
Abian kembali ke mansion,disana sudah ada Kasio yang menunggu bay di teras.
"Tuan ...!" Kasio mengambil berkas yang di tangan Abian,dan mengikuti Tuannya untuk masuk kedalam.
Sampai di ruangan tertutup tanpa ada jendela hanya ada satu pintu,dan Abian sudah menyalakan AC.
Kasio meletakan semua barang bukti yang Dia dapatkan di rumah Beauty,serta beberapa file penting tentang proyek yang rusak.
"Kita bahas yang proyek ini dulu,hari ini saham Mexio turun 5%,dan sebagian investor mengundurkan diri,apa Kamu sudah punya rencana ..?" Abian mengambil berkas di depan Kasio. Pria itu 5 tahun lebih murah dari Abian,dan sikap nya lebih dewasa dan lebih tenang dari Abian,karena Abian punya penyakit paranoid,semua milik nya tidak ada orang lain yang bisa sentuh,meskipun sikap nya seperti anak - anak.Namun,sosok Abian cukup di kenang sebagai Pria sejati yang selalu setia dengan satu Wanita.
"Kita harus mengadakan Konferensi pers,agar semua Masyarakat,dan juga investor bisa memahami atas apa yang terjadi di proyek itu,Kita akan selalu bertanggung jawab dengan apa yang telah terjadi.Namun dengan adanya konferensi pers,Kita bisa mengembalikan kepercayaan para investor lagi,dan juga masyarakat akan tau,kalau bahan yang Kita gunakan untuk pembangunan sangat bagus,sehingga mereka tidak perlu takut akan keselamatan mereka saat nanti mereka berbelanja disana" jelas Kasio kepada Abian,dan Tuan Besar ini langsung mengerti dengan maksud Kasio.
"Kamu selalu bisa diandalkan,tuliskan jadwal konferensi pers besok,dijadwal kosong Aku,dan satu lagi beritahu semua media,agar mereka juga bisa meliputnya,jadi kerja keras Kita tidak sia - sia ..!"
"Baik Tuan,akan segera Saya kerjakan malam ini,dan Aku memilih di jam 11:00 AM"
"eem..!keluarkan semua bukti yang Kamu ambil di rumah Beauty " Titah Abian,Kasio segera mengambil paperbag yang ia bawa bersama tadi saat datang ke mansion.
Kriing...
kriing...
"Tunggu sebentar Aku akan mengangkat telepon dulu,Tuan Arnots menelpon" seru Abian bangkit dari duduk nya,dan berjalan sedikit menjauh dari Kasio.
***
Mattew segera membuka pintu mobil untuk Zara,sepanjang perjalanan mereka tidak singgah di restoran mana pun,dan itu membuat Zara kesal,harus menahan lapar,padahal mereka tidak sedang kekurangan uang kenapa harus membuat nya untuk menahan lapar.
"Apa yang terjadi ? kenapa wajah Mu pucat ?" Mattew melihat kearah Zara yang berjalan masuk kedalam rumah,di depan pintu Asisten Jo sudah menunggu bersama dengan mokey.
"Aku sering pergi liat proyek papa, dimana pun proyek itu dan sejauh apapun tempat nya.Namun,Aku tidak pernah menahan lapar selama ini sehingga membuat lambung Ku kambuh lagi..!"Jawab Zara ketus meninggalkan Mattew dan melewati Asisten Jo di depan pintu.
"Astaga..! kalau Dia lapar kenapa tidak meminta Ku untuk berhenti..?" puk,Mattew menepuk jidat nya melihat tingkah istrinya,Mattew pikir sampai rumah Dia akan bersama dirumah,karena Mattew telah memesan makanan kepada Asisten Jo.
"Tuan makan malam romantis telah disediakan di taman belakang ..!" Seru Asisten Jo
"Baik Aku akan segera kesana bersama dengan Zara ..!"
Mattew segera menyusul Zara yang telah masuk kedalam kamarnya.
Cekrek ...!
Mattew membuka pintu kamar,melihat Zara berbaring di sofa yang ada didalam kamar nya.
