My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 135



"Tuan,bagaimana anda Tau..?" Kasio mengulang lagi pertanyaan itu saat melihat Abian tidak menjawab


"berhenti bersikap seperti orang bodoh..!Kamu mengulang pertanyaan dua kali dalam berbicara,itu hanya dilakukan oleh orang bodoh kepada orang tuli..!" Raut wajah Abian yang memerah menatap kearah Kasio.


"Tuan maaf...maaf ...saya mengaku salah..!" Kasio segera bertekuk lutut didepan Abian memohon maaf telah menyinggung TuanNya.


"Tugas ini aku serahkan pada Mu..! periksa semua jaringan Tuan Hatakachi dalam dunia Mafia sebagai Robert"


Abian meninggalkan ruangan itu,saat keluar dari gudang Abian mendapati Young yang sedang menunggu Nya.


"Tuan,Apakah kemarin Tuan sudah menerima email saya di akun pribadi Anda ?" Ucap Young melihat kearah Abian,pria itu mengerutkan dahi nya .


Plak...! "Lancang ...! ! !" Kasio menampar Young yang berani mengirim pesan kepada Abian di email pribadi,itu sangat di benci oleh Abian.


"Maaf ...! saya salah ..!" Young segera pergi meninggalkan Abian dan Kasio yang berada di depan gudang


"Apa yang terjadi?" Abian melirik kearah Kasio


"Tidak ada Tuan,mari melanjutkan perjalanan untuk kembali ke mansion "


Abian segera berjalan mengikuti Kasio dari belakang.


Disaat Abian masuk kedalam mobil,Abian melirik kearah Young yang berdiri di bawah pohon besar sebelum keluar dari halaman markas pulau.


Abian menyiratkan raut wajah Young sedang ada sesuatu yang disembunyikan wanita tersebut,Abian segera mengambil iPad yang ada disebelahnya dan membuka email yang di kirim oleh Young .


Abian menyempitkan matanya,menggertakkan giginya Nya melihat kearah Email yang dikirimkan oleh Young.


"Berhenti...!!!" Teriak Abian


Criiittt...!! Membuat Kasio ngerem mendadak mobilnya.


"Tuan....." Kasio menoleh kebelakang,melihat raut wajah Abian yang tidak bisa di jelaskan lagi .


"Apakah Nyawa mu sudah tidak penting lagi bagi tubuh Mu...?" pertanyaan Abian mampu membuat darah Kasio berhenti,jantungNya berdegup kencang,kaki Nya gemetar tangan Nya juga ikut gemetar,segitu hebat nya pancaran kekuatan dari pertanyaan Abian .


Kasio segera keluar dari mobil,dan membuka pintu mobil untuk Abian,Dia tau diriNya dalam bahaya.


"Siapa yang mengizinkan Mu membawa Anushka ke markas pulau ..?" Abian berdiri di depan Kasio,dengan kedua tangannya masuk kedalam saku celana Nya,tatapan Nya penuh maut,setiap kali Dia ucapan adalah bom yang dirasakan Kasio.


"Tuan,maaf kan saya...!Tuan Muda memaksa saya..!"Kasio bersujud di kaki Abian untuk memohon maaf,jika tidak segera bersujud entah apa yang bisa di lakukan Pria kejam ini.


"Bangun...! " Titah Nya dengan keras membuat Kasio segera bangkit


"Jalan kan mobilnya,kita ke Keluarga Beauty...!" Tanpa ada bantahan Abian segera pergi ke rumah Beauty.


"Tuan Muda,berdoalah semoga Tuan Besar tidak menghancurkan rumah Beauty" Batin Kasio melajukan mobilnya,sesekali menoleh kearah kaca mobil melihat Abian yang duduk dengan wajah emosinya,menahan amarah yang terselubung dalam pikirannya .


Sampai di depan rumah Beauty,terlihat begitu indah,dari sebelum nya tidak terawat tapi hari ini jauh lebih baik.Sekarang juga sudah banyak bunga - bunga yang tumbuh di pekarangan rumah.


Begitu Abian turun dari mobil,beberapa pengawal pulau datang menyapa Abian sebagai bentuk rasa hormat.


Cekrek..!


Pintu utama terbuka,terlihat ada beberapa para pelayan sedang membersihkan ruangan tamu,dan di dapur juga terdapat koki yang sedang masak.


"Sejak kapan disini banyak pelayan " batin Abian memperhatikan seisi rumah.


"Panggilan Anushka " Titah Abian Kepada Kasio,belum juga Kasio bergerak dari tempatnya, Anushka baru saja turun dari lantai atas,dan kaget melihat Abian berada di lantai dasar .


"Tuan Besar " Anushka menyapa Abian,dengan membukukan badan nya


"Kasio bawa gadis ini ke halaman belakang ..!" Titah Abian meninggalkan mereka dan segera pergi ke taman belakang .


"Baik,Tuan " Kasio segera menghampiri Anushka "Nona mari ikut saya ...!"


Anushka merasa takut.Namun,cepat atau lambat Dia juga harus menghadapi Tuan Besar,Anushka segera berjalan mengikuti Kasio.


"Siapa yang menyuruh mu datang ke pulau ...!" Tanya Abian saat mereka sudah berada di belakang rumah


"Kasio...! Lakukan yang seharusnya kamu lakukan...!" Titah Abian,Kasio menatap takut kepada Abian,melirik nya dengan tatapan gemetar.


"Apa yang kau tunggu !" Abian kembali melihat kearah Kasio.


"Nona Anushka segera berbaring di kursi panjang itu,Anda harus menerima hukuman"


Deg...! Anushka melirik kearah Abian yang masih berdiri dengan tenang,tanpa ada kata bantahan Anushka segera berbaring sesuai arahan Kasio.


"Berbalik,telungkup..!" seru Kasio lagi,semakin membuat Anushka gemetar


Bam..!


"Akh....!"


Bam...!


"Akh.."


Bam...!


"Akh...!"


Sekali pukulan itu melayang di punggung Anushka,sekali gadis itu berteriak merasakan kesakitan.Tali seribu itu adalah hukuman ringan didalam keluarga Abian,yang ringan saja begitu sakit bagaimana dengan hukuman yang diatas ini,tidak terbayangkan rasa sakit nya .


"Apa yang terjadi diluar,kenapa berisik sekali" tanya Zico kepada para pelayan saat Dia baru sampai kelantai dasar.


"Anu...Tuan Muda,Nona Anushka sedang disiksa oleh orang di halaman belakang ...!"


"Siapa mereka...?"


"Kami juga tidak tau,orang Nya mengerikan tatapan nya mematikan"jelas para pelayan itu,yang memang tidak mengenal siapa Abian,disaat mereka baru bekerja disini l,baru kali ini bertemu dengan Abian .


"Tuan Besar " gumam Zico langsung berlari ke halaman belakang,dengan raut wajah yang emosi mendengarkan setiap pukulan yang lewat di telinga nya bagaikan pisau yang sekali menusuk ke jantung nya .


"Hentikan..!"Teriak Zico begitu sampai di halaman belakang,melihat kondisi Anushka yang lemah,gadis ini masih bisa tersenyum melihat Zico yang datang .


Huuuussss...! Zico mengajak tubuh Anushka kedalam pelukannya.


"Berhenti..!letakkan gadis itu pada tempatnya ..!" Titah Abian,melihat tajam kearah Zico .


"Dia wanita ku..! tanpa izin ku tidak ada yang bisa menyentuhNya...!Sekalipun Anda Tuan Besar..!"Zico berjalan melewati Abian ,Anushka dalam setengah sadar melirik ke raut wajah Zico,emosi nya membuat pipi Zico bergerak lembut mengikuti gerakan kakinya,Anushka membenamkan wajahnya kedalam dada bidang milik Zico .


"Tuan Besar...!" Kasio menghadap Abian yang masih berdiri kaku di tempat Nya.


"Kembali ke mansion "Titah Abian meninggalkan Kasio.


"Baik Tuan...!" Kasio segera menyusul Abian yang berjalan menuju mobilnya .


Zico membawa Anushka ke kamar Nya,dan membaringkan tubuh mungil itu diatas ranjang King Size.


Anushka tersenyum melihat kearah Zico yang perhatian kepada Nya.


"Kamu dalam keadaan sakit masih bisa tertawa..!" cibir Zico menyempitkan matanya


"Tuan Muda ..! kamu tau,kamu orang pertama yang menyelamatkan aku dari segala bahaya ,Aku tidak pernah takut jika orang lain datang menyakiti ku,Karena Aku tau Tuan pasti akan melindungi dan menyelamatkan Ku..!" ucap Anushka membelai wajah Zico


"Diam...!!Tanpa ijin dari Ku,Kamu lain kali tidak bisa mengikuti perintah Tuan Besar,Kamu tidak tau apa yang bisa di lakukan Dia kepada Mu..!" Zico terlihat marah melihat kondisi Anushka yang saat ini.


"Berbalik,biar aku obati luka Mu" Titah Zico,Anushka segera nurut saat Zico ingin mengobati luka nya.


"Ssssttt...!" Anushka mencengkram sprei,menahan rasa perih di belakang tubuh Nya saat Zico mengoleskan obat pada luka Gadis itu.


"Sakit ya...?Tahan sebentar..!ini akan mengurangi rasa sakit Mu...!" ucap Zico melanjutkan mengobati Anushka .


Melihat Anushka yang tertidur,Zico Langsung menyelimuti nya,berbaring dalam keadaan telungkup supaya tidak mengenai luka nya.


Zico segera keluar dari kamar Anushka ,dan berjalan keruangan kerja Nya,mencari tau apa yang membuat Abian sebegitu marahnya.