
Anushka masih mondar - mandir di depan kaca rias.Zico yang berdiri di balkon,melihat Anushka menjadi pusing sendiri,dan masuk kedalam kamar untuk menghampiri Anushka di depan kaca rias.
"kenapa belum siap - siap ?" Tanya Zico memegang bahu Anushka .
"Ini baru pertama kali Aku ke Mansion,Aku bingung harus pakai baju apa ?" menggigit jarinya karena kebingungan .
"Coba buka laci itu,Aku pernah membeli satu baju untuk Mu,coba pakai itu,pasti akan lebih cocok "
Anushka segera membuka laci yang di tunjukan oleh Zico.Namun,sayang nya baju yang dibeli Zico tidak muat di bagian perut nya.
"Kecil ?" seru Anushka memperlihatkan bajunya.
"kok bisa .."
"Bagian perut nya sudah enggak muat lagi " Anushka memutarkan bola matanya melihat kearah Zico .
"harusnya ada satu baju yang muat kan ?" Tanya Zico kepada Anushka.
"Ada..! "Jawab nya berjalan menuju lemari,dan mengeluarkan dress bewarna biru muda dari lacinya,itu baju yang di belikan oleh Zico pertama kali Anushka tinggal di rumah Beauty,tapi tidak pernah di pakai karena waktu itu bajunya kebesaran .
"Harusnya sekarang sudah pas ..!"Gumam Anushka,mencoba baju didepan Zico,karena sudah terbiasa Zico pun tidak merasa canggung.
Benar - benar seperti dugaan nya,bajunya pas,di bagian perut juga tidak sesak.Malah semakin membuat Anushka terlihat begitu anggun meskipun bajunya terbuka bagian belakang.
"Cantik..!" Seru Zico berjalan menghampiri Anushka yang didepan kaca rias.
"Cepat dandan..!Aku akan menunggu Mu dibawah !"
Zico berjalan ke pintu,meninggalkan Anushka di depan meja rias.
Setelah Zico menunggu Anushka sekitaran 20 menit,gadis itu baru turun ke lantai dasar.Penampilan nya kali ini membuat Zico terpesona,bahkan semenjak hamil,penampilan Anushka lebih menggoda lagi.
Didalam mobil,Anushka terlihat gugup untuk bertemu dengan orang tua Zico untuk pertama kali nya harus bertemu secara formal.
"Apa kau merasa gugup ?" Tanya Zico yang melihat wajah Anushka terlihat pucat.
"Sedikit.. " Jawab nya menoleh kearah Zico.
"Jangan takut !Orang Tua pemakan sayuran kok,bukan pemakan daging manusia !" Zico tersenyum ke arah Anushka yang melihat nya.
"iiiss..!Kamu ini ! Aku serius!bisa enggak,Kita tidak usah datang ini hari " Anushka memegang tangan Zico,benar gadis ini gemetaran bahkan kedua tangan nya terasa begitu dingin.
"Stop..!"
Ciiiittt....!!
Bugh..!
Kasio ngerem mendadak mobil nya.Saat mendengarkan Zico bilang stop.
"Apa yang Kau lakukan!kenapa berhenti mendadak !" Tanya Zico memegang kepala nya,bersamaan dengan Anushka .
"Tapi tadi Tuan Muda bilang stop!" Kasio menoleh kebelakang .
"Kamu fokus saja nyetir,Aku sedang tidak berbicara dengan Mu "
"Tunggu..!" Sambung Anushka
"Kenapa ?" Zico melihat kearah Anushka
"Tunggu Aku ingin membeli es cream yang di pinggir jalan itu,seperti nya enak !" Sambil menjulurkan lidahnya membayangkan kenikmatan setiap jilatan es cream.
"Kita beli di depan saja. ya,di restoran depan ada es cream yang jauh lebih enak dan lebih higenis dari itu ..!"
"Kasio jalan ..!" Titah nya
"Tunggu..!" Anushka melarang nya lagi
"Aku mau yang itu..!Gini saja Aku yang pergi beli sendiri ..!Tuan Muda,tunggu disini ya !" Anushka mencoba membuka pintu mobil.Namun,Zico melarang nya.
"Tunggu,biarkan Kasio saja yang membeli nya"
"Tidak Aku mau makan disana ..!langsung di depan tukang es cream,sambil melihat es cream yang ada di box itu,iihhh sejukkk...!" Anushka berulang kali membujuk Zico,namun Pria ini tetap kekeh tidak membiarkan Anushka untuk turun .
"Kamu tunggu disini,biar Kasio yang membeli nya !" Pinta Zico lagi kepada Anushka
"Tuan Muda,Aku ingin sendiri,Tuan Muda tau kan ini keinginan bayi,Aku tidak bisa tidak menuruti nya..!" Jawab Anushka membantah
"Aku akan pergi membelinya,Kamu tunggu disini !" mencoba membuka pintu mobil
"Tidak,Aku yang pergi sendiri,entah kenapa Aku ingin menyentuh box es cream yang dingin itu,rasanya tangan Ku pasti kebas "
"Oke..!Kamu boleh pergi,tapi hati - hati,ingat tidak boleh terjadi apapun kepada Mu dan calon Bayi Kita..!" Peringatkan Zico.
