
Nadia sudah berada di rumah baru nya bersama dengan Revan sang suami.
"Memang benar kata kak abi...!! rumah dengan 3 lantai cukup besar dan luas,interior nya juga mewah aku suka,Apalagi di taman belakang ada kolam ikan dan juga punya tanaman buah mini disamping itu "
Revan mendekati istrinya yang sedang melihat isi rumah nya.
"Sayang ..apa kamu yakin ? ini hanya sebagai hadiah pernikahan kita dari Tuan Abian " tanya Revan memeluk istri nya dari belakang
"Maksud mu..?"
"ya...bisa saja ...dia sengaja mengusir kita karena persoalan kemarin malam kan?" Revan sengaja memancing Nadia
"Tidak mungkin!!! kakak tidak seperti itu..!! dia sangat sayang sama aku..! bahkan dia memberikan semua sertifikat tanah kepada ku dan juga beberapa kepemilikan kafe atas nama ku,aku membawa nya bersama dengan ku" jelas Nadia memperlihatkan semua surat kepemilikan kepada Revan
"Kecuali.......Dia melakukan ini demi Wanita itu..!!!" sambung Nadia dengan raut wajah yang dendam
"Itu maksud aku...Sekarang Clara menggantikan kamu di mansion,dia sengaja membuat kamu terusir dari sana,Aku bisa saja membawa mu keluar dari mansion tapi itu kan nanti setelah kita punya anak.." Revan sudah mulai memprovokasi Nadia
"Kamu benar sayang ..!! kakak berubah semenjak menikahi wanita itu...!! aku tidak akan membiarkan dia merebut semua warisan milik kakak" Ucap Nadia dengan tegas
"Sayang ...bagaimana kalau surat tanah ini aku saja yang simpan kita bisa investasi kan " rayu Revan
"Tidak aku akan menyimpan sendiri kamu kan sudah punya perusahaan sendiri pasti sibuk mengurus itu" jawaban Nadia membuat Revan kesal .
"Wanita ini tidak membiarkan aku menyimpan surat ini...apa dia belum percaya sama ku " Batin Revan
Kriingg...
krrring..
"Siapa yang menelpon " Tanya Nadia
"Ini dari kantor,sekretaris ku menelpon "
"Angkat lah ...!"
"Aku angkat telpon dulu ya "
Revan berjalan jauh dari Nadia beberapa langkah
"Hallo......"
"Tuan ...perusahaan kita lagi dalam masalah semua kerjasama antar perusahaan membatalkan kerjasama nya sebelah pihak" jelas wanita di seberang sana
"Kariinn...!! kumpulkan semua staf keruangan meeting aku akan kesana dalam 15menit "
"Baik Tuan "
Tut....Panggilan terputus..!!
"Ada apa ??"
"Aku harus kekantor ada masalah di kantor,beberapa perusahaan membatalkan kerjasama nya " jelas Revan dengan raut wajah yang kesal
"kamu pergilah dulu ke kantor ,jika perlu bantuan ku kamu segera telpon aku " ucap Nadia
"Oke sayang aku pergi dulu ya "
Revan meninggalkan Nadia sendiri dirumah baru mereka,karena ada banyak masalah yang harus dia hadapi di kantor.
***
Abian terlihat begitu serius berada di depan komputernya ,sedang mengerjakan semua tugas penting milik perusahaan nya.
"Sayang .....ini kopi nya minum dulu..." tawar Clara membawa kan kopi
"Iya sebentar ...."
Clara melihat berita baru di handpone nya,mengenai perusahaan Clara Beauty banyak yang membatalkan kerjasama nya.
"Yesss....!!!!!" teriak Clara sambil lompat ringan saking senang nya dia lupa kalau dirinya sedang hamil
"Sayang ...!!!!" Pekik Abian yang membuat Clara kaget
"Ooops...maaf sayang...aku terlalu senang jadi tanpa sengaja melompat " ucap Clara mendekati Abian di mejanya
Clara memperlihat kan berita utama di handpone nya kepada Abian
"Cepat juga berita nya tersebar ya...!" gumam Abian
"sayang ...apa jangan - jangan kamu yang melakukan ini..??" tanya Clara kebingungan
"ini yang kamu harap kan???"
"Benar ....terimakasih ya sayang....cup..." Claea mencium pipi Abian
"Bagaimana kamu akan berterimakasih kepada ku....?" Tanya Abian menarik lengan Clara
"Aku akan membuat kan makanan spesial untuk mu..." ucap Clara
"tidak mau!!! aku sudah punya koki dirumah..! aku hanya ingin ini dan ini...." titah Abian membuat wajah Clara memerah
"Dasar pria me*um ...!!!" Clara mendorong Abian,pria itu hanya terkekeh melihat istrinya yang malu disaat dirinya menggoda Clara.
Clara keluar dari ruang Abian,karena dia akan gila jika berada terus-terusan di dekat Nya.
"Nyo..."
"panggil saja aku Clara ini di kantor" seru Clara kepada Roshita
"Baik..."
