
Clara berbaring di ranjang nya memikirkan kejadian tadi,membuat dirinya susah memejamkan mata.
"Ada apa..? kenapa belum tidur ..?" tanya Abian yang kembali dari balkon
"aku memikirkan Zico..!! "
"Apa yang terjadi dengan nya " Abian benar-benar penasaran di buat Clara
"Anak seumuran dia kenapa bisa memegang senjata begitu berani,bahkan menembak para penjahat,itu diluar perkiraan aku " Jawab Clara yang mencoba menjelaskan nya kepada Abian
"Zico memegang senjata??" tanya Abian balik,tapi Clara hanya mengangguk saja tanda mengiyakan
"Kenapa anak itu begitu cepat dewasa,seperti nya Zico memperlihatkan kemapuan nya dalam bidang pekerjaaan ku...!! aku yakin setelah besar dia mampu menjaga adik nya " sambung Abian lagi,dia sengaja menjelaskan itu agar Clara perlu memikirkan hal seperti itu.
Abian duduk diatas ranjang di dekat suami nya mengambil laptop kerja nya,memeriksa email yang di kirimkan oleh Mike,dan melihat ada panggilan Vidio call dari Mike
"bos....." panggil nya saat melihat panggilan nya terhubung
"Bagaimana pekerjaan mu apa lancar " tanya Abian
"Semua nya lancar ,tapi sampai sekarang aku belum bisa mengatur pertemuan dengan CEO nya ,dan mereka saat sulit di jumpai jadi meminta aku agar tinggal lebih lama disini " jelas Mike yang sedikit kesal
"Tinggallah lebih lama,aku akan mentransfer sejumlah uang untuk mu,bekerja sambil berlibur " ucap Abian memberi semangat kepada Mike
"Semangat ya Mike ...." tiba-tiba Clara nongol dengan baju terbuka bagian dada,segera membuat Mike melotot kearah layar,tapi Abian menyadari nya
"Mike .....paling kan wajah mu...!jika tidak aku tidak akan mentransfer uang nya " Ancam Abian
"Bos...aku sudah bekerja keras,bahkan aku sudah lama tidak melihat wanita disini " menujukkan wajah sedih nya terhadap Abian
"Aku tutup dulu,setelah itu aku kirim uang nya " seru Abian mematikan panggilannya
"Lain kali perhatikan dulu pakaian nya,main nyelonong saja " ucap Abian dengan kesal
"aku akan ke kamar mandi "
Abian bangkit dari duduk nya ,meniggalkan laptop dalam keadaan menyala,Clara mengambilnya dan melihat ada satu berkas yang membuat nya penasaran dia segera membuka,betapa kaget nya Clara saat melihat Vidio itu,bahkan dia lebih kaget dari masalah tadi.
Cekreeekk....Abian baru kembali dari kamar mandi mendapati Clara yang sedang melihat laptop nya,Dia segera menghampiri wanita itu.
"Sayang ....." Panggil Abian lirih
"Kenapa ada vidio ini disini?" tanya Clara masih dalam posisi yang tak percaya melihat isi laptop Abian
"Itu....itu aku melakukan itu karena dia berani menyentuh istri ku,bahkan membahayakan nyawa anak di dalam kandungan mu " Jelas Abian
"jadi penculikan hari ini apa ada hubungannya dengan orang ini " Tanya Clara
"Iya ada...!! tapi wanita ini sudah mati yang melakukan penculikan itu adalah saudara dari Sonia ,yaitu Alex" jelas Abian mengambil laptop dari tangan Clara
"Alex.....Alex Tua Bangka itu.....!!!! " Ucap Clara
"Dia dulu pernah bersekongkol dengan Revan menjebak aku,bahkan ingin mele*ehkan ku,di Bar seriosa "Sambung Clara lagi mencoba mengigat kejadian beberapa tahun lalu
"Jadi......waktu itu yang mengejar mu anak buah Alex...??"
"Iya...mereka mengejar ku...!!dan aku ingat kamu yang menyelamatkan ku...!!" Clara menujukkan jari nya kearah Abian
"Apa kamu ingat kejadian masa kecil mu...???" Tanya Abian cukup penasaran dengan jawaban Clara
"kejadian masa kecil...? aku sudah banyak melupakan masa kecil..."
" kamu kenapa bisa ilmu bela diri,dan juga memegang pis*ol dengan begitu bagus,padahal ini pertama kali kamu memegang nya ,apa ada hal yang aku tidak tau ..??" tanya Abian cukup penasaran
Abian berjalan ke lemari yang ada di dekat lemari bajunya dia mengambil selembar foto di laci itu,dan segera menghampiri Clara di atas ranjang .
"Apakah orang ini yang menyelamatkan mu....??" tanya Abian memperlihatkan foto masa kecil dua orang anak perempuan dan laki-laki .
