
pasukan yang di bawakan oleh Zico tersisa 3 orang,lengan Zico mengeluarkan darah segar,tanpa Dia sadari peluru mengenai tangannya saat melawan para musuh .
Breeet.....Zico merobek kaos hitam yang Dia kenakan,kain itu di ikat di bagian lengan nya,pasukan pulau hanya bisa saling pandang satu sama lain melihat kearah Zico.
Mereka beristirahat di bawah pohon besar,tidak ada makanan yang di bawa juga tidak ada minuman,terpaksa Zico masuk dalam hutan mencari beberapa buah- buahan yang bisa di makan .
Beberapa menit kemudian,Zico kembali dengan membawakan tiga buah kelapa muda,hanya itu yang Dia dapat,kelapa itu di berikan kepada pasukan lain yang menunggu.
Zico mengeluarkan pisau Cold Steel Recon 1 yang Dia simpan di sepatu nya,dengan ketajaman pisau itu sekali tebas langsung terbelah dua.Pisau itu di berikan oleh Abian saat usia Zico 15 tahun,sekarang usia nya sudah 20 tahun pertama kali Dia menggunakan pisau itu.
"Ayoo...kita harus pergi lagi,tempat nya sudah dekat" Zico berjalan meninggalkan para pasukan,mereka segera menyusul Zico.
Sampai di sebuah gedung tua dan besar,dilihat dari luar sungguh tidak layak di huni,terdapat beberapa pengawal yang sedang berjaga di luar,Zico mencari jalan lain agar bisa masuk kedalam,jika melawan para pengawal itu akan menghabiskan waktu nya .
Di dalam gedung tua,terlihat begitu mewah berbeda dengan yang diluar,itu adalah markas paling besar punya Alex,belum banyak orang yang mengetahui markas ini.
Di sebuah kamar terdapat dua orang pengawal sedang menjaga kamar tawanan ,pria Tua dengan tongkat di tangannya datang untuk melihat tawanan yang berada di kamar itu.
Cekreekk........Seseorang berdiri diambang pintu
prang.....vas bunga melayang kearah pria Tua itu,dengan singgap Alex menghindar lemparan wanita itu .
Tap....
tap....
tap ...langkah kaki pria tua itu melangkah berjalan mendekati wanita yang berada diruangan itu
"Nyonya Clara Abian Carlose....!! Nama yang cukup indah,tapi sayang keindahan itu akan sirna"
"Dasar tua Bangka....!!" pekik Clara dengan geram,sekali lagi Dia melempar patung kuda yang ada di kamar itu,kali ini patung kuda itu mengenai kepala Alex dan membuat pria itu marah .
"Kau....kau berani melempar ku...!!!" dengan sekuat tenaga Alex mencengkram lengan Clara,dan membuat wanita itu kesakitan .
"Hari ini sudah cukup main - main...!! kau akan menemani pelanggan kita di bawah,untuk menemani mereka bermain judi,jika kau berani macam-macam aku akan membunuh anakmu...!!" Ancaman Alex membuat Clara menciut,Tapi tidak dengan tekad nya yang ingin kabur dari tempat itu.
"Kalian bawa wanita itu turun kebawah"
Alex meninggalkan Clara dengan dua orang pengawal
"Lepas...!! aku tidak akan ikut kalian,lepaskan aku....!!!"
Dua orang pengawal menyeret Clara dengan paksa dan membawa turun kebawah sesuai yang di perintahkan oleh Alex.
"Jalan...." ucap mereka
Clara terus saja berontak saat mereka membawa nya kesebuah ruangan yang cukup besar dan luas,ruangan itu di penuhi dengan tamu - tamu yang berasal dari berbagai daerah.
Tempat ini di kenal dengan WinStar World Casino,tempat perjudian paling besar yang pernah orang ketahui,namun tidak sembarangan orang bisa masuk kesini.
Ruangan penuh asap rokok dan meja roulette dikelilingi para penjudi,Semua para tamu perjudian ditemani oleh wanita-wanita bar yang berpakaian terbuka bahkan ada yang hanya mengenakan br* dan CD saja.
Musik yang hingar-bingar dan asap rokok yang memenuhi seluruh ruangan yang tentu saja menyesakkan dada setiap orang yang ada di sana. Dan bila salah satu dari penjudi kalah taruhan, serta-merta mengeluarkan pistol dan siap bertarung melakukan tembakan sesuka mereka.Main baku tembak tidak bisa dihindarkan lagi.Tetapi yang berani membuat kekacauan di tempat itu tidak akan bisa keluar dengan selamat dari sana.
Clara dengan mengenakan gaun merah,di bantu oleh dua orang untuk menuruni anak tangga menuju lantai dasar.
Gaun merah yang di pakai Clara cukup indah dengan belahan dada yang terbuka dan juga bawahan nya mempunyai belahan yang cukup panjang sehingga paha nya yang putih mulus terpampang nyata,dengan bagian belakang yang terbuka,terlihat nyata tubuh sexy dan mungil nya wanita itu.
"Hallo...Tuan Maroko....ini barang baru...! Dia akan menemani Tuan Maroko malam ini jika Tuan mampu bayar di muka dengan jumlah yang kita tentukan ...!!" Sesekali Alex menghisap rokok nya dan berbicara dengan tamu yang duduk di sofa panjang .
