
Mattew berlari dengan jantung yang berdegup kencang berharap sesuatu tidak akan terjadi kepada Zara.
Pria itu berjalan menulusuri lorong yang ada di lantai atas ,gedung ini banyak sekali kamar,Mattew memeriksa satu persatu kamar itu,bahkan masih ada tamu yang sedang di layani oleh mereka,tanpa mengetahui pemilik tempat ini sudah mati di tangan Abian.
"Tidak.....!!! Tolong ....!!"
"Tidak...lepaskan kami...!!"
Mattew mendengar suara teriakan dari kamar 065,Dia bergegas menuju kamar itu.
Brakk........Suara tendangan pintu dari luar,pintu kamar terbuka dengan lebar,terdapat seorang pria Tua sedang memaksa dua gadis untuk melayani nya,salah satu nya malah di ikat di bagian ranjang.
Mata Mattew tertuju kearah gadis yang ada di tangan Pria itu,Mattew melihat nya sangat mirip dengan Zico Dia yakin itu adalah Zara.Dengan emosi yang sudah di ubun - ubun Mattew berlari menghampiri Zara,dan pria tua itu berusaha untuk tetap melanjutkan aksi tanpa memperdulikan saat Mattew mendobrak pintunya ,benar-benar nyali yang cukup besar.
Bugh....tendangan Mattew membuat pria tua itu terlempar dari atas ranjang kebawah ,Dengan tubuh gemetar Zara menangis,Mattew melepaskan jas mantel panjang nya menutupi tubuh Zara,dengan bagian baju yang terbuka bagian atas membuat Mattew menelan Saliva nya melihat kemolekan tubuh mungil Zara.
"Kau....!!! berani kau menyentuh Dia....!!" Mattew menunjukan kearah Zara yang sedang menangis sesenggukan
"DIA ITU ISTRIKU..!! " Dhar....suara petir menyambar gedung tinggi dan kokoh itu,Telinga Zara pun seperti tersambar petir di malam hari saat mendengar ucapan pria yang berdiri di depan nya,baru mengetahui kenyataan nya hari ini bahwa pria itu adalah suami nya .
" Aku saja belum pernah melihat tubuh nya apalagi menyentuh nya,kau berani menyentuhnya bahkan melakukan lebih..!! " sambung Mattew yang sedang menghajar pria tua itu
Bugh....Bugh... "Dasar Tua bangka tidak tau malu...." Dengan sekejap tanpa menunggu notice dari alam sekitar Mattew sudah menggenggam senjata nya dan diarahkan kepada pria tua itu dengan kekuatan Lima peluru membuat pria itu mati di tangan Mattew .
Hujan turun begitu deras,suara gemuruh membuat suasana diluar sangat mencekam lebih - lebih alam sedang di basahi hujan yang begitu lebat,Berada di tengah-tengah hutan membuat semua orang takut dengan cuaca badai yang sedang melanda.
Mattew berjalan mendekati Anushka dan membantu gadis itu untuk melepaskan ikatannya.
"paman terimakasih...." Ucap Anushka dengan lirih ,membuat Mattew memicingkan mata nya menatap kearah Anushka ,Mattew baru sadar jika Zara sedang memperhatikan nya dengan tatapan begitu ambigu sedang menyidik penuh dengan pertanyaan kepada dirinya.
"Kau boleh pergi ..!!" Mattew menyuruh Anushka untuk pergi duluan,Tanpa ragu gadis itu langsung berlari kearah pintu kamar untuk keluar, sembari mencari keberadaan kakaknya.
Mattew berjalan mendekati Zara,Gadis itu masih mematung di tempat semula tanpa bergerak sedikit pun .
"Apa kamu baik-baik saja ....?" Mattew melihat kearah Zara namun gadis itu hanya menundukkan pandangan nya sembari mengangguk memberi jawaban dari pertanyaan Mattew .
"Ayooo ...kita turun kita sudah aman ....!!" Mattew berusaha meraih lengan Zara,Namun wanita itu menghindar,Mattew menatap nya dengan heran dan ada jawaban.
Perlahan- lahan Zara turun dari ranjang,dan berjalan melewati Mattew yang berada di samping nya,disaat melihat Gadis itu melewati nya Mattew hanya bisa mematung menatap kearah Zara yang berjalan kearah pintu kamar,Tubuh yang putih mulus itu terhuyung beberapa kali kiri dan ke kanan selain trauma seperti nya Dia juga syok melihat situasi yang sebelum nya .
Tubuh Zara kembali bergoyang hendak ambruk kelantai,dengan sigap Mattew berlari menangkap tubuh Zara yang mau jatuh .
"ooh...shiitttt....!!" Bugh ....Zara jatuh kepelukan Mattew,gadis itu masih setengah sadar menatap wajah Mattew dari dekat,pria yang lebih dewasa dari nya,Namun ketampanan Mattew mampu mengalahkan pria pada umum nya,Dia masih kuat dan bahkan masih sangat mempesona,lebih-lebih sebelumnya Dia tidak pernah mendekati wanita manapun selain Clara mama dari Zara.
