My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 109



"Kita baru bertemu lagi...!! boleh kah saya mengajak Tuan untuk minum teh..." Naima memberanikan Dia mengajak Mattew mengobrol setelah bebepa di tolak oleh pria ini sebelum nya .


Mattew seger berlalu melewati Naima yang berdiri tidak jauh dari tempat kasir.Zara melihat Mattew sudah kembali kedalam mobil,dan memberikan belanjaan nya kepada Zara.


"Paman terimakasih ....!!" Zara mengambil belanjaan di tangan Mattew,dan segera meminum minuman untuk menghilangkan rasa nyeri,Mattew melirik kearah Zara,sebenarnya ada sedikit rasa khawatir terhadap gadis ini.


"Apa sudah baikan...!!" Setelah lama memperhatikan akhirnya Mattew membuka suara juga


"Lumanyan ....!!"


Asisten Jo segera melajukan mobil kearah jalan pulang kerumah,besar milik keluarga Mattew Groups .


Sampai di rumah Zara merasa masih nyeri di bagian perut nya,tanpa mengucapkan sepatah katapun gadis itu beranjak naik keatas meninggalkan Mattew yang masih berdiri di ambang pintu .


Mattew menyusul naik keatas,melihat tanpa reaksi didalam kamar,Mattew berniat untuk melihat Zara dikamar nya .


Cekrekk...........!! pintu kamar terbuka,Mattew masuk kedalam untuk melihat keadaan Zara yang berbaring di ranjang tidur nya ,Mattew melihat Zara yang tertidur namun wajahnya memperlihatkan jika Dia sedang tidak baik-baik saja.


Mattew menyentuh dahi Zara,terasa sangat panas,Zara demam Mattew yang melihat Zara demam segera keluar dari kamar gadis itu untuk menyediakan bahan untuk mengompres Zara agar panas nya segera turun .


"Asisten Jo...pergi belikan obat demam di apotik,untuk usia 20 tahun jangan salah ...!!"


"Baik Tuan ...!!"


Asisten Jo segera pergi meninggalkan kediaman Mattew Groups.


Mattew kembali ke kamar Zara dan membawakan air hangat dan juga handuk kecil.


Mattew meletakan baskom berisi air hangat diatas nakas,dan segera mengompres kan Zara yang masih terbaring lemah.


Setelah beberapa saat tubuh Zara mengeluarkan keringat yang membasahi bajunya.


tok...tok...tok...


"Tuan obat nya sudah saya belikan ....!!" Asisten Jo masih berdiri di balik pintu


Cekreekk......."Berikan obatnya kepada saya ...!"


Asisten Jo memberikan obat dan juga minuman yang sengaja iya bawa keatas.


"Asisten Jo bantu saya gantikan baju tidur Zara,Dia mengeluarkan banyak keringat" Ucap Mattew yang tanpa melihat ekspresi asisten Jo yang kaget.


"Anu...Tu..Tuan...saya...saya tidak berhak menggantikan baju Nyonya...!! hanya Tuan yang punya hak..."Asisten Jo menundukkan kepala nya,tidak berani menatap wajah Mattew


"Kalau begitu kamu boleh pergi ..!!" Mattew segera masuk kedalam melihat Zara yang masih terbaring lemah diatas ranjang.


Mattew segera membukakan bungkus obat,dan memasukan kedalam mulut Zara setelah itu tidak lupa Mattew memberi nya minum sembari mengangkat kepala nya keatas agar minuman tidak tumpah.


Setelah melihat tanpa ada reaksi dari Zara,Mattew masih berpikir keras untuk mengantikan baju Zara.


Sudah berpikir cukup lama akhirnya,Mattew mengunci pintu kamar Zara,dan segera mendekat kearah gadis itu,mengambil piyama milik Zara didalam lemari dan meletakan di atas ranjang .


Dengan perlahan Mattew mencoba membuka kan baju Zara,meski ini baru pertama kali buat Mattew,namun perasaan yang berbeda tetap dirasakan oleh pria matang ini.


Setelah selesai menggantikan baju nya Zara,Mattew pergi untuk mandi,membersihkan tubuh nya .


