My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 166



Bunga kembang mekar berseri,disapa lembut oleh cahaya mentari,hingga tumbuh bersemi kembali,tetesan embun yang berjatuhan dari daun keladi,tidak akan meninggalkan bekasnya.


Masih dalam balutan pelukan sang suami,tidak ingin beranjak dari tempat yang ternyaman,dada bidang yang kekar,dengan roti sobek yang begitu indah, tanpa cela milik sang Pria yang selalu mendekap nya dalam tidur.


Aroma nya yang begitu khas,mampu membuat hidung Wanita ini kembang kempis, kala menghirup aroma Peppermint dari tubuh Pria ini.


"Oek..Oek..."Seketika perut nya terasa di aduk - aduk di dalam,ingin sekali mengeluarkan semua isi nya,untuk menghentikan rasa mual yang tidak kunjung reda.


"Sayang ...!Are you oke..?" Dengan telan jang dada,Mattew duduk di atas ranjang,mendengar suara Zara yang sedang muntah dari dalam kamar mandi.


Pria ini segera turun dari ranjang,yang hanya menggunakan celana boxer nya saja,menghampiri Zara yang berdiri di depan wastafel kamar mandi.


Tangan nya yang kekar,menyentuh tekuk Zara dengan lembut lalu mengusapnya,melihat kearah wanita di depannya yang masih saja mual - mual,padahal semua isi perut sudah di keluarkan nya tadi .


Setelah Zara mencuci wajahnya,dan juga mematikan keran air,Mattew sudah memegang handuk kecil untuk mengelap wajah Zara.


"Gimana ?sudah baikan?" Mattew memegang bahu istrinya menatapnya dengan penuh khawatir .


"sudah,tapi perut Ku merasa melilit dan perih " Jawab Zara memegang perutnya.


Mattew segera menggendong Zara keluar dari kamar mandi,dan membaringkan Zara diatas ranjang.


Pria ini juga bingung harus berbuat apa,tapi seketika tangan nya menyelinap masuk kedalam lingerie Zara,Mattew mengelus - elus perut Zara dengan lembut,sehingga membuat Wanita ini sedikit lebih nyaman dari sebelumnya.


"Jangan lepaskan,tetap lah mengelusnya,itu sangat nyaman !" Lirih Zara saat Mattew hendak turun dari ranjang,lalu mengurungkan kembali niat nya.


"Apa sudah lebih baik ?" Tanya Mattew kepada Zara yang masih berbaring .


kriing..kriing.. "Ya hallo" Mattew segera turun dari ranjang setelah mengangkat panggilan nya .


"Baik,Aku segera kesana ..!" Mattew segera mematikan panggilan itu,dan datang kembali menghampiri Zara.


"Ada apa ?" Zara langsung bertanya saat Mattew sudah di depannya.


"Aku ada meeting di kantor sayang,harus segera pergi "Jawab Mattew,melirik kearah Zara


Mattew segera berjalan kearah kamar mandi,dan beberapa menit sudah kembali lagi setelah siap mandi,Mattew melirik kearah Zara yang berbaring diatas ranjang.


"cepat siap - siap Kita akan ke kantor,Kamu juga ikut !" seru Mattew mengambil jas nya di lemari.


"Aku dirumah saja,terlalu bosan di kantor "Zara memejamkan kembali matanya .


"Kalau dirumah tidak ada yang menjaga Mu,Kita juga perlu mencari sarapan untuk makan !"


Mattew duduk di tepi ranjang disebelah Zara.


"Kenapa Kita tidak mencari pelayan saja,jadi setiap hari bisa sarapan dirumah, tidak perlu sarapan diluar ?" Zara melihat kearah Mattew yang duduk di sebelah nya,sedikit memberi saran.


"Bukan ide bagus !"Mattew bangkit dari duduk nya dan melanjutkan memakai jasnya.


"Jika Aku mencari pelayan Wanita Kau akan cemburu nanti nya,jika Aku cari pelayan laki - laki Aku yang takut meninggalkan Mu sendirian dirumah " pernyataan Mattew membuat Zara tercengang.


