My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 36



Saat Clara terbangun dari tidur nya iya menyadari kalau semalam suaminya belum pulang,dia meraba-raba ranjang disamping itu benar saja itu masih kosong ,Clara langsung bangun dan mencoba mencari Berson kebawah untuk mendapat kan informasi.


Tetapi disaat Clara sudah di lantai bawah tanpa sengaja Clara menabrak Revan yang tiba-tiba muncul di ruangan dapur.


"Aawww...." pekik Clara yang hampir jatuh,Namun dengan sigap nya Revan memegang tangan Clara,tapi lelaki itu malah tidak mau melepaskan nya malah berniat untuk menggoda Clara.


"Lepas....!!" titah Clara mencoba menarik tangan nya


"Coba saja kalau bisa..." tantang Revan


"Lepas enggak...!!!!"


Tanpa melepaskan tangan Clara namun Revan malah berani menyentuh pipi Clara yang membuat wanita itu marah .


PLAaakkk....!!! Sebuah tamparan mendarat di pipinya Revan,setiap pertemuan mereka pasti ada kesan untuk Revan selalu kenak tamparan Clara.


Tapi sial nya saat Clara menampar Revan, Nadia baru saja keluar dari ruang dapur,dan mendapati suami nya di tampar oleh Clara.


"Clara....!!!!!" Teriak Nadia histeris membuat Clara dan Revan berpaling kearah Nadia


"Apa yang kau lakukan...!!! kenapa menamparnya ...!! kau gila ya...!!! " Maki Nadia kepada Clara


"kamu tanya saja sama suami mu sendiri...!! pantas enggak aku tampar....!!!" jawab Clara tidak kalah keras


"Sayang ...sudah..." Revan mencoba melerai mereka


" jelaskan ...!! apa yang terjadi..." tanya Nadia kepada suaminya


"Tadi Clara menabrak ku,aku menolong nya tapi dia malah menampar ku.." jelas Revan masih memegang pipi nya


"Hanya karena hal itu saja kau menamparnya ..." tanya Nadia


"Dia...menyentuh ku sembarang ....makanya aku menamparnya ..!!!" balas Clara


"Kau......" Nadia melayang tangan nya kearah Clara


"Nadia...!!!" teriak Abian di ambang pintu masuk baru sampai dari rumah sakit.


"Kak...."


"Abian ..."


"Tuan Abian ..."


Mereka semua kaget melihat Abian sudah di depan pintu.


"Tuan hati-hati,luka anda masih belum membaik.." seru Berson membantu Abian


"aku bisa sendiri..!!" jawab Abian melepaskan genggaman Berson


"Sayang ....apa yang terjadi...." Clara berlari menghampiri Abian yang baru datang dan melihat tangan kiri nya di perban .


"Hati-hati ...jangan berlari..." Abian ngilu melihat Clara yang berlari


"apa yang terjadi..?" tanya Clara melihat tangan Abian


"Saat melawan mereka tanpa sengaja aku tertembak,tapi udah enggak apa-apa aku sudah di operasi tadi malam ..." jelas Abian


"Tadi malam....?????" Kaget Clara


"tadi malam di operasi kenapa tidak ada yang memberitahu ku..!! Berson ..." teriak Clara


"Maaf Nyonya ...!! Ini perintah Tuan untuk tidak membuat Nyonya khawatir" jelas nya


"Berson kamu bisa pergi"


"Baik tuan "


Clara membawa Abian naik keatas.Namun Nadia menghadang kakaknya.


"Kak...!! kamu kenapa ..?" tanya Nadia


"Aku hanya luka kecil..!! apa yang terjadi kenapa kalian bertengkar " Tanya Abian


"Istri mu menampar suami ku...jadi aku kesal ingin membalasnya" jelas Nadia


"Suami mu itu laki-laki kenapa kamu harus ikut campur,harus nya kamu tanya pada dia kenapa dia bisa di tampar...!!!dan aku percaya pada istriku dia tidak sembarangan memukul orang kalau orang itu tidak menyinggung nya " jelas Abian dengan tegas,namun tatapan mata nya tertuju kepada Revan,laki-laki itu gemetar melihat Abian menatap nya .


"Sayang ..sudah ini hanya salah paham...!ini salah ku karena menolong Clara yang mau jatuh..." jelas Revan


" panggil dia Nyonya ....!!! dia Nyonya di rumah ini" Titah Abian dengan keras


"aku tidak bisa membuat Abian marah kalau tidak dia akan mengusir ku dari sini" batin Revan


"Sayang ayo..kita pergi hari ini kan kamu mau belanja " seru Revan mengajak istri nya pergi


Nadia pun menurut,dan beranjak pergi dari hadapan Abian dan Clara.


"Sudah ayooo kita naik keatas,jangn perduli kan mereka,mereka sudah dewasa..." ucap Clara membantu suami nya berjalan .