"Minum obat dulu,biar perut Mu sedikit enakan,Aku telah menyiapkan makan malam romantis dengan Mu,setelah Kita mandi,Kita bisa makan bersama " Bujuk Mattew kepada Zara.Selain mengambil obat di tangan Mattew tidak ada hal lain yang di ucapkan oleh Zara.
"Maaf kan Aku..! Sebelumnya Aku terbiasa sendiri,jadi tidak memperhatikan soal makanan,Aku hanya sering makan dirumah untuk menghindari kerumunan di luar !lain kali Aku akan belajar lebih banyak lagi untuk menyenangkan istriKu yang suka merajuk ini" Mattew memegang tangan istrinya dan, Cup..!Dia mencium tangan istrinya dengan lembut membuat Zara tersentuh.
Cup ..! Pria ini selalu tidak bisa menahan godaan nya,Mattew segera mencium Zara,dan mendorong tubuh gadis itu agar berbaring di sofa,Mattew memainkan lidahnya menikmati setiap kenikmatan dari ciuman yang dihasilkannya.
Perlahan- lahan ciuman itu turun ke leher jenjang milik Zara,Membuat Gadis ini tidak berhenti men desah.
Pria ini tidak akan menunggu lama untuk menghabiskan banyak waktunya,hidangan romantis telah disiapkan,tidak akan di biarkan lewat begitu saja.
"Saat ini Aku sedang lapar,tapi makanan yang ingin Aku makan duluan adalah Kamu..!"Bisik Mattew sembari mengangkat tubuh Zara keatas ranjang tidur mereka.Dan membaringkannya dengan sangat hati - hati ,dress yang di kenakan Zara telah terbuka bagian atas,sehingga menampakan dua buah kenyal yang masih berbalut br*.
Mattew segera melepaskan kemeja dan jas ,membuangnya sembarangan tempat,setelah itu Dia menurunkan ce lana bahannya,sehingga yang tersisa hanya CD miliknya,dibalik kain itu benda yang kuat dan kokoh masih bersembunyi di balik pembalutnya.Namun,terlihat dari luar Jika sudah memberontak,ingin segera dilepaskan dari sarangnya.
Tanpa menunggu lama,Mattew menarik dress Zara dan membuang nya sembarangan tempat,yakin lah setelah malam ini baju itu tidak dapat di gunakan lagi,karena telah rusak dibuatNya.
Gadis kecil yang ada di bawah Mattew, hanya bisa menatapnya dengan penuh kebagian,Zara telah menemukan cintaNya,meskipun gadis ini belum belajar sepenuhnya menjadi istri yang baik.Namun,Dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyenangkan suaminya.
Di mulai dari mencium kening lalu turun ke bibir kecil sang istri,melu matnya dengan penuh gairah,memadukan gerakan li dah,menjelajahi setiap sudut bibir dan isinya,puas dari sana bibirnya mula turun ke leher,menji latnya dengan penuh lembut "Akkh...."Suara itu terdengar dari telinga Mattew,saat sang istri di gigit oleh dirinya,bekas gigitan itu terlihat begitu jelas di leher sebelah kanan Zara.
Dua buah pe muas kenikmatan terlihat begitu indah,setelah membuka pe gait br*,Dia segera membuang kacamata berwarna merah itu keatas ranjangnya,lalu menyentuh kedua buah kenyal itu,memainkan jari jemari nya disana .
"Plop...Plop..Plop.."Suara itu terdengar jelas di telinga Zara,bak bayi sedang menyusui,Mattew tidak memperdulikan itu,saat ini Dia tengah menikmati makan malam yang enak,tidak akan ia dapatkan dari restoran manapun.
"Aaaawwww..!" Sengaja atau tidak Nya,Pria ini telah menggigit kismis milik Zara,sehingga membuat Dia berteriak kesakitan,untung saja kamar mereka kedap suara,jadi tidak akan terdengar oleh siapapun.
darah keluar dari ujung kismis yang di gigit Mattew.Namun,tidak membuat Nya untuk berhenti bermain,Ciumannya kembali turun ke perut ratanya,yang sedari tadi naik turun mengimbangi nafas yang di atur oleh Zara,gadis ini mendongakkan kepala nya keatas merasakan sensasi dari permainan li dah Mattew diatas perutnya .
