
Zico sampai ke Negara E dengan beberapa pasukan menaiki mobil milik keluarga nya untuk mencari Zara dan Clara.
"Carikan ke seluruh Negara E,Ratakan semua Markas Alex serta markas sekutu nya jangan tinggalkan sisa...!!! Ini ambil ....aku sudah melaporkan markas Alex ke polisi...!!" Titah Zico memberikan berkas bukti kepada bawahan nya agar di berikan kepada polisi,Untung saja Kasio cepat mengirim bukti - bukti kejahatan Alex.
Zico mulai mencari di semua markas Alex mereka berpencar,tapi tidak ada jejak yang tertinggal tentang Zara dan Clara.
"Kamu cari di seluruh tempat ini ...!!! bongkar semua tempat " Titah Zico yang baru saja masuk kedalam gedung milik Alex
"Tuan Muda ...mereka sudah pergi semua dari sini...!! seperti nya mereka mengetahui kalau kita akan kesini ..."
"Carikan di tempat lain....!!!"
"Baik ...Tuan ....!!!"
Prang....prang....Zico membuang semua vas bunga dan tertata rapi diatas lemari.
"Akhhh.....!!!" Zico mencengkram kuat rambut nya melihat ke seluruh ruangan yang nampak sepi,tidak ada satupun kehidupan yang tertinggal ditempat itu.
Zico terus terbayang - bayang dengan senyuman adik perempuannya,dan juga ke lucuan dari mama nya,yang selalu menganggap kalau Zico seorang bayi,Ingatan itu sirna saat handpone di saku nya berdering,pertanda ada sebuah panggilan masuk .
"Papa....!!!" Gumam Zico di layar tertulis Atasan Terhormat
"Hallo ...!!" jawaban datar nya mampu' di tangkap oleh Abian maknanya dari ucapan nya itu
"Kamu belum menemukan mama dan adik mu...!!! " begitu panggilan terhubung Abian langsung bertanya kepada Zico tanpa henti "Dimana kamu...?Kenapa belum menemukan mereka...!!" Suara bariton milik Abian terdengar sangat jelas di balik benda elektronik itu.
Zico hanya terpaku mendengar pertanyaan setiap pertanyaan yang di lontarkan oleh papanya .
"Apa kau mendengar...?" Sambung Abian lagi
"Pa...aku akan membawa mama dan Zara kembali ...!!" Zico langsung mematikan handpone nya dan kembali menyimpan di saku celana nya .
Sorotan mata nya dari samping menanda kan jika saat ini tidak satu pun orang yang bisa lolos dari genggaman Zico,kalau pun bisa lolos itu juga sudah jadi mayat.
"Tuan Muda...!! aku mengetahui sesuatu...ini orang yang bekerjasama untuk menculik Nyonya besar dan Nona muda ...."
Bawahan Zico memperlihatkan sebuah gambar,di layar itu terlihat gambar seorang pria,itu adalah Markus,tapi Zico belum pernah mengenal Dia sebelumnya
"Siapa Dia..!! Jelaskan dengan detail.." Suara serak nya terdengar begitu menyeramkan setiap nafas yang dia hasil kan adalah maut.
"Ini ....ini Markus sebelum nya pernah bekerjasama dengan perusahaan Nyonya Besar,dan mereka juga saling kenal...!dan info tambahan lainnya,Pria ini melakukan itu karena terlilit hutang,Dia hanya orang biasa yang bergabung dengan kelompok mafia Otorpus" Jelas bawahan Zico yang masih berdiri di depannya
"Otorpus....Aku pernah mendengar nama ini..!! ini kelompok mafia musuh nya papa ...!! Carikan semua tentang Otorpus,periksa semua tempat tinggal dan markas mereka,aku tunggu 2 menit..!! SEKARANG...!!" Ucapan nya yang terakhir mampu membuat semua pasukan pulau kaget dan segera menghadap ke Zico
"Ikuti aku...!!! Kita ke Utara istana langit Mafia Otorpus...!!" Titah Zico
"Tuan...Tuan muda....!! Jika kita langsung kesana pasukan yang kita bawa kurang,disana jangan kan kita polisi saja tidak bisa menangkap ketua Mafia itu...! karena selama ini Dia dilindungi oleh orang hebat di belakang nya ..!!" Bawahan itu terlihat sedikit takut disaat memberikan informasi yang dia tahu mengenai Mafia Otorpus.
