
Cit...cit...cit...!
Suara burung yang beterbangan hinggap di dahan pohon.
"Zara ...!"
Suara itu yang keluar dari mulut Pria ini,Dia terus memanggil nama istrinya.
"Zara...!" Panggilnya lagi
"Eemm...Sayang ...!" Zara mencoba mengucek mata nya yang baru saja terbangun,mendapati Mattew telah siuman dari pingsannya.
"Kami sudah bangun,yang mana sakit ?" Tanya Zara panik duduk di sebelah Mattew.
Mattew menatap kearah Zara dan tersenyum,"Siapa yang membawa Kita kembali ?" Tanya Mattew
"Kak Zico yang membantu Kita kembali kesini,Aku semalaman khawatir,Kamu terus saja pingsan,tidak bangun - bangun membuat Ku khawatir saja !"Hiks.. Ucap Zara menahan isak tangisnya.
"Maaf sudah membuat Mu khawatir karena Aku terluka !" Mattew memegang tangan istri nya,lalu menyeka air mata Zara."Jangan menangis ..!Aku sudah tidak apa - apa !" Sambung nya lagi dan tersenyum kearah Zara.
"Kenapa Kamu menertawakan Aku ?" Kesal Zara kepada Mattew yang terus saja menertawakannya.
Dugh..!
"Awww..!"
Pekik Mattew saat Zara memukul dada nya.
"Maaf..!sakit ya !"
Zara mengelus dada Mattew membuat Wanita ini tersipu malu.
Deg...
Deg..
Jantung nya berdegup kencang saat Zara menyentuh dada bidang milik Mattew.
Ceklek ..!suara pintu terbuka,Zara segera menarik kembali tangannya .
"Mama ..!" Panggil Zara saat melihat Clara dan Abian melihat Mereka ke kamar.
"Apakah Kami mengganggu Mu..!Aku pikir Mattew belum siuman,jadi Kami datang untuk menjenguk nya " Ujar Clara yang menyuruh Abian membawanya masuk kedalam .
"Bee,udah siuman,kapan Kita kembali ke mansion?" Tanya Zara kepada Abian.
"Hari ini,tunggu Mereka jemput Kita,mungkin sebentar lagi Mereka akan sampai"Jawab Abian,berdiri di samping ranjang Mattew.
"Aku akan membantu menggantikan perban Kak ipar dulu!" Ucap Zico yang baru saja menyusul Abian dan Clara.
"Sini Kak,biar Aku saja !" Zara mengambil kotak P3K di tangan Zico.
Zico memberikan kotak tersebut kepada Zara.Wanita ini segera mengoleskan obat untuk Mattew lalu memasangkan perban nya.
"Kalian siap - siap dulu,Kami akan menunggu Kalian di ruang tengah,karena sebentar lagi Mereka akan sampai kesini!" Abian dan yang lain pergi meninggalkan kamar Zara.
"Aku bantu Bee pakai baju !" Seru Zara menyiapkan pakaian ganti untuk Mattew.
Pria ini duduk di tepi ranjang,Zara mendekat kearah Mattew.
Deg..
Deg...
Meskipun sudah sering melihat,bahkan lebih dari melihat, juga masih membuat Wanita ini merasa gugup dan canggung.
"Kenapa ?" Mattew memegang tangan Zara yang sedangan mengancing kemeja nya.
"Kamu gugup ?" Tanya Mattew lagi.
"Ti...tidak !" Ucap Zara terbata,Mattew hanya tersenyum melihat istrinya yang gugup.
Huuusss. . !Bugh..!Mattew menarik istrinya keatas pangkuan Dia.
"Punggung Mu,masih sakit ..!" Ucap Zara saat melihat Mattew menarik nya keatas pangkuan.
"Si..siapa yang bilang Kamu tampan,Kamu itu sudah Tua ..!" Jawab Zara terbata .
Cup..!Bi bir Mereka berdua menyatu,Mattew memainkan Li dah nya dengan begitu lembut,sehingga membuat Zara terbawa suasana yang begitu romantis.
Tok ..tok..tok..
"Zara ..!jemputan nya sudah datang " Teriak Zico dari luar kamar.
"Haah ..!"Zara segera melepaskan ciumannya dan turun dari pangkuan Mattew.
"Kakak memanggil .."! Seru Zara membenarkan pakaian nya.Lalu berjalan membukakan pintu kamar.
Ceklek..!
"Kak...!" Sapa Zara tersenyum.
