My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 63



Abian dan Mike sampai di depan restoran yang telah di janjikan,Disana sudah ada Mattew,celin dan Tuan Bram dari Jepang .


"Tuan Abian ...silahkan duduk...!!" Tuan Bram menyapa Abian dan Mike


Abian hanya mengangguk langsung duduk di sebelah Mattew.


"Hari ini tidak ada yang mau di bahas untuk produksi bahan pangan nya lebih baik di tingkatkan lagi,usahakan di memproduksi setahun 2x atau lebih " Jelas Abian kepada Tuan Bram


"Apakah kerjasama ini bisa lanjut untuk 3tahun kedepan Tuan..?"


Abian masih melihat isi berkas nya


"Akan aku pertimbangkan ,untuk hari ini cukup disini saya masih banyak pekerjaan lain "


Terlihat Tuan Bram yang sedikit kecewa dengan sikap Abian,harapan Tuan Bram bisa bekerjasama dengan baik untuk 3tahun kedepan,tapi Abian bukanlah orang yang mudah untuk diajak bernegosiasi.


"Saya permisi Tuan Abian " mengulurkan tangan nya untuk berjabat,Tapi Abian hanya mengangguk saja ,Mike segera bersalaman agar Tuan Bram tidak tersinggung


"Mari saya antar Tuan Bram "


Terlihat Mike yang berjalan ke pintu utama restoran dan mengantar Tuan Bram sampai di depan restoran .


"Celin untuk beberapa tahun ini saya puas dengan kinerja perusahaan anda,tapi untuk kesempurnaan proyek itu masih berkurang banyak,tolong di perhatikan lagi khualitas pembangunan,karena itu akan mempengaruhi kerjasama kita" jelas Abian


"Saya tidak ikut lagi dalam proyek berikut,Karen a saya telah memilih pihak Amerika untuk proyek berikut " sambung Mattew mengambil segelas kopi miliknya


"Tidak masalah Tuan,anda sudah bekerjasama dengan baik selama ini ,dan selamat atas proyek baru Tuan dengan Negara sebelah "


Celin tersenyum kearah Mattew,namun pria itu malah memalingkan pandangan nya kearah lain .


"Tuan Abian ini undangan untuk perjamuan di Negara S,saya harap Tuan dapat hadir tanpa mewakili nya" jelas Celin menyodorkan undangan berwarna biru itu diatas meja


"Tapi akhir-akhir ini saya terlalu sibuk jika harus kesana,saya akan menyuruh Mike kesana" Jawab Abian


"Maaf Tuan undangan ini di dikhususkan untuk Tuan seorang tidak dibolehkan mewakili oleh pihak kedua"


Celin meyakinkan Abian untuk datang ke Negara S,dilihat dari tatapan Abian pria itu masih ragu jika harus menghadiri undangan itu.


"Akan saya pertimbangkan,terimakasih" Abian bangkit dari duduk nya dan berpamitan kembali ke perusahaan,di belakang sudah ada Mike yang mengikuti dia.


Disaat hendak masuk kedalam mobil tanpa sengaja pandangan nya teralihkan dengan suara gelak tawa dari restoran tempat Abian sebelumnya,ada sebuah meja di sudut restoran,disana ada wanita cantik dengan dua rekan nya .


"Clara ....?" Batin Abian melirik kearah mereka yang sedang berbicara .


Lama sekali Abian memperhatikan meja itu,tiba-tiba Markus rekan bisnis yang baru saja bekerjasama dengan Clara menghampiri meja Clara.


"Hallo...kebetulan sekali bertemu disini,boleh ikutan gabung tidak ...!!" sapa Markus dengan ramah dan pandangan nya tidak berpaling dari Clara


Clara melirik kearah celin,dan mengangguk


"Silahkan Tuan Markus" Celin menjawab dengan ramah


"Nona Clara ....biasa datang kesini untuk makan siang,kebetulan sekali ini juga tempat favorit saya ..." seru Markus yang hanya di balas senyum oleh Clara


Mereka bertiga melanjutkan makan siang nya,Abian datang menghampiri Clara di meja nya.


