahu Zara .
"Sudah lebih baik !" Jawab nya berusaha untuk bangkit.
"Kita harus segera keluar dari sini,tadi Kakak mendengar suara serigala..!" Ujar Zico membantu memapah tubuh Mattew.
Zara juga membantu memegang Mattew agar tidak memperlambat jalan Mereka.
Hujan masih turun begitu lebat,darah berceceran di sepanjang jalan,Zara melihat kearah Mattew dengan cahaya yang ada di tangannya,Wajah Mattew terlihat begitu pucat,Zara yakin kalau Mattew sudah banyak kehabisan darah.
"Zara Kamu bisa jalan lebih cepat ?" Tanya Zico.
"Bisa kak!"
"Kita harus lebih cepat lagi,agar cepat keluar dari hutan ini!"
Mereka segera berjalan mengikuti arah jalan masuk sebelumnya.
"Kak tunggu,Aku lelah, bisa kah kita istirahat sebentar !" Pinta Zara yang sudah lelah dari tadi.
"Yasudah,Kakak rasa ini sudah lumanyan jauh,Kita istirahat dulu !"
Zico membuka kemeja Mattew,dan mengikat bagian tubuh Mattew yang terluka dengan kemeja nya.
Zico juga melepaskan jas mantel nya,lalu memakaikan di tubuh Mattew,agar tidak membuat luka nya meradang.
"Kak,Dia terlihat pucat !" Ucap Zara membelai wajah Mattew.
"Makanya Kita harus segera kembali ke villa,disana ada peralatan medis,jika lama disini takut membahayakan Mattew!" Zico memberikan saran kepada Zara.Wanita ini segera bangkit dari duduk nya tidak jadi untuk istirahat.
"Kak ayoo,Aku sudah tidak lelah lagi..!" Ucap Zara membantu Zico untuk mengangkat tubuh Mattew.
***
Setelah membuang mayat yang tadi,Abian kembali masuk kedalam villa untuk membersihkan darah yang tercecer di lantai.
"Mereka belum kembali ? "Tanya Abian .
"Belum ..!Ini sudah jam 10 malam,tapi Mereka masih di luar " Jawab Clara masih khawatir .
"Semoga saja Zico sudah menemukan Mereka,jadi Kita tidak perlu khawatir lagi..!Aku tadi sudah menghubungi Mereka,cuman di dalam hutan tidak ada sinyal,karena panggilan Ku tidak terhubung !" Jelas kan Abian mencoba menenangkan Clara.
Anushka berdiri di jendela ruangan tengah melihat pintu gerbang villa,berharap suaminya segera pulang.
"Sayang,Kamu istirahat dulu,nanti juga Zico pulang !" Seru Clara,yang tidak tega melihat Anushka dari tadi mondar mandir tidak tenang menunggu suaminya.
"Nanti saja mah,Aku belum mengantuk ...heemmhoooammm!" Tiba - tiba Anushka menguap,dan Clara tersenyum kearah menantu nya yang mencoba membohongi nya.
"Nah,itu dah ngantuk,istirahat gih..!biar Mama dan Papa yang menunggu disini" Sambung Clara lagi,akhirnya Anushka menurut dan segera berjalan kearah kamar untuk istirahat.
"Kamu enggak tidur ?" Tanya Abian yang melihat Clara duduk di sofa.
" Tunggu Anak - anak pulang !" Jawab nya singkat.
"Ini sudah 1 jam lebih tapi Zico belum kembali !" Abian mencoba menelpon Zico tapi panggilan tidak terhubung,karena sinyal di dalam hutan tidak stabil.
"Sayang...lakukan sesuatu !" Pinta Clara tidak tenang,kalau Anak - anaknya belum pulang.
"Kalau Aku nyusul bagaimana dengan kalian ?" Abian tidak bisa meninggalkan Anushka dan Clara di villa,karena Abian takut penguntit itu masih berkeliaran di sekitaran villa.
"Aku juga tidak bisa hanya tinggal berdua disini dengan Anushka,apalagi kondisi ku yang begini !" Ucap Clara,Abian segera memeluk istrinya dan mencoba menenangkan Clara .