"Siap Bos ..!" Mengangkat tangannya menghormat kearah Zico.Pria ini hanya tersenyum melihat kelucuan Anushka ,dan memberikan selembar uang kepada wanitanya.
Anushka segera pergi untuk membeli es cream, yang berada di depan toko cake.
Disaat Anushka sedang sibuk membeli es cream,tiba - tiba ada preman yang biasa malak para pembeli es cream,kali ini sasaran Mereka adalah Anushka .
"Bos,mangsa baru .."Seru salah satu dari tiga Preman.
Anushka tidak memperdulikan Mereka,sedang sibuk menjilati es cream nya.Tapi Bos preman itu dengan sengaja menarik tangan Anushka yang memegang es cream dan menjilati es cream di tangan Anushka,membuat Zico yang melihat nya naik pitam ingin segera menghajar para preman itu.
Anushka melempar es cream bekas jilatan itu ke wajah Bos preman.Dan membuat ketiga Preman itu marah,melayangkan tangannya kearah Anushka .
Blak..!Kasio menangkap tangan preman itu yang hendak menampar Anushka.Tangan tersebut di gelintir oleh Kasio,sehingga membuat kedua preman itu membantu bos nya,dalam hitungan menit Kasio sudah membereskan para preman tersebut.
"Kasio..!"Panggil Anushka yang hendak mengejar preman tersebut.
"Nona Anushka Anda tidak apa - apa ?" Tanya Kasio
"Aku tidak apa - apa ..!Aku sudah selesai membeli es cream nya " Jawab Anushka berjalan kearah mobil.
Zico tahu kalau Anushka pasti tidak membiarkan Dia untuk berkelahi lagi.Oleh sebab itu Zico meminta Kasio untuk menghajar Mereka,bila perlu mematahkan semua tangan para Preman tersebut.
Brakk..! Anushka menutup pintu mobilnya kembali,sengaja tidak menoleh kearah Zico.
"Kamu tau ?Kenapa Aku melarang Kamu untuk turun ?" Tanya Zico kepada Anushka,namun gadis ini tidak menjawab nya,Zico tetap fokus melihat kedepan .
"Karena banyak sampah - sampah yang berkeliaran disini ..!itu contoh salah satunya !Jika itu terjadi lagi,Kamu akan tau konsekuensinya,membahayakan diri sendiri..!" Perkataan Zico membuat Anushka menciut.
"Sekarang sudah tidak apa - apa ..! Kamu harus lebih tenang lagi,sebentar lagi akan sampai di mansion..!" Zico menarik bahu Anushka kedalam pelukannya .
***
Clara terlihat sedang membujuk suaminya yang sedang marah.
"Sayang ..!Aku bukan tidak mau bercerita,namun Kamu tau kan kondisi Aku saat itu sedang sibuk dengan perusahaan Beauty!"
Abian terlihat tidak bergeming,dari tempat duduk nya di balkon .
"Oke..!Sudah tidak perlu menjawab..! Diam saja begitu terus..! bila perlu Aku pindah kamar lain juga enggak apa - apa "Clara yang mencoba keluar dari kamar dengan kursi roda,Abian masih diam saja tidak bergeming.
Clara sudah kehabisan ide,Dia tidak tahu lagi harus membujuk Abian bagaimana .
"Sayang ..!Kau anggap Aku ini apa? Aku masih hidup ! Tapi Kamu mengganggap Aku mati ?"
Clara sudah memulai drama nya yang terakhir,kalau ini tidak berhasil Dia tidak akan bisa membujuk Abian lagi.
Terlihat Abian masih dengan majalah di tangannya,mengabaikan Clara yang mengoceh dari tadi.
Brukkk..!
Suara Clara jatuh dari kursi roda "Astaga,Sakit benar tangan Ku,kalau ini enggak berhasil sia -sia saja !" Batin Clara menoleh kearah Abian yang tidak bergerak dari duduknya.
Abian melirik kearah Clara,yang sudah tidak duduk diatas kursi roda lagi.
"Sayang .....!" Panggil Abian berlari masuk kedalam kamarnya,melihat Clara yang terjatuh di lantai kamar.
"Aku dari tadi berbicara dengan Kamu..!tapi Kamu terus saja mengabaikan Ku !" Ngoceh Clara lagi
"Sayang ,maaf ..!" Abian memegang tangan Clara,namun wanita ini menepis nya.
"Pergi..!Aku bisa sendiri ..!" Ucap Clara .
"Kenapa Kamu yang jadi marah ?harusnya Aku yang marah ?" Abian menatap tajam kearah istrinya.
"Kenapa Kamu marah ?kesalahan apa yang Aku perbuat..!"Tanya Clara kepada Abian,membuat Pria ini terdiam .
"Oke ..! Oke ..!Aku salah,Aku minta maaf,Aku bantu Kamu ya "
Clara tersenyum didalam hati nya,yang berhasil membujuk sang suami .
Tok...tok..tok..
"Tuan Besar,Tuan Muda menunggu Anda di bawah ..!" Seru Bi Sumi
"Kami segera turun ..!"
Abian segera membantu Clara untuk duduk diatas kursi roda ,dan membawa nya keluar dari kamar .