"Cari saja tempat lain....ini sudah 3 orang disini ,macam enggak ada meja lain saja " jawab Clara kesal,masak semua orang mau duduk di meja yang sama dengan dia


"tapi aku perlu meja ini " Braaakkkk...!!! tangan Abian mengebrak meja dan Clara kaget melihat kearah Abian,lebih kaget lagi pas dia lihat laki-laki itu adalah Abian .


"A..Abian ....?" Ucap Clara lirih dengan perasaan takut


"Apa aku mengganggu makan siang mu...?" Tanya Abian dengan nada datar tapi tegas


Clara terdiam melihat suami nya marah,Abian segera menarik tangan Clara dan mengajak nya kembali ke kantor


"Tuan tunggu...!!! Anda tidak bisa kasar seperti itu sama perempuan " Markus menarik lengan Clara,Abian yang melihat pria lain menyentuh istrinya malah semakin marah


"LEPAS...!!!" pekik Abian dengan tatapan mematikan,Markus bergetar tangan nya segera di lepaskan


"Pulang .....!!" seru Abian kembali menarik lengan Clara,meninggalkan Markus dan karin di Restoran.


"Tunggu....! Abian kamu....salah paham...." Seru Clara ,masih dengan posisi tangan nya di tarik Abian


"Mike pulang naik taxi,aku akan pulang,urusan kantor aku serahkan padamu " Titah Abian ,dengan tatapan melotot Mike masih melihat kearah Bos nya yang sedang marah karena cemburu


Bug...Abian mendorong tubuh Clara masuk dalam mobil,dan dia segera masuk menyala kan mesin mobil,tanpa melirik kearah Clara.


"Apakah kamu senang bekerja hanya untuk hal-hal seperti ini ?" Tanya Abian tanpa melihat kearah Clara


"Aku hanya makan siang disitu,dan pria itu cuma sebatas rekan kerja" jelas Clara


"Cukup hari ini...!! aku tidak mau melihat mu lagi besok makan siang dengan laki-laki mana pun,kalau ada meeting di luar kamu perlu mengajak ku"


Abian memang terlalu cemburuan orang nya,bahkan mengenai pekerjaan saja dia tidak bisa toleransi mengenai laki-laki yang akan dekat dengan Clara ,segitu cinta nya dia dengan istrinya sampai takut istri melirik pria lain.


Braakk...! Clara membanting pintu mobil dan segera masuk kedalam mansion,diruang tamu sudah ada Zara dan Zico sedang menonton televisi .


"Mama......." Zara berlari menghampiri mamanya


"Sayang ....cup....tidak bobok siang ..." tanya Clara yang melihat anaknya sedang menonton diruang tamu


"Sayang ...kamu main dulu sama kakak ya,papa sama Mama masih ada hal penting yang mau di bahas" Abian menarik tangan istrinya,Clara masih melirik anaknya dan tersenyum,Zara segera berjalan mendekati Zico yang sedang menonton .


Cekrek....pintu kamar terbuka,Abian sangat marah dengan sikap Clara .


"Apalagi yang mau dibahas,bukannya aku sudah memberitahu mu kalau dia hanya rekan kerja ku saja " Clara duduk di tepi ranjang


"apa kamu yakin begitu,dia nampak akrab melihat kearah mu"Abian menatap wajah Clara dari dekat,membuat Clara menahan nafas nya


Cup....Abian menciumi bibir istrinya yang sudah terpaku di depan dia,sedang menahan Nafas,Abian menyadari itu dan segera mencium istrinya .


Abian mendorong tubuh clara keranjang membuat wanita itu melotot,dan merasakan pasokan oksigen nya akan habis jika Abian tidak melepaskan ciuman itu,Benar saja pria itu segera melepaskan ciuman nya .


"hooos....emm..." Clara berusaha mengatur nafas nya


"Sayang aku hanya profesional kerja saja tidak lebih,dan aku janji tidak akan mengulanginya lagi " bujuk Clara kepada suaminya yang masih saja marah ,Abian luluh dengan bujukan istrinya,meskipun Abian seorang yang sangar,tapi terhadap istrinya dia malah tidak bisa lama-lama marah.