My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 119



Ada pandangan yang tidak enak tergambar dari raut wajah Abian,pria itu melirik kearah meja yang didekat jendela di depannya ada seorang gadis, anak dari Abian.Clara juga melirik kearah Abian,tatapan nya tidak bisa dielakkan lagi benar saja,Abian belum bisa melupakan kejadian kemarin .


"Sayang....."Clara menghentikan langkah nya,ingin mencari meja yang lain untuk mereka duduk .Namun,Zara keburu melihat Papa dan Mama Nya sedang menuju kearah mereka langkah nya yang terhenti seketika.


"Papa......" panggil Zara dengan keras membuat pengunjung yang lain melihat kearah Zara


"Duduk....!"Seru Mattew dengan datar


" mereka juga akan kesini tidak perlu berteriak begitu,membuat semua orang melihat kita ...!" sambungnya lagi sedang mengotak - atik laptop di depan nya,selama Mattew tidak di kantor banyak sekali email yang Asisten Jo kirim kepada nya.


Zara segera duduk kembali setelah mendengar perkataan Mattew,Abian dan Clara pun tidak punya pilihan lain,selain harus bergabung dengan anak nya .


"Pa....coba deh roti panggang nya enak banget,berbeda dengan yang di Negara E ...!" Zara menyodorkan sepiring roti panggang kepada Abian,Clara menyadari perubahan anaknya kepada nya,sikap nya berbeda,biasanya Zara lebih dekat dengan Clara namun kali ini Dia lebih banyak bicara dengan papanya ketimbang dengan mamanya .


"Sayang ...bagaimana keadaan mu .." tanya Clara mencairkan suasana canggung antara dirinya dengan anaknya


"Sudah membaik ma ..." tersenyum kearah Clara yang sedang melihat kearahNya


Mattew tidak bergeming mengetahui Clara bergabung dengan meja nya,pria itu memilih diam saja untuk menyelesaikan tugasnya .


"Paman....habiskan sarapan nya,jika tidak nanti dirimu sakit ....!" Zara sengaja bersikap perhatian kepada Mattew di depan Abian ,Mattew menyadari itu langsung mengambil roti yang disebelah Clara segera dia memakan nya tanpa menjawab perkataan Zara.


"Hari ini kita akan berlayar dengan kapal pesiar,kolega papa akan membawa kita jalan-jalan" seru Abian mengambil kopi di depan nya,melirik kearah Zara yang sedang sibuk dengan roti panggang nya


"Aku tidak bisa ikut ...!" Seru Mattew masih sibuk dengan laptop nya


"ayoo lah paman ....kita kesini untuk berlibur masak iya paman lebih sibuk dengan kerjaan ...." Rengek Zara memegang lengan Mattew,pria itu tidak bergeming mendengar ucapan Zara


"Iya benar ....! kapan lagi kita bisa jalan - jalan " sambung Clara lagi melirik kearah Abian


"beri waktu 10 menit lagi untuk menyelesaikan tugas ini ...!" Mattew segera mempercepat kan kerjaan nya agar bisa berlayar dengan yang lain


Zara mengepalkan tangan nya melihat Mattew yang langsung setuju saat Clara berbicara,begitu juga dengan Abian masih menahan emosi nya melihat kearah Clara.


"Aku lagi....." batin Clara,wanita ini segera merangkul lengan suaminya memperlihatkan kemesraan nya di depan Mattew dan Zara .


"Sayang ...aku mau ini ....!" Clara meminta Abian untuk menyuapinya roti panggang,Abian segera menuruti permintaan istrinya,membuat Mattew emosi .


TAK ..TAK....TAK ...Suara ketukan keyboard Mattew membuat Abian melirik tajam kearah nya,netra mata nya memerah memancarkan aura mengerikan disana .


Kriiit........Mattew mendorong kursi nya "Aku akan kembali 5 menit lagi,aku simpan laptop dulu,sekalian mengambil barang bawaan dikamar " ucap Mattew meninggalkan mereka bertiga di meja.


Setelah Mattew pergi,Abian melirik kearah Zara,gadis itu hanya terdiam melihat sikap Mattew kepada nya .


***


Kasio membawa beberapa orang yang di pesankan oleh Zico untuk bekerja di rumah keluarga Beauty .