"Soal harga bisa di bicara asal barang nya oke,berapa pun akan saya bayar..!!" Tuan Maroko memandangi clara dari atas kebawah dan dari bawah keatas lagi,tatapan bak macam yang sedang kehausan siap-siap menerkam wanita itu.
"Kesini sayang ....duduk disini ...!" Tuan Maroko menggerakkan tangannya memanggil Clara,tapi wanita itu menatap pria yang setengah matang itu dengan tatapan menjijikan.
"Maaf Tuan Maroko Dia belum terbiasa..!!" Alex menyuruh anak buah nya untuk membawa Clara lebih dekat dengan tamu nya .
Dengan paksaan sedikit mendorong Clara duduk di samping Tuan Maroko dengan wajah penuh emosi.
***
Dengan bersusah payah Zico memanjat dinding belakang gedung itu agar bisa masuk kedalam,mereka berempat berhasil masuk kedalam gedung itu.
Zico pergi kesebuah kamar,Dia mencari baju ganti yang cocok dengan dirinya dan juga dengan pasukan lain ,mereka akan menyamar supaya bisa turun kebawah untuk melihat situasi nya.
"Apa kalian sudah siap...!!"
"Siap Tuan Muda ...."
"Ingat disaat kita di bawah,Jika ada yang bertanya tentang kita jangan ada yang menyebut nama ku...!!"
"Baik Tuan Muda ...!!"
Mereka berempat berjalan menelusuri gedung besar dan luas itu,interior nya kuno tapi masih mengesankan .
Zico menghindari pertemuan nya dengan Alex sebelum Dia berhasil mengetahui keberadaan mama dan adik perempuannya,Pria itu berjalan menuruni anak tangga,Semua orang di lantai dasar sangat ramai,bahkan itu akan sulit bagi nya mencari sosok Clara di dalam kerumunan.
Banyak sekali permainan yang ada didalam ruangan besar itu,semua permainan tertata dengan rapi,berbagai permainan dapat di lihat didalam ruangan besar itu salah satu nya Baccarat permainan perbandingan yang dimainkan dua tangan,dan juga terdapat permainan Blackjack yaitu permainan cukup sederhana namun di mainkan dengan orang yang begitu banyak .
Zico berjalan melewati dua permainan itu,dia melihat ada permainan Craps,permainan dadu itu semua orang ikut bermain,orang akan bertaruh dengan hasil dadu yang dikeluarkan .Ada juga permainan Roulette permainan dengan memainkan roda kecil yang ada di bagian permainan itu.
Zico sudah melewati berbagai permainan tapi Dia tidak melihat sosok Clara di antara mereka,Zico terus berjalan menelusuri tempat itu,Dia yakin pasti dia akan menemukan mama nya di tempat itu.
Zico berdiri tepat di permainan Poker Texas hold'em, Five-card draw, Omaha hold'em),dan Big six wheel.Pria itu melihat kearah wanita yang memakai gaun merah dengan begitu sexy,Zico terus saja berusaha melihat kearah wanita itu,namun wajah nya tertutup dengan orang yang lalu lalang di depan Zico .
Tempat nya begitu besar dan luas,namun pengunjung nya juga tidak sedikit sehingga membuat tempat itu padat,Zico hendak membalikkan tubuh nya dan pergi meninggalkan tempat itu ,ingin mencari Clara di tempat lain namun kaki Zico berhenti mendengar teriakan wanita bergaun merah .
Tap...
tap ..langkah kaki Zico pergi meninggalkan tempat itu.
"Lepas...!! lepaskan. ..aku..."
"Ikut kami ke atas...!!" Titah tuan Maroko menarik paksa Clara keatas menuju kamar yang di pesan kan oleh nya
"Mama...." Gumam Zico saat melihat wanita bergaun merah itu di seret dengan paksa menuju ke tangga.
Dengan kelonggaran yang Zico miliki dengan sigap dia melempar pisau yang di pegang nya kearah Tuan Maroko.
Siiitt .....sebuah pisau melayang dengan cepat kearah Tuan Maroko dan pisau itu mengenai lengan Tuan Maroko dengan seketika putus,membuat Clara dan pengunjung lain kaget .
"Akh...." Clara kaget dan menutup kedua telinga nya
Sementara Tuan Maroko berteriak kesakitan lebih - lebih melihat lengannya yang putus.
"tangkap semua orang yang membuat kegaduhan di tempat ku...!!" Titah Alex melihat keributan di ruangan yang terdengar suara
Zico dan tiga pasukan pulau mulai di kepung dan di kelilingi oleh anak buah nya Alex,Zico berdiri diantara tiga pasukan pulau.
"Zico ...." Gumam Clara melihat kearah anak nya yang berdiri diantara orang - orang yang ada di depannya .
tukk..
tukk...
tuk...
suara lantai yang di pijak oleh tongkat milik Alex
"Punya nyali juga kamu datang kesini...!!" Alex yang memakai topi fedora putih,jas putih dengan tongkat di tangan nya,melihat kearah Zico dengan tatapan penuh dendam .
Bodyguard Alex lebih banyak dari pasukan Zico.Menurut situasi yang di lihat oleh Zico mereka akan susah melawan para pengawal itu