My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 189



Suasana di ruang makan terlihat begitu canggung,Zico masih merasa kesal dengan kejadian Mattew tadi malam.Abian juga terlihat murung .


Zara tidak banyak bicara,sarapannya hanya tertata diatas piring saja,wanita ini tidak menyentuh sama sekali.


Mattew melirik sang istri yang sedang melamun,namun tidak berani menegur,tangan nya gemetar setiap kali ingin menyentuh Zara,Mattew sungguh takut menyebabkan Zara emosi lagi seperti semalam.


"Zico urus semua berkas kerjasama Kita dengan Tuan Arnots,bila perlu batalkan semua proyek baru dengan nya,jatuhkan perusahaan itu sejatuh mungkin,pagi ini Aku melihat saham Mattew Groups turun drastis."


Abian membuka suara melirik kearah Zico dan Mattew.


"Aku telah melihat nya,semua investor membatalkan kerjasama nya,karena masalah kemarin malam"Jawab Mattew.


"Aku tau apa yang harus Aku lakukan!Aku akan membuat Tuan Arnots menerima konsekuensi nya,karena menyentuh orang yang salah!" Sambung Zico melanjutkan menyuapi Anushka yang duduk bersebelahan dengan nya.


Anushka menatap suaminya dengan rasa khawatir,namun Zico mengedipkan kedua matanya untuk meyakinkan Anushka,kalau Dia bisa melewati semua itu.


"Soal Lolita biar Aku yang urus,akan Ku pastikan Dia dapat mengembalikan nama baik keluarga Kita lagi,tidak perlu bernegosiasi dengan Mereka,Mereka bukan Orang yang pantas menerima belas kasihan Kita!" Tegaskan Abian,semua yang ada di meja makan terdiam mendengar ucapan Abian.


"Sayang ..!" Clara menatap Suaminya penuh rasa khawatir,karena Dia tau Abian bukan orang yang bertoleransi akan hal yang menimpa keluarganya.


"Aku tau !Kamu tidak perlu khawatir !" Jawab Abian dengan tegas.


"Sayang ..!Bagaimana keadaan Mu?" Tanya Clara menatap Zara yang masih terdiam .


"Aku tidak selera makan,Aku akan ke kamar !" Zara bangkit dari duduk nya meninggalkan semua orang di meja makan.


Mattew menatap kepergian Zara,Dia yakin Istrinya masih marah,dan bahkan untuk menegurnya saja Mattew masih merasa bersalah,karena hal yang baru saja kemarin terjadi bukan hal biasa yang dapat di terima Zara dengan penjelasan saja.


"Kamu harus banyak - banyak bersabar,Istri Mu sedang hamil,bisa saja mood nya berubah- ubah" Clara mencoba menghibur Mattew yang merasa bersalah kepada Zara.


"Sabar ?" Zico menatap kearah Mattew "Yang harus banyak - banyak sabar itu Zara,punya Suami tidak bisa jaga diri" Cibir Zico,Mattew menggenggam sendok dengan kuat.


"Zico,lanjut makan Mu dan langsung ke kantor" Titah Abian,melihat Zico dengan ekor matanya .


"Katanya syndrome akut,Hah..!Dia sedang mencoba menipu Kita !" Gumam Zico tapi terdengar jelas di telinga Mattew.


Ting..!


Sebuah sendok terjatuh kelantai yang di lepaskan oleh Mattew.Pria ini bangkit dari duduk nya.


"Aku akan melihat Zara ke kamar,setelah itu kembali ke kantor" Seru Mattew meninggalkan meja makan.


Abian menatap kearah Zico yang dengan tatapan kejam nya .


"Dia masih suami dari adik Mu,hormati Dia,Dia lebih tua dari Mu,jaga bicara Mu..!" Ucap Abian memperingati Zico.


Zico menatap kesal kearah Abian,tidak menjawab perkataan Abian .


"Jika Kamu begini terus bagaimana Kamu akan menjadi ayah yang baik untuk Anak Mu,Anushka juga tidak akan tahan melihat sikap Mu yang tempramen !" Sambung Abian lagi,Zico melirik kearah Anushka yang menundukkan kepala nya .


"Sudah ! lanjut makan,waktu makan harus nya makan,kenapa masalah bahas masalah itu..!" Kesal Clara melihat kearah Mereka berdua secara bergantian .


Ceklek..! Pintu kamar terbuka,Mattew melangkah masuk kedalam,melihat Zara yang berdiri di balkon.


Mattew memakaikan blazer mantel kepada Zara,Gadis ini hanya diam saja tidak merespon.


