
Suara hujan di luar villa yang di sertai dengan angin badai,membuat suasana malam ini begitu menegangkan.Lebih - lebih lagi Abian yang dari tadi mondar mandir di ruang tengah menunggu Mattew dan Zara belum kembali.
"Sayang,kenapa enggak Kamu cari di luar,sepertinya Mereka terjebak hujan dan enggak bisa kembali kesini!" Ujar Clara yang terlihat cemas.
"Tadi Kak ipar bilang Dia pergi ke pantai dengan Zara..!mungkin ia terjebak di sana "Sambung Zico yang baru saja keluar kamar.
"Pantai ?" Abian terlihat panik saat mendengar kata - kata pantai.
"Di pinggiran pantai itu akan tersesat siapapun yang kesana ,karena disana tidak ada cahaya lampu yang di pasang,Zico Kamu harus kesana,untuk menjemput Mereka pulang,Papa takut sesuatu terjadi !" Titah Abian.
"Baik..!Aku akan segera kesana !Jika dalam dua jam Aku enggak kembali,Papa harus memanggil bantuan,karena seperti yang Kita tau tempat ini jauh dari pemukiman !"
Setelah memakai jas mantel,Zico segera keluar dari villa,pergi mencari Mattew dan Zara.
Meskipun Clara terlihat semakin cemas,Dia yakin Zico bisa membawa Mattew dan Zara kembali ke villa.
"Mah..Kamu melihat Mas Zico ?" Anushka menemui Clara di ruangan tengah saat mengetahui sang suami tidak di kamar.
"Zico pergi mencari Mattew dan Zara,Mereka belum kembali dari sore tadi,Mama takut Mereka terjebak di hutan !"
"Tenang ..!Aku yakin Zico bisa membawa Mereka kembali kesini!" Abian berusaha menenangkan istrinya yang masih cemas.
"Tadi siang,ada seseorang yang meletakan sebuah kotak di kamar Kami isi nya boneka yang seram dan di lumuri darah,seperti nya ada seseorang yang sengaja meneror Kita mah ..!" Jelas Anushka kepada Clara.
Dari pagi hingga siang Abian di ruang cctv tapi Abian tidak mengetahui ada nya orang menyusup masuk kedalam villa.
"Kamu sekarang duduk disini saja dengan mama,jika masih takut,tidak perlu kembali ke kamar !" Sambung Clara lagi.
Anushka segera berjalan menghampiri Clara yang duduk di sofa.
"Kalian duduk disini dulu,Anushka temani mama mertua Mu ya,jangan tinggalkan Dia,karena Dia tidak akan bisa jalan,Aku ingin mencari lilin dulu,takut sewaktu - waktu mati lampu,angin nya cukup kencang seperti nya akan ada hujan badai yang lebih parah dari pada ini"
Abian pergi mencari lilin di dapur,Dia yakin pasti ada lilin yang di simpan oleh nya waktu datang kesini beberapa bulan yang lalu.
Disaat Abian sedang mencari lilin di laci,Pria ini di kejutkan dengan sosok bayangan hitam di balik jendela dapur.Abian segera mendekat untuk melihatnya.
"Aaaaahhhhh......!"
"Tolong ...!"
Abian membatalkan niat nya untuk membuka jendela dapur, saat mendengar suara teriakan dari ruangan tengah,Pria ini segera berlari untuk melihat nya.
"Ha...Ha...Tuan Abian,Kita bertemu lagi apa Kau mengingat Ku ?" Tanya Pria itu yang memakai topeng di wajah nya.
"Bagaimana bisa Aku melupakan Mu,Kamu orang yang sama beberapa tahun lalu yang melakukan penggelapan dana di Mexio !dan Kamu pasti baru bebas dari penjara !" Abian terlihat begitu tenang dan tidak sedikit pun akan panik.
"Lepasin Mereka berdua,urusan Kita berdua Mereka tidak terlibat !" Sambung Abian lagi.
"Berikan Aku 50% saham Mexio,Aku akan membebaskan dua orang ini" Seru Pria itu lagi yang mengancam Anushka dengan pisau .
"Jangan sakiti Dia,buang pisau nya !" Abian terlihat geram harus banyak bicara dengan orang sampah seperti mantan karyawan Mexio.