***


Abian berbaring di ranjang nya dengan telanjang dada,Dia melirik Clara yang begitu sibuk membereskan berkas Kantoran Abian yang baru saja di kirim oleh Mike.


"Apa yang terjadi tadi pagi...!" tiba-tiba Abian membuka suara nya setelah lama memperhatikan istrinya


"dia selalu tidak puas dengan jawaban singkat,selalu harus menjelaskan dengan detail" Batin Clara menatap kearah Abian


"Tidak ada apa-apa,hanya aku tidak berhati-hati saat turun dari tangan aku menabrak Revan yang baru keluar dari ruang makan,lalu dia menolong ku yang mau jatuh,cuma karena dia mencoba menggoda ku jadi aku menampar nya...." jelas Clara,raut wajah Abian berubah menjadi merah padam,pria itu sudah mulai menahan marah lagi.


"Dia tidak menyakiti mu kan...!!apa dia menyentuh mu..!!" tanya Abian dengan tegas,namun Clara ragu untuk menjawab melihat kondisi Abian saat ini


"Sayang ...!! apa dia menyentuh mu..!! jawab aku!!" Pekik Abian menggoyang kan bahu Clara


"Dia menyentuh pipi ku..." Jawab Clara lirih


"Berani nya dia berbuat seperti itu dirumah ku..!!!aku akan memberi perhitungan dengan dia lihat saja nanti " Ucap Abian membelai pipi istrinya


"Sayang ...jangan gegabah,luka ini saja belum sembuh,jangan tambah luka lagi..." pinta Clara


"Aku akan mengatasi nya besok...!! sekarang kamu istirahat saja biar aku bantu beres kan tugas yang belum kelar ..." seru Abian


Clara naik keatas ranjang dan membaringkan tubuh nya di atas pangkuan Abian,Lelaki itu menatap tajam kearah Clara.


"sayang ...."


"Kenapa ?"


"Kamu bisa enggak tidur nya yang benar,jangan gesek-gesek begitu,sesuatu tidak baik-baik saja disana " ucap Abian lirih


"iiii....dasar Tuan Mes*m......" pekik Clara. memindah kan kepala nya ke sebelah bantal


"He he he....aku hanya memberitahu dari pada khilaf..." seru Abian sambil tertawa kecil


"Untuk hari ini sudah cukup!!! jangan menggoda ku lagi..pinggang ku masih sakit..." jawab Clara yang membuat Abian tertawa .


Clara berbaring di samping Abian sambil memainkan handpone nya,menemani sang suami yang sedang mengerjakan tugasnya .


***


"Pagi sayang .....Cup...." Abian menyapa Clara yang masih enggan membuka mata nya


"pagi sayang....." jawab Clara masih memeluk Abian


"Aku akan ke kantor,Ada hal penting yang harus ku kerjakan " seru Abian mencoba bangkit dari tidur nya


"Mandi lah dulu ....aku akan mempersiapkan baju mu ..." Clara segera turun dari ranjang nya


"Cup...aku mandi dulu ya "


Clara hanya bisa tersenyum melihat tingkah konyol suaminya.


Beberapa menit Abian selesai mandi,Clara membantu sang suami untuk memakai baju,mengambil semua barang dan berkas milik Abian yang telah di kerjakan tadi malam.


"Keluarlah aku akan membantu


kamu membawakan berkas ini...." Clara berjalan mengikuti langkah kaki suaminya


Meskipun luka nya baru mendingan Abian cukup kuat kalau hanya tertembak satu peluru bagi nya itu hal biasa.


Di atas meja semua makanan sudah terhidang ,Nadia dan Revan juga baru masuk ke ruang dapur untuk sarapan.


"Ini.........." Abian menyodorkan sebuah kunci rumah kepada Nadia


"Apa ini kak....?" Tanya Nadia yang masih bingung


"Ini kunci rumah dan juga kunci mobil,ini aku berikan kepada mu sebagai hadiah pernikahan mu..." Abian sengaja berbohong agar Nadia tidak tersinggung ,,Padahal Abian sengaja mengusir Revan dan Nadia agar istrinya bisa hidup tenang tanpa gangguan .


"Rumah berapa lantai??"


"Ini rumah tiga lantai,mobil keluaran terbaru tahun ini,aku sengaja membeli itu aku yakin kamu akan senang" jelas Abian


"Jelas-jelas dia mau mengusir kami" batin Revan melirik kearah Nadia


"Baik kak aku menerimanya ..."


"semua fasilitas perabotan rumah tangga telah aku pesan..!"


"Terimakasih kak ....aku menerima nya "


Mereka berempat melanjut kan sarapannya,Masih banyak rencana sama taktik yang di miliki Revan,untuk menghancurkan Abian dan Clara.


Tapi untuk saat ini Clara cukup puas atas tindakan Abian ,Clara sudah lama menantikan masa di mana Nadia tidak lagi tinggal disana.


Clara hanya tersenyum terhadap suaminya yang selalu membantu dan melindungi nya.