Zara turun dari ranjang,menghampiri suaminya yang super syndrome akut dengan orang lain.


"Sayang ..!Kenapa Kita tidak mencari yang lebih Tua dari Kita,seumuran Bi Sumi yang di mansion Papa" Zara kembali memberi saran lagi.


"eeemm..!"Mattew menatap kearah Zara, "Jika Aku mencari pelayan,Kamu akan terus dirumah tidak akan ke kantor lagi bersama dengan Ku,dan Aku tidak bisa melihat Mu di saat Aku dikantor,sayang ...!itu akan membuat Aku merindukan Mu..!" jawaban Mattew lagi - lagi membuat Zara menggelengkan kepala nya .


Zara menatap kearah Mattew,membulatkan mata nya,memutar ke kiri dan ke kanan,Dia sudah kehabisan ide untuk membujuk Mattew.


"Sayang,jika Kita punya pelayan dirumah,Aku bisa sekalian belajar masak,dan membuat kan masakan kesukaan Mu ..!" Zara memeluk lengan suaminya yang hendak keluar kamar.


Lama sekali Mattew melirik ke arah Zara yang bersandar di lengannya.


"Eemmm..!Tidak ..!Aku belum bisa memutuskannya,pokoknya Kamu sekarang mandi dan siap - siap,Kita akan ke kantor bersama "


Ceklek..! Mattew segera keluar dari kamar nya dan menunggu Zara diruangan tamu.


Membutuhkan waktu satu jam untuk Zara berdandan di depan cermin,padahal pagi ini Mattew sedang ada meeting penting di kantor.Setelan bersiap - siap Dia baru datang menemui Mattew,terlihat Pria ini yang memperlihatkan ketidak senangnya kepada Zara.


"Aku sengaja berlama - lama,semoga Pria ini mau memperkerjakan pelayan dirumah " Batin Zara melirik kearah Mattew yang sedang menyetir.


"Kamu tidak perlu membuat Ku menunggu lama,seperti itu,Kamu hanya bisa membedakan mana yang penting mana yang tidak " Ucapan Mattew membuat Zara kaget dan memalingkan wajahnya kesamping.


Mattew mengetahui rencana Zara yang membuat Mattew menunggu lama.


"Asisten Jo,siapkan sarapan untuk Zara,serta jangan lupa segelas susu hangat,ambilkan susu ibu hamil di laci yang ada didalam ruangan Saya"Titah Mattew.


"Nyonya,silahkan masuk,Anda tunggu disini dulu,Saya akan menyiapkan sarapan untuk Anda"


Zara segera duduk di sofa,dan Asisten Jo pergi untuk menyiapkan sarapan untuk Zara sesuai perintah dari Mattew.


***


Setelah menunggu lama,Mattew juga belum selesai meeting,Zara berencana untuk keluar dari ruangan itu,dan mencari Mattew.


"Nyonya...!" Panggil Asisten Jo,saat melihat Zara keluar dari ruangan Mattew.


"Dimana Tuan Mu..?"


"Masih ada di ruangan Meeting,kalau mau Aku bisa membawa Nyonya jalan - jalan sekitar kantor,atau Nyonya mau ke kantin,disana banyak makanan yang enak,mungkin Nyonya berminat" Asisten Jo mencoba menghibur Zara.


"Aku...Aku ingin bertemu dengan Tuan Mu,apakah bisa ..?" Zara tersenyum kearah Asisten Jo


"Tapi Tuan lagi kerja..!Nyonya saya temani makan saja di kantin ya " bujuk Asisten Jo lagi


"Aku tidak mau ..!" Zara segera pergi ke ruangan meeting.


"Nyonya tunggu ..!" Asisten Jo melarang Zara untuk masuk saat Zara ingin membuka pintunya.


"Apa lagi..?" Zara menoleh kearah Asisten Jo yang berdiri di samping nya.


"Biar Saya beritahu sama Tuan dulu jika anda ingin menemui nya ..!"


