
Clara duduk di tepi ranjang nya melihat Zara sudah tertidur,dan dia juga sudah bersiap-siap untuk istirahat .
Cekrekk...pintu kamar terbuka,Abian baru kembali,membawakan Clara minyak urut.
"apa masih sakit...?"
Abian melihat tangan Clara,wanita itu hanya menahan rasa sakit nya,tidak berani mengeluh ,itu akan membuat Abian memarahi Zico.
"Sedikit ...!!"
Clara membiarkan Abian mengurut tangannya .
"Akh...pelan sedikit..."Gerutu Clara yang menahan sakit
Dengan kepandaian yang ia miliki dia segera mengurut tangan Clara,meskipun beberapa kali Clara mengeluh sakit ,namun Abian tetap mengurut nya.
"Sudah...!! istirahat lah,aku masih ada urusan lain...!!"
Clara menatap kearah Abian
"Apakah disini aman ....?" Clara terlalu was -was dengan tempat yang baru pertama kali dia datang
"Disini cukup aman,apalagi tidur di kamar ini tidak akan ada yang berani kesini "
Abian menyelimuti Clara ,Cup setelah mencium kening istri nya dia pergi meninggal kan wanita itu.
Blamm...pintu kamar kembali tertutup,Abian mengunci nya dari luar .
Tap...
Tap..
tap..
tap...
Abian menuruni tangga bawah tanah,disekitaran lorong gelap banyak pengawal yang sedang menjaga para tahanan,dan ada juga yang sedang menerima hukuman bila melanggar perintah dari atasan.
paw...
paw...
paw...
paw...
Suara rotan yang di pukulkan oleh pembina pemberi nasehat,dia adalah Kasio,pria bertubuh kekar dan juga tinggi,meski sudah lama di pulau namun kulit nya masih tetap putih bersih,keringat sebiji toge keluar dari pori-pori kulit,membuat tubuh itu mengkilat .
"Bagaimana ..?"
Suara Abian menghentikan aktivitas Kasio,pria itu menghadap kearah Abian yang baru saja datang .
"Tuan ....Tuan muda sudah menerima 10 pukulan di tangan kiri dan kanan nya,Jika di teruskan itu akan membuat luka di bagian telapak tangan " Jelas Kasio,baru kali ini dia membantah perintah Abian ,namun Dia melakukan itu demi Tuan muda yang masih kecil.
"Kamu boleh pergi...!!! " Abian mendekat kearah Zico yang menerima hukuman.
"kamu tau kenapa kamu di hukum ...?" Suara Abian menyadarkan Zico kalau papa nya yang datang,dia segera membuka penutup mata nya
"Aku tau ....!aku siap salah..! " Berdiri dengan begitu tegap menghadapi papa nya,mata nya menatap fokus kedepan,setiap rotan yang melayang di telapak tangan nya tidak sedikit pun Zico mengeluh,bocah itu sudah benar-benar mempersiapkan diri nya .
"Lain kali jangan diulangi...! meskipun kamu sudah dewasa sekalipun,bagi Clara kamu tetap bocah nya,biarkan dia memperlakukan mu seperti bayi asal dia bahagia,kamu harus menahan nya,pria sejati tidak menyakiti seorang wanita,pria sejati tidak boleh menangis..!!"
Abian mengoles salap di telapak tangan Zico yang memerah akibat pukulan Kasio .
Zico menahan perih dengan menggigit bibir bawah nya,Abian sudah bertekad akan melatih Zico lebih hebat dari nya.
"kembali lah tidur...! aku akan menyuruh Kasio mengantar kan teh jahe keruangan mu ,dan makanan .."
Tanpa jawaban Zico pergi meniggalkan Abian di ruang bawah tanah,sedikit pasti ada rasa kesal dan kecewa dari dalam diri Zico.
Abian menatap anaknya dengan penuh bangga,Dia yakin kelak jika Zico dewasa dia tidak akan khawatir dengan keselamatan mereka lagi.
"hooosss....Tuan...di pulau Utara ada penyusup....!!!"
"aku akan kesana ...!!"
Abian segera berlari dan membawa beberapa pasukan untuk melihat penyusup yang sudah masuk kedalam wilayahnya.
Sampai di hutan Utara,terlihat dua perahu yang sedang menuju arah mereka,dibalik semak-semak mereka bersembunyi.
