
Zico keluar dari kamar Anushka dengan rasa amarah yang sangat dalam.Raut wajah nya memancarkan aura kebencian.
Kriing....
kriing...
"Hallo..!" Zico meletakan ponsel nya di kuping,Tuan Arnots menelpon
"Tuan Muda,Aku ingin menyerahkan berkas kerjasama Kita,apa bisa bertemu ?"
"Bisa..!"Jawab Zico singkat
"Jika tidak keberatan Aku menunggu Anda di rumah !" Sambung Tuan Arnots lagi
"Baik! Aku segera kesana !"
Zico segera memutuskan panggilannya.Lalu turun ke lantai dasar untuk menemui Kasio.
"Tuan Muda,apa ada perintah ..!" Tanya Kasio,saat melihat Zico yang turun dari lantai dua.
"Siapkan mobil nya Kita pergi kerumah Tuan Arnots"
"Baik Tuan ..!"
Disepanjang jalan,Zico tidak berbicara apapun kepada Kasio.Bahkan Kasio mengintip dari kaca mobil,Zico terlihat begitu murung,dan juga raut wajahnya tidak seperti biasa,kemarahannya lebih dalam semenjak Zico membawa pulang Anushka kerumah.
"Tuan Kita sudah sampai!" Kasio menoleh kebelakang.
"Aku akan masuk,Kamu tunggu disini..!"
Kasio hanya menganggukkan kepala nya saja,Zico segera turun dari mobil,dan berjalan masuk kedalam rumah Tuan Arnots.
Didepan sudah ada pelayan yang menyambut Zico,sesuai dengan yang di perintahkan Tuan Arnots.
Pelayan itu mempersilahkan Zico masuk,dan mengantarnya ke ruang tamu.
"Tuan Besar..!Tuan Muda Zico sudah disini "
"Baik tinggalkan Kami ..!"
Zico duduk di depan Tuan Arnots,dan Emily juga datang menghampiri Mereka yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Ini berkas proyeknya,Emily tolong Kamu stempel kan di ruangan kerja Papa.Dan proyeknya sudah siap di selesaikan sesuai rencana Kita..!"Tuan Arnots memberikan berkas kepada Emily,dan meminta nya untuk di stempel .
"Tuan Muda,mari ikut Saya,Aku akan memberikan berkas ini kepada Tuan Muda setelah berkas ini di stempel " Seru Emily bangkit dari duduk nya.Zico juga mengikutinya dari belakang .
"Nah ..!Ini udah di stempel,semoga kerjasama ini selalu berjalan dengan lancar " Ucap Emily memberikan berkas kepada Zico.
"Aku juga berharap begitu,Emily ada yang ingin Aku sampaikan,Aku ingin Kita membatalkan pertunangan ini,Aku tidak bisa menikah dengan Mu,meskipun Kita tidak menjadi nikah proyek ini juga akan berjalan dengan lancar"
Zico bangkit dari duduk nya.
"Tapi kenapa?apa alasan nya ?apakah Aku membuat kesalahan ?" Tanya Emily kepada Zico.
"Kau tidak bersalah,hanya saja Aku tidak mencintaimu "
Zico berjalan meninggalkan Emily diruangan kerja Tuan Arnots.Namun,Wanita itu terus saja mengejar Zico sampai ke pintu depan .
"Aku mohon,jangan batalkan pertunangan ini,Aku akan melakukan apapun yang membuat Mu senang,asal Kau tidak membatalkan pertunangan ini,Aku mohon ..!" Teriak Emily masih mengejar Zico sampai ke mobil .
Braak..!
Dugh..Dugh.. "Tuan Muda,buka pintu mobilnya,Aku mohon jangan batalkan pernikahan Kita " Teriak Emily.Namun,Zico tidak memperdulikannya
"Kasio ..jalan !" Sesuai perintah Zico,Kasio langsung melajukan mobilnya,kearah Mansion Abian,untuk memberikan berkas proyek kepada Abian .
