
"KONFERENSI PRES MENGENAI GEDUNG SWALAYAN MEXIO YANG RUSAK"
Berita utama hari ini adalah,konferensi pers perusahan Mexio,Abian akan memimpin acara,mengenai saham yang turun 5% telah kembali normal hari ini,dalam semalam saja,Abian dapat mengatasi permasalahan yang mengenai Mexio.
Suasana didalam gedung saat riuh,semua wartawan datang untuk meliput berita utama hari ini .
Ceklik..!Ceklik..!Suara kamera berbunyi saat para wartawan mengambil gambar,Abian yang sudah berdiri di depan mereka dengan di dampingi oleh Kasio.
"Terimakasih semua nya,yang sudah menghadiri pada acara konferensi pers Mexio.Dengan terjadinya kerusakan atas gedung swalayan,Mexio telah menggantikan dan memperbaiki setiap ruang yang rusak,siapapun yang bertanggung jawab dibalik kerusakan gedung Mexio,Maka di berikan hukuman yang setimpal" seru Abian .
"Kita tidak memberikan material yang kurang bagus kepada bangunan,karena Mexio lebih mementingkan keselamatan pengunjung swalayan dari pada keuntungan dari proyek,sekian..!"
Terlihat dari sisi mana pun para investor datang lagi kepada Abian,untuk melanjutkan kerjasama mereka, yg sebelum nya sudah mengundurkan diri tidak akan di pandang lagi sama Abian,Dia langsung mencoret nama investor itu dari daftar Mexio,meninggalkan Mexio dalam keadaan buruk itu adalah penghinaan,dan membuat saham Mexio turun 5%,padahal keuntungan yang mereka dapat dari bekerjasama dengan Mexio cukup mengiurkan,hanya orang- orang yang bertindak bodoh,yang mampu meninggalkan keuntungan hanya sekali kesalahan pikiran mereka sungguh sempit.
"Tuan..!barusan Aku mendapat kabar dari Berson,kalau Nyonya Besar sudah sadar dari komanya,dan Dokter Sinta meminta Anda untuk kerumah sakit "jelaskan Kasio
"Tunda dulu semua rapat,Aku akan pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Clara" Titah Abian yang berjalan melewati pintu keluar gedung,semua wartawan ingin mewawancarai Abian,namun Pria ini menolak,karena ingin segera kerumah sakit.
Kasio bertanya lagi kepada Abian disaat mereka sudah berada di mobil "Tuan jika kita batalkan semua rapat hari ini apa itu tidak berpengaruh kepada Mexio?"
"Sepenting apapun rapat hari ini,melihat istri dirumah sakit lebih penting,harusnya Aku datang sebelum Dia siuman,jadi orang yang pertama Dia liat adalah Aku,bukan Orang lain ..!" Ucap Abian dengan datar nya,Kasio tidak mampu bertanya lebih lanjut lagi,jika menyinggung Nyonya besar akan membuat Abian marah.
Disepanjang jalan Abian hanya melihat iPad nya saja,melihat statistik saham yang sudah mulai naik kembali,benar saja konferensi pers ini sangat berpengaruh,hanya mengucapkan beberapa kata saja,dan menekan pada beberapa kalimat,membuat investor langsung datang kembali,Mexio adalah perusahaan terbesar yang banyak di minati orang untuk bekerjasama.Namun,hanya sebagian orang yang punya kesempatan untuk menjalin hubungan kerjasama dengan Mexio, dalam 100% hanya ada 10% yang akan di terima Abian untuk bekerjasama,sungguh diluar perkiraan Orang lain.
Klang...!
Klang...!
Suara peluru yang mengenai mobil Abian,ada sebuah mobil dari tadi mengikuti Mereka,dari semenjak Abian keluar dari gedung tersebut.
"Tuan,seseorang menyerang Kita..!" Ucap Kasio mempercepat kan laju mobilnya
"Tidak perlu Khawatir Aku akan menyelesaikan nya" Jawab Abian santai,menoleh kebelakang mobil,benar saja ada sebuah mobil dengan terang - terangan menyerang Mereka.
"Sungguh tidak takut mati, bisa langsung menyerang dalam keadaan terang begini,nyali mereka besar juga"Ucapnya sambil mengambil senjata yang ada dibawah jok mobil,dan menyuruh Kasio untuk membuka atap bawah,sehingga Abian bisa menyerang mereka.
Bom..!
Bom..!
"Bukannya ingin membalas dengan senjata kenapa malah menggunakan bom " batin Kasio melihat dari spion,benar saja mobil yang mengikuti mereka malah meledak dua kali di lempar granat oleh Abian "Memang tidak ada yang bisa menebak hati Tuan Besar,ucapan dengan hati berbeda" sambung Kasio lagi,batin nya bergelut melihat sikap Tuan Besar.
"Tidak tau malu yang menyerang Kita,Cepat lajukan mobilnya,Kita harus ke rumah sakit " Titah Abian
"Baik Tuan ..!"Kasio tidak melirik kebelakang lagi.
Sampai dirumah sakit,Abian segera berjalan menuju ruang inap Clara,di depan pintu kamar Dokter Sinta pun baru keluar.