Setelah selesai mandi,Mattew keluar dari kamar mandi dengan menggunakan piyama,melirik kearah handpone Zara,ada pesan masuk .


Pesan itu dari Kevin,pria yang menolong Zara tempo hari.


"Gadis ini sudah berani dekat dengan pria lain...!!" Gumam Mattew masih melirik kearah handpone Zara.


***


"Berson...!! Kamu bisa pulang sekarang ...!! aku akan menginap disini...!!" Ucap Abian disaat Berson memarkirkan mobilnya


"Baik Tuan ...!!"


Berson segera memutar balikan mobilnya,melihat Berson sudah pergi,Abian segera masuk kedalam rumah Beauty.


Ting....Tong....Ting...tong...


Clara sedang berada di ruang tamu,mendengar bel rumah berbunyi membuat nya tertegun .


"Siapa yang datang malam- malam....!!" Gumam Clara melirik kearah pintu utama rumah nya


Ting...tong ....ting ...tong


"apa mereka sudah pada mati..!! lama sekali membuka pintunya ...!!" Geram Abian dengan wajah yang memerah melihat tidak ada yang membuka pintunya .


Clara berjalan ke pintu utama untuk membuka pintu.


Cekreeekkk....!Clara kaget Abian berdiri di depan pintu rumahnya dengan wajah yang memerah padam .


"A..Abian....."Lirih Clara melihat Abian yang berdiri di depan nya


"Masih tidak mau menyuruh ku masuk...!!" Ucapan datar Abian membuat Clara tertegun


"eh ...iya masuk lah ...!!" Clara berjalan meninggalkan Abian di depan pintu,Abian mengikuti Clara dari belakang dan masuk kedalam rumah .


Huusss.....Abian menarik lengan Clara dan mendorong tubuh Clara Kedinding ruang tamu.


"Masih berani bertanya ...?" Abian menatap kearah Clara dengan tajam Netra mata elang nya yang tajam membuat Clara menunduk


"Kenapa kau membakar semua hadiah pemberian ku...!!" Abian mendekatkan wajahnya ke wajah Clara,wanita itu memalingkan wajah nya kesamping


"Itu ...aku tidak menyukainya ...!! " Jawab Clara datar


"Jadi apa yang kau sukai...!! beri tahu aku...!! aku akan memberikannya untuk mu...!!" Tanya Abian memegang dagu istrinya agar menatap wajah Abian.


"Tidak ada yang aku sukai....!!"


Abian mengerutkan dahi nya melirik kearah istrinya. "aku tau yang kau sukai....!!" Abian berbisik ke telinga istrinya dan membelai wajah Clara


Abian menaikan baju piyama Clara dan memasukan tangannya kedalam baju menyentuh gunung kembar yang tersembunyi di balik baju piyama Clara.


Wanita itu menahan gejolak nya dari sentuhan tangan Abian,dan segera mendorong tubuh Abian kearah meja tamu,sehingga vas bunga dan hiasan diatas meja jatuh .


prang.....


prang ....


Pecahan kaca berserakan di lantai,Abian melirik kearah Clara dengan tatapan tajam.


"Wanita ini berani mendorong Ku..!!" Batin Abian masih melihat kearah Clara


"berhenti menyentuh ku...!! kamu selalu menyelesaikan masalah mu dengan mengambil keuntungan dari ku...!! " Teriak Clara kearah Abian yang sedang bangkit dari jatuh nya


"Bukan begitu....!! " Abian mencoba mendekati Clara


"Berhenti mendekat ...!! aku sudah bilang aku tidak ingin melihat mu...!" Clara kembali berteriak membuat Abian menggelengkan kepala nya,melihat istri nya yang keras kepala


"Oke ....Fine...!!Aku tidak akan mendekati kamu...!! " Abian berjalan menaiki tangga,namun Clara segera berlari melarang Abian untuk tidak naik ke lantai atas,Namun sialnya Clara malah menarik Abian sehingga pria itu terjatuh kedalam pelukannya "Akhh....Tidak...." Karena kaki Clara licin wanita itu tidak bisa menahan keseimbangan tubuh nya sehingga mereka berdua jatuh kelantai


Bugh.....Abian terjatuh keatas tubuh Clara membuat wanita itu menahan sakit.


