My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 121



Kapal Pesiar Diamond Princess,memiliki ruangan yang cukup besar khusus untuk,para tamu bertamu bermain kasino,Kasino yang mereka miliki didesain super mewah bahkan punya taman gantung bernama Hanging Gardens of Babylon, membuat orang tidak akan bosan masuk kedalam ruangan itu.Tuan Hatakachi mengajak Abian untuk bermain didalam nya,pria itu tidak bisa menolak nya sudah lama Dia tidak bermain kasino.


Mattew mengajak Zara untuk menunggu diluar saja,sementara Clara juga ikut dengan mereka.


"Biar aku disini saja dengan Zara " seru Clara


"Bob....bawakan para tamu ku untuk berkeliling kapal...!"


"Baik Tuan ...!"


Mattew dan kedua wanita itu mengikuti pengawal dari Taun Hatakachi sementara Abian masuk kedalam ruangan Kasino.


Pengawal itu membawa mereka keruangan yang gelap,hanya ada beberapa lampu warna disana untuk menerangi ruangan besar itu,ruangan itu guna untuk memanjakan para tamu, perusahan kapal pesiar ini kerap menggelar acara bertajuk White Hot Party. Club dan bar mereka menyediakan tempat kongko yang ekslusif, plus dengan para pelayan seksi.


Mata Zara melihat disekitaran nya penuh dengan wanita sexy,tempat ini sangat berbeda dengan bar seriosa milik Mattew di Negara E.


Zara memegang lengan Clara,merasa tempat ini terlalu banyak penghujung membuat dirinya sangat risih,apalagi musik nya cukup keras,membuat kepala Zara puyeng apalagi gadis ini belum terbiasa memijak tempat seperti ini .


Mereka berada di dalam kapal Diamond princess tempat club yang cukup mewah akan dijamu penari salsa, dan tentunya para DJ yang siap membuat degup jantung Anda berdenyut lebih kencang, dengan musik menghentak kaki dan tubuh ikut bergoyang,musik yang membuat bibir ikut menggigit .


Pengawal itu segera memanggil Bartender untuk meracikkan minuman untuk mereka bertiga.


"Tuan silahkan,saya permisi untuk melihat tamu lain " Seru pengawal itu,Mattew hanya menganggukkan kepala nya saja .


"Tuan silahkan ....!" Bartender itu meletakkan tiga gelas minuman di depan mereka,Zara yang baru saja melihat minuman itu,segera meminum nya


"Eh ....pelan - pelan ...ck..!" Ucap Mattew yang melihat Zara meminum,minuman beralkohol itu


Gluk...gluk..gluk... "Pahit ....." ucap Zara setelah menghabiskan segelas minuman itu,membuat Clara


"jangan minum terlalu banyak itu bisa membuat mu mabuk " Clara memegang tangan Zara,tapi gadis itu menepis nya dan merangkul lengan Mattew .


"Paman ....kenapa kamu jadi dua ..? satu....dua...." ucap Zara yang sedang linglung karena mabuk,membuat Clara menggelengkan kepala nya .


Clara tidak menyentuh minuman itu,karena Dia sadar akan mabuk jika meminumnya.


"Paman ....kenapa kamu begitu tampan ....?" ucap Zara yang membuat wajah Mattew memerah .


"paman apa kau malu...? wajah mu merona he..he..he..." Gadis ini benar- benar di bawah pengaruh minuman.


"Hentikan ...! duduk yang benar " seru Mattew,pria itu melirik kearah Clara yang melihat kearah nya,seketika Clara memindahkan mata nya .


Mattew melepaskan pegangan Zara,dan membaringkan tubuh Zara di sofa lalu menyelimuti nya dengan jas miliknya,Zara sudah kehilangan kesadaran karena terlalu mabuk.Mattew berpindah tempat duduk,dan duduk disamping Clara.


Clara melirik kearah Mattew yang tiba-tiba duduk disamping nya,namun wanita ini tidak memperdulikan hal itu .


