My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 97



Suasana kamar mulai tegang,Zico beberapa kali melirik ke arah Mattew dan juga Abian .


"Apakah kamu melupakan status ku pa....." Zico mendekati papa nya


"Aku yang salah tidak jujur pada kalian,karena saat itu aku hanya memikirkan kebahagian kalian saja " jawab Abian


"Sayang .....Apa kau bahagia ....." Clara memegang tangan Zara, "Katakan jika kamu tidak bahagia mama akan membantu mu...!!" Zara melirik kearah Abian,Abian menyuruh Zara mengangguk dengan tatapan yang kejam,terlihat Abian sedang memaksa Zara


"Papa sedang memaksa ku ..!!" batin Zara


Mattew tidak tega melihat Zara merasa di paksa begitu,jika bisa Dia akan mengakhiri pernikahan ini


"Aku....bisa ......."


"Aku bahagia...." Sambung Zara,belum selesai Mattew berbicara ,Zara sudah langsung menjawabnya membuat semua orang syok .


"Za-Zi....!! "Tatapan Zico melihat kearah Zara lebih ngeri dari tatapan Abian,Mereka semua merasakan aura didalam ruangan sangat panas,bahkan lebih-lebih emosi Zico sudah memuncak diatas kepala nya. "apa yang kamu ucapkan " Zico memegang tangan adik perempuan nya,berharap Zara mau jujur atas perasaan nya .


"aku bahagia dengan pernikahan ini ...!! " Zara tersenyum kepada Zico,namun Zico bisa membaca Netra mata Zara yang menunjukan kesedihan nya


"Apa yang kau khawatirkan Dia saja sudah bilang baik-baik saja....!!" Tatapan Abian mulai berubah,Dia mulai tidak senang ada yang berani membantah keputusannya " Zico pergi lah bukannya kamu akan ke kantor..?? Tunggu apa lagi..?" Benar Abian mulai emosi lagi,tidak bisa menahan nya melihat situasi itu .


"Iya....!!!" hanya menjawab singkat Zico berjalan keluar dari ruangan itu


BRAAAKKK....!! Zico membanting pintu ruangan membuat semua orang kaget


"Dia sama seperti mu tidak bisa mengontrol emosinya ...!!" Cibir Clara kepada Abian


"Mattew tolong urus kan kepulangan ku ya ...!!!"


"Aku akan ke administrasi dulu "


Mattew meninggalkan mereka bertiga didalam ruangan itu,Setelah Mattew pergi,tangisan Zara baru pecah.


"hiks....hiks ...."


"Sayang kau menangis....??" tanya Clara yang memeluk anaknya


"ada apa ...?" sambung Clara lagi


"Aku tidak apa- apa ...!! aku hanya tinggal terpisah dari kalian jadi aku pasti akan merindukan kalian " Zara sengaja berbohong di depan Abian,Zara tidak berani membantah perkataan papanya yang kejam itu.


"Sudah tidak apa -apa...." Clara kembali memeluk anak nya,dan menenangkan Zara.


Clara membereskan semua barang- barang Abian ,karena Pria itu sudah meminta pulang hari ini ,jadi orang lain tidak punya hak untuk melarang nya ,memang Abian pria yang egois,selalu Dia yang bisa mengambil keputusan .


Clara mulai bingung lagi,Dia dan Mattew Menantu dan mertua,Membuat wanita itu menggeleng kan kepala nya .


"Apa ada yang kau pikirkan ...?" tanya Abian yang melihat sikap Clara


"Ada ..!!" jawab nya singkat


"apa...?" Abian cukup penasaran di buat oleh Clara yang mengacuhkan nya


"Aku punya menantu yang tidak jauh berbeda dari umurku ...!! panggilan apa yang cocok untuk Dia...? bukan kah itu membuat ku canggung ...?" Clara mulai cemberut lagu membuat Abian tidak nyaman melihat wajah Clara begitu


kau bisa memanggil Dia dengan sebutan apa yang kau suka ..!!"


Cekreekk....pintu kamar terbuka,Berson dan Mattew datang .


"Tuan ...mari saya bantu...!! Berson membawakan kursi roda untuk Abian ...!!"


