My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
Episode 9



"Bos...." panggil Clara lagi entah yang keberapa sudah iya memanggil abian.


"Bos...kamu disini" sapa Mike


Baru saja membuat lelaki itu sadar dari lamunan nya.


"Aku berkhayal lagi tentang wanita itu" batin Abian


"Memalukan" gumam nya lagi lalu keluar dari ruangan Clara


"bos...."Panggil mike tapi tidak di gubris oleh Abian


"Kenapa dengan dia .."bingung Mike


"aku juga tidak tau tiba-tiba masuk terus melamun di depan pintu,aku panggil tidak ada jawaban"jelas Clara


"Oya..kedatangan aku kemari untuk memberi kan slip gaji pertama mu dan ini hadiah dan bonus lain nya dari perusahaan " Mike memberikan kunci mobil dan kunci apartemen untuk Clara serta sebuah handpone baru,agar mereka dengan mudah bisa menghubungi dia saat berada di luar kantor.


"Apakah ini tidak berlebihan "tanya Clara


"mungkin juga ini keberuntungan sedang memihak mu " balas Mike lalu pergi meninggal kan Clara.


Diluar ruangan Clara terlihat Mike yang khawatir akan hal rahasia nya di ketahui oleh abian,Pagi ini dia mengetahui kalau Clara menginap di kantor,jadi dia berinisiatif memberikan sebuah apartemen milik nya untuk clara tinggal,karena Mike tau kontrakan yang Clara sewa sudah di gusurkan oleh Abian.


"Semoga saja bos tidak akan mengetahui nya" batin Mike.


Terlihat tiga orang yang sedang berjalan menuju kearah nya,itu adalah Sonia partner kerja mereka,Sonia diikuti dua karyawannya untuk meeting di perusahaan Mexio.


"Tuan mike ...apakah meeting sudah di mulai" tanya Sonia yang bertemu dengan Mike


"masih ada waktu satu jam lagi....mari saya antar ke ruang meeting " tawar Mike tapi Sonia menolak nya


"aku akan menemui Abian dulu"


Mike berusaha mencegahnya tapi wanita itu terlalu keras kepala untuk diajak bicara.


Cekkreekk...Sonia masuk dalam ruangan Abian,dan itu membuat Abian tidak senang


"bos...maaf aku sudah melarang nya,tapi dia memaksa"


"kamu boleh keluar.."


Mike pun segera pergi,karena dia tau Abian bisa mengatasi nya sendiri tanpa harus membebankan dirinya.


"Apakah kau keberatan aku masuk keruangan mu" tanya Sonia langsung pada intinya


"Iya aku keberatan silahkan keluar..!!!" jawab Abian ketus


tokk...tokk..tokk...


"Masukk...!!!"


"Bos..ini berkas meeting pagi ini yang di berikan oleh tuan mike untuk diantarkan kepada bos " seru Clara yang baru saja masuk ruangan Abian


"Letakkan disini" jawab Abian singkat


"kamu juga ikut rapat" sambung Abian


"Baik bos,saya langsung ke ruangan meeting,sampai jumpa di ruangan rapat bos "


Clara meninggalkan ruangan Abian,saat di dalam tanpa sengaja Clara melirik kearah Sonia yang sedang berdiri di samping Abian,Clara berpikir terlalu jauh,iya mengira Sonia adalah wanita bos nya.


"Sering terjadi seperti ini di keluarga kaya,urusan pribadi malah membawa kekantor mereka memalukan "gumam Clara kesal di depan pintu ruangan abian


cekrek..tiba-tiba Abian keluar dari ruangan nya,Abian melihat Clara masih di depan ruangan nya.


"Sedang apa kamu disini,apakah kamu menguping pembicaraan kami" tanya Abian yang tepat di belakang Clara


Tanpa mereka sadar posisi mereka sangat lah dekat,karena terkejut dengan suara Abian tanpa sengaja dia mundur kebelakang dan bagian tubuh nya tepat mengenai senjata Abian yang sedari tadi tidur tiba-tiba membuat Abian kaget dan menahan diri,Clara menyadari itu langsung mengalihkan diri nya kedepan.


"Bos saya permisi " seru Clara yang terlihat malu


"Dasar wanita sialan,hampir saja membuat ku mati menahannya,kenapa tubuh ku cepat sekali merespon terhadap clara,biasanya di dekat wanita manapun juga ogah" batin Abian yang terlihat senyum sendiri dan merasa penasaran terhadap efek dari mendekati clara


"Abian...."Panggil Sonia


Tapi tidak di gubris oleh sang pemilik nama,wanita itu terus mengikuti langkah kaki abian dari belakang menuju ruang rapat,Sonia terlihat kesal karena kehandiran nya tidak dihargai oleh Abian.


***


Meskipun hari ini terlihat cuaca sangat panas,tapi Clara tetap harus bersemangat kerja,iya menemui klien nya di sebuah restoran di dekat dengan kantor nya,Clara tidak mengetahui klien yang iya jumpai siapa belum melihat berkas sebelumnya.


