
Deg ....
Deg....
Deg....
Semilir angin menghembus anak rambut milik Zara menutupi matanya,Nafas mereka berdua beradu menatap satu sama lain,Mata dingin seorang pria menatap kearah netra mata yang kecil kecoklatan milik seorang gadis yang berstatus istrinya .
Blam....Blam....jendela besar itu tertutup dengan paksa diterpa oleh angin yang begitu kencang,membuat Zara kaget dan melotot kearah Mattew .
Dag...
Dig...
Dug..
Jantung Zara berdegup kencang terdengar begitu jelas di antara dua tubuh yang sedang tertindih.Wangi tubuh pria itu yang baru siap mandi tercium begitu candu di hidung mungil nya Zara,Tanpa sadar gadis itu menghirup nya.
"apa kau menikmati aroma tubuh ku diam-diam ..." bisik Mattew di telinga Zara,nafas Mattew memburu di telinganya membuat gadis itu kegelian dan bergerak,tanpa sengaja Dia menggesekkan lutut nya di tongkat sakti milik mattew,membuat pria itu menggigit bibir nya,seluruh darahnya mendidih dan nafas nya tidak beraturan.Sesak dadanya terasa begitu tidak karuan,cengkraman lengan nya membuat Zara kesakitan .
Tok...tok...tok...
"Non ...Zara...Nyonya dan Tuan menunggu kalian di meja makan ...!!" seru bi Sumi
membuat Mattew dan Zara kaget
Zara segera mendorong tubuh Mattew kesamping,dengan gugup Dia bangun dari ranjang nya menuju pintu kamar.
Merapikan rambutnya dan segera membuka pintu
Cekreeekkk ..... "Katakan sama mama aku akan datang sebentar lagi..."
"Baik Non...."
Blam......Zara menutup kembali pintu kamar nya berdiri di ambang pintu sambil mengatur nafas nya,memegang dada nya.
"Kita harus keluar segera...!! mama dan papa menunggu kita untuk makan..." Seru Zara menyisir rambut nya yang berantakan
Mattew mengambil kemeja nya dan memakai kembali celana panjangnya .
***
Di meja makan Clara melirik kearah anaknya,tangan nya memerah karena cengkraman Mattew .
Abian menyadari nya,langsung memegang tangan Clara agar tidak bertanya,karena Dia tau Clara terlalu khawatir kepada anaknya .
Setelah selesai makan,Abian mengajak Mattew keruang bacanya.
"Mattew aku perlu mengobrol dengan mu...sebelum kamu kembali .."
"iya..."
"Sayang bereskan semua baju - baju Zara ya...cup.." Setelah mencium kening istrinya dia segera pergi dengan Mattew ke ruang baca yang ada di lantai dasar.
Cekreekk .....Abian membuka pintu ruangan itu,terdapat banyak buku dan juga majalah,Mattew mengikutinya dari belakang .
"Apa yang perlu kamu bicarakan ...!!" Mattew langsung pada intinya
Abian menatap kearah Mattew dengan ujung matanya yang memerah,melihat sikap nya yang dingin berdiri di depan Abian .
"Kamu harus ingat satu hal....!!" Abian duduk di kursi besar milik nya,menyilang kaki nya duduk di depan Mattew berdiri . "Aku tidak kekurangan uang atau kekuasaan,Tujuan aku menikahkan anak ku dengan mu bukan karena hal dua itu...!!!" Abian menatap tajam kearah Mattew yang sedang mencerna perkataan nya .
"Tapi....aku percaya kau pria yang mampu menjaga dan merawat anak ku...!! Karena perubahan sikap Zara yang sulit di tebak,dulu Dia pemanja dan juga sedikit angkuh,tapi lambat laun sikap nya berubah jadi pembangkang dan juga suka kebebasan,aku tidak ingin itu terjadi,aku takut Zara salah bergaul.. !!" Mattew masih mendengar dengan setia ucapan Abian
" jika aku menikahkan Dia dengan mu aku yakin Dia akan mengingat ikatan ini,dan tidak sembarangan orang akan bertemu dengan nya" lanjut Abian lagi bangkit dari tempat duduk nya berdiri di depan Mattew
"kau tidak punya masalah kan dengan yang lain ...??" Abian melirik kearah Mattew dengan tatapan penuh penyidik
"maksud ku kau hanya syndrome wanita kan,bukan yang lain..?jika cuma syndrome kita akan mudah mengatasi nya tapi jika yang lain mungkin akan sulit ...!!" sambung Abian lagi
"Maksud mu....??" Mattew menangkap perkataan Abian dengan cermat tapi Dia perlu menanyakan kembali perkataan Abian barusan agar tidak salah memahami
"ya........." Abian melirik kearah Mattew yang menunggu jawaban "Maksud ku senjata mu ...berfungsi dengan baik kan...?" bisik Abian di dekat Mattew,membuat pria itu marah
"Eh ....pak mertua ...!! kau jangan meremehkan ku ya....!! jika aku bisa,aku akan buatkan anak gadis mu itu tidak bisa berjalan seminggu...!!!" kemarahan dari wajah Mattew yang melekat di raut wajahnya merasa di ledek oleh perkataan Abian,Pria berstatus mertua nya hanya bisa menahan tawa saja melihat tingkah menantu tua nya itu.