"Aku akan pergi ke kantor !apa Kamu akan ikut bersama dengan Ku ?" Tanya Mattew berdiri di sebelah Zara melirik kearah istrinya,nampak Zara yang fokus melihat kedepan,entah apa yang sedang di lihat nya.


"eemmm.."Mattew membalikkan tubuh nya saat melihat Zara tidak menjawab"Aku pergi dulu,entar malam Aku enggak kembali kesini !Aku akan pulang ke rumah sendiri kalau Kamu tidak menginginkan Aku disini" Sambung Mattew lagi yang berjalan meninggalkan Zara,sampai didalam kamar Mattew menoleh ke belakang .


Zara membalikkan tubuh nya melihat kearah Mattew yang hendak keluar dari kamar.


"Aku bisa memaafkan semua kesalahan Bee,Aku bahkan bisa dengan pura - pura melupakan kejadian semalam,tapi Bee harus ingat,tidak mudah bagi Ku untuk menghapuskan kejadian itu didalam ingatan Ku,sampai kapan pun Aku akan mengingat nya,bahkan bisa saja sewaktu- waktu disaat Aku marah,Aku akan selalu memarahi Mu dengan mengingat kan Mu akan hal ini" Mendengar ucapan Zara,Mattew menghentikan langkah kaki nya,tangan nya memegang handel pintu,tapi tidak jadi membuka nya.


Mattew menoleh kebelakang,melihat Zara yang sedang menatapnya dengan tatapan kebencian ,yang tidak dapat di sembunyikan nya.


Mattew tersenyum kearah Zara.


"Satu kesalahan dapat membuat orang akan selalu mengingat keburukannya seumur hidup,Tapi seribu kebaikan tidak akan membuat orang mengingat nya seumur hidup!"Ucap Mattew masih tersenyum kepada Zara.


"Aku tau,itu tidak mudah bagi Mu! Aku juga tidak berharap semua orang mempercayai Ku,jika istri Ku saja tidak percaya kepada Ku..!Aku pergi dulu,Kamu baik- baik disini,jika ada sesuatu hal buruk,hubungi Aku segara..!" Sambung Mattew lagi membuka pintu kamar.


Blam ..! Pintu kamar tertutup,Zara hanya bisa melihat kepergian suaminya,meninggalkan nya dalam keadaan gelisah.


"Aku bukan tidak percaya,tapi Aku hanya tidak bisa melihat suami Ku diatas ranjang wanita lain"Gumam Zara masih berdiri di tempat sebelumnya.


***


Banyk sekali investor yang menarik kembali dana Mereka.Dan ada beberapa kolega Mattew yang membatalkan kerjasama nya dengan Mattew.


Mattew duduk di kursi CEO menompang dagu nya dengan kedua tangannya,melihat layar laptop nya,statistik saham nya sudah turun 10 % dalam semalam,kerugian nya hampir mencapai 200M,membuat Mattew menggelengkan kepadanya,jika saham nya berlanjut turun Dia akan bangkrut.


Tok...Tok...Tok...


"Masuk ..!"


Ceklek..!


Asisten Jo masuk kedalam ruangan,membawa beberapa berkas penting kepada Mattew.


"Tuan ini CCTV yang berhasil Aku ambil,jika pagi ini mungkin cctv ini telah di hancurkan,ini buktinya !" Asisten Jo memberikannya kepada Mattew,Pria ini menyambung ke dalam laptop nya,dan melihat jika Carolin di bantu oleh dua orang,namun,sayang nya Mereka terekam dari belakang,jadi sulit bagi Mattew untuk mengetahui dalang di balik kasus nya itu.


"Simpan semua bukti ini,Aku akan menuntut Mereka nanti.Ini Mereka sudah terkena pasal berlapis dalam kasus ini" Ucap Mattew bangkit dari duduk nya,dan berjalan keluar dari ruangan menuju ruangan Meeting .


Di sebuah restoran yang dekat dengan rumah sakit HK.Seseorang berjalan dengan arogan masuk kedalam restoran,di temani oleh lima orang pengawal nya yang berjalan mengikuti Pria tersebut.


Pria tersebut berhenti tepat di meja yang Mereka tuju.


"Se..Senior Abian ..?" Pandangan Wanita itu tertuju kearah Pria yang berdiri tepat di samping mejanya,menatap nya dengan penuh kematian .


Gluk..!Wanita ini menelan ludah nya memperhatikan raut wajah Abian yang merah padam,dan melirik kelima pengawal Abian yang berbadan besar.


Tubuh nya gemetar bahkan kaki nya tidak tahan lagi untuk menompang tubuh nya yang sedang berdiri menatap kearah Abian .