
Setelah menunggu lama di ruangan tunggu,Mattew belum juga keluar dari ruangan CEO,Zara sudah sangat bosan menunggu Mattew dan ingin segera melihatnya di ruangan CEO.
Tapi Zara mengingat kembali perintah Mattew,jangan mencari nya sebelum Dia yang datang,ucapan ini membuat Zara dilema,bahkan Zara cukup kesal dengan Mattew membuat nya menunggu begitu lama .
Ceklek..! "Nyonya ini makanan yang Anda pesan " Asisten Jo meletakan berapa kotak makanan diatas meja.
"Dimana Tuan Mattew ?" Tanya Zara begitu sopan
"Masih diruangan nya,belum selesai rapatnya nya "
Asisten Jo segera keluar dari ruangan Tunggu,dan kembali untuk berkerja.
Zara segera membuka kotak makanan,ada banyak pilihan disana,Asisten Jo benar- benar mencari makanan apa yang di mintanya,Zara segera menghabiskan makanan itu dengan lahap.Begitu selesai,Dia teringat lagi kepada Suaminya yang tak kunjung datang,Dia segera memutuskan untuk mencarinya sendiri didalam ruangan CEO.
"Aku menunggu disini,kayak orang gila" Ngomel Zara segera berjalan kearah ruangan Mattew,semua orang melihat kearah Zara,yang tadi datang kekantor dengan Mattew,mereka sudah mengetahui,kalau Zara istri sah nya Mattew.
"Asisten Jo..!" Zara Melihat Asisten Jo yang berdiri di depan pintu ruangan Mattew.
"Nyo...nya..!Anda,ngapain disini,Tuan menyuruh Anda untuk menunggu di ruangan tunggu..!" Ucap Asisten Jo dengan gemetar,bahkan keringat nya mulai membasahi pelipis nya,membuat Zara kebingungan .
"Cuaca disini cukup dingin,apalagi kantor di penuhi dengan AC,kenapa Asisten Jo berkeringat ?"Tanya Zara lagi
"Ti..tidak Nyonya,Mari saya antar keruangan tunggu " Sambung Asisten Jo lagi.
"Awas,Aku mau mengajak Tuan Mu pulang" Zara segera memegang gagang pintu yang di larang oleh Asisten Jo
"Nyonya gimana kalau Aku saja yang antar ?" Asisten Jo menawarkan diri dan tersenyum kepada Zara.
Lama sekali Zara memperhatikan Asisten Jo,semakin membuat nya curiga.
Ceklek...!
"Nyonya...!"
Zara segera membuka pintu ruangan,dan melihat pemandangan yang seharusnya tidak dilihat oleh Nya,membuat Mattew kaget dan melihat kearah Zara.
"Bee....!" panggil Zara berjalan kearah Mattew,yang sedang bersama dengan investor Wanita.Namun,Zara malah salah paham kepada Mattew,kebetulan waktu Dia masuk Wanita itu ada di pelukan.
"Tu..Tuan " Asisten Jo melihat kearah Mattew yang menatap nya dengan tatapan mengerikan.
"Sedang apa Anda disini ?" tanya Zara kepada Wanita yang lebih tua dari Zara.
"Kita sedang berdiskusi soal kerjaan,Siapa yang menyuruh anak kecil masuk kesini !" Ucap Wanita itu,melihat kearah Zara.
"Asisten Jo, bawa Zara keruangan tunggu" Titah Mattew dengan tegas,membuat Zara menatap kearahnya .
"Aku mau disini ..!" Ucap Zara lagi sembari berkacak tangan .
"Nyonya,ayoo keluar dulu " bisik Asisten Jo,yang berusaha mengajak Zara keluar dari ruangan Mattew.
"Aku mau disini ..!" Ucap Zara lagi yang masih menahan air matanya
"Asisten Jo" panggil Mattew lagi,menatap nya penuh dengan kemarahan
"Ayoo...Nyonya "Asisten Jo kembali berbisik kepada Zara.
"Aku tidak mau ..! "Suara nya melemah,kepala nya menunduk,menahan air mata yang hendak keluar dari kelopak matanya.
"KELUAR ...!"Teriak Mattew dengan keras,membuat Asisten Jo dan Zara kaget.
Air mata Zara mengalir begitu saja di pipinya,gadis ini menatap sendu kearah Mattew, membuat Pria matang ini merasa kasian dan bersalah telah membentak istrinya .
"Sayang ...!" panggil Mattew berjalan menghampiri Zara,"Maaf,Aku tidak bermaksud membentak Kamu " Sambung Mattew lagi memeluk Zara,dan menenangkan gadis itu.