"Ayoo...minum ...! sayang jika tidak di nikmati kita sudah sampai kesini ...!"ucap Mattew memegang minuman di tangannya


"Tidak ...! aku tidak kuat minum...!" Ucap Clara singkat


"Ayoolah...kapan lagi..! anggap saja ini terakhir kali kita meminum dan mengobral dekat seperti ini ...!" Mattew masih berharap Clara berminat untuk menerima ajakan nya .


"Baik lah ....! aku akan minum tapi aku punya syarat ...!" tatapan Clara menatap tajam kearah Mattew .


"apa syarat nya ...!" Mattew cukup penasaran dengan jawaban Clara membuat hatinya Dag Dig Dug .


"Jauhi aku...! jaga sikap mu ..! kita hanya sebatas mertua dan menantu...! aku tidak ingin Zara salah paham,kejadian kemarin cukup menyadari ku ..! " Clara tidak melihat kearah pria disamping nya


"Jika aku menolak ..!" Jawaban Mattew membuat Clara mengerutkan dahi nya,menatap tajam kearah pria itu .


"berati kamu sudah gila ..!Aku tidak akan bernegosiasi dengan mu...! pria yang aku cintai tetap Abian bukan yang lain,aku tidak akan bisa dekat - dekat dengan pria lain suami ku tidak akan senang ...!" Jelas Clara panjang lebar,membuat Mattew semakin penasaran dengan Clara .


Bugh .....Mattew mendorong tubuh Clara,sehingga wanita itu berbaring di sofa panjang yang sedari tadi mereka duduk .


"Jika aku menolak melepaskan mu ...! "


"jangan membuat ku melakukan hal yang tidak seharusnya aku lakukan ya...!!" ucap Clara dengan emosi,semakin membuat Mattew ingin menyentuh wanita ini.


"kenapa kau tidak bisa jatuh cinta padaku,aku dengan Abian tidak kalah jauh,aku juga punya segala nya "


"Takdir..! kau paham apa itu takdir...! kau tidak bisa menyalahkan takdir,jika kau memaksa ku untuk cinta itu bukan cinta namanya tapi nafs*..!! kau belum mengerti arti cinta ..! lepas...! "pekik Clara lagi,yang tangan nya masih di genggam Mattew


prang.....


Gelas minuman terjatuh kelantai,Zara hanya berpura -pura mabuk Dia tidak sepenuhnya minum minuman itu.Clara menyadari nya dan segera menoleh benar saja,Zara pergi dari sofa itu dan meninggalkan mereka berdua.


"Zara ....." ucap Clara melihat Zara yang pergi,Mattew juga menoleh kearah gadis itu


Clara dan Mattew segera berlari mengejar Zara yang berjalan meninggalkan ruangan club' itu.


"Kamu harus bisa mengejar Dia...! jika sesuatu terjadi aku tidak bisa menjelaskannya kepada Abian ....!kau pergi lah aku akan menyusul Abian ...!" ucap Clara menyuruh Mattew mengejar Zara.


Mattew segera pergi menyusul Zara yang berlari ke arah depan kapal,Mattew melihat gadis itu naik kelantai paling atas,disana tidak ada satu orang pun hanya ada Zara yang baru saja berlari kearah itu .


"Eeemmm........" Seseorang menutup mulut Clara dan menyuntik Nya dengan obat bius sehingga wanita ini tidak dapat melawan nya


Disisi lain Zara yang kesal melihat Clara dan Mattew berencana melompat ke dasar laut,namun gadis itu mengurung kan niat nya saat Mattew mengejar nya sampai keatas .


"Tunggu....!" teriak Mattew yang melihat Zara sudah berada di Sun Deck .


Gadis itu menoleh kearah suara yang menghentikan langkah kaki nya


"kenapa paman mengejar ku kesini...! apa paman belum cukup puas menggoda mama ...!" teriak Zara


"Kamu itu tidak paham apa yang terjadi antara aku dan Clara,berhenti bersikap seperti anak kecil,kamu terus saja seperti itu ..!" Mattew menatap kearah Zara


"Aku bersikap seperti anak kecil..? paman sadar siapa anak kecil ini bagi paman..? apa Paman juga sadar selama ini bagaimana aku menganggap Paman ...?" Netra mata coklat Zara yang sudah berair melihat kearah Mattew yang berdiri tidak jauh dari nya


"Cukup...! kita berdua bukan pasangan pada umumnya,kita hanya terikat pernikahan,namun aku tidak punya rasa kepada mu...! dan kamu masih bisa mendapatkan orang yang lebih muda dari ku ..! kita tidak ditakdirkan bersama ..!" Pernyataan Mattew mampu membuat tubuh Zara seperti di hantam oleh sebuah bom yang sewaktu - waktu dapat meledakan nya .


