
Clara menatap tajam kearah Revan yang duduk di depan nya .
"Aku...!! tidak setuju " jawab Clara tegas,tanpa mendengar ucapan Revan
"Bantu lah aku Kali itu Tuan,ini juga kan demi membahagiakan Nadia kalau aku enggak bisa pertahan kan perusahaan ini gimana aku bisa menghasilkan uang "
"Bagaimana sayang ...." tanya Abian
"berikan aku keuntungan 70% maka aku akan mempertimbangkan nya" seru Clara duduk di pangkuan Abian membuat Revan geram liat tingkah Clara
" bagaimana..?" tanya Abian
"jika aku menolak maka perusahaan ku akan bangkrut jika aku menerima maka aku rugi besar " Batin Revan
"jika kamu keberatan boleh silahkan pergi..!" titah Clara
"Oke aku setuju.."
Mereka langsung bertanda tangan diatas berkas ,Clara tersenyum melihat kemenangan di depan mata nya .
"Aku permisi....!!" ucap Revan meninggalkan ruangan Abian
Clara segera bangkit dari pangkuan Abian ,namun pria itu menarik tubuh nya hingga jatuh dalam pelukan Abian .
"Setelah memanfaatkan aku ....!! kamu ingin pergi ...." tanya Abian mencengkram dagu Clara
"Aku....aku tidak bermaksud" jawab Clara
Cup....Abian mencium bibir Clara,membalas dendam kekesalannya tadi siang di kantin,Abian tidak membiarkan wanita itu bernafas.
Emm..Ooh ..emm "Dia selalu tidak bisa mengendalikan dirinya " batin Clara melihat kearah Abian masih mencium nya,Abian memainkan bagian dada Clara.
Kali ini Clara mengendalikan Abian karena posisi dia yang di atas,dia mencoba menggoda pria itu,dengan menj*lti leher Abian membuat pria itu merasakan kenikmatan,sudah kesekian lama nya Abian menunggu saat yang seperti ini,Akhirnya Clara berinisiatif juga .
"Sayang semenjak kamu hamil,tubuh kamu semakin menggoda aku tidak bisa menahannya " bisik Abian di telinga Clara.
Perlahan Abian menaikan rok Clara keatas ,dan dengan sigap dia sudah melepaskan tali pinggang nya mencoba menurunkan celana nya,Clara masih dengan permainan nya,berkali-kali wanita itu mencium bibir Abian dan sesekali menj*lati dada Abian yang terbuka.
"Sayang ...." Ucap Clara beradu nafas dengan Abian ,keringat nya mulai berjatuhan,suaranya tidak beraturan mengikuti gerak pinggul Clara.
"Sayang aku mau.....Aakh...akh..." ucap Abian kembali mencium Bibir Clara
Belum cukup puas dengan permainan Clara dia membaringkan wanita nya di atas sofa dan melanjutkan permainan dengan posisi dia yang diatas.
Abian cukup bergairah,memainkan permainan nya,beberapa kali terdengar suara de*ahan Clara membuat Abian menggigit bibir Clara.
"Aakkkhhhh......"Clara mengerang karena bibir nya kesakitan ,tapi Abian malah bersemangat memaju mundur kan gerakannya,dan sampailah pada puncak kenikmatan .
"Aaagggggggrrrrhhhhhh........"De*ahan panjang Abian mengakhiri permainan kuda-kudaan mereka berdua,Abian mengendong istri nya kedalam kamar untuk mandi.
"kita mandi bareng ..." bisik Abian di telinga Clara
"Aku bisa mandi sendiri..." Ucap Clara mengambil baju mandi nya
Brakkk....!! pintu kamar mandi terbuka,Abian malah ikut masuk kedalam melihat Clara yang sedang membersihkan tubuh nya dibawah shower,Abian mendekati istrinya dan ikut berdiri di bawah air .
Abian memang laki-laki dengan na*su yang cukup tinggi dan bahkan dia sangat kuat,sudah melakukan itu berjam-jam tapi masih bersemangat untuk menggoda Clara di kamar mandi.
"Sayang .....tangan mu itu ...!!!" pekik Clara
"Tapi kamu menikmati nya sayang ..." Bisik Abian
"Aku mau cepat selesai...!! nanti ada orang yang mencari kamu,ini masih di kantor " ucap Clara mengambil baju mandi nya dan segera keluar dari kamar mandi.
Setelah selesai berpakaian,Abian juga selesai mandi dan hanya melilitkan handuk di pinggang nya,roti sobek milik Abian terlihat sangat keras,bahkan Clara senang menyentuh nya .