"Tadi katanya tidak mau aku dekat,tapi ini kamu malah berinisiatif memeluk ku duluan ....!!" Goda Abian membuat Clara kesal


"Bangun...!! tubuh mu berat sekali....!!" pekik Clara,tidak sanggup menahan beratnya tubuh Abian


Abian segera bangkit dari tubuh Clara,dan juga membantu wanita itu untuk berdiri.


"Awww....." Clara memekik merasa kaki nya yang terkilir


"Ada apa....?" Abian panik melihat kearah Clara yang kembali berteriak


"Kaki ..ku...seperti nya terkilir..." ucap Clara menahan sakit di bagian kaki nya


"ayooo kerumah sakit....!!kita perlu periksa takut ada tulang yang patah " Ucap Abian segera mengendong Clara tanpa menunggu persetujuan dari wanita ini.


"Lebay....!! ini hanya terkilir saja dan aku tidak apa - apa,turun kan aku....!!" Pinta Clara kepada Abian ,namun Abian tidak menghiraukan Clara.


Disaat Abian hendak mengeluarkan mobil Clara di garansi Dia menoleh kearah mobil milik Zico,Abian berbalik menoleh kearah wanita itu.


"Sial....!! aku lupa menyuruh Zico menyembunyikan mobilnya " Batin Clara melihat kearah Abian yang menatap nya


"Zico masih disini ...?" Tanya Abian mendekat kearah nya


"i..iya .....Dia ada disini ...!belum kembali ke pulau ...!!" Ucap Abian yang memalingkan wajahnya


"aku akan melihat anak itu ..!!! kenapa masih disini ...!!Dia pelatih prajurit pulau ..harusnya ada disana ...!!"


"Tunggu....!! kita perlu kerumah sakit " Clara masih menahan suaminya,takut Abian mengetahui keberadaan Anushka.


Abian segera menyuruh Clara masuk kedalam mobil untuk pergi kerumah sakit .


"Sayang .....berhenti marah - marah....!! aku tidak ingin kau pergi begini meninggalkan mansion ...!!" Ucap Abian saat mereka sudah di mobil


"Aku tidak pergi...!!aku hanya tidak senang kau menyebut wanita lain di depan ku...!!" jawab Clara cemberut melirik kearah jendela mobil


"kamu cemburu...??" tanya Abian mendekatkan wajah nya ke wajah Clara


"Si...siapa yang cemburu ....!! aku hanya tidak senang saja mendengar kamu menyebut nama wanita lain "Jawab clara melirik kearah samping,wajah Abian dan Clara sangat dekat sehingga mereka dapat merasakan deru nafas satu sama lain .


Cup....Abian segera mencium bibir istrinya,Clara juga dengan sigap membalas ciuman Abian yang begitu panas.


Abian segera menurunkan tempat duduk Clara sehingga membuat wanita itu melotot kearah Abian .


"Sayang ....aku pengen ....!!" Abian membuka piyama Clara dan dan membenamkan wajahnya di belahan gunung kembar.


"Ini .....kita didalam mobil....!!" ucap Clara melihat kearah Abian


"Tidak apa - apa sayang ...cukup menahan nya saja ,aku yang akan bermain ..!" memainkan l*dahnya di gunung kembar milik Clara .


"Akh...." Clara mendesah saat tangan Abian masuk kedalam Celana Piyamanya membuat wanita itu menaikan kakinya lebih terbuka lagi .


Disaat Abian sedang bercocok tanam di taman bunga mawar itu,terlihat Clara yang menahan suara ******* nya agar tidak terdengar keluar,pria ini selalu tidak bisa memilih tempat yang layak,dimana pun Dia berada asal ingin,Clara tidak bisa menolaknya.


"Aaaaggggrrrhhh...sayang ....aku percepat ya .....Cup...." Abian kembali mencium bibir Clara saat mempercepat kan gerakan pinggulnya,membuat Clara menggigit bibir bawah Abian,sensasi kenikmatan yang luar biasa yang sedang mereka berdua rasakan meskipun berada di tempat yang sempit namun itu memiliki nikmatnya sendiri .