"Tuan Muda,apa yang terjadi ?" Kasio melirik nya lewat kaca depan
"Aku sudah membatalkan acara pertunangan Kita " jawab Zico ketus.
"Tuan,bagaimana kalau Tuan Besar tau ?" Tanya nya lagi
"Aku akan mengatasi nya !"
Kasio yang mendengar nya hanya bisa menganggukkan kepala nya saja .
***
Pengawal membuka pintu utama,untuk Zico dan Kasio yang baru saja datang .
Zico melihat Suasana di ruang tamu begitu ramai.
"Zico..!Sayang ..!" Panggil Clara saat melihat Zico baru datang .
"Mama ..!Cup ..!Cup.." Zico mencium pipi kanan dan kirinya Clara .
"Sayang ini Paman Mike dan Tante Roshita,Mereka baru datang dari Jepang " Clara memperkenalkan Mike kepada Zico " ini Roshmi anak Mereka baru selesai kuliah di Negara S " sambung Clara lagi,Zico menyapa Mike dan Roshita dengan ramah,serta Roshmi.
"Kasio..!"Panggil Abian
"Iya Tuan " Kasio menghadap kearah Abian yang duduk tidak jauh dari nya.
"Bagaimana proyek Tuan Arnots sudah di selesaikan ?" tanya Abian kepada Kasio,tapi Pria ini malah melirik kearah Zico.
"Tuan Muda yang mengambil berkas nya Tuan !"
Abian menyuruh Kasio untuk pergi,dan meminta Zico untuk mendekat.
"Bagaimana ?" Tanya Abian dengan nada rendah
Plak..!Abian menampar Zico membuat seisi ruangan tamu terkejut,dan melihat kearah Mereka.
"Sayang ...!" Teriak Clara saat melihat Abian menampar Zico.
"Ada apa ?" Tanya Mike kepada Abian
"Aku sudah menjodohkan Dia dengan Anak Tuan Arnots,tapi Dia malah menolaknya " Jawab Abain membuat yang lain menatap kearah Abian .
"Kenapa ?kenapa kalian menatap Ku?" Tanya Abian .
"Sayang !Berhenti menjodoh - jodoh kan AnakMu,Dia laki - laki tau yang mana baik,dan mana buruk,Kamu tidak perlu ikut campur urusan pribadi Dia,Zico itu sudah dewasa!" Bantah Clara,Mike dan Mattew menatap satu sama lain,Mereka saling memberi kode.
"Seperti nya ini sudah mau malam,Aku harus pamit pulang dulu " Ucap Mike
"Aku dan Zara juga akan pulang sekarang..!"Sambung Mattew yang ikut bangkit dari duduk nya.
"Kalian kenapa buru- buru,kenapa tidak menginap disini saja !" Ucap Clara.
"Kami akan nginap di lain waktu " jawab Roshita.
Bi Sumi mengantar keluarga Mike,dan Mattew ke pintu utama.Setelah melihat Mereka pergi Abian melanjut kan menginterogasi Zico kembali.
"Mulai sekarang Kamu tidak berhak ikut campur lagi masalah pribadi Zico,biarkan Dia yang memilih,Kamu sebagai papanya,hanya bisa mendukung Anak Mu..!" Sambung Clara lagi.
"Pah..! Please ..!berhenti menjodohkan Aku dengan Anak kolega papa,Aku sudah memilih seseorang yang Aku cintai,dan Aku akan menikahi Dia..!" Jelaskan Zico kepada Abian .
"Kalian berdua,sama - sama menentang Ku ..?" Tanya Abian bangkit dari duduk nya
"Iyah..!mulai sekarang Aku tidak mau hal - hal buruk terjadi lagi dalam keluarga Kita,Aku capek sayang...!"Ucap Clara menatap kearah Abian dengan wajah sendu nya.
"Sayang ..!jangan begitu,jangan sedih Aku janji Aku akan mendengarkan semua perkataan Mu ..!" Ucap Abian memeluk istrinya,Clara menatap kearah Zico yang masih duduk di sofa dan mengedipkan mata nya membuat Zico kaget dan menggelengkan kepala nya.
