My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
Jika ibu masih ada



Ezra duduk di depan televisi,Zico sedang mengerjakan tugas milik nya,sambil menemani Anak nya menonton.


Sesekali Ezra melirik kearah Zico,dan mengerutkan bibirnya.


"Andai saja mama masih ada,pasti sangat seru dapat bermain bersama- sama !" Pungkas Ezra masih fokus ke layar televisi.


Zico menghentikan aktivitasnya,ia menutup file yang sedang ia kerjakan.


"Ezra cukup!"Ucap Zico mengagetkan Ezra yang tengah nonton.


"Papa tidak ingin mendengar keluh kesah mu tentang itu,meskipun Kamu tidak punya ibu,namun papa bisa menjadi ibu dan ayah untuk Mu!" Sambung Zico lagi.


"Pah,papa enggak akan mengerti,rasa itu berbeda,Aku merindukan Mama !hiks ..!" Ucap Ezra menangis,sambil menundukan kepala nya,Zico yang melihat nya tidak tega,ia segera berjalan mendekati anaknya.


"Sayang,dengar Kita berdua merindukan Mama,namun apa boleh buat dunia Kita berbeda,Mama tidak bisa datang melihat Mu,tapi Kamu harus yakin Mama mu akan selalu sayang padaMu,bahkan sekarang ia pasti sedang menatap Mu!" Ucap Zico menenangkan Ezra dalam pelukannya.



Anushka Sharma Carlose ibu Ezra,istri Zico Carlose.



Ezra Qaziya Carlose (kecil)


Ezra tertidur dalam pelukan Zico,Pria ini segera mengendong Anak nya,membawa Ezra masuk ke dalam kamar tidur nya.


Zico membaringkan tubuh Ezra dengan hati-hati,lalu membelai wajah lembut anaknya,tanpa terasa air mata nya menetes.


"Maaf kan papa sayang,papa tidak bisa melindungi ibu Mu sehingga Papa membuat ia pergi dari Mu,harus Nya Kamu mendapat kan kasih sayang seorang ibu!"


Ucap Zico lirih,memegang tangan Anaknya.


"Menikah lah mas,kalau Kau ingin memberikan ibu kepada Ezra,Kau harus menikah lagi,lupakan Aku !"


Suara itu mengagetkan Zico dari lamunannya menatap wajah putri kecilnya,ia segera menoleh ke arah sumber suara.


"Anushka ..!"Zico berjalan kearah Anushka yang berdiri di dinding Kamar.


"Sayang ini Kamu,kenapa Kamu disini ?Aku tahu Kau akan datang,Kami merindukan Mu,sayang lihat Dia anak Mu,kini telah tumbuh begitu cantik,Dia sangat mirip dengan Mu!" Ucap Zico melangkah kan kaki nya maju kearah Anushka.


"Sayang,lupakan Aku,ikhlaskan Aku,jika Kamu terus begini Aku tidak akan bisa tenang,Aku tidak bisa meninggalkan Kalian dengan tenang !" Lirih Anushka.


"Tidak,Aku tidak mau,Kamu jangan memaksa Ku,sampai kapan pun Aku tetap mencintai Mu!" Zico menarik tangan Anushka dan memeluk tubuh kecil itu,mendekapnya dengan erat.


"Aku juga akan selalu merindukan Mu,meskipun Kita tidak di satukan di dunia,maka Kita akan bertemu di kehidupan selanjutnya !"


Kata-kata Anushka membuat Zico lebih tenang.Zico menarik Anushka ke arah sofa,Ia memegang bahu Anushka menyuruh istrinya untuk duduk di sofa.


Zico duduk di lantai,ia merebahkan kepala nya di pangkuan Anushka,dengan lembut Anushka membelai rambut sang suami.


"Sayang,jangan tinggalkan Kami,Aku ataupun Ezra sangat membutuhkan Mu,tetap lah disini !" Ucap Zico memejamkan mata nya.


Anushka tidak menjawab ia terus saja membelai rambut suaminya.Lalu melihat Zico yang tertidur ia hanya bisa mengecup kening Zico,sampai Pria ini benar-benar terlelap.


"Pa..Papa......!" Suara teriakan Ezra mengagetkan Zico.