"Heii...!Apa kalian sengaja memamerkan kemesraan Kalian didepan Ku ..!" Teriak wanita itu,yang tidak lain adalah Tante dari Mattew yang baru saja datang ke Negara E dari Australia.
Zara menatap kearah Mattew dengan tatapan penuh intimidasi.
"Sayang,Kenalkan ini Tante Aku,lebih tepatnya Aku biasa memanggilnya perawan Tua,Karena sudah setua ini belum juga menikah,malah suka menganggu Ku disini" Jelaskan Mattew dengan suara datar nya,namun terdengar cukup tegas.
"Kenalkan Aku sicantik dari Australia,Kamu istri dari keponakan Aku cukup panggil Aku dengan sebutan Tante cantik !" Gaya bicara nya yang centil,membuat Mattew mual ingin segera muntah didepan tantenya.
"Panggil saja Dia perawan Tua,tapi entah masih perawan atau udah los semenjak lama single "Cibir Mattew,yang di tatap kesal oleh wanita ini
"Marina...!" Wanita itu mengulurkan tangannya kepada Zara,dan Zara segera menjabat nya untuk bersalaman
"Zara Carlose " Zara tersenyum canggung, kepada Tante Marina karena telah salah sangka.
"Asisten Jo,Antar Tante ke Apartemen nya"Titah Mattew
"Tidak,tidak..!Kali ini biarkan Aku tinggal beberapa hari bersama dengan Kalian dirumah,Aku cukup sepi di Apartemen,Please ....!"
Mattew tidak segera menjawab,tapi melirik kearah istrinya.Zara juga tidak bisa mengambil keputusan.
Cup..! Mattew segera mencium Zara,begitu Tante Marina keluar dari ruangan Mattew.
"Aku tidak bisa bernafas " batin Zara,Matanya melotot kearah Mattew yang terus saja menciumnya tanpa henti.
"Sudah sering ciuman tapi tidak pande buat tukar nafas !" Cibir Mattew lagi .
"Kenapa Bee tidak pernah cerita,kalau Bee punya Tante yang jauh"
"Ya..!BagiKu Dia tidak penting,makanya Aku tidak menceritakan nya" Jawab Mattew santai.
"Aaaakkh...!"Zara kembali memegang perut nya, merasakan perut nya sangat sakit.
"Ada apa ?" Mattew segera memegang istrinya
"Perut Ku kembali sakit,dan melilit ini sakit banget ..!"
"Tadi pagi minum obat tidak,sebelum kerumah sakit ?" Tanya Mattew kepada Zara.
"Aku lupa,karena tadi pagi buru - biru kerumah sakit,Aku pikir tidak lama menunggu Mama dari ruang operasi " Jawab Zara masih menahan rasa sakit.
"Sudah Aku ingat kan,sepenting apa pun pekerjaan Mu,obat jangan lupa,walaupun cukup mendesak obat Mu harus di utamakan dulu"ucap Mattew dengan marah,Mattew segera berjalan ke sofa,membiarkan Zara menahan sakit nya untuk menghukum gadis ini .
"Bee,maaf Aku benar - benar lupa,Aku tidak akan mengulanginya lagi,Aku janji "Raut wajah yang pucat menatap kearah Mattew,Namun Pria ini merasa kasian telah bersikap begitu kepada istrinya,Namun perbuatan Zara yang mengabaikan kesehatannya membuat Mattew cukup marah,sudah dua kali Zara begini.
"Bee,Aaakhhh..!Sa..kit..." Ucap Zara lirih,tidak sanggup menahan rasa sakitnya lagi,Mattew segera berjalan menghampiri istrinya,dan menggendong Zara membawanya kerumah sakit.
"Aku sudah berapa kali mengingatkan Mu,tapi kamu selalu menganggap sakit Mu yang sepele ..!" Sepanjang jalan Mattew terus saja mengomel kepada Zara,seperti ibu sedang memarahi Anak nya karena berbuat salah ,namun gadis ini hanya bisa diam menerima ocehan Mattew.
Sampai di klinik terdekat,Mattew segera membawa Zara kedalam ruangan untuk di periksa,Mattew menemani Zara yang diperiksa.
Disaat Dokter ini memeriksanya,Dia merasakan sesuatu yang lain dengan tubuh Zara,lalu Dia bertanya kepada Mereka berdua untuk memastikan.
"Kapan Kamu terakhir Haid ?" tanya Dokter ini membuat Zara dan Mattew kaget .
"Satu bulan yang lalu saat pergi ke Jepang,harus nya ini udah haid,apa mungkin penyebab sakit perut karena mau haid " Zara malah berbalik tanya .
