
Saat mendengar Revan masih hidup Abian segera menuju ke ruang pasien yang saat ini di tempati Revan.
BRaaakkkk......!! Abian menendang pintu kamar dengan kuat,emosi nya sudah memuncak.
"Tuan...jangan ganggu pasien sedang istirahat ..!" ucap suster
"KELUAR....!!!! "
"Ba...baik.."
Abian penuh emosi menarik Revan dari tempat tidur,sudah lama dia menantikan saat dimana dia bisa membunuh pria ini dengan tangan nya sendiri.
"Tuan..kamu.." ucap Revan kaget melihat Abian menarik dirinya dari ranjang
"Kau....berani menyentuh adik ku...!!! " ucap Abian memukul Revan
Bug....bug...Revan tersungkur ke lantai.
"Apa dia sudah mengetahui nya..tidak ini dia tidak mungkin dia mengetahui nya" batin Revan
"Tuan kamu salah sangka...itu hanya kecelakaan ..." Ucap Revan
"Sebelum semua bukti keluar aku tidak akan melepas kan mu...!! hidup mu bisa selamat sampai sekarang itu karena Nadia,kalau tidak dari dulu aku sudah membunuh mu..!!" Titah Abian dengan emosi
"Sialan ini pasti karena wanita itu..." batin Revan,masih mencari akal supaya bisa lolos dari Abian
"Ak...aku tidak bersalah ini hanya kecelakaan ..." ucap Revan lagi yang sudah babak belur di hajar Abian
"Tuan....pasukan pulau sudah disini...!" Seru Berson memberitahukan Abian
"Bagaimana mereka tau keadaan Nadia secepat ini" tanya Abian
"Tuan kita bicara di luar..!!" bisik Berson tidak ingin di dengar oleh Revan
"Hari ini aku melepaskan mu...!! tapi tidak untuk besok setelah aku mendapatkan bukti " titah Abian menghempas tubuh Revan ke lantai
"Sialan...Abian aku akan membalaskan perbuatan kamu ini" batin Revan memaki Abian menatap pria itu keluar dari ruangan nya
"Kasio....!!!!" panggil Abian melihat pria tubuh kekar dan tinggi itu berdiri di depan pintu pasien
"Tuan...aku mengetahui GPS yang Tuan besar pasangkan di tubuh Nadia sudah tidak berfungsi ,setelah kita cek rupanya Nadia mengalami kecelakaan "
"GPS...??" Abian kebingungan
"Iya GPS ...Tuan besar sangat sayangkan anak nya waktu pertama Nadia di operasi GPS itu sudah tertanam di tubuh nya ,dan tuan besar bisa selalu memantau Nona,saya di beri tau tuan ..." jelas Kasio
"tetapi kenapa saya tidak tau..."
"Waktu itu tuan besar tidak sempat menjelaskan nya kepada Tuan karena mengalami kebakaran di pulau dan tuan besar meninggal di tempat"
"Kalian periksa semua tempat tinggal Nadia,cek semua lokasi kecelakaan ...!!" titah Abian
Kasio dan Abian membawa mayat Nadia pulang kerumah duka,untuk di kremasi .
Perasaan Abian untuk saat ini tidak lah baik-baik saja,selama ini dia sibuk melindungi Clara sehingga lupa dengan keselamatan Nadia.
"Sial ...!! kenapa aku bisa kecolongan kali ini..!!" Batin Abian yang masih menahan emosi nya dengan raut wajah yang sudah merah padam,berada dalam mobil ambulance membuat dia tidak bisa pungkiri kekesalannya sangat mendalam.
Ada 10 mobil yang keluar dari rumah sakit,semua itu adalah pasukan pulau yang datang melihat Mayat Nadia untuk yang terakhir kalinya .
wiiwww...wiiiwww...wiiiwww...Ambulance berhenti di perkarangan rumah Nadia.
Tubuh yang begitu indah kini hanya terlihat pucat,riasan di wajah yang dulu begitu cantik kita hanyalah bisa menampakkan wajah putih pucat basi.
Abian tetap pada pendirian nya menahan emosi nya dan kesedihannya,dia tidak akan menunjukkan air mata nya di lihat oleh orang lain.
"Apakah hasil otopsi nya sudah keluar !!" tanya Abian kepada Berson
"Sudah Tuan....!!! Aku akan mengambil nya di rumah sakit sore ini..!!"
