
Dentingan suara jam besar di dinding, mengagetkan dua sejoli yang sedang berlabuh dalam mimpi indah Mereka.
"Eemm...! jam berapa sudah !" Tanya Mattew saat mencoba membuka mata nya melihat kearah jam,ternyata sudah lewat dari pukul 7:00 AM.
Melihat Zara yang masih tertidur Mattew tidak membangunkan nya,Dia segera turun dari ranjang menuju kamar mandi.
Selang beberapa menit Dia sudah keluar dari kamar mandi dengan handuk masih di pinggang.Hari ini adalah hari pertama Dia kerja setelah mengambil cuti beberapa hari.
Setelah selesai memakai kemeja dan juga celana bahan milikNya,Mattew segera mengambil mantel jas panjang yang telah di siapkan Zara semalam.
Cup..! Setelah mencium keningNya segera berpamitan "Sayang Aku pergi dulu ..!Aku siapkan sarapan Mu diatas meja ya"
Masih tidak ada jawaban dari Zara,karena masih dalam keadaan terlelap,seperti nya tidak ada tanda - tanda akan segera bangun,Mattew segera keluar dari kamarnya menuju ruang tamu,disana sudah ada Asisten Jo yang menunggu nya .
"Sudah lama ?"Tanya Mattew setelah sampai di lantai dasar
"Baru saja,Tuan ini sarapan yang Anda pesan" Asisten Jo memberikan paperbag kepada Mattew
"Kita berangkat sekarang" Setelah meletakan sarapan di atas meja,mereka segera menuju pintu utama.
"Tuan hari ini ada rapat di Mexio,Semua investor juga hadir,mungkin punya kesempatan untuk Kita lebih banyak mengenal investor luar,karena beberapa bulan terakhir yang datang investor ke kantor rata - rata seorang Wanita dan di wakili dari perusahaan Mereka.Namun,begitu mengetahui Tuan tidak masuk kantor Mereka tidak ingin berinvestasi jika tidak ada Tuan " Jelas Asisten Jo masih dengan fokus menyetir mobil.
"Tidak perlu di pikirkan,Saham Mattew Groups masih aman jadi tidak perlu menerima investor untuk sementara,karena beberapa hari Mexio juga sudah kembali normal,dengan adanya Mexio di belakang Kita,itu sudah lebih baik" jawab Mattew membenarkan jas mantel nya.
"Tuan apa Nyonya tau,Tuan menerima 10% keuntungan dari Tuan Abian ?" pertanyaan Asisten Jo membuat Mattew terdiam,sejenak berpikir mencerna kata - kata Asisten Jo.
"Tidak,jangan sampai Dia tau,jika Dia tau,tidak tau harus menjelaskan bagaimana kepadaNya,saham itu untuk masa depan Dia dan Anaknya "Jawab Mattew,mengambil ponsel di saku nya melihat ada pesan WeChat yang masuk.
"Lolita...?" Gumam Mattew
"Aku tidak menyangka,WeChat Mu masih aktif Senior,selamat pagi,Lolita "
Mattew mengerutkan dahi nya saat membaca pesan WeChat dari Lolita,dan memasukan kembali ponsel kedalam saku jas mantelnya.
Setelah memblokir Lolita dari WeChat Mattew juga menghapusnya dari reuni universitas Negara S,karena yang memegang groups WeChat adalah Mattew.
"Waaw...Menarik..!" ucap Lolita saat melihat Mattew memblokir WeChat nya bahkan mengeluarkannya dari groups.
"Seorang Lolita di buang ?becanda ya ?" Gumam nya menyimpulkan senyuman sinis,segera memasuk rumah sakit tempatnya praktek.
***
"Ingat,setelah berbelanja segera pulang,tidak boleh keluyuran kemana - mana,kalian berdua ikuti mereka berbelanja " seru Zico kepada dua pengawal yang berdiri diambang pintu masuk .
"Iya Kami segera pulang,cuma mau belanja saja kenapa harus takut begitu"Jawab Anushka.
Anushka dan beberapa pelayan lainnya segera masuk kedalam mobil,Zico hanya bisa melihat mereka pergi karena tidak bisa ikut bersama Anushka.
Kringg..
kriing...
"Hallo,Baik Aku segera ke kantor"
Zico segera berjalan kearah mobilNya,disana sudah ada Kasio yang datang menjemput.
"Bagaimana? apa semua Nya sudah beres?" tanya Zico saat sudah berada di mobil
"Semua permasalahan di kantor dan pulau sudah beres Tuan,nanti malam ada perjamuan di Bar Prajurit " Kasio tetap fokus kedepan tidak menoleh kearah Zico
"Jika Aku tidak datang ?"