Setelah memeriksa,Zara dan Mattew segera duduk didepan Dokter untuk mendengar penjelasan dari Dokter tersebut.
"Sebelum memeriksa lebih lanjut Aku tidak bisa memastikan.Namun,menurut pemeriksaan yang Aku lakukan tadi Nyonya Zara sedang mengandung,dan usia kehamilan bisa di hitung baru jalan 1 Minggu,dan itu cukup rentan terhadap keguguran" jelaskan Dokter Wanita yang memeriksa Zara
"Apa...?" Zara dan Mattew serentak terkejut mendengar penjelasan Dokter.
"Dok,bagaimana cara memastikan nya lebih lanjut " Tanya Mattew dengan antusias,Pria ini cukup bahagia,Zara pun juga terpaksa memperlihatkan senyuman pahitnya.
"Setelah sebulan di hitung dari hari ini,kalau bisa datang kemari lagi,Kita melakukan USG,untuk memastikan usia kandungan "
"Terimakasih Dok,Kita pasti akan datang kemari lagi"
"Aku akan menulis kan resep obat, kalian bisa menebus nya di luar,tolong perhatikan kesehatannya,jauhi dari hal - hal yang membuat nya stres,Dia tidak boleh capek dan lelah,untuk sekarang kurangi berhubungan,karena bisa memicu keguguran di usia kandungan ya yang baru 1 Minggu"Penjelasan Dokter tersebut hanya di anggukan oleh Zara dan Mattew.
Setelah menerima resep dari Dokter,Mattew segera menebus obat,tidak menunggu lama,Mereka pun kembali ke mobil dan terlihat wajah Zara yang murung .
"Sayang..! Apa Kau tidak senang ?" Suara Mattew menyadarkan Zara dari lamunan nya
"Aku belum selesai wisuda,bagaimana bisa Aku hamil secepat ini,bahkan Aku belum mulai karir Ku !" Ucap Zara lirih menoleh kearah Mattew.
"Sayang,keputusan ada padaMu,Jika Kamu,ingin menggugurkan kandungan Mu,Aku hanya bisa setuju,Kamu jangan sedih ya,Kita pulang sekarang " Ucapan dan hati Mattew yang bertolak belakang,perkataan dengan hati,dua hal yang berbeda,bahkan Mattew menunjukkan wajah kecewa nya,saat melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,Zara mengetahuinya,tapi Dia memilih untuk diam saja.
Sesampainya di rumah,Mattew segera menggendong istrinya untuk masuk kedalam rumah nya,tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Mattew,Pria ini hanya diam saja,setelah membaringkan Zara diatas ranjang,lalu mengambil obat yang ada di tangan Zara.
"Aku akan membuang obat ini,karena kalau Kamu tidak menginginkan bayi ini,lebih baik tidak perlu minum obat " Ucapan Mattew lagi -lagi membuat Zara merasakan sesuatu hal yang menusuk dihatinya,ucapannya lembut bahkan setiap kali berbicara Mattew masih bisa tersenyum kepada Zara.
"Bee..!" Disaat Mattew berjalan kearah pintu kamar,Zara memanggilnya,Mattew segera menoleh kearah Zara,,menyembunyikan kekecewaannya kepada Zara.
"Apa ada yang ingin Kamu makan?Aku akan membeli nya sekarang "
"Aku tidak perlu apapun,Aku hanya ingin di temani tidur oleh Bee" Jawab Zara dengan lirih,wajah nya yang sendu tidak bisa membuat Mattew untuk menolak nya .
"Tidur lah,Aku akan menemani Mu"Mattew segera berjalan menghampiri Zara,dan meletakan kembali obat diatas nakas.
Setelah berbaring disamping Zara,gadis ini segera memeluk suaminya,dan merasakan nyaman yang luar biasa untuk pertama kalinya,bahkan Zara cukup senang memeluk dan mencium dada Mattew membuat Pria ini heran .
"Bee,lepaskan saja kemeja nya Aku lebih sedang mencium aroma Mu..!" Goda Zara kepada Mattew,Pria ini hanya bisa menurut saja permintaan Zara.
"Sayang ..!Apa benar,Kamu tidak menginginkan bayi ini?" Akhirnya Mattew tidak sanggup menahannya lagi,dan langsung bertanya kepada Zara.
Zara tidak menjawabnya,Dia sedang memikirkan sesuatu.
"Lupakan saja,anggap saja Aku tidak pernah bertanya "Sambung nya lagi memeluk sang istri dan mencium kening Zara dengan lembut.