"Dok..!" panggil Abian begitu sampai depan kamar
"Tuan,untung Anda cepat datang,pertama Nyonya Clara siuman Dia mengamuk lagi,tapi begitu melihat berita di televisi hari ini,tempramen nya sedikit berkurang,memang hati seseorang tidak ada yang bisa menebak,Nyonya hanya melihat foto Anda di layar televisi saja bisa membuat nya bahagia dan tersenyum " Dokter Sinta dan Abian mengintip Clara dari pintu kaca,dan didalam masih ada perawat yang menemaninya.
Disaat Abian melihat senyuman yang di pancarkan Clara,Abian cukup tersentuh,karena sudah bisa melihat istrinya tersenyum itu bisa membuat Abian bahagia .
Dokter Sinta pun hanya menganggukkan kepala nya saja.
Cekrek ...!Saat pintu ruangan terbuka,Clara segera menoleh kearah pintu,Abian memberi isyarat kepada perawat,agar pergi meniggalkan mereka berdua didalam ruangan,tanpa ada jawaban perawat itu segera pergi.
"Sayang...!bagaimana kabarMu?" Abian memegang tangan istrinya dan sesekali mengelusnya,meskipun berusaha menyembunyikan wajah sedih nya,namun Pria ini tetap berusaha menghibur seorang istri yang berbaring lemah .
Clara mengembangkan senyuman manis nya kepada Pria yang berstatus suami itu "Aku baik- baik saja,ada Kamu disini Aku tidak perlu takut"
Abian masih berusaha tersenyum,tapi sebenarnya hatinya cukup sedih.
"Kenapa Kau menangis?Pria kejam seperti Mu bisa menangis juga?" sambung Clara lagi menggoda Abian.
"Aku tidak menangis tapi,Aku bahagia melihat Kamu sekarang sudah siuman"
Cup..! Abian mencium kening istrinya
"Bagaimana Aku tidak bangun,Kamu tidak akan melepaskan Ku,dalam keadaan lemah pun Kamu masih bisa melakukan itu kepada Ku..!", Cibir Clara,namun Abian hanya bisa menunjukkan wajah malu nya kepada Clara.
"Heii...Apa ini ?kenapa wajah Mu merona begitu,He he he Aku baru melihat Nya ternyata seorang Mafia bisa malu juga "Goda Clara lagi,Wanita ini setelah siuman begitu senang berbicara.
"Kenapa Kamu diam?" Sambung Clara lagi,yang masih melihat dirinya.
"Aku sedang melihat Kamu yang berbicara,melihat senyum Mu,semenjak Kamu berbaring disini Aku tidak tau kapan Aku bisa melihat Kamu senyum lagi,tapi hari ini cukup baik,Kamu siuman ,Aku bisa melihat kebahagian itu lagi"
Abian kembali memeluk istrinya,dan Clara membalas pelukan suaminya .
"Sayang..! Aku telah menjadwalkan operasi plastik untuk Kamu,jadi Kamu akan memiliki wajah cantik lagi "Cup ..! Abian kembali mencium kening Clara.
"Apa kamu malu,memiliki istri yang buruk rupa seperti Aku?" tanya Clara dengan wajah sendu nya membuat Abian merasa bersalah .
"Sayang bukan begitu,Kamu jangan bersikap begini,Aku bisa menerima Mu yang sekarang,Tapi kamu sendiri tidak akan bisa menerima kondisi Mu,jadi Aku ingin Kamu melakukan operasi wajah agar Kamu tidak minder,Kalau Aku pribadi selalu menerima kondisi Mu,yang terpenting Aku cinta Kamu,dan Kamu hidup Ku,Soal wajah Aku tidak permasalah kan ..!"
penjelasan Abian cukup membuat Clara tercengang,Pria yang biasa di kenal dengan kasar dan kejam tapi punya sisi lembut yang lebih lembut dari sutra.
Clara mengalungkan kedua tangan nya di leher Abian "Sayang terimakasih,Aku cukup bahagia mendengarkan ucapan manis Mu "
"Ini bukan sekedar kata manis saja,tapi memang benar,Aku sangat mencintaiMu,Aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi dengan Mu setelah itu " Ucap Abian lagi.
Tok. . .tok. . .
"Masuk ..!"
Dokter Sinta memberikan hasil pemeriksaan kepada Abian "Tuan,ini hasil laporan mengenai kesembuhan Nyonya Clara,semua kondisi nya sudah membaik,hanya saja kaki Nya belum berfungsi,tapi ini tidak menyebabkan lumpuh permanen,hanya perlu melakukan terapi dengan rutin itu akan berbalik ke semula"
"Terimakasih Dok"Ucap Clara dengan senyuman
Dokter Sinta tersenyum melihat kearah Clara "Nanti Dokter Mishan yang akan melakukan operasi wajah,Dia adalah Dokter terbaik dari Negera Amerika,Dia cuma punya jadwal dalam setahun sekali disini,kesempatan ini cukup bagus untuk Nyonya Clara,semoga semua nya berjalan dengan lancar "
Setelah Dokter Sinta berpamitan kepada Mereka,Abian membantu Clara untuk menggantikan pakaiannya,dan meminta Berson untuk membawakan makanan kesukaan Clara.