"Aah!" Pria ini mengucek matanya,ia baru sadar kalau dirinya tertidur di kamar Ezra.


"Pa,cepat bangun Aku mau sekolah,Kita akan terlambat!" Sambung Ezra lagi yang segera turun dari ranjang,ia melihat jam di dinding jam 8:00,sedangkan 20 menit lagi sekolah Ezra akan menutup pintu gerbang.


"Tunggu Papa ganti baju!"


'Semalam itu benar mimpi,tapi kenapa terasa nyata sekali!'


Gumam Zico yang membuka pintu lemari.Lalu mengeluarkan kaos santai nya.


Setelah mengantikan baju nya,ia segera keluar dari kamar,Ezra sudah menunggu nya di ruang tamu,Bi Nana memberikan satu kotak sarapan kepada Ezra,ia segera memasukan ke dalam tas nya.


"Ayooo sayang ..!" Ajak Zico mengambil tas milik Ezra,lalu membuka pintu mobil untuk anaknya,Ezra duduk di samping kemudi,karena Zico akan mengantar sendiri Ezra ke sekolah.


Di tempat lain !


Mattew yang baru saja bangun melihat Zara masih di tempat tidur ia segera menggoda sang istri.


Cup ..!


Mattew menci um kening istrinya yang masih tertidur,ia tahu Azlan dan altar akan berangkat sekolah siang,jadi mereka tidak perlu bangun pagi,apalagi Mattew ke kantor di siang hari.


"Jangan ganggu Aku,Aku mau tidur lebih lama!" Ketus Zara kesal,menarik selimut menutupi wajahnya.


"Biarkan Aku memeluk mu!" Mattew ikut masuk dalam selimut,ia terus saja mengganggu istrinya,sampai Zara kesal.


"Aaahhh!"De sah Zara "Apa yang Kamu lakukan ?" Sambung nya bertanya kepada Mattew,Pria itu hanya bisa tersenyum seperti kuda melihat respon istrinya yang di goda.


"Sayang boleh ?"Tanya Mattew,namun tangannya sudah menyelinap masuk dalam kain segitiga Zara menyentuh benda tembeb itu.


"Tidak !" Zara berbalik badan membelakangi Mattew.Namun,tidak membuat pria ini berhenti begitu saja,ia terus saja menyentuh lekuk tubuh istrinya,Mattew lebih senang menggoda Zara di pagi hari,apalagi ia yang masih ngantuk.


"Ugh...Aaakkhh,Sayang berhenti!" Lirih Zara tertahan,saat jari Mattew masuk ke dalam goa semut itu.


Cup..Cup..!


Mattew menci un punggung Zara dengan lembut membuat wanita ini teran sang oleh sentuhan Mattew.


Zara membalikkan tubuh nya,lalu menatap dalam ke arah Mattew.


Dugh !


Zara memukul kepala Mattew dengan tangan nya,"Kamu berani menggoda Ku di pagi ini,Aku sudah bersusah payah untuk tidur!" Gerutu Zara dengan kesal.


Mattew segera menindih tubuh Zara,membuat wanita ini mengerutkan bibir nya.


"Turun !"Titah Zara kesal.


Plup..!


Namun mulut Mattew sudah di penuhi semangka besar yang ada di depan matanya.


"Aagggrh!"Zara mengerang saat gigi Mattew menggigit pelan pu ting su su Zara.


"Apa Kamu suka ?" Bisik Mattew masih menggoda Zara.


"Sayang berhenti tangan Mu itu !Ugh...!" Zara menyempitkan mata nya melihat kearah Mattew.


Tanpa sadar Mattew sudah membuang lingerie Zara ke lantai,Pria ini segera masuk dalam selimut,ingin memacukan kuda yang sudah bersiap-siap dari tadi.


"Aagggrh..!Sayang !" Kaki Zara lemes saat sesuatu mengganjal di bawah sana.


"Pelan sedikit !" Ketus Zara lagi,Mattew tidak merespon nya,ia segera mempercepat kan gerakannya.


Kedua insan itu bergulat di atas ranjang di dalam selimut,semenit pun Mattew tidak membiarkan Zara untuk turun dari ranjang,sebelum permainan nya di selesaikan .