
Crriiitt.......!!!Kasio menghentikan mobil nya di perbatasan danau,Zico dan Anushka segera turun dan masuk kedalam kapal,sementara Kasio akan menyuruh orang - orang untuk memasukan mobil ke garansi kapal.
Anushka terlihat sedikit gemetar saat masuk kedalam kapal,Zico menyadari itu dan langsung menggenggam tangan Anushka .
"apa kau takut ...?" tanya Zico berdiri di samping Anushka,mereka berdua melihat pemandangan danau yang cukup luas dan indah .
"sedikit..! ini kali pertama bagi ku ...!"
Jawab Anushka melirik kearah Zico dengan tersenyum membuat pria ini tidak bisa menahan diri nya .
Cup ....Zico segera mencium bibir Anushka dengan begitu lembut,gadis ini tidak bisa menolak nya itu akan membuat Zico kembali marah,belum lagi di kapal hanya ada pengawal dan Kasio,Anushka sedikit canggung namun tidak berani melarang Zico yang tiba - tiba menerkam nya seperti singa.
"Aah...aah..." Anushka kembali mengatur nafas nya saat Zico melepaskan ciuman itu,Kasio datang menghampiri Zico.
"Tuan Kita sudah sampai ..!"
"Turun kan Mobilnya,Kita akan langsung ke markas..!" Titah Zico
"Tapi...Tuan,kenapa tidak ke penginapan dulu..! langsung ke markas apa itu tidak terlalu berlebihan ...?"
"Kenapa kau hari ini selalu membantah perkataan ku...!!Apa kau lupa jabatan mu disini ...!" perkataan Zico mampu membuat Kasio kembali terdiam,Anushka terus saja memperhatikan dua orang itu,gadis ini merasa kalau kasio tidak ingin dirinya berada di pulau ini.
"Maaf ...maaf Tuan ...! " Kasio berulang kali meminta maaf dan menundukkan kepala nya di depan Zico.
"Tuan Muda mobilnya sudah siap" ucap salah satu pengawal pulau,Zico segera turun dari kapal dan menarik Anushka berjalan bersama nya ,sementara Kasio hanya bisa mengikutinya dari belakang .
"Jalan kan mobilnya " ucap Zico saat Kasio sudah duduk di kursi kemudi.
Anushka melirik kearah Zico,pria ini tidak ada yang bisa tau bagaimana cara untuk menaklukkan kerasnya hati seorang Zico,bahkan semua yang orang lain sarankan adalah bantahan bagi nya.
Gerbang pencakar langit begitu besar dan tinggi,itu ada di depan mata Anushka ,gadis ini melirik kearah Zico,ada seseorang yang menekan tombol dan pintu itu terbuka sendiri .
Remote control ada di tangan Zico,pria ini yang membuka pagar pencakar langit .Anushka hanya terdiam saja melihat kearah Zico.
Mereka bertiga memasuki pekarangan markas yang cukup luas,tapi terdapat berbagai macam lapangan dan juga tempat pelatihan disana .
Zico membawa Anushka keruangan dimana para wanita sedang berlatih,Dia mengingat saat pertama kali Abian membawa Clara ke pulau ini.
"Jika kau ingin berada disisi ku,kau harus bisa menjadi orang yang tangguh,karena prinsip ku tidak suka melihat orang yang mengeluarkan air mata..!" ucap Zico melirik kearah Anushka,pintu ruangan terbuka disana sudah ada Young yang sedang melatih para wanita pulau.
"Tuan Muda....!" Young kaget dengan kedatangan Zico bersama dengan Anushka
"Young bantu ajari tehnik awal kepada Anushka,agar menjadi wanita yang kuat "
"Biar kan anak buah ku yang melakukan itu "
Young memanggil beberapa murid nya dan menyuruh melatih kan Anushka,Zico pergi meninggalkan Anushka di dalam ruangan itu,Young secara diam - diam mengambil foto Anushka dan mengirim nya ke email pribadi Abian .
"Kita akan lihat sejauh mana kamu bisa bertahan disini ...!" Gumam Young ikut meninggalkan ruangan pelatihan wanita.
"Tuan Muda....! kenapa kamu membawa orang asing masuk kedalam tempat terlarang ini " Seru Young berdiri di belakang Zico,Pria itu tidak menoleh hanya menghentikan jalannya saja .
"Siapa orang asing yang kau maksud?" masih dengan posisi semula berbicara tanpa melihat kearah Young
"It...itu Nona Anushka...!" Jawab Young dengan gemetar
Zico membalikan tubuh nya netra biru yang semula sendu kini berubah menjadi hitam pekat .