Tatapan mereka beradu,Netra mata Abian tidak bisa di kalah kan oleh Mattew mata Abian lebih tajam dibanding dengan pria dingin seperti Mattew.
"Bukan itu yang perlu ingin aku bahas..!!" ucapan Abian terdengar serius,Dia kembali duduk di kursi miliknya
"Bantu aku selidiki keluarga Mafia otorpus lain nya yang ada di Negara E dan lebih - lebih di Jepang ...!!"
"Jika kau ingin sekali mengetahui nya,kau perlu melibatkan Mike dalam masalah ini,saat ini Dia sudah menjadi warga Jepang,aku yakin Mike sudah banyak koneksi disana ...!!" jelas Mattew meyakinkan Abian
"Benar ..!! aku akan menyuruh Berson menghubungi Mike ...!!" Jawab Abian "Aku masih menunggu Kasio Kembali,mungkin Dia bisa juga membantu kita " sambung nya lagi
"Mattew....!!!" panggil Abian saat melihat pria itu melangkah ke pintu keluar
"eemmm.." Abian membalikkan tubuh nya melihat kearah Abian
"Apakah kau punya wanita lain di luar sana ...!!" Abian sengaja memancing Mattew
"Omongan kosong apa yang ingin kau tanyakan ini...?" Mattew mendekat kearah Abian
"Aku hanya perlu memastikan ....!!bisa saja kau mencari wanita lain disaat Zara tidak mau menerima mu ...!"
"Kau meragukan seorang Mattew...? kau salah besar ...!!aku punya syndrome akut....!! dan itu juga tidak masalah,pak Mertua jika kamu sudah selesai berbicara aku akan pulang sekarang dengan anak gadis mu...!!"
"Aku titip Dia kepada mu..."
Mattew tidak menjawab hanya menganggukkan kepala nya saja,sembari pergi meninggalkan Abian di ruang baca.
***
Diruangan tamu,Clara dan Zara sedang mengobrol layaknya anak dan ibu.
"Sayang .....apa Tuan Mattew memperlakukan mu dengan baik..?" Clara menunggu jawaban anaknya
"Dia baik...!! Meskipun paman kulkas tidak banyak bicara namun Dia bersikap baik kepada ku..." Jelas Zara kepada mama nya
"Paman kulkas...?" Clara menatap heran kearah Zara
"iya paman Mattew dingin seperti kulkas,jadi cocok dengan sebutan itu...!!"jawab Zara geli
"Apa kau mencintai nya sayang ....?" pertanyaan Clara membuat Zara terdiam
Cinta...? bahkan Dia belum mengerti apa arti cinta,Dia hanya tau selama ini orang tua nya mencintai nya dengan begitu baik,dan kakak laki-laki nya menyayangi nya begitu banyak,jadi Dia belum pernah mencintai pria asing selain keluarganya .
"Bagaimana itu bisa...? aku saja baru mengenalnya ..." jawab Zara tersenyum ,Clara mengerti dengan jawaban anaknya
"Iya ya....mama lupa ..! Cinta itu akan datang seiring waktu ..!!"
"Kita akan pulang sekarang ...!!" Suara Mattew mengagetkan Clara dan Zara.
"Sudah mau pulang saja..? kenapa tidak menginap...?" tanya Clara
"Lain kali saja,masih banyak kerjaan yang belum selesai ..."timpal Mattew menolak secara halus
Clara mengerti,wanita itu hanya bisa merelakan anak nya dibawa pergi oleh pria dewasa yang lebih Tua dari anak perempuannya .