"Tuan Mattew...."Sapa Clara dengan ramah


"Nona perwakilan dari Mexio ..."tanya nya balik


"benar...aku..."belum sempat Clara menjelaskan tuan Mattew sudah memotong pembicaraan nya


"saya tidak jadi melanjutkan kerjasama nya,kenapa perusahaan besar seperti itu mengirim karyawan biasa untuk bertemu dengan saya,harusnya tuan Abian yang kesini" jelas Mattew atas kekecewaan nya


"tuan ...mohon maaf ini memang tugas saya,bagian pemasaran saya yang mengambil alih untuk menyelesaikan kerjasama ini,dan tuan Abian sedang ada meeting di negara S" jelas Clara berharap kerjasama itu tidak batal,kalau tidak perusahaan Mexio akan memecatnya


Mattew melihat kearah Clara dan dia mengubah niat nya tadi untuk membatalkan kerjasama.


"wanita ini begitu cantik,bahkan mendengar dia berbicara saja aku bisa menerima semua kesalahan perusahaan Mexio" batin Mattew yang melanjutkan membahas kerjasama mereka.


"Tuan ini diskripsi pembangunan nya,sudah tercapai tujuh puluh persen sisa tiga puluh persen lagi,tuan bisa langsung ke lokasi pembangunan untuk mengecek nya"jelas Clara


"Saya percaya kepada nona clara,saya harap nona bisa memberikan hasil yang memuaskan untuk kerjasama ini" jawab Mattew


Kerjasama perusahaan Mexio dan Mattew berjalan dengan lancar dibawah pimpinan Clara,wanita itu sudah bekerja sangat keras,ada misi yang harus iya capai maka itu dia bekerja sangat keras dan begitu semangat ada sesuatu yang dia perjuangkan .


Brakkk....Clara menabrak seseorang didepan restoran saat hendak keluar,seorang pria dengan tatapan menjijikkan melihat arah Clara.


"Dunia ini begitu sempit ya " ucap Clara sembari melihat orang itu


"Lima bulan telah berlalu,saat kita berpisah,keliatannya hidup mu sangat bahagia terlihat berat badan mu naik" balas Revan


"setidaknya lebih baik saat ini dari pada saat dengan mu" jawab Clara hendak pergi tapi Revan menghentikannya


"Apakah kau masih membenciku" tanya Revan yang tiba-tiba membuat Clara berhenti dari jalannya


"Aku harus bisa mengambil kembali hati wanita ini,semua aset nya atas kekuasaan ku tapi aku tidak bisa menggunakan nya selama dia tidak bertanda tangan di berkas yang ku mau " batin Revan tersenyum melihat kearah Clara


Clara membalikkan badannya,merasa kesal dengan ucapan laki-laki itu,setelah dia mengkhianati dirinya dan juga mencampakkan nya lalu dia dengan berani mempertanyakan arti sebuah kebencian.


"jangan tanya kan padaku harusnya kau bisa memikirkan sendiri atas kesalahan apa yang kau perbuat " tanya Clara


"Dan satu lagi jangan pernah menampakkan diri mu di depan ku lagi" sambungnya lagi


"Clara...Clara aku tau kau masih mencintaiku" teriak Revan yang membuat Clara semakin kesal


"tidak perlu kau berteriak aku tidak tuli dan juga buta aku bisa melihat dan mendengar mu,bahkan aku merasa jijik dengan ucapan mu,dasar sampah " seru Clara lalu pergi dari hadapan Revan,masuk dalam mobil dan berlalu dari hadapannya.


"wanita itu beberapa bulan bekerja sudah bisa membeli mobil,entah dengan siapa sekarang berhubungan " gumam Revan yang kesal


"Aku harus bisa merebutnya kembali,sangat penting bagi ku tanda tangan Clara" batin Revan dan pergi dari sana setelah sadar banyak mata yang memandang keributan mereka.


***


"Akhirnya sampai juga ..." Clara membaringkan tubuh nya di ranjang tidur miliknya


"akhir-akhir ini kerja sangat melelahkan kadang ada beberapa hari harus lembur,semenjak bos pergi ke Nagara S aku terpaksa bertemu dengan beberapa klien hanya ada satu orang yang tidak bisa ku atasi " gumam Clara memandang langit-langit kamar nya .


Malam ini cuacanya sangat sejuk,sesekali kain gorden yang ada di jendela bertebangan di bawa angin yang menyelinap masuk kedalam ruangan kamar tidur milik Clara,Bintang pun terlihat sangat terang dilangit yang begitu gelap.


Clara bangkit dari tidur nya berjalan menuju balkon apartemen nya,iya baru sadar ada satu hal yang dia lewatkan,ternyata wanita itu lupa untuk makan malam,setelah makan siang dengan klien nya,Clara bergegas turun kebawah dan menuju kedapurnya .


Ting..tong...Ting..tong


"Siapa yang datang malam-malam "gumam Clara menghampiri pintu depan


Cekrek....seorang pria berdiri tepat di depan pintu apartemen Clara,iya melihat pria itu tidak asing bagi nya.


"Mike...." terlihat Clara yang kebingungan kehadiran Mike


" hai...sorry ganggu malam-malam aku pikir kamu belum makan jadi aku membawa kan makanan untuk mu" sapa Mike sambil memberikan paper bag makanan kepada Clara


"Iya sih aku belum makan aku baru pulang " jawab Clara mengambil paper bag di tangan Mike


"Kalau begitu kamu makan saja dulu aku akan segera pulang " seru Mike


"Benar tidak mau masuk dulu" tanya Clara


"tidak aku langsung balik saja"


Mike pun segera berpamitan kepada Clara dan pergi dari apartemen nya,Sampai saat ini Clara tidak mengetahui nya kalau apartemen itu milik Mike yang sengaja dia berikan kepada Clara.