"Oke fine...! aku cukup paham..! aku ini sudah dewasa..! dan satu hal lagi paman mulai sekarang aku akan belajar untuk tidak bergantung kepada Paman,sampai saat nya kita akan berpisah..!" ucap Zara ingin pergi meninggalkan Mattew,namun pria itu segera memegang lengan kecil Zara.


Tatapan mereka beradu,wajah Mattew yang dingin melihat kearah Zara dengan netra mata yang meneteskan air mata membasahi pipi mulusnya mengalir begitu deras dari tempat nya,berbeda dengan pria dingin itu terlihat biasa - biasa saja tanpa bergeming mendengar perkataan Zara.


"Aku membebaskan mu...!kau berhak untuk memilih rekan hidup yang baru,sampai pada saat nya aku akan mengakhiri pernikahan ini,kau bisa tinggal dengan ku sampai menunggu waktu yang tepat ..!" lagi - lagi pernyataan Mattew membuat Zara sesak,perkataan nya yang tajam seperti pisau mengiris sedikit demi sedikit hatinya sehingga wanita itu tidak mampu menahan kan tangisannya .


Air mata luruh dari pelupuk mata nya yang sayu melihat kearah Mattew,Dia sudah berusaha dengan keras agar bisa meluluhkan hati Mattew yang dingin namun Dia tetap kalah untuk menaklukkannya .


Wajah nya yang sendu menatap penuh arti kearah Mattew yang melirik nya dengan dingin


"apa yang harus aku lakukan jika kau hidup tanpa dirimu paman,jika aku bertanya pada paman pasti tidak dapat menemukan jawaban selain luka yang kurasakan dan kekecewaan " Batin Zara masih menatap kearah Mattew


Pria itu menarik kuat tubuh Zara kedalam pelukan nya saat melihat Zara tanpa menjawab perkataan Nya yang telah terlewatkan .


Zara terus berusaha melepaskan pelukan itu namun Mattew tidak memberikan kelonggarannya kepada Zara .


"Aku punya mimpi dan keinginan,aku punya kenangan dengan Paman,kenangan itu akan tetap tersimpan di hatiku,aku akan pergi sesuai dengan keinginan paman,lepaskan aku...! aku akan pergi dan memulai hidup tanpa ada kehadiran paman " Ucapan Zara membuat Mattew bergeming,melihat kearah gadis itu dengan tatapan dinginnya memegang pipi gadis itu dan melihatnya dengan begitu dalam .


"Kamu gadis baik,aku yakin kamu bisa hidup tidak harus dengan ku ...! pergilah dan lupakan semua kenangan dengan ku..." ucap Mattew lirih mendekatkan wajahnya dengan Zara,menyatukan dahi nya dan dahi Zara di bawah langit itu mereka berdua berdiri di Sun Deck kapal.


"Mungkin kebagian bersama paman itu hanya mimpi,tapi biarlah mimpi itu menemani tidur ku..!Saat aku melihat senyuman diwajah paman aku bahagia dapat melihat senyuman itu,namun aku sadar aku bukan lah alasan untuk paman bisa tersenyum,Berikan sedikit cahaya kepada ku didalam kegelapan agar aku dapat memiliki sedikit harapan,walaupun itu tidak tau kapan akan datang untuk ku bahagia...!"


Gadis muda ini terus saja melantun kan kata -kata nya kepada Mattew,mengharap pria dingin ini dapat luluh,Namun disaat Zara melepaskan pelukan nya Mattew tidak menghentikannya bahkan Mattew membiarkan dirinya pergi begitu saja meninggal kan Mattew di Sun Deck .