"Tidak perlu melawan atau menembak,menghabiskan peluru saja,ambil ini granat nanas begitu mereka sampai di tepi langsung lempar ke perahu mereka" Titah Abian memberikan 2 buah granat nanas kepada bawahannya,Abian meninggalkan tempat itu dalam hitungan detik
3
2
1
BOoooommmmm.......!!! Suara ledakan di dasar laut,lemparan mereka cukup bagus langsung mengenai perahu para penyusup.
"Periksa jangan ada yang tersisa " ucap salah satu bawahan dari 5 bawahan yang ikut dengan Abian,sementara Abian sudah pergi meniggalkan mereka untuk beristirahat .
***
Mike yang baru saja sampai kembali ke Jepang ,memasuki istana milik Tuan Hiroshima,semua para pelayan sedang menunggu kedatangan mereka.
"Silahkan masuk ....kita akan tinggal disini "
Roshita mempersilahkan Mike masuk kedalam,dan para pelayan menyambut mereka dengan baik.
"apa ini tidak berlebihan ...?" Tanya Mike yang melihat begitu banyak pelayan,Mike berkeinginan tinggal ber 3 dengan Roshita dan anaknya tapi tanpa disangka mereka malah kembali ke Jepang ,Mike harus belajar adaptasi yang baik dengan tempat tinggal baru .
"Nanti juga kamu akan terbiasa..." Roshita segera masuk ke kamar nya dan Roshmi sudah di urus oleh para pelayan .
Didalam kamar itu meskipun terlihat sedikit kuno,namun kamar itu terdesain dengan begitu indah,kamar nya cukup besar dan luas.
"Aku ingin membersihkan diri ku...!! kamu istirahat saja dulu" Roshita berjalan menuju kamar mandi,seketika Mike bangun dan menghampiri Roshita
"Aku ikut mandi...!! " penuturan Mike membuat Roshita kaget
"Tidak boleh....Aku belum memaafkan mu"
Roshita masih marah dengan mike,meskipun sudah tinggal bersama namun Roshita masih belum memaafkan pria itu.
Bukan Mike namanya jika tidak bisa membujuk wanita nya .
"enyahlah...." Roshita mendorong tubuh Mike,tapi Mike dengan cepat menarik tubuh Roshita sehingga membuat wanita itu kehilangan keseimbangan nya .
"Awwww....." pekik Roshita yang terjatuh ke tubuh Mike .
Bug...mereka berdua jatuh ke lantai,posisi Roshita berada di atas mike,pria itu tanpa menunggu persetujuan dari Roshita segera ******* bibir merah merona milik Roshita ,dan melahap nya dengan rakus,tidak membiarkan wanita itu bernafas .
Dalam keadaan masih tertunduk,Mike menyentuh tubuh Roshita dan juga bagian sensitif nya membuat wanita itu menikmati ciuman dari Mike,tanpa di sadari Roshita telah membalas ciuman Mike,mengetahui hal itu,Mike tidak sungkan - sungkan menarik tali yang melilit di pinggang Roshita ,dan baju mandi itu terbuka lebar menampakan gunung salju dengan indah .
Gluk...Mike menelan Saliva saat melihat gunung yang indah itu ,dia membaringkan tubuh Roshita,dan melahap dengan rakus gunung salju itu dan menggigit dengan lembut bagian p*t*ng s*s* Roshita .
"Akh...Mike.....pelan kan sedikit,itu sakit " Girutu Roshita yang masih menahan de*ahan nya .
"jangan di tahan keluarkan saja suaranya " bisik Mike menggoda Roshita,Mike merasakan kalau Roshita merespon setiap sentuhan tangan nya,bahkan tubuh itu mengaku menginginkan lebih dari Mike .
"Ooh....Aahh..." Roshita menutup mulut nya karena merasa malu mende*ah di depan Mike.Pria itu menurunkan CD yang berukuran kecil itu kebawah untuk tidak menghalangi dirinya melihat milik roshita yang sudah basah.
Mike menyentuh bagian sensitif Roshita dengan l*dahnya,dia memainkan nya disitu membuat Roshita menekan kepala Mike agar lebih mempercepat kan gerakannya .
"Eem..ooh...Aah...."
Mike menurunkan cel*na jeans nya membuang semua penghalang melepaskan ular dari sarang nya,begitu melihat mangsa sudah di depan nya dia tidak menunggu lagi langsung saja mematuk nya berkali - kali sampai Roshita tergulai lemah .
Mike mengangkat tubuh Roshita kedalam kamar mandi untuk membantu Roshita mandi, dengan posisi masih mengendong tubuh Roshita didalam pelukan nya .