Zara tidak menjawab,Asisten Jo segera masuk kedalam untuk memberitahukan kepada Mattew.Namun,Zara juga ikut masuk kedalam,sehingga para Dewan Direksi dan beberapa kolega Mattew menatap kearah Zara yang menganggu meeting Mereka.


"Asisten Jo ..!"Tatapan Mattew yang tajam melihat kearah Asisten Jo,Zara berdiri tepat di belakang Asisten Jo.


"Maaf Tuan,Aku sudah melarang nya,namun Nyonya memaksa" Jawab dengan suara berbisik.


"Baik,Meeting nya cukup disini dulu,Kita akan melanjutkan meeting seminggu lagi,sekalian membahasakan proyek kota Moru yang akan di adakan festival lukisan !"


Semua orang yang ikut dalam meeting segera keluar,tidak terkecuali Asisten Jo juga ikut keluar .


"Zara...!" Panggil Mattew saat istri nya hendak keluar,lalu menoleh kearah Mattew yang berdiri di belakang nya,sambil nyengir.


"He...He...sayang ...!" Zara nyengir kearah Mattew yang masih berdiri di kursi meeting nya.


"Tadi mencari Ku,sekarang kenapa ingin keluar dari ruangan ?" Suara Mattew yang datar membuat Zara sedikit gugup dan takut.


"Bukan..!Bukan Aku,seperti nya anak Mu yang ingin bertemu dengan Mu,bawaan nya Aku ingin melihat wajah Mu saja,padahal itu kan bukan sifat Ku,Bee tau itu ..!" Zara membulatkan mata nya melirik ke kiri dan ke kanan,menghindari kontak mata dengan Mattew.


Bugh..!Mattew mendorong tubuh Zara ke pintu,gadis ini kaget dan menatap nya,Mattew melihat nya tanpa berkedip.


"Sejak kapan Kau pintar melemparkan kesalahan Mu kepada Orang lain,apalagi makhluk kecil yang tidak berdosa,apa Kau sedang membodohi ku" Ucapan Mattew membuat Zara menelan saliva.


"Tidak..!Tidak..!Aku tidak berani membodohi CEO perusahaan,siapa Aku ?hanya mahasiswa hukum saja,itu juga belum wisuda he..he..he" Tubuh Zara mulai gemetar melihat tatapan Mattew yang begitu tajam,baru kali ini melihat sosok suaminya yang punya tatapan mengerikan.


Tiba - tiba tubuh Zara merosot kebawah,karena kaki nya lemas menahan rasa takut dalam hati nya.


"Heeii..,sayang,Kamu kenapa ?" Mattew memegang bahu Zara yang duduk di lantai,menahan tangis.


"Kau menangis ?" Mattew mencoba menahan ketawa nya.


"Ini gara - gara Bee ..!Apa perlu menatap Ku sekejam itu...! " Ngomel Zara yang memalingkan wajahnya kesamping .


Mattew memegang dagu Zara,dan memalingkan wajah itu agar melihatnya,bola mata yang berair membuat Mattew merasa kasihan telah membuat istrinya menangis.


Cup...! Sebuah ciuman mendarat di bibir mungil Zara,mereka berdua berpangutan dalam ciuman yang begitu manis.


Mattew begitu lihai memainkan li dah nya, sehingga lupa kalau Mereka sedang berada di kantor.


Ceklek...!"Tuan ini ber.."Asisten Jo melihat Mattew yang sedang berciuman segera menutup wajah dengan file di tangan nya "Maaf Tuan Aku tidak melihatnya"


Brakk..!Pintu kembali tertutup,Zara segera memalingkan wajahnya karena malu,tapi Pria ini malah mengendong nya keluar dari ruangan meeting .


Tidak sedikit Orang memandang kearah Mereka.Namun,Mattew malah tidak memperdulikan itu.


"Aku enggak salah lihat,Tuan Mattew yang biasanya dingin bisa bersikap begitu lembut kepada istrinya " Bisik karyawan yg sedang bergosip disaat mereka melewati ruangan para karyawan.


Mattew segera membawa Zara ketempat parkiran,berencana untuk mengajak istrinya makan siang bersama di restoran terdekat.