"Ini......ini dari mana kamu mendapatkannya " Clara mengambil foto di tangan Abian
"aku orang yang ada di dalam foto itu...!! aku yang menyelamatkan kamu dari kecelakaan itu " jawab Abian memegang pipi Clara,wanita itu memeluk Abian .
"Sayang .....aku telah menemukan kamu....aku sudah lama mencari kamu...untuk mengucapkan terimakasih " ucap Clara masih memeluk Abian
"Apakah hanya untuk mengucapkan kata terimakasih kamu tidak ingin berbicara hal lain..?"
"Tidak....!! kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau ...." jawab Clara
Clara melepaskan pelukannya dan melihat kearah Abian dengan penuh tanda tanya,apalagi mengenai Vidio yang dia lihat barusan .
"Kenapa ada Vidio Sonia di laptop mu..? apa kamu sengaja menyimpan untuk melihat nya lagi ....untuk membangkitkan hasrat mu..?" Tanya Clara mendekatkan wajahnya ke wajah Abian dengan sangat dekat .
"Apa kamu sedang menggoda ku ...???" Tanya Abian memegang tangan Clara ,tapi dengan sekejap wanita itu sudah berpindah tempat lebih jauh dari Abian ,Pria itu hanya menyempitkan mata nya melihat kearah Clara.
"Itu ....untuk mengancam musuh kita jika suatu saat dia berani menyentuh kalian lagi....!!"
"Setelah kejadian ini...aku sangat takut sesuatu terjadi kepada Zara,kamu harus bisa melindungi dia,aku tidak mau dia senasib dengan perempuan itu sangat menjijikan,kamu harus menjaga keselamatan Zara" Pinta Clara kepada Abian
"Aku akan mengawasi Zara,dia ada kalung yang sudah aku buatkan khusus untuk dia,Zico akan aku kirimkan ke pulau " Abian menutup laptop yang ada di atas ranjang dan meletakkan diatas nakas
"Ke pulau...?? sekolahnya bagaimana ? Aku tidak ingin dia jadi anak bodoh...!!" ucap Clara penuh harap
"Sayang ...di pulau itu juga ada asrama ,disana juga ada sistem belajar,dan akan mengajari orang lebih mandiri lagi,banyak sekali orang yang masuk ke pulau tapi hanya orang-orang pilihan saja..."
"kalau kamu sudah menjelaskan begitu aku percaya sama kamu...!!" Clara kembali memeluk Abian dengan penuh kasih sayang
"Aku harus lebih waspada lagi dalam sistem keamanan harus di tingkatkan lagi,jangan sampai ini terjadi lagi....!!" batin Abian memeluk Clara .
***
Diruang makan terlihat Za-Zi sedang menyantap sarapan pagi mereka,terlihat Zara yang begitu lamban menghabiskan makanan nya,sedangkan Zico sudah siap .
"Zico....." panggil Abian lirih melihat kearah anak nya
"iya pa...." Zico melirik kearah Abian
"Dari mana kamu belajar memegang pis*ol ? "
mendengar ucapan Abian,Clara menghentikan aktivitas nya melirik kearah Abian
"hanya pis*ol kan pa...? semua orang juga bisa memegang nya,kalau yang kecil tidak perlu belajar tehniknya,aku sudah belajar dari game yang aku mainkan,maka dari itu aku meminta papa belikan aku iPad baru " jawab Zico begitu santai ,seakan akan yang dia ucap itu keluar dari mulut orang dewasa,apa Zico tidak menyadari kalau umurnya masih sangat bocah.
"sayang ....apa kamu tau benda itu bukan sembarangan barang??" tanya Abian lagi
"Pa....papa tidak perlu khawatir ,aku ini seorang laki-laki ,papa cukup mengawatirkan bocah itu saja,cukup menyebalkan ...!!!" ucap Zico melihat kearah Zara ,gadis itu menyadari kakak nya sedang mengatai nya .
"Zico...!!! jaga sikap mu...!! kamu sedang berbicara dengan papa mu...!!" Ucap Clara memperingati Zico,tapi Abian melarang nya,dia membiarkan anaknya berbicara sesukanya karena dia tidak ingin membatasi zico.
"Ma...pa...aku akan pergi...!! Zara cepat...!! "
"Tunggu kak....!!"
Za-Zi langsung pergi pintu utama ,untuk berangkat ke sekolah .
"Sayang ...jangan khawatir,meskipun sikap Zico keras sebenarnya dia sangat peduli dengan Zara....kita hanya perlu mendidik nya saja agar lebih sayang kepada adiknya " Ucap Abian memberi pengertian kepada Clara,wanita itu hanya dia saja,dan paham maksud dari perkataan Abian .