"Kamu tenang ya !Aku yakin Zico akan membawa Mereka kembali kesini,Kamu harus percaya dengan Anak Kita itu !" Cup ..! Abian mencium kening istrinya.
jedderr..!
jedderr..!
Suasana yang dari tadi riuh dengan hujan dan angin,kini hanya bisa merasakan keheningan malam tanpa ada kebisingan .
Zico masih memapah tubuh Mattew dengan di bantu oleh Zara.Mereka mulai kelelahan karena habis di guyur hujan,kini hujan mulai reda tapi Mereka belum keluar dari dalam hutan itu.
"Kak..!Masih jauh enggak !" Tanya Zara sudah tidak sanggup jalan lagi.
"Sebentar lagi..!sabar ya sebentar lagi sampai ke jalan masuk !" Ucap Zico.
Zara merasa kalau tubuh nya mulai menggigil,karena sudah hampir dua jam Mereka di basahi oleh hujan.
"Sudah sampai ..!" Seru Zico saat melihat gerbang keluar dari dalam hutan.
"Pelan - pelan ..!" Ucap Zico,saat Zara membuka gerbang villa.
Mereka harus berjalan lagi menuju pintu utama beberapa langkah lagi.
Sampai lah Mereka di pintu utama,Zico segera menggedor gedornya sampai Abian membuka nya.
Ceklek ..! Pintu utama terbuka,Abian kaget melihat keadaan Mattew yang belum sadar kan diri,di tambah lagi kondisi Zara yang semakin lemas.
Abian membantu Zara untuk masuk,dan menyuruh nya untuk mandi,sementara Mattew akan di urus oleh papanya di ruang pengobatan.
Dari semenjak Mereka pulang,Abian belum menanyakan sesuatu ke pada Zico atau Zara,karena masih sibuk mengurus luka Mattew yang cukup dalam .
Abian mulai membersihkan luka di punggung Mattew dengan alkohol,dan bahkan Zico juga ikut membantu mengoleskan obat di punggung kakak iparnya.
"Kenapa luka nya bisa sedalam ini ?" Tanya Abian yang cukup penasaran dari tadi.
"kak ipar tertimpa dahan pohon pah..!" Jawab Zico singkat,melanjutkan membalut luka Mattew.
Setelah selesai mengobati Mattew,Zico SMA Abian memapah tubuh Pria ini,dan mengantar nya ke kamar,di dalam kamar Zara baru selesai mandi dan mengeringkan rambut nya.
Abian membaringkan tubuh Mattew di atas ranjang,Zara membantu menyelimuti Pria ini.
Setelah tugas nya selesai Abian dan Zico segera keluar dari kamar Zara.
Zico kembali masuk kamar untuk melihat istrinya yang dari tadi tengah cemas akan dirinya.
Saat melihat Anushka yang terlelap,Zico tidak membangunkan nya lagi .
Cup..! "Selamat malam sayang,semoga mimpi indah !" Kecup Zico di dahi Anushka .
Abian menemui istrinya yang tertidur di sofa,tanpa membangunkan nya segera mengangkat tubuh Clara ke dalam kamar untuk istirahat.
Didalam kamar,Zara duduk di tepi ranjang,memperhatikan raut wajah sang suami yang pucat.Membuat debaran detak jantung Zara semakin kencang begitu hebat,sesekali merasakan hantaman yang cukup keras pada hatinya.
Wanita ini memegang dadanya merasakan sesak,hanya melihat raut wajah suaminya saja,Zara bisa bereaksi berlebihan begitu, dengan kondisi yang tengah hamil.
"Sayang ...." Zara membelai wajah Mattew.
"Bangun...!Kamu harus segera siuman,Aku tau Kamu akan baik - baik saja!" Ucap Zara masih membelai raut wajah sang suami yang pucat.
Cup..!"Aku yakin Kamu akan baik- baik saja "
Zara ikut berbaring di sebelah suaminya,membelai wajah suaminya dengan lembut,berharap Mattew segera siuman dari pingsannya.Zara tidak bisa menggerakkan kaki nya yang keram,berjalan begitu lama di pinggiran laut.
Kesunyian mulai terasa lagi,teman hidup yang biasanya menemani kala tidur,kini hanya bisa menatap raut wajah nya yang datar.