"Ayooo...ke kantin " ucap Roshita menarik lengan Clara
"Hari ini aku yang traktir kamu..." ucap Clara
"oke"
Dua wanita itu langsung bergegas ke kantin,disana sudah banyak karyawan yang sedang makan siang .
"jadi gimana ?" tanya clara ikut bingung
"Itu.....itu bos kita kenapa ada di kantin karyawan " ucap yang lain melihat Abian tiba-tiba masuk ke kantin karyawan
"Iya tumben banget ya,biasanya bos kita enggak pernah mau masuk kesini"
"hati-hati nanti bos mendengar nya ...."
Semua karyawan pada bergosip melihat Abian dan dua sahabat nya Mike dan Mattew berjalan masuk kedalam kantin karyawan .
"Kenapa berdiri disini ?" tanya Abian saat melihat Clara yang masih berdiri dengan nampan makanan di tangannya
"meja nya sudah penuh...."
"Sini ikut aku...." Abian menarik lengan Clara yang membuat semua orang melihatnya dengan heran
"ehh....tunggu . ..!"
"Mike siapkan satu meja disini ...!!"
"Baik bos.."
Setelah menunggu 5 menit akhirnya meja dan kursi sudah sampai ke sisi mereka berlima .
"Roshita kesini...." Clara memanggil teman nya yang berdiri sedikit jauh dari dia
" eeh...iya..."
Roshita sedikit gugup jika harus berhadapan dengan Mike lagi,setelah kejadian kemarin .
Setelah mereka berlima duduk dan masing - masing memesan makanan nya,Makanan yang di pesan kan oleh Abian dan 2 sahabat nya berbeda dengan yang Clara,makanan itu diambil oleh pelayan di ruang makan khsusus Ceo dihidangkan kepada mereka bertiga.
"Tuan ini makanan nya "
"Iya letakkan semuanya disini"
Setelah semua makanan di hidang kan,mereka langsung memakannya .
Tanpa sengaja Clara melirik makanan diatas piring Mattew,Hidangan spesial dari Mexio,B*bi panggang,saat melihat itu Clara kepengen banget makan.
Abian melirik kearah istri nya menatap makanan diatas piring Mattew .
"Eheemmm...." Abian menyempitkan mata nya kearah Clara ,wanita itu menyadari nya,langsung memindahkan pandangan nya
"Apa yang kau liat ...!!! jangan bilang kau sedang ingin menggoda Mattew " Abian mengirim kan pesan ke handpone Clara
Ting Ting....tanda pesan masuk,Clara membuka nya,lalu menatap kearah Abian yang sedang menahan marahnya .
"Aku....ingin makan B*bi panggang,kelihatan nya enak " Clara membalas pesan suaminya
Mike dan Mattew menyadari langsung menggoda mereka berdua
"tinggal ngomong saja mau bicara apa,kenapa harus lewat handphone " Goda Mike
"Gaji mu...potong 50% bulan ini!!!" seru Abian
"Bos..!! " Mike menatap ke Mattew
"Aku enggak ikutan ya " sambung Mattew yang tertawa
"Ambil kan B*bi panggang kesini..!maka gaji mu tidak akan di potong " titah Abian,Mike langsung berlari ke kantin direktur
Dua menit dia sudah kembali dengan cepat
"Bos ini...!"
"Berikan kepada Clara..."
"loh kok aku ..!!"
"Nyonya di makan ya...!!" bisik mike mengecilkan suara nya takut yang lain mendengarkan
Clara melirik kearah Abian ,tapi pria itu hanya mengangguk saja,Akhirnya kesampaian juga yang dia pengen .
"pelan- pelan makannya enggak ada yang mau ambil juga..!!" titah Abian membuat Clara keselek
"Uhuk.....uhukk...." Clara menepuk pelan dada nya
"ini minum dulu.."
"Minum dulu..."
Mattew dan Abian bersamaan memberikan minum kepada Clara,Tapi wanita itu malah mengambil minum di depan Mike tanpa sengaja,tapi belum di minum oleh Mike,Abian menyempitkan mata nya melihat kearah Mike
Glek..glek..glek "Lega...." Ucap Clara
Gleek...Mike menelan ludah melihat tatapan Abian
..."Gaji mu bulan ini tidak di turun kan ...!!! " Ucap Abian kepada Mike lalu pergi meninggalkan...
meja kantin
"eeh..eh ...bos...mana bisa gitu bos,aku mau menikah tahun ini" Mike mengejar Abian yang sudah berlalu dari kantin
"Kita duluan ya" ucap Mattew menyusul teman nya,Clara hanya mengangguk kan kepala nya saja
Selepas mereka pergi mereka melanjutkan makan yang sempat tertunda ,jam istirahat akan segera habis,Roshita buru-buru pergi ke lobby untuk melanjutkan kerja nya.
Clara kembali ke ruangan Abian,dan melihat disana sudah ada Revan yang datang menjumpai Abian .
"oh ada tamu ?" tanya Clara melirik kearah Revan
"Bagaimana Tuan Abian ..apa anda mau mengambil berkas kerjasama ini...!!" tanya Revan
"Itu tergantung istri saya ,dia yang memegang bagian pemasaran,tanya saja langsung pada orang nya " Abian melirik kearah Clara