"Jangan suka mencampuri urusan aku...! jika kau berani .. akan ku pastikan kau tidak berada di pelatihan wanita lagi ...!" ucap Zico lalu pergi meninggalkan Young.
"Sialan...! wanita itu mampu membuat Zico melawan ku ..!" Batin Tong mengepalkan tangan nya memperhatikan Zico yang pergi meninggalkan dirinya .
Clara melirik kearah Abian yang kaget melihat kearah istri Tuan Hatakachi.
"Jangan bilang buaya Tua ini terpesona dengan kecantikan Istri Tuan Hatakachi,memang benar sih wanita ini cantik putih dan tinggi bahkan begitu sexy " Batin Clara memperhatikan Rose
"Maaf ya aku telat...!" Rose membuyarkan lamunan Abian
"ehem....aku permisi ke toilet dulu ...!" ucap Abian meninggalkan Clara di meja tersebut,wanita ini melirik kearah suaminya yang pergi begitu saja.
"Haii...Nyonya Clara senang bertemu dengan Anda " Rose mengulurkan tangan nya
"panggil saja Clara biar lebih dekat" Clara berjabat tangan dengan rose,wanita ini tersenyum melihat kearah Clara.
"Ma...aku akan kembali ke kampus,tidak apa -apa ya aku pergi duluan " seru Daniel bangkit dari tempat duduk nya
"Iya sayang ...pergi lah...!"
Daniel segera pergi meninggalkan meja restoran.
"Sayang ....aku angkat telepon dulu ya " Ucap Wanita itu segera pergi meninggalkan meja tersebut.
"Dia memang begitu selalu saja sibuk" ucap Tuan Hatakachi tersenyum kearah Clara
"Benar Nyonya......" Clara menghentikan ucapannya karena belum mengetahui nama wanita itu .
"Panggil saja Rose,namanya Rosalinda,Dia istri kedua ku...! kamu menikah setelah istri pertama ku meninggal saat Daniel usia 5 bulan " Jelas Tuan Hatakachi dengan tersenyum.Namun,berbeda dengan Clara yang syok dan juga kaget mendengar nama yang baru saja disebut oleh Tuan Hatakachi .
"Itu.....apa jangan - jangan wanita itu masa lalu Abian ..." Batin Clara menatap fokus kearah meja,tangan nya mengepal memikirkan Abian sana Rose.
"Mereka sudah pergi begitu lama kenapa belum kembali " batin Clara lagi bergelut dengan hatinya.
Setelah selesai mencuci tangan nya Abian segera keluar dari toilet dan bertemu dengan Rose didepan toilet.
"Apakah sebegitu kaget nya kamu melihat ku, sehingga membuat junior mu mengeras...!" Cibir Rose berdiri di depan lorong menuju toilet
"apa mau mu...?" Abian bertanya kepada Rose saat melihat wanita ini ingin menggodanya
"Tinggalkan wanita itu ..! Aku bisa kembali padamu...!" Ucap Rose berjalan mendekati Abian,pria itu tidak menjawab lalu pergi meninggalkan Rose di lorong toilet .
"Maaf aku sedikit lama,banyak antrian di toilet " ucap Abian menarik kembali kursi nya,beberapa menit kemudian Rose juga kembali dan duduk bersebelahan dengan Suaminya .
Disaat mereka sedang membahas proyek yang baru saja mereka tanda tangan,Rose mencoba menggoda Abian,dengan menggesek kan kaki nya ke paha Abian,Rose cukup berani di depan suami nya masih berani menggoda Abian .
Abian melirik ke arah Rose dengan netra coklat kehitamannya,raut wajah nya memerah karena kesal tidak bisa melabrak wanita tersebut saat ini juga.
Clara memperhatikan Rose dan juga Abian,Clara mengerti ada sesuatu yang sedang terjadi,benar saja Clara mencoba menjatuhkan sendok nya kelantai .
Ting..........!
Abian melirik kearah Clara,wanita ini hanya tersenyum kearah suaminya menyembunyikan rasa cemburu nya,disaat Clara hendak mengambil sendok Abian melarang nya .
"biar pelayan bawakan yang baru...!" ucap Abian
"Aku juga tidak akan menggunakan yang ini lagi,namun ini harus diambil karena aku yang menjatuhkannya " jawab Clara masih tersenyum
Disaat Clara mengambil sendok di lantai benar saja Rose memainkan kaki nya untuk menggoda Abian,itu membuat Clara marah.
Wanita ini langsung duduk di kursi nya kembali dan melirik kearah suaminya dengan tajam,Abian menyadari itu melihat raut wajah Clara yang sedang menahan amarahnya.