"Berikan Aku koper Kalian,Aku akan membawanya keluar " Ucap Zico masih berdiri diambang pintu.
"ini ..!" Zara mendorong sebuah koper ke arah Zico,dan memberikannya kepada Zico.
"Aku tunggu kalian di bawah,Kita sudah siap berangkat !" Ucap Zico,pergi meninggalkan kamar Zara.
"iya,Aku segera keluar..!"
Zara membantu merapikan pakaian Mattew,setelah selesai Mereka berdua segera pergi menemui yang lain di halaman villa.
"Sudah di periksa semua ?tidak ada yang tertinggal ?" Tanya Abian kepada Anak dan menantunya.
"Sudah,semua sudah beres..!" Zico membantu Anushka masuk kedalam helikopter,sementara Abian harus mengangkat Clara,dan meletakkan nya di sebelah Anushka .
"Sayang,Kamu naik dulu,Aku bantu Kamu "Ujar Zara masih memegang lengan Mattew.
Setelah Mattew berhasil naik,Zico pun membantu Zara untuk naik,terlihat Mattew dan Zara hanya menggunakan helikopter yang lain,sementara Abian dan Zico dalam helikopter yang sama.
***
*prang...!
prang*...!
"Bodoh...!" Teriak Wanita itu kepada bawahannya.
"Kenapa Kalian tidak membunuh Mereka !"Sambung nya lagi,beberapa pria berpakaian serba hitam berdiri didepan Wanita tersebut yang berstatus bos Mereka.
"Kami akan membereskan Mereka setelah Mereka kembali ke sini..!untuk Saat ini Tuan menyuruh Kita untuk lebih waspada terhadap lawan,Karena Mereka tidak bisa di kalah kan dengan kekuatan saja,Kita juga perlu otak untuk berpikir !"
"Aku enggak mau tau..!Mereka semua harus mati..!dan kasih tau bos Mu,kalau Aku menginginkan kematian keluarga Carlose,jika tidak Aku tidak mau bekerjasama dengan Dia lagi..!"
"Baik Bu,Kami akan segera menyampaikan informasi ini kepada Tuan !"
Mereka segera pergi meninggalkan ruangan kerja Bos nya,sebelum misi Mereka berhasil Wanita ini tidak bisa hidup tenang.
"Kenapa Kau terlihat gelisah ?" Tanya Pria itu,yang sebelumnya disebut oleh Wanita ini.
"Kau sudah janji kepada Ku,untuk membantu Ku balas dendam!Apa Kau lupa?" Tanya Wanita ini berdiri di depan Pria ini dengan berkacak pinggang.
Bugh..!Pria ini mendorong tubuh Wanita tersebut sampai mengenai dinding.
"Berhenti memerintah..!Kau tinggal tunggu saja kapan semua itu berakhir,Kau tidak perlu ikut campur ..!" Ucap pria itu melepaskan cengkraman leher Wanita ini.
"Sampai kapan Kau akan menunda- nunda waktunya,Aku ingin Mereka semua mati sekarang !" Teriak Wanita itu lagi membuat pria ini marah.
plak..!"Berhenti berteriak ..!" Karena kesal dengan tingkah Wanita ini,Dia langsung menamparnya untuk membungkam mulut Wanita ini .
"Aku tidak ingin gagal lagi..!Aku harus melakukan ini dengan hati - hati,Jika Kau terus mendesak Ku,orang yang pertama Ku bunuh adalah Kau..!" Sambung Pria itu menatap kejam kearah Wanita tersebut yang sedang memegang pipi nya karena kesakitan.
"Aku tidak akan memaksa Mu,tapi Kau perlu memberi kepastian kepada Ku,karena Aku tidak akan tenang kalau tidak melihat keluarga itu hancur,kemarin waktu di villa adalah moment yang bagus untuk membunuh Mereka tapi Kau malah gagal ..!"Cibir Wanita ini dengan senyuman sinis nya.
"Dalam waktu satu bulan ini akan Ku pastikan Aku akan mengirim keluarga Carlose ke Neraka ..!" Pria itu pergi meninggalkan Wanita ini didalam ruangan kerja nya.
"Aaakh .....!" Teriak wanita tersebut membuat kan semua berkas dan dokumen yang tersusun di atas meja kerjanya.
"Kalian semua tunggu saja,Aku pasti akan bisa membunuh dan menghancurkan keluarga Carlose !" Gumam Wanita ini,menatap kearah cermin kaca besar yang ada dalam ruangan kerja.