"Kamu tidak pantas memerintahkan Aku,disini Aku yang memegang kekuasaan !Kamu yang harus nya tunduk sama Aku,jika Kamu tidak memberikan saham Mexio,Aku akan membunuh dua orang ini !" Ancam Pria itu lagi.
"Baik..!Aku akan memberikan saham Mexio untuk Mu,tapi tunggu Aku kembali ke mansion,surat - surat ada disana !" Abian yang mencoba mengulurkan waktunya.
"Tenang Aku telah menyiapkan semua nya"Pria ini mengeluarkan map biru dari dalam jaket milik nya.
"Serahkan map itu kepada Ku,biar Aku tanda tangan !" Ucap Abian kepada pria tersebut,lalu memberi kode kepada Anushka .
Pria itu segera berjalan kearah Abian,dengan posisi pisau masih di leher nya,saat Pria ini sudah mau dekat dengan Abian,Anushka segera menginjakan kaki pria ini dan berlari kearah Clara .
Abian berhasil melumpuhkan Pria tersebut,dan berjalan mendekati pria bertopeng yang tergeletak di lantai.
Dorr..!
Dorr..!
Setelah menembak yang tiga kali nya,Pria ini benar - benar tidak bergerak lagi.
"Dasar sampah..!berani mengancam Ku !" Ucap Abian memeriksa bagian lengan Pria ini,tapi tidak di temukan tato yang seperti di lihat Abian di layar monitor tadi pagi.
"Ini adalah orang yang berbeda,berarti masih ada yang lain disini yang menguntit Kami !" Batin Abian .
"Kalian tunggu disini,Aku akan membuang mayat ini ke danau belakang villa"
Abian segera menarik kaki Pria yang mati itu kebelakang villa melalui pintu belakang.
***
Zico berjalan menelusuri pinggiran sungai,dengan bantuan senter yang ada di tangannya .
"Zara....!" Teriak Zico tapi tidak ada jawaban.
Zico terus saja mencari sosok adik dan ipar nya Dia yakin, kalau Mereka masih ada di dekat laut ini.
"Mattew...!Zara....!" Panggil Zico lagi,tapi masih tidak ada jawaban .
*jedder......!
jedder*....!
Suara petir yang kembali menghantam bumi,membuat Zico menatap kearah langit,hujan belum berhenti,tapi angin semakin kencang,akan susah bagi nya untuk kembali ke villa dalam keadaan begini.Apalagi Zara dan Mattew belum ketemu .
Aaauuuuuuuwwwww....!!!!
Zico menghentikan langkah kaki nya saat mendengar suara gonggongan serigala dari arah Utara,Dia yakin kalau serigala sedang memberikan pertanda buruk,Mereka akan segera keluar hutan untuk berburu,Zico harus cepat - cepat pergi meninggalkan tempat ini.
"Aku harus segera menemukan Zara sebelum Serigala itu menemukan Kami ..!" Gumam Zico mempercepat langkah kaki nya,dan lebih jauh lagi berjalan ke depan .
"Zara....Mattew....!" Panggil nya lagi,masih tidak ada jawaban .
Zico melirik kearah samping tidak jauh dari tempat Dia berdiri,ada cahaya lampu dari dekat pohon besar,Pria ini berjalan secara diam - diam kearah cahaya lampu itu,Dia yakin pasti ada orang lain di dalam hutan ini selain Dia dan adik nya.
"Zara ..!" Panggil Zico begitu tiba di depan pohon besar.
"Kak..!" Zara segera bangkit dari duduk nya dan memeluk Zico yang datang menjemput Mereka.
"Apa yang terjadi ?" Tanya Zico
"Mattew tertimpa dahan pohon yang patah,itu mengenai punggung nya sehingga membuat Dia pingsan " Jelaskan Zara.
Zico segera mengangkat dahan pohon yang mengenai Mattew,dan memindahnya kesamping .
"Aaaaakkhhhh...!" Pekik Zara tiba - tiba merasakan keram pada perutnya.
"Kenapa ?" Zico semakin panik melihat adik nya yang kesakitan.
"Perut Ku..! Aakhh...tolong Kak,sakit ...!" Zara memegang bahu Zico.
"Kamu duduk dulu..!" Zico membantu Zara untuk bersandar di pohon,dan membiarkan nya untuk istirahat sebentar agar lebih rileks.