Semua orang sibuk mengambil karangan bunga yang baru saja di kirim oleh rekan bisnis Abian ,berita mengenai kematian Nadia sudah disiarkan di televisi,semua orang melihat nya dan mengirim kan karangan bunga ke rumah duka.
Clara sedang bersantai di ruang tamu nya,dia melihat televisi ada berita kematian Nadia.
"Apa....? Nadia....." Ucap Clara bangkit dari duduk nya berdiri melihat berita kematian Nadia
"Aku.....aku akan menelpon Abian " ucap Clara mengambil handpone nya
Sudah beberapa kali Clara menelpon Abian tapi tidak ada jawaban dari pria itu,dia terus memanggil namun jawabannya masih sama.
kriing...
kriing..
kriing...
Tiba-tiba ada panggilan masuk ke handpone Clara .
"Hallo..."
"Nyonya...ini aku...Berson..!Nyonya sudah melihat berita ?" tanya Berson
"Sudah..!! jemput aku di mansion "
"Baik Nya...."
Setelah mematikan handponenya,dia kembali memikirkan Nadia,Dia yakin pasti ada sesuatu yang terjadi antara Revan dan Nadia.
Batin Clara tidak tenang,dia memikirkan kejadian yang menimpa Nadia,dia sangat yakin pasti ini semua rencana Revan .
***
Dengan memakai pakaian serba hitam,Clara memasuki rumah milik Nadia,dia melihat disekitaran banyak sekali orang yang berpakaian hitam,semua adalah laki-laki pasukan pulau ,tidak ada orang luar yang datang berkunjung,kecuali Clara seorang wanita.
"Berhenti...!!!" ucap pria bertubuh kekar yaitu Kasio
Clara berbalik arah kearah suara itu
"Anda tidak di ijin kan masuk..!! ini bukan pertunjukkan yang bisa di liat oleh orang luar...!!" ucap Kasio
Clara belum mengenal pasukan pulau,tapi dia ingin melihat Nadia ,Clara kebingungan harus beralasan seperti apa.
"Dia datang bersama ku...!!" sambung Mattew
"Tuan Mattew....maaf " ucap Kasio menundukkan kepala nya
"Maaf Nyonya ini tas nya ketinggalan " seru Berson yang menghampiri Clara
Kasio melirik kearah Berson yang cukup mengenal dengan Clara.
Mattew mengajak Clara masuk kedalam,disana sudah ada Abian yang sedang mempersiapkan segala keperluan kremasi mayat Nadia.
Clara berdiri di belakang Abian ,wanita itu tidak berani menyapa Abian yang sedang bersedih,dia lebih memilih untuk diam di belakang hanya bisa melihat wajah Nadia dari jauh.
"Aku turut berduka "ucap Mattew menepuk pelan bahu Abian
Di sana juga ada Mike mereka bertiga pergi membawa mayat Nadia untuk di kremasi,karena pasukan pulau tidak sedikit membuat Clara tidak bisa mendekati Abian,semua pada berdesakan untuk mengiringi peti mayat Nadia.
Clara masih berdiri di tempat nya yang sebelum nya,saat melihat Abian sudah masuk kedalam mobil,dia ingin mengejarnya namun mobil Abian sudah tidak ada,semua pasukan pulau masuk kedalam mobil masing-masing hanya Clara yang tertinggal dan berdiri di teras rumah Nadia.
"Aku...!! siapa aku..!! untuk saat ini mungkin aku hanya orang yang terlupakan" batin Clara meneteskan air mata
Nadia sangat berarti bagi Abian,meskipun Nadia adik angkat baginya namun kasih sayang Abian seperti saudara kandung .
"aku sebelumnya merasa,aku satu-satu nya orang yang sangat penting bagi mu,namun aku salah...! bahkan saat seperti ini kamu tidak memikirkan untuk mengabari ku,apalagi hal nya sepenting ini,meskipun aku dan Nadia sebelum nya pernah punya masalah tapi aku ini tetap kakak ipar nya dan aku berhak tau dan mendengar berita itu dari kamu" Gumam Clara berjalan keluar dari halaman rumah Nadia.
Clara seorang wanita yang keras kepala,dia akan selalu berpihak kepada pendapatnya ,meskipun pada kenyataan dia itu egois,tapi karakter Clara tetap lah wanita tangguh.
Clara akan pulang ke apartemen nya,dia tau jika Abian masih peduli, pria itu akan mencari nya,karena saat ini ada calon baby yang sedang dia perjuangkan .