Semua para pelayan berbaris di lantai dasar,pelayan yang di pilihkan oleh Kasio tergolong masih muda ada yang umur 25 tahun, ada juga yang 22 tahun,bahkan ada yang 19 tahun,Semua ada 10 orang di pekerjakan di rumah besar dua lantai itu untuk melayani Tuan Muda Zico .


Tap....


tap...


tap...


"Tuan Muda ..." sapa Kasio saat melihat Zico turun,semua pelayan juga ikut menundukkan kepala nya .


"Sudah di seleksi semua nya ...!"


"Sudah Tuan ...!"


Zico berdiri di depan semua pelayan,ada lima orang wanita yang berdiri di depan Zico mengangumi sosok pria kejam itu,bahkan ada yang tanpa segan- segan memperhatikan Zico,Ketampanan nya mampu menghipnotis semua orang yang melihat kearahnya.


"Kalian di terima bekerja disini,tentu mengikuti tes,tapi ingat yang bekerja disini harus mematuhi peraturan saya...!"


Zico melirik kearah jam yang ada di tangan nya


"Disini bukan hanya ada aku,tapi ada dua orang lain nya mereka adalah asisten ku,jadi kalian harus melayani mereka juga sama dengan melayani ku ..!" seru Zico melirik kearah Kasio,pria itu segera menghampiri Tuan mudanya


"Jadi buat kalian semua,sebelum masuk ke ruangan Tuan muda harus mengetuk pintu dulu,yang kedua, tidak ada yang boleh memasak ikan di dalam rumah ini dalam bentuk apapun,ketiga tidak ada yang boleh masuk keruangan bawah tanah milik Tuan Muda,jika ada yang melanggar akan di bayar dengan nyawa kalian,dan selanjut nya tidak ada yang boleh main tikung satu sama lain,kalian cukup mengerjakan pekerjaan kalian masing- masing ,dan apa saja pekerjaan kalian akan saya jelaskan nanti satu persatu ...!" Jelas Kasio dan setelah itu segera membubarkan para pelayan itu untuk melihat kamar nya masing - masing .


"Tuan Muda kita ada acara nanti malam..." Sambung Kasio lagi menghadap kearah Zico


"Acara apa..? kenapa saya baru mengetahui nya...?" Zico melirik kearah Kasio netra biru nya menghitam memperlihatkan sikapnya yang tidak senang atas kelalaian Kasio


"Maaf Tuan,Tuan Arnots baru mengabari nya barusan,dan acaranya diadakan jam 7:00PM ,jika Tuan ada perlu sesuatu aku akan menyediakan nya" Sambung Kasio lagi


"Bawakan jas dan gaun yang baru kesini,gaun ukuran dengan Anushka,aku ingin mengajak gadis itu sebagai pendamping malam ini,mana tau bisa berguna untuk kolega kita,yang tertarik dengan gadis muda " seru Zico melirik kearah Kasio,di balik lemari besar Anushka berdiri mendengarkan semua pembicaraan Zico,Gadis itu mengepalkan tangan nya karena kesal di jadikan umpan oleh Zico


"Baik Tuan aku akan segera pergi untuk menyediakan pesanan Tuan ...!"


"Pergi lah ...! " Zico melambaikan tangan nya menyuruh Kasio untuk pergi,Pria setengah matang itu segera pergi meninggalkan Tuan nya di ruangan tamu.


Prang .....


Vas antik milik Clara terjatuh akibat kecerobohan Anushka yang menguping pembicaraan Zico,pria itu segera melirik kearah suara itu,Anushka kaget dan segera berlari naik tangga.


"Anushka........!" teriak Zico saat melihat gadis itu menaiki tangga,namun Anushka tidak menghentikan langkahnya tetap menaiki tangga untuk menghindari Zico.


"Gadis itu menguping pembicaraan ku...! dan bahkan memecahkan vas milik mama ..! " gumam Zico,berjalan ikut menyusul Anushka yang sudah berlari menghindarkan dirinya .


Tap....


Tap....


tap ..


Suara langkah kaki Zico yang menaiki tangga,menggenggam erat pinggiran tangga melirik kearah atas,netra biru nya yang berubah menjadi hitam pekat,rahang nya mengeras,kepala nya seakan pecah memikirkan sikap Anushka yang ceroboh .