"Semua nya sudah beres...." sambung Mattew


"Mattew ....eeh..menantu...." panggilan Clara membuat wajah Mattew memerah karena merasa canggung


"Apa kalian akan ikut kami pulang ke mansion ??" sambung Clara lagi


"Itu tergantung dengan Zara..." Mattew melemparkan pertanyaan itu kepada Zara yang duduk di sofa


"Kalau begitu aku dan Zara ikut pulang ke mansion...."


Clara belum terbiasa dengan keadaan yang baru saja dialami nya,namun Dia akan berusaha menerima Mattew sebagai menantu nya.


Abian menurunkan kedua kaki nya dari ranjang dan di bantu oleh Berson,terlihat bekas tembakan masih di perban,Abian menggantikan baju nya dengan kaos,agar bisa lebih santai .


***


MANSION ....!!


Sampai di mansion,Abian yang dibantu oleh Berson,untuk membawa nya masuk kedalam,sementara Zara dan Clara mengeluarkan barang - barang yang ada di dalam mobil.


"Tuan selamat datang kembali ke mansion " sapa bi Sumi dan bi Nana dengan ramah


"Iya rumah sepi tanpa Nyonya dan Tuan " sambung bi Nana


Abian yang biasanya tidak pernah tersenyum kepada orang lain,hari ini Dia tersenyum kepada pelayan di mansion.


"Sayang aku akan keatas..." ucap Abian yang berdiri di tangga,Clara segera membantu nya naik keatas .


Mattew dan Zara berdiri di ambang pintu melihat seisi mansion,yang sudah lama tidak di pijaki nya .


"Apa Pama mau istirahat...? aku akan mengantar paman ke kamar..." Ucap Zara


Mattew tidak langsung menjawab,Dia sedang mencerna perkataan Zara karena sebelumnya Dia sangat menyebalkan,kenapa tiba- tiba begitu manis .


"boleh...!! aku ingin istirahat..."


Zara tersenyum pahit mendengar jawaban Mattew


"Kenapa Dia tidak menolak ...!! aturannya kan Dia menolak ,merepotkan saja " batin Zara yang kesal


Zara bersikap begitu karena sedang berada di mansion,Dia tidak ingin papa nya marah dan emosi lagi,Itu akan membuat nya sulit mendapat kepercayaan mereka lagi.


Zara berjalan menuju ke kamar tidurnya,Dia membuka pintu kamar,terlihat dekorasi yang serba pink membuat Mattew membelalakkan mata nya,tapi Mattew mengerikannya namanya juga perempuan pasti serba pink .


"Ini handuk nya kalau mau membersihkan wajah paman ...."


Mattew menatap kearah handuk yang ada di tangan Zara,berwana pink dengan motif love,membuat Mattew terpaku menatap kearah Zara.


"Ada apa..?"


"enggak ada warna lain ...?"


"Ada tapi semua pink..."


"Yasudah aku pakai ini saja..."


Zara sengaja mengerjai Mattew ,padahal Dia bisa saja membawakan Mattew ke kamar tamu disana banyak perlengkapan untuk tamu,Tapi gadis itu malah memberikan handuk dan baju mandi serba pink membuat Mattew kesal .


Cekreeekk....pintu kamar mandi terbuka,Zara melihat Mattew melilitkan handuk itu di pinggang nya dan juga di kepala Mattew,Zara tidak bisa menahan tawanya lagi.


"puffff...." Zara menutup mulut nya agar tidak tertawa tapi alhasil Dia malah tertawa begitu kencang


ha...ha...ha....."paman kau imut sekali. ....." Ucap Zara yang masih tertawa di atas ranjang


Mattew yang berdiri di ambang pintu,mendengar ucapan Zara membuat aura pria itu menghitam dan marah.


Bugh.....Mattew mendorong tubuh Zara keatas ranjang,membuat gadis itu takut.


"kamu begitu senang ya menggoda orang lain,atau juga senang mengerjai orang lain begitu,menertawakan orang lain ....!!" Ucap Mattew dingin,menatap kearah Zara yang berada di bawah nya,jaraknya sangat dekat bahkan dekat,deru nafas sangat terasa diantara mereka berdua


"Aku...aku ...tidak bermaksud ...." jawab Zara gagap melihat tubuh Mattew yang terlalu dekat dengannya


Kedua tangan Mattew memegang tangan Zara,sehingga gadis itu tidak bisa bergerak .