Mattew memegang sisi kiri dan kanan ujung kain renda berwarna merah,dan menarik nya keatas,Zara mengangkat ka kinya supaya kain itu segera terlepas,Mattew mencoba membuka pa ha Zara.Bunga sakura yang sedang bermekaran di musim semi sedang ada di depan matanya,dengan warna putih ke merah jambuan.Netra nya berbinar - binar sekali lagi melihat keindahan di depan matanya,Pria ini tidak dapat memalingkan pandangannya .
Dia mulai membenamkan wajahnya di tengah - tengah belahan kedua ka kinya yang setengah berdiri."Aaahh....Eemmm" Zara mere mas rambut Mattew dan menekan kepala Pria ini agar mempercepat ji la tannya. "Oohh..Uuh..Eemmm.."Rancau Zara merasakan sensasi yang di mainkan Mattew.
"Akkhhh........!" Gadis ini mencapai puncak kenikmatan.
Pria itu segera menuntun Mr.p kedalam Goa yang sudah ba sah tersebut,mengg esekannya di pintu goa membuat Gadis ini sekali lagi mend esah.
Jleb.....!"Aakhhh..."Tubuh yang mungil itu bangkit merasakan huj aman yang begitu kuat, besar dan panjang serta berurat sudah menjadi ciri- ciri dari aset milik Mattew.
Pria ini melakukan gerakan maju mundur cantik,maju mundur cantik,maju mundur cantik,beberapa kali melakukan gerakan itu terdengar dari telinga nya yang membuat ia semakin candu,setelah 15 menit dengan gerakan cantiknya,ia pun merasakan pelepasan yang panjang atas permainan nya .
"Aaahhh..........!" bugh..!
Tubuh nya kembali jatuh keatas tubuh Zara.
Cup..! Dia menci um bi bir Zara,
Cup ..! menci um kening Zara,mata Wanita ini sayu melihat kearah Nya.Seperti Nya malam ini makan malam romantis akan terlewat begitu saja,apalagi dengan kondisi Zara yang lemah,pasti tidak akan turun dari ranjang untuk makan malam.
"Honey,thank you so much,for this long night" Cup..! "Good Night" Ucap Mattew mengecup kening istrinya lagi yang sudah tidak sadarkan diri lagi karena terlalu lelah menghadapi permainan Pria matang ini,TanganNya memeluk tubuh mungil Zara,dan satu tangan lagi berada di puncak gunung kembar memainkan kismis nya,sambil terlelap dalam tidurnya .
***
Zico meletakan file berkas proyek yang rusak tadi kedalam ruangan kerjanya.
Prak ...! membuangnya keatas meja,setelah itu menarik kursi kerja nya,Dia baru mengingat kalau Dia memasang cctv di dalam ruangan kerja,dan Dia yakin kecurigaannya terhadap Anushka pasti salah,dan Zico segera membuka laptop nya,lama sekali loading nya,sambil menunggu itu loading Zico mengambil Sandi card kedua nya di lemari yang ada didalam ruangan kerja,untuk membuka brankas nya satu lagi,Zico perlu mengecek brankas besar apa ada yang hilang.
"Aku berharap tidak seperti yang ku pikirkan,Tuan Besar terus saja mencurigai Anushka,Aku harus membuktikan Nya,jika Dia tidak bersalah ..!" Ucap Zico sambil membuka brankas besar didalam ruangan itu,yang tidak di ketahui oleh Anushka ,brankas itu,terletak di sudut dinding,jika orang tidak memperhatikannya tidak ada yang tau,mata orang lain itu hanya sebuah dinding,tapi setelah di tempel kan sandi card,dinding itu berubah menjadi brankas dan memutar kesamping untuk terbuka,sungguh menakjubkan .