"Ti ..tidak Tuan....!! kita hanya perlu menambah pasukan saja,jika kita memaksa datang dengan jumlah orang segini,itu akan sia-sia...!!! "
Apa yang di ucap kan orang itu sebenarnya masuk akal juga,setelah Zico memikirkan akhirnya, Dia menghubungi Young untuk membantu nya
"Hallo...Young kerahkan semua pasukan tingkat 2 di pulau, untuk datang ke Negara E,Aku memerlukan banyak orang disini,aku akan mengepung istana Mafia Otorpus ..!!!!" Ucapan Zico mampu membuat Young berpikir seribu kali,Meskipun Young wanita yang lebih Tua dari Zico namun Zico dan young berteman cukup akrab dan Zico terbiasa memanggil wanita itu dengan sebutan Young.
"Tuan Muda apa kamu yakin...? Ketua Mafia Otorpus itu sangat licik,siapapun yang masuk ke kawasan Dia akan kembali dengan menjadi mayat saja sudah lumanyan bahkan ada yang kembali hanya bawa pulang tulang saja "
Penuturan Young membuat Zico semakin marah,dan makin kekeh untuk melanjutkan aksi nya mengepung Istana Otorpus.
"Siap kan saja pasukan nya ...!!"
Zico mematikan handpone nya,Sementara Young langsung mempersiapkan pasukan yang di perintahkan oleh Zico.Young hanya takut sesuatu terjadi kepada Zico,tanpa Abian di depan pasukan Dewa kematian pulau akan melemah ,selama ini yang selalu menaklukkan lawan adalah Abian dan Kasio,tapi mereka berdua sedang tidak ada di sisi mereka.
Young hanya takut saja tanpa mengetahui tingkat ilmu yang sudah di kuasai oleh Zico Dia terlalu meremehkan bocah kecil itu.
Padahal selama ini Alex selalu takut menyerang pasukan pulau dari depan Abian,Dia selalu mencari kesempatan disaat Abian tidak sedang di tempat,Dan ini cukup terbukti kalau Alex hanya kuat di depan bawahan nya saja dan di markas sendiri .Tanpa bawahan Dia bukan apa-apa .
***
Abian baru saja sampai di Negara E handpone nya berdering seseorang menelponnya .
"Hallo....Tuan...." panggil Kasio begitu Abian mengangkat teleponnya ,suara Kasio yang terdengar begitu panik,dan sedikit gemetar .
"Ada apa..? Apa yang terjadi...?" Abian dapat merasakan kalau Kasio sedang dalam masalah
"Tuan ....seseorang menjebak saya,mereka sengaja memancing saya untuk keluar dari Negara E, dan menjebak saya di Negara S"
BOoommmm.......!!!!
Suara ledakan di tempat Kasio,membuat Abian cukup kaget "Kasio ...!! Apa yang terjadi disana...? apa kau baik-baik saja....?" Abian belum mendengar penjelasan dari Pria itu "Kasio....!!!" panggilnya memastikan kalau pria itu baik - baik saja
"Tuan aku baik-baik saja,Tapi satu diantara mereka menyebut nama Tuan Mattew ,aku rasa ini ada hubungan nya dengan Tuan Mattew dan Dia Pasti mengetahui sesuatu Tuan....Anda perlu bertanya kepada Nya mengenai penculikan Nyonya Clara........"
BOooommmmmm ......!!
Suara ledakan kedua kembali terdengar, Tut ....tut...tut...panggilan terputus,Abian tidak dapat menghubungi kasio lagi,nomer nya tidak terhubung,bahkan Abian tidak mengetahui apa yang terjadi dengan Kasio.
"Ada apa..?" Tanya Mattew saat melihat kepanikan di raut wajah Abian.
"Seseorang telah berkhianat...!!" Ucap Abian menatap tajam kearah Mattew yang berdiri tidak jauh dari Nya.
"Berkhianat...?? Siapa ..?" Mattew cukup kaget dengan penuturan Abian,bahkan pria itu melirik kearah Abian dengan penuh tanda tanya.