"sayang mana Hair Dryer nya ...." tanya Clara
" Tidak ada sayang karena ini di kantor aku jarang mandi disini....nanti aku suruh Mike untuk menyediakan nya satu " titah Abian mengedipkan matanya
" apa dia pikir ....akan ada esok lagi yang seperti ini ....dasar setan m*sum " batin Clara memaki Abian
"Rambut ku masih basah "
"Sini aku bantu kering kan "
Clara duduk di atas ranjang,dan Abian berdiri di samping Clara mencoba mengeringkan rambut Clara dengan handuk,biar tidak terlalu basah.
"Segini sudah bisa sayang ?"
"Sudah...!"
Setelah merapikan make up nya Clara segera keluar dari ruangan Abian dan masuk ruangan sendiri.
Meskipun ada beberapa mata memperhatikan Clara,namun wanita itu hanya bisa cuek saja,memperdulikan orang yang suka nyinyir bukan lah tipe dia.
Clara memeriksa berkas kerjasama nya dengan Revan,dia cukup puas,kali ini akan berhasil merebut kembali perusahaan nya,dan pada saat yang tepat dia akan menggantikan posisi Revan di perusahaan Clara Beauty .
Mendapatkan keuntungan 70% itu sudah bisa di atasi, hitung dalam waktu satu Minggu saja dia akan bisa menjatuhkan perusahaan Revan .
"Dikit lagi aku akan merebut nya kembali " Gumam Clara memperhatikan berkasnya.
Cekrekkkk...!!!pintu ruangan Clara terbuka...
"Abian ..." batin Clara melihat pria itu masuk kedalam ruangan nya
"Ada apa??" tanya Clara yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan nya
"Kamu tanya ada apa? emang kamu enggak mau pulang ?" Abian datang menghampiri istrinya di meja
"Oya....aku memikirkan berkas ini sampai lupa...pulang " ucap Clara membereskan barang nya
"Apa...???"
Abian mendekati Clara di meja
"Kamu sedang memikirkan mantan mu itu !!!" Tatapan Abian membuat Clara kaget aura nya sangat mematikan
"Tidak...!!! aku hanya memikirkan cara untuk mendapatkan kembali perusahaan ku " jelas Clara yang menahan diri dari tatapan Abian
"ayooo kita pulang ...!!!" titah Abian segera berjalan ke pintu ruangan nya
"Huuusssss........"Clara melepaskan nafas nya dengan lega
Clara mengambil tas nya dan mengikuti Abian dari belakang,semua karyawan sudah pulang sisa mereka yang baru saja keluar dari ruangannya .
Sampai di parkiran,Berson sudah menunggu mereka untuk pulang .
"Berson bisa enggak bawa aku untuk pergi ke suatu tempat,aku lagi ingin beli sesuatu" pinta Clara
"bisa Nyonya....silahkan masuk..!!"
"Emang mau kemana sayang..?" tanya Abian
"Aku ingin pergi makan es cream....!!!"
"Berson arahkan mobilnya ke Restoran es cream terbesar di kota ini..."
"Baik tuan ..."
Clara melirik kearah Abian yang duduk menatap fokus kedepan.
"Kenapa apa ada yang mau kamu katakan " tanya Abian
"Aku....aku....tidak ingin makan es cream lagi ...." Ucap Clara menundukkan kepala nya
"Jadi ...kamu pengen apa ??" tanya Abian
"Aku ingin makan kebab jumbo sayang ....."
"Aku tau dimana tempat nya bos..." sambung berson
"Bawa kita ke restoran khusus kebab " titah Abian
Berson segera memutar balik mobil nya ,dan membawa Tuan dan Nyonya untuk makan kebab.
Setelah 10 menit perjalanan yang mereka tempuh akhirnya mereka sampai di restoran yang mereka tuju.
Clara tidak turun dari mobil nya,Abian melirik kearah Clara yang masih duduk di dalam mobil.
"Ada apa...?" tanya Abian lgi
"Boleh enggak kita enggak usah beli kebab ....aku hanya ingin rujak manis " ucap Clara tanpa merasa bersalah
Terlihat dari wajah Abian yang sedang menahan marah nya,tapi dia masih berusaha tersenyum kepada istrinya yang sedang ngidam.
"Bisa sayang....."ucap Abian membelai pipi dan perut Clara
"Berson ...!!! Carikan rujak manis disekitaran kota....!!!" titah Abian dengan tegas
"Baik tuan ..."
Abian tetap tenang melihat tingkah Clara yang berubah -ubah,dia tetap bersabar menuruti keinginan istrinya .