"Semua perwakilan dari Ketua harus datang,ini perintah Tuan Besar "
Kasio segera melajukan mobil nya kearah Mexio,Zico hanya diam saja melihat Bus dan kendaraan lainnya, yang lalu lalang di jalan.
Sampainya Zico didepan kantor,Abian juga baru datang,sedang berbicara dengan Mattew di luar kantor.
"Tuan Besar "Sapa Zico menundukkan kepalanya, "Tuan Mattew " Zico juga menyapa Mattew,kedua pria di depannya hanya diam saja.
"Kita harus segera keruangan Meeting..!" Mereka segera pergi keruangan meeting,didalam sana sudah ada beberapa investor dan juga kolega dari Abian .
Cekrek..!Pintu ruangan meeting terbuka,terlihat semua orang berdiri untuk memberi salam kepada Abian,dan hanya dibalas senyum oleh Abian.
"Zico,Kamu tidak perlu mengikuti rapat,silahkan Kamu keruangan tunggu,ada seseorang menunggu Mu" Setelah mendengar perintah Abian,Zico segera keluar dari dalam ruangan itu dan pergi melihat tamu yang ada di ruangan tunggu.
Cekreek...! Mendengar suara pintu terbuka, seseorang segera beranjak dari tempat duduk nya dan berjalan menuju pintu.
"Kamu..!" Seru Zico saat melihat Emily berdiri di depan pintu
"Tuan Muda,Anda datang ?" Senyum ceria terpancar dari raut wajah Emily
"Apa yang Kau ingin kan?" Tanya Zico sedikit menyembunyikan kekesalannya.
tok...tok..tok..
"Tuan Muda,mobil nya sudah siap !"Kasio datang keruangan tunggu atas perintah dari Abian .
"Mobil ?" Zico kebingungan melihat Kasio dan sesekali melirik kearah Emily
"Tuan Besar,menyuruh Anda menemani Nona Emily berbelanja" jawab Kasio masih setengah menunduk.
"Tapi Aku ...."
"Ayoo kita pergi sekarang ..!"
Emily segera menarik tangan Zico untuk menemani nya berbelanja.
"Lepas..!" titah Zico saat mereka sudah berada di lobi.
"i..iya..!"Emily menelan ludah saat mendengar suara bariton milik Zico,dan tatapan tajam nya yang membuat Emily segera melepaskan lengan Zico.
Mereka segera berjalan kearah mobil yang sudah di parkir kan oleh Kasio.
Setelah keduanya masuk kedalam mobil,Kasio segera membawa Mereka berdua, kesebuah mall atas permintaan Emily.
Sesampai di sana,terlihat Emily yang menggandeng tangan Zico untuk masuk kedalam Mall,karena ini perintah Abian,Zico tidak berani berbuat kasar kepada gadis yang disamping nya,karena sebelum nya apapun yang terjadi Anushka dan Emily pasti akan dapat tes tantangan dari Abian .
"Aku ingin beli beberapa baju,boleh kah bantu Aku pilihkan ?" tanya Emily dengan nada manja nya,membuat Zico kesal kepada gadis ini .
"Kalau mau beli ya beli saja,Aku tunggu disini,tidak perlu harus Aku yang memilih " Ucap Zico duduk di kursi sofa yang sudah di sediakan didalam toko tersebut.
Setelah Emily membayar baju yang Dia pilih sendiri,Zico tertarik dengan satu dress yang tergantung di depan nya,itu sangat cocok dengan ukuran Anushka.Zico segera meminta pelayan toko untuk membungkus satu untuk nya,dan memberi bungkusan itu kepada Kasio.
Dari jauh,Anushka melihat Zico yang keluar dari toko pakaian dengan seorang gadis,membuat Anushka cemburu,merasa hati nya sakit,tapi sebelumnya Dia tidak terlalu memikirkan sosok Zico dalam hatinya,cinta yang tumbuh hanya karena keterpaksaan tapi sekarang malah cinta benaran.
Tanpa sadar Anushka telah berjalan cukup jauh, dari para pengawal untuk mengikuti Zico dan Emily.
"Akhh..! siapa Kamu..!" Pekik Anushka saat seseorang menarik nya ke lorong disamping toko sepatu.
"ssst...!" Pria itu membuat isyarat kepada Anushka agar tidak berisik
Setelah Pria ini membuka masker baru membuat Anushka kaget dan tercengang melihat Markus ada didepannya .
"Kakak..!"Anushka memeluk Markus,menangis di pelukan kakaknya, banyak sekali beban yang harus di tanggung oleh Anushka .