Dug ...Dug...Dug... jantung Mattew berdegup sangat kencang,Zara dapat merasakan getaran dari jantung Mattew,pria itu tersadar wajah nya memerah,jantung nya semakin berdegup kencang .
Tanpa menunggu persetujuan dari Zara,Mattew menggendong tubuh Zara keluar dari kamar itu,Gadis itu hanya bisa memberontak saat mengetahui Mattew menggendong nya .
"Paman...paman...Turun kan aku..!!" Pekik Zara memberontak dalam gendongan Mattew namun pria itu terus saja berjalan,tanpa menghiraukan omongan Zara.
***
Anushka kembali mencari kakaknya,namun Dia tidak menemui nya,padahal Dia sudah mencari ke semua sudut ruangan di gedung itu.
Tap...
Tap ...
Tap...
Anushka menuruni anak tangga kelantai dasar,benar saja Dia melihat Kakak nya tergeletak di lantai dengan sekujur tubuh yang terluka .
(kakak/saudara laki-laki)
Pandangan Zico teralihkan dengan suara gadis kecil itu,Zico menatap nya dengan ujung mata nya yang memerah ,melihat kearah Anushka yang berani menghalangi nya saat hendak membunuh Markus.
"Jangan bunuh kakak ku ...!! Dia tidak bersalah ...!!! tolong Tuan jangan bunuh kakak ku...!!! " penampilan Anushka yang berantakan membuat Zico menjijikan melihat kearah gadis itu,Zico berpikir gadis itu adalah wanita hiburan di tempat ini.
"Jal*ng....enyah lah....dari sini...!!! kalau kau tidak pergi aku akan menembak mu juga...!!!!" Ancam Zico kepada Anushka membuat gadis itu kaget
Markus menggenggam tangan Anushka
" unase mera badala lene ke lie tumhe jinda rahana hoga "
Markus menatap penuh harap kearah adik perempuan nya
(kamu harus tetap hidup untuk membalaskan dendam ku kepada mereka )
"Kakak berbicara bahasa India dengan ku agar mereka tidak tau ..." Batin Anushka melihat kearah kakaknya
Zico menatap Markus semakin tajam,membulatkan matanya,semua para pengawal ketakutan melihat kemarahan zico semakin memuncak .
"main nahin jaana chaahata, mere paas pahale se koee nahin hai lekin Bhai"
ucap Anushka menangis di dada Markus yang berbaring di lantai menunggu ajalnya
(aku tidak ingin pergi,aku sudah tidak punya siapa-siapa selain kakak)
"Sudah bicaranya..!!!!!" Teriak Zico yang geram melihat adegan itu
"Aku tidak akan bernegosiasi dengan kalian !!! berani menyentuh keluarga ku,berarti sudah siap untuk mati...!!!" Zico kembali mengarahkan Senjata kearah Markus,Anushka berusaha melarang nya,gadis itu berdiri di depan Zico dengan gaun yang sudah sobek tanpa memperdulikan dirinya di tonton oleh semua orang ,Zico semakin jijik menatap kearah Gadis itu
"Minggir....!!!!" Teriak Zico lagi
Dengan mata tertutup gadis itu masih berdiri di tempat nya tanpa bergerak "Kalian pindahkan Gadis itu dari situ...!!!apa yang kalian lihat ..!!" Teriak Zico lagi,dengan emosi yang sudah meletup-letup
"Tidak....!!! sebagai ganti nya kau bisa membunuh aku...!! biar kan Kakak ku hidup,Dia begini karena ingin menyelamatkan aku...!!!"
Ucap Anushka membuat Zico marah
"Nyawa mu itu tidak berarti disini enyah lah wanita jal*ng....!!!!" Teriak Zico lagi,tapi tidak membuat Anushka begetar
"kalian mau aku bunuh ...!! pindahkan gadis itu..!!"
dua orang pengawal segera menarik lengan Anushka memindahkan nya kesamping .
"Jangan sakiti dia...!! aku tau aku salah,tapi adik ku tidak tau apa-apa " Markus berusaha melindungi adik nya
"Kamu menyuruh Dia hidup untuk membalaskan dendam kepadaku...!!!"
Markus dan Anushka kaget bagaimana Zico bisa mengerti bahasa India
"Kenapa kalian kaget aku mengerti bahasa planet kalian...!!! aku bisa semua bahasa yang ada di dunia ini yang bahkan kalian tidak tau..!!" Ucap Zico dengan sombong nya
"Bawa gadis itu pergi dari sini...!!!"Titah Zico,kedua pengawal itu menyeret tubuh Anushka keluar dari tempat mengerikan itu
"Tidak ...tidak...kakak..kakak..." Teriak Anushka yang berlalu dari hadapan Markus dan Zico
Note: mohon maaf jika ada penulisan kata dalam bahasa India 😇🙏