Clara berhasil membuat Abian tunduk kepada perintahnya.Membuat wanita ini senang dan bahagia .
"Jadi,apa pendapat Mu terhadap wanita yang di pilih Anak Mu ?" tanya Clara kepada Abian .
"Kamu benar memilih Wanita itu?" Tanya Abian kepada Zico dengan tatapan tajamnya
"Iya..!" Jawab Zico tanpa ragu.
"Bawa Wanita itu besok kesini ! Aku akan melihat nya !apa Dia pantas jadi menantu keluarga Carlose atau tidak ?" Ucap Abian
"Sayang ..!" Panggil Clara lagi kepada Abian dengan tatapan kesalnya.
"Iya..iya Wanita itu pantas jadi menantu keluarga Carlose"Jawab Abian seketika membuat Clara tersenyum.
"Pah..!Mah..! "Panggil Zico,membuat Clara dan Abian melirik kearah Zico yang melihat mereka dengan serius.
"Kenapa ?" Tanya Abian
"Anushka hamil ..!" Ucap Zico lirih,dan sedikit ragu.
"APA...?" Ucap Clara dan Abian serentak
"emm..!Aku juga baru tau hari ini..!Aku tidak menyangka Dia bisa hamil..!" Zico bingung mau menjelaskan gimana kepada orang tuanya ,apalagi Abian pasti akan marah ,jika mengetahui anak nya menghamili seorang Wanita.
"Kamu yakin itu Anak Mu?"Tanya Abian dengan sinis
"Iya Aku yakin..!Aku punya buktinya ..!" Jawab Zico dengan tegas.
"Bawa Anushka besok kesini..!dan satu lagi perlihatkan semua bukti kalau benar Anak yang di kandung Dia adalah anak Mu..!"Seru Abian .
"Ma..Mama pernah melihat nya !" Ucap Zico mencari alasan,mata Abian tertuju kepada Clara.
"Benar ?" Abian menatap istrinya,butuh jawaban yang bisa menyakinkan nya .
"Iya Aku pernah melihat Mereka tidur bersama,dan Mereka cukup lama tinggal bersama!" jawab Clara dengan menundukkan kepala nya.
"Aku kecewa padaMu ..!hal sebesar ini Kamu tidak menceritakannya kepada Ku..!" Abian pergi naik kelantai atas,meninggalkan Clara di ruang tamu bersama dengan Zico.
Seperti dugaan Clara,Abian pasti akan marah,mengetahui anaknya menghamili seorang wanita.
"Kamu pulang dulu,mama akan membujuk papa Mu,Mama yakin semua nya pasti akan baik- baik saja !" Ucap Clara,Zico segera berpamitan dengan Clara,dan kembali kerumah Beauty bersama dengan Kasio.
***
Sampai dirumah Beauty,Zico berjalan masuk kedalam ruangan kerja nya,diatas meja banyak berkas yang tertata dengan rapi.
"Aaaaaaaaa ..!Sial ..!" Zico membuang semua berkas yang ada diatas meja,tidak terkecuali gelas dan laptop juga terjatuh
prang ..!
prak..!
"Aaaa..." Teriak nya lagi menendang paperbag yang ada di depan kaki nya.
Dugh..! sssst..!
Isi didalam paperbag berserakan di lantai,didalam nya ada baju yang di beli Anushka waktu pergi bersama dengan pelayan rumah.
Ada satu benda panjang berbentuk seperti termometer,Zico mengambil benda itu dan melihat nya dengan seksama.Benda itu adalah tes pack yang biasa di gunakan oleh orang - orang untuk membuktikan Mereka benar hamil atau tidak .
"Ini ...!" Zico mengingat kembali,paperbag yang di berikan oleh pelayan nya waktu Anushka menghilang,Zico ingat kalau paperbag ini punya Anushka di temukan di dekat toilet.
"Jadi sebelum Anushka menghilang,Dia sudah siap menggunakan alat ini,lalu menyimpannya di dalam paperbag" Gumam Zico